
Aditya menatap serius kearah ningrum “serius lah rum, mana mungkin kakak main-main. Cuma kakak belum tahu harus apa, untuk menghadapi keluarganya ” balas aditya melirik ke arah miranda
Ningrum menghela nafas panjang tak ingin ikut campur terlalu dalam urusan pribadi kakakknya “ya udah deh, ningrum pulang ya, keburu mas jo pulang, nanti ningrum kena omel pulang kemalaman” ucap ningrum pamit
pulang
Miranda dan aditya melambaikan tangannya melepas kepergian ningrum bersama sopirnya
Aditya menoleh kearah Miranda “sekarang bisa jelasin, apa yang kamu lakuin?” tanya aditya menatap tajam Miranda
“hehehe maaf mas” ucap Miranda dengan nyengir kuda agar tak kena marah
“ayok ikut”ajak aditya menggandeng tangan Miranda menuju mobilnya yang terparkir di halaman hotel tempat pertemuannya dengan klien yang tadi ia temui
Aditya membukakan pintu untuk Miranda dan berlari menuju kursi kemudi
“pasang sabuk pengamanmu” pinta aditya yang melihat Miranda hanya diam saja tak segera memasang sabuk pengamannya
“ah” Miranda jadi gugup tak menyadari apa yang di maksud aditya
“kebiasaan” aditya memasang sabuk pengaman Miranda, lalu dirinya sendiri dan bergegas melajukan mobilnya
“ngapain kamu ngikutin mas aditya?” tanya aditya di sela kesibukannya menyetir mobil
“itu” gumam Miranda gugup
“kamu cemburu?” tanya aditya tersenyum simpul
Miranda bingung harus berkata apa, tenggorokannya serasa tercekat “eng.. engga” balas Miranda terbata
“kalau engga ngapain ikutin mas?” tanya aditya
Miranda menghela nafas “ya itu karena mas sekarang jarang telpon Miranda kan Miranda jadi takut kakak kepincut wanita lain, yang lebih cantik dan lebih seksi dari Miranda . Secara wajah Miranda kan pas-pasan, otak juga pas-pasan, wajar lah kalau Miranda curiga. orang Miranda aja masih bingung sampai sekarang mas aditya bisa suka sama Miranda ” balas Miranda
Aditya terkekeh “kamu dengar engga tadi ningrum bilang apa soal mas yang sibuk?” tanya aditya
“itu karena mas sekarang handel perusahaan sendirian semenjak kepulangan kak zian ke Indonesia” balas Miranda memegang sabuk pengamannya erat
Aditya menepikan mobilnya, memilih jalanan yang sepi. Aditya menoleh kearah Miranda “kita sudah bersama berapa tahun miranda?” tanya aditya
“dua tahun” balas Miranda memejamkan matanya
__ADS_1
Aditya membawa Miranda ke dalam pelukannya “mas aditya beneran serius dengan kamu makanya mas kerja lebih giat untuk buktiin kekeluargamu kalau mas mampu membahagiakan kamu dan gak kalah dari orang yang mereka jodohkan ke kamu” ucap aditya yang sudah tahu dengan siapa Miranda di jodohkan dari dimas kakak Miranda yang kebetulan adalah sahabatnya juga
"dan berapa kali mas bilang, mencintai seseorang itu bukan hanya sekedar dari penampilan luar" aditya melonggarkan pelukannnya menatap manik mata kekasihnya "kalau di tanya alasan kenapa mas cinta kamu mas juga sulit jawabnya. tapi yang jelas mas bahagia saat ada kamu. teriakanmu saja terasa udara sejuk di telinga mas. dan mas juga kesulitan saat berada jauh darimu, mas selalu merindukan makhluk antah berantah yang meluluhkan hati mas ini" tambah aditya
"mas muji Miranda apa ngehina miranda sebenarnya?" tanya Miranda
"hanya menyampaikan apa yang ada dalam hati mas aditya buat kamu
Miranda membalas pelukan aditya “iya mas, maaf kalau miranda gak percaya sama mas” balas Miranda mengeratkan pelukannya
Aditya mengangguk “iya, wajar sih kamu takut. Kan mas aditya gantengnya gak ketulungan jadi pasti kamu takut mas aditya di ambil orang “ ucap aditya terkekeh
