
Dipagi hari yang masih gelap, Nessa yang sedang berada didalam kamar mandi untuk mengetes kehamilannya. Perasaannya pun tegang dicampur aduk tidak karuan.
Kalau sampai hasilnya negatif bagaimana ini? aku takut akan dipojokkan. Aku berharap semoga hasilnya benar benar positif. Aamiin... batin Nessa sambil nunggu hasilnya.
Setelah merasa sudah cukup waktunya, Nessa segera mengambil tespack yang berjumlah ada lima. Nessa mengamati satu persatu benda itu, kedua mata Nessa berkaca kaca melihatnya. Nessa menangis bahagia dengan apa yang dirasakannya.
"Benarkah ini semua? aku hamil? Alhamdulillah..." ucapnya lirih sambil memegangi benda tersebut dengan perasaan yang sangat bahagia.
Nessa segera keluar dari kamar mandi, dirinya sudah tidak sabar untuk menunjukkan hasilnya.
Setelah keluar dari kamar mandi, dilihatnya sang suami yang sedang sibuk mengemasi barang yang akan dibawa pulang.
Nessa pun langsung memeluk sang suami dari belakang, Tirta pun bingung dibuatnya. Tiba tiba sang istri menyerahkan hasil tes kehamilannya. Tirta pun melihat satu persatu hasilnya, dan Tirta pun tersenyum bahagia. Kemudian langsung membalikkan badannya dan kini saling beradu pandang.
"Terimakasih ya, sayang.. kamu telah memberiku kebahagiaan yang aku sendiri tidak dapat diukur kebahagianku ini. Aku sangat bahagia akan kabar bahagia ini, aku akan selalu menjaga kamu dan calon anak kita. Aku sangat bahagia, karena sebentar lagi kita akan segera menjadi orang tua. Akan ada malaikat kecil bersama kita." Ucap Tirta, lalu mencium kening sang istri dengan lembut dan memeluknya. Perasaan Nessa pun semakin bahagia, yang dimana mendapatkan kebahagiaan yang begitu besar.
"Terimakasih ya, Sayang.. atas perhatian kamu dan kasih sayang kamu. Yang membuatku selalu nyaman didekatku, dan membuatku takut akan jauh darimu." Jawab Nessa yang masih berada dipelukan sang suami.
"Itu sudah menjadi kewajibanku untuk tidak menyakitimu dan tidak membuatmu tersiksa fisik maupun batin kamu, sayang..." ucapnya yang masih memeluk sang istri.
"Aku mau mandi dulu, sayang.. takut nanti kita akan terlambat." Ucap Nessa yang kemudian melepaskan pelukan dari sang suami.
"Baiklah, aku tunggu kamu." Jawabnya.
Nessa pun segera mandi, sedangkan Tirta melanjutkan berkemas kemas barang yang akan dibawanya pulang.
Setelah selesai mandi, Nessa segera memilih baju yang menurutnya nyaman untuk dipakai.
Tirta yang sedari tadi hanya memperhatikan penampilan sang istri. Nessa sendiri baru menyadarinya jika diperhatikan.
"Sayang, kenapa kamu memperhatikanku seperti itu. Aku kan jadi malu..." ucap Nessa sambil bermake up.
"Karena kamu sangat menggodaku." Jawab Tirta tersenyum menggoda. Namun tiba tiba ada suara panggilan dari ponsel Tirta.
__ADS_1
"Halo... ini siapa?" tanya Tirta yang belum mengenal nomor tersebut yang tengah menelfonnya.
"Kamu sudah lupa denganku, hah?" tanya seorang laki laki yang membuatnya penasaran.
"Benar sekali, aku sudah lupa denganmu. Karena nomor kamu baru di ponselku. Katakan, siapa kamu? apa perlu aku melacakmu dan memasukkan kamu kedalam sel?" jawab Tirta yang masih bingung.
"Wah... yang bulan madu, kamu sama sekali tidak mengabariku. Awas saja kamu kalau pulang, aku akan mengurungmu dikandang Macan." Ucapnya yang tiba tiba membuat Tirta teringat akan sosok laki laki yang tengah menelfonnya.
"Rupanya kamu, Raska Gantara.. bagaimana kabar kamu, Bro?" jawab Tirta yang sudah mengetahui siapa yang menