Menikah Karena Perjodohan

Menikah Karena Perjodohan
Kejutan dihari pernikahan


__ADS_3

Waktu begitu cepat, dan hari ini adalah hari yang dinanti nanti oleh calon pengantin. Yakni Putri dan Ezal, keduanya sibuk untuk mempersiapkan dirinya masing masing. Perasaan gugup pun kini telah menghantui pikiran Putri dan juga Ezal. Keduanya berusaha untuk tenang, meski was was. Dan tidak lama kemudian. Tirta beserta kedua orang tuanya dan juga istrinya kini sudah sampai didepan rumah orang tua Nessa. Semua turun dari mobil dan disambut hangat oleh pelayan yang ditugaskan oleh keluarga Danuarta. Dan disambut dengan hormat oleh para tamu undangan.


Semua para tamu undangan pun sudah memadati halaman rumah pak Jonanda, dikarenakan keluarga Danuarta akan datang menghadiri pernikahan kakaknya Nessa.


Nessa melingkarkan tangannya kelengan suaminya, keduanya bener benar terlihat sangat serasi. Nessa yang terlihat sangat cantik dan juga anggun, begitu juga dengan suaminya yang terlihat sangat tampan dan mempesona. Semua para tamu yang masih gadis atau para orang tua yang melihatnya terasa iri, yang dimana seorang Nessa adalah gadis dari keluarga biasa biasa saja bisa mendapatkan suami yang kaya dan juga terkenal.


Tidak lama kemudian disusul oleh keluarga mempelai laki laki telah datang bersama rombongan keluarga Ezal. Keluarga Ezal pun disambutnya dengan hangat.


Sedangkan Ayah Ezal terasa sangat malu berhadapan dengan Tirta dan juga Tuan Danuarta, karena Ayah Ezal telah menghina habis habisan tentang Nessa. Ayah Ezal pun hanya bisa diam, dan tidak berani asal bicara.


Semua yang hadir dipersilahkan untuk duduk, termasuk keluarga Tuan Danuarta dan Keluarga Ezal, maupun keluarga pak Jonanda.


Sedangkan Nessa segera menghampiri kakaknya yang sedang bersiap siap.


"Kak Putri... cantik sekali kakak hari ini. Sungguh sampai sampai aku tidak paham dengan penampilan kakak, karena kakak benar benar terlihat berbeda. kak Putri tambah cantik hari ini." Ucap Nessa memuji.


"Ini semua pasti kamu yang merencanakan semuanya, dari baju dan semusnya." Jawab Putri dan bertanya.


"Bukan aku yang merencanakan semua ini, kak.. tetapi suamiku dan Papa mertua dan Mama mertua, bahkan aku sendiri tidak mengetahuinya. Dan kata Papa mertua, ini adalah hadiah untuk Mama. Karena dulu Mama telah bekerja dengan baik di Restoran suamiku. Tapi aku juga tidak tahu mana yang benar, yang terpenting hari ini adalah hari kebahagiaan kakak." Jawab Nessa menjelaskan.


"Terimakasih ya, Ness.. mau bagaimanapun, ini semua adalah berkat kamu. Belum tentu akan ada pesta semegah ini, kalau bukan kamu menantunya. Kakak benar benar malu, ditambah dulu kakak telah berbuat salah dengan sepupu suami kamu." Ucap Putri penuh penyesalan.


"Sudahlah kak, yang terpenting kakak bahagia di hari pernikahan kakak hari ini." jawab Nessa menenangkan.

__ADS_1


Setelah merasa sudah cukup mengobrol, Nessa segera mengajak kakaknya untuk ke ruangan yang dimana akan dimulai acara ijab qobul. Putri ditemani Nessa disampingnya. Perasaan Putri tidak karuan, yang dimana harus berhadapan dengan banyak tamu yang telah hadir di acara pernikahannya. Begitu juga dengan Ezal, yang dimana perasaannya pun tidak karuan. Ditambah lagi Ezal akan segera mengucapkan kalimat ijab qobul ditengah tengah kerumunan para tamu undangan.


Pak penghulu pun sudah datang, dan sudah berada ditengah tengah kerumunan. Acaranya pun akan segera dimulai, Putri yang sudah berkeringat dingin ditelapak tangannya. Nessa berusaha menggenggam tangan kakaknya, agar perasaan cemas akan segera reda dan pikirannya pun berubah menjadi tenang. Setelah merasa sudah tenang, pak Penghulu membuka suara untuk memulainya.


