Menikah Karena Perjodohan

Menikah Karena Perjodohan
Apa Tujuanmu Kembali? (season 2)


__ADS_3

Zian memilih masuk mobilnya  dan melajukannya menuju apartemennya


“maafkan aku rebecca, jangan marah lagi” gumam zian mencoba terus menelpon rebecca tapi tak kunjung mendapat jawaban dari rebecca


***


sesampainya Zian ke apartemen miliknya, ia berjalan dengan langkah lesu masuk dalam apartemen miliknya.  ponsel zian berbunyi sedari tadi tapi diabaikan zian karena zian yang sibuk dengan fikirannya.


zian berjalan ke arah balkon, tenggelam dalam pikirannya mengenai rebecca yang menghindarinya


semalaman zian duduk di balkon menatap langit dengan tatapan kosong, membuat wajah zian begitu lesu, dan timbul mata panda yang besar karena zian yang tak tidur semalaman


Ponsel zian kembali berdering, zian berjalan untuk mengambil ponselnya. Melihat Jeremy yang menelponnya, zian  dengan lesu mengangkatnya “ada apa?” tanya zian


“tuan dari mana saja? Saya telpon semalaman gak di angkat” tanya Jeremy cemas


“lagi sibuk” balas zian datar


“ah tuan sudah baikan sama non rebeccaya? syukur deh kalau gitu” balas Jeremy mengira kalau zian sibuk karena bermesraan dengan rebecca


“baikan apa? Dia membuatku gak bisa masuk rumahku sendiri, gimana mau baikan?” balas zian


“ya iya lah non rebecca marah sama tuan, orang tuan bentak nona rebecca karena wanita lain, pas dia lagi hamil pula” balas Jeremy


Zian membelalakan matanya lebar “apa kau bilang tadi?” tanya zian


“ah pasti tuan belum tahu. waktu saya mau buang makanan dan nyuci kotak makan tuan, saya liat


ada selembar kertas di dalamnya, karena saya penasaran saya buka dong.  dan ternyata  di sana tertulis, nona rebecca  dinyatakan hamil dengan usia 5 minggu” balas Jeremy


“dimana kertas itu?” tanya zian


“di kantor tuan” balas Jeremy


Zian langsung memutus panggilannya, bergegas berlari tanpa memperdulikan dirinya yang belum berganti pakaian ataupun sekedar membersihkan diri


Setelah sampai kantor, zian langsung memarkirkan mobilnya sembarang, dan langsung berlari menuju ruangannya yang berada di lantai atas


Jeremy yang melihat zian berlari pun menatap heran zian yang tampak kusut “tuan cepet banget sampainya?” tanya Jeremy yang baru 10 menit lalu berbincang dengan zian


“dimana surat itu?” tanya zian


“dimeja tuan” balas Jeremy


Zian langsung mengambil surat tersebut dan membaca keterangan di bawahnya “hamil 5 bulan” gumam zian jatuh terduduk


“ah ah akhhhhhh!” teriak zian


Jeremy yang mendengar teriakan zian bergegas masuk ke dalam ruangan “ada apa tuan?” tanya Jeremy takut terjadi sesuatu dengan bosnya


“aku akan jadi ayah, Jeremy” teriak zian girang


jeremy tersenyum lega karena tak terjadi apapun pada bosnya “selamat tuan” balas Jeremy

__ADS_1


“ah aku harus segera menemui rebecca” ucap zian bergegas pulang ke rumah mama kaila


***


Zian sedang memikirkan cara apa agar ia bisa masuk rumah jika satpam menghalanginya lagi


Zian yang sampai di depan rumah langsung di bukakan pintu gerbang oleh satpam “kenapa sudah di buka, apa rebecca tak marah lagi” gumam zian


Zian masuk rumahnya mencari rebecca “sayang” panggil zian mencari keberadaan rebecca


“mau kamu panggil sampai suara kamu serak juga percuma” ucap mama kaila memakan camilannya sambil menonton TV


Zian duduk di samping mama kaila “kenapa mama bilang gitu?” tanya zian


“orangnya  sudah pergi, jadi mau kamu teriak sampai abis suara kamu juga gak bakal dengar” balas  mama kaila tetap konsen dengan tontonannya


“pergi kemana?” tanya zian langsung berdiri karena saking terkejutnya


Mama kaila menatap tajam zian “kamu apain anak kesayangan mama!”teriak mama kaila dengan suara melengking beberapa oktaf


“zian...” balas zian terbata


“kamu ya!” mama kaila berkacak pinggang kearah zian


“sudah bikin anak kesayangan mama kabur dari rumah. nanti siapa yang nemenin mama berkebun lagi ” keluh  mama kaila kesal


“zian gak ada niat bikin dia marah mah” balas zian


“tapi kenyataannya kamu bikin dia marah kan?” tanya mama kaila


“heh” mama kaila membuang mukanya kasar “itu tahu kalau rebecca lagi hamil” balas mama kaila