“iiiiihhh” Miranda mendorong kasar aditya karena perkataan yang menyebalkan dari aditya
Aditya memang senang sekali menjahili Miranda dari dulu bahkan sampai mereka sudah resmi pacaran pun aditya masih suka menjahili Miranda
***
Sore hari zian terbangun dari tidurnya “ah capek”zian menggeliat meregangkan otot tubuhnya sehabis tidur karena kelelahan setelah perjalanan jauhnya dari Inggris
“wah sudah sore” gumam zian melirik arah jendela kamarnya yang menunjukkan warna langit sudah berwarna jingga
“haus” gumam zian melirik nakasnya yang tak ada minum di sana
“ah males banget turun ke bawah” gumam zian berjalan menunduk dengan wajah masih acak-acakan sehabis bangun tidur
“bi bi bi” panggil zian pada pelayan rumahnya “mana sih? Gak ada orang apa ya?” gumam zian terpaksa jalan turun ke bawah untuk mengambil air minum
setelah sampai di dapur Zian membuka kulkasnya mengambil sebotol air mineral dan langsung meminumnya “glek glek glek” zian menenggak sambil mendongak.ke atas
Zian menutup kulkasnya berbalik tanpa menghentikan acara minumnya itu
“byuuur” zian tersedak karena ada yang berdiri di hadapannya membuatnya terkejut
Zian mengusap mulutnya “kamu ngapain di situ?” tanya zian
Rebecca mengusap wajahnya yang basah dengan tisu yang kebetulan berada tak jauh dari kulkas, akibat
terkena cipratan minum zian “ah, om belum tahu ya? Rebecca kan tinggal di sini selama 1 semester ini, soalnya tante sama om lagi dijepang dan gak tahu kapan pulang ” balas Rebecca
“kok bisa?” tanya zian tak menyangka gadis dihadapannya tinggal di rumahnya
__ADS_1
“mama yang minta” ucap mama kaila yang barusan muncul dengan berbagai macam kantong belanjaan
Mama kaila meletakkan belanjaannya di meja dapur “biar Rebecca bantu tante” ucap Rebecca mengeluarkan isi belanjaan mama kaila
“makasih ya sayang” balas mama kaila mengusap lengan rebecca
“sama-sama tante” balas rebeca tersenyum ramah
Zian menarik mamanya menauh “ngapain loh mah , dia tinggal di sini?” tanya zian
“kenapa emangnya?” tanya mama kaila
“yakan zian sudah pulang ke rumah” balas zian
“ya pulang, terus kenapa? Kamar di rumah mama kan banyak buanget kali zian, gak masalah lah kalo rebecca tinggal sini” balas mama kaila
“tapi dia perempuan ma, zian laki-laki” balas zian
Mama kaila tersenyum kearah zian “hayoooo” mama kaila menunjuk zian “kamu takut kesengsem Rebecca ya?” tanya mama kaila
“idiiih, ngapain juga suka sama anak kecil” balas zian memundurkan tubuhnya
Mama kaila berdecih melihat tingkah anak sulungnya itu
“tante, kita mau masak apa?” tanya Rebecca
“masak kesukaan zian saja, kan dia baru pulang” balas mama kaila
“emang om zian suka makan apa?” tanya Rebecca polos
kea rah zian
Zian menatap tajam Rebecca “aku masih muda ya, jangan panggil saya om. Dasar anak kecil” balas zian berkacak pinggang
Mama kaila tertawa “ya gak salah lah kalau anak kecil ini manggil kamu om”ucap mama kaila merangkul bahu Rebecca
“yakan om terlihat dewasa, salah ya kalau Rebecca panggil om? Kan kata ningrum kalian beda 14 tanun. Aku dan ningrum beda 2 tahun. Berarti kita beda 16 tahun. Sama kak jack kakak rebecca saja, perbedaannya 9 tahun . jadi menurut Rebecca harus panggil om biar lebih sopan” balas Rebecca menjelaskan alasannya memanggil om pada zian
“hahahahaha” mama kaila tertawa terbahak mendengar alasan Rebecca “iya bener kata Rebecca” ucap mama kaila mengusap kepala Rebecca lembut
“udah ah malez bicara sama kalian” ucap zian membuang muka kasar bergegas pergi dari dapur meninggalkan wanita yang membuat zian emosi di sore hari
__ADS_1