"Bagaimana? sudah bisa kita mulai acaranya?" tanya pak Penghulu.


"Sudah, Pak..." jawab pak Jonanda.


Karena sudah mendapatkan jawaban dari Pak Jonanda, pak Penghulu dengan tegas akan memulainya.


Kalimat demi kalimat, pak Penghulu memulai acara ijab qobul. Dan kini saatnya Ezal untuk mengucapkan kalimat sakral dengan wali pengantin wanita.


"Saya terima nikahnya Putri Adelia Binti Fulan dengan mas kawin Xxx dibayar tu....nai." jawab Ezal dengan suara keras dengan yakin.


"Sah...." jawab semuanya serempak oleh para saksi dan juga para tamu undangan.


"Alhamdulillah..." ucap semuanya serempak.


Kini Putri dan Ezal benar benar sudah resmi menjadi sepasang suami istri yang sah menurut agama dan juga hukum. Keduanya nampak terlihat bahagia, ada senyum mengembang diwajah keduanya. Satu persatu mengucapkan kalimat selamat atas pernikahan Putri dengan Ezal. Begitu juga dengan keluarga, yang juga ikut memberikan ucapan selamat dan juga doa. Acaranya pun berjalan sangat lancar.


Setelah memberi ucapan selamat, para tamu undangan segera menikmati hidangan yang sudah disajikan untuk para tamu undangan.


Satu persatu tamu undangan pun berpamitan untuk pulang, suasananya pun semakin sepi.

__ADS_1


Nessa dan Tirta segera menghampiri pengantin baru yang terlihat sudah sangat capek dan lelah tentunya.


"Kak Putri, selamat ya kak, atas pernikahan kakak. Semoga kebahagiaan selalu mengikuti kakak. Aamiin... dan maafkan aku yang tidak bisa memberi hadiah." Ucap Nessa tersenyum.


"Apa kamu bilang, keluarga suami kamu saja sudah memberi hadiah yang sulit untuk aku cerna." Jawab Putri ikut tersenyum.


"Ezal, selamat atas pernikahan kamu. Dan aku ada pesan untuk kamu, sekaligus hadiah pernikahan kamu. Bahwa aku sudah membuka cabang Restoran di daerah ini. Aku meminta sama kamu untuk mengelolanya, aki berharap kamu bisa mengelolanya. Semua keperluan kamu sudah tersedia, di dekat Restoran sudah ada rumah untuk kalian berdua tempati. Jadi tugas kalian berdua adalah mengatur cabang Restoran Merpati Jaya." Ucap Tirta menjelaskan dan juga berharap penuh.


"Tapi... aku takut jika Restorannya akan gagal." Jawab Eza tidak enak hati.


"Kenapa takut, kamu kan belum memulainya. Jika kamu sudah mencobanya dan ternyata kamu gagal, baru kamu hubungi aku untuk menyerah."'Ucap Tirta meyakinkan, sedangkan Ezal tidak berani monalak. Karena dirinya juga sangat membutuhkan pekerjaan, jadi memutuskan untuk menerima pemberian dari Tirta.


"Baiklah, aku Terima untuk mengelola Restoran. Karena sebenarnya aku sendiri belum mempunyai pekerjaan. Dan sebelumnya aku ucapkan banyak terimakasih atas kebaikannya." Jawab Ezal dengan perasaan tidak enak hati.


"Nah, begitu dong... aku kan jadi lega. Karena tidak bingung lagi untuk mencari seseorang untuk dimintai tolong." Ucap Tirta.


"Sekali lagi aku ucapkan banyak terimakasih." Jawabnya mencoba tersenyum.


"Karena besok aku dan istriku akan berangkat ke Amerika, jadi... aku tidak bisa mendatangi Cabang Restoran. Jadi, jika kamu ada sesuatu yang ingin kamu tanyakan kamu tinggal telfon nomor yang sudah ada dibukamu catatan. Atau.. kamu bisa mendatangi Restoran Utama untuk menanyakan perihal yang tidak kamu ketahui.


Apakah kamu mengerti?" Ucap Tirta bertanya balik.


"Aku sudah mengerti, dan istriku setengah mengerti dilema perasaan yang penuh penasaran. Ditambah lagi benar benar tidak bisa menolaknya.' Jawab Tirta sambil garuk garuk kepalanya yang tidak galak." Jawab Ezal.

__ADS_1


__ADS_2