“kemarin dia mau kasih kejutan buat zian, tapi gak nyangka kalau zivanca datang” balas zian


“oh jadi gara-gara zivanca kamu bentak rebecca?” tanya mama kaila yang memang tak terlalu menyukai sahabat anaknya itu


“ayo lah mah , kasih tahu dimana dia” pinta zian


“ogah” balas mama kaila meninggalkan zian


Zian jatuh terduduk di sofa “bagaimana ini? Aku pasti gak akan nemuinnya kalau mama yang umpetin rebecca” gumam zian khawatir dengan keberadaan rebecca


***


Aditya dan zian pulang ke Indonesia karena kandungan Miranda yang sudah memasuki bulan ke 8, dan ingin melahirkan di indonesia .


Kakek hafizhan juga sudah pulang ke Indonesia, karena mendengar zian yang menghamili rebecca tapi rebecca malah  kabur karena di bentak zian


1 minggu kemudian


sebuah mobil BMW berwarna hitam parkir di halaman rumah mama kaila dan ayah virza


“wah senangnya bisa kembali ke rumah” gumam ningrum bahagia melihat rumahnya setelah 2 tahunlamanya  ia tak pulang ke rumah

__ADS_1


“kamu senang banget ya?” tanya jonathan melirik senyum di wajah ningrum


ningrum tersenyum bahagia “tentu saja senang, apa lagi ada kamu dan Arthur”mbalas ningrum mengusap pipi Arthur yang makin terlihat cuby


Ningrum berjalan memasuki rumah keluarga besar ningrum sambil menggandeng tangan jonathan yang sedang menggendong arthur


“mama, ayah” teriak ningrum memasuki rumah keluarganya dengan menggandeng suami dan anaknya


“yuk masuk sayang, kita ketemu nenek sama kakek” ucap ningrum pada Arthur yang baru berusia 1tahun 2 bulan tahun dalam gendongan ayahnya


“iya kita ketemu kakek, nenek dan oppa” tambah jonathan memegang tangan putranya dengan senyum gembira


“ningrum” panggil seorang pria


“deg” terdengar suara yang familiar di pendengaran ningrum dan jonathan membuat jantung mereka serasa berhenti berdetak


“ningrum” suara pria tersebut mendekat kearah ningrum


Suara ningrum seakan tercekat, ia menutup mulutnya dengan kedua tangan tak percaya dengan apa yang ada di hadapannya  “kak rafasya” gumam ningrum melihar rafasya berjalan kearahnya menggunakan kursi roda


Jonathan diam mematung menyaksikan rafasya yang masih hidup ada di hadapannya


“rum, kakak kembali”  ucap rafasya menghampiri ningrum dengan kursi rodanya


Ningrum jatuh lemas melihat rafasya ada di depan matanya “kakak masih hidup?” tanya ningrum


“iya kakak masih hidup. Kakak kembali untukmu dan anak kita” ucap rafasya menyimpan kerinduan besar pada ningrum dan juga arthur yang rafasya kira anak kandungnya


“hiks hiks hiks hiks” ningrum menangis sejadi-jadinya dengan kenyataan di hadapannya


Jonathan ikut menangis dalam diam dengan tetap menggendong O’neills Arthur anaknya


Semua keluarga ningrum hanya bisa diam bingung harus apa karena ini adalah hal yang sangat sulit bagi ningrum maupun jonathan dan rafasya


***


Anggota keluarga ningrum, jonathan, dan rafasya berkumpul di ruang tamu rumah mama kaila


Jonathan menggendong Arthur yang sedang tertidur sambil menggenggam erat tangan ningrum yang duduk di sampingnya dengan tatapan kosong


“jo, biar mama bawa Arthur ke kamar ya, kasihan dia” ucap mama kaila yang melihat Arthur tidur dengan nyaman di pangkuan jonathan


“gak papa ma, dia biasa tidur di pangkuan jo seperti ini” balas jonathan sopan pada mama kaila


“terima kasih ya jonathan sudah merawat anakku” ucap rafasya menatap dengan rasa ungkapan terima kasih pada jonathan


Jonathan menatap kearah rafasya “bagaimana ceritanya kau sekarang berdiri disini. Bukankah dulu semua orang mengatakan kau sudah meninggal?” tanya jonathan


“waktu itu memang aku hampir mati, tapi raksa menyelamatkanku dan membawaku ke jepang bersamanya untuk merawat lukaku” balas rafasya


“lalu kenapa kau tak mengabari kami selama ini?” tanya jonathan


“aku terlalu takut saat itu, aku takut akan jadi beban ningrum jadi tak mengabari semua orang bahkan orang tuaku” balas rafasya

__ADS_1


“lalu apa tujuanmu kembali?” tanya jonathan menggenggam erat tangan ningrum


__ADS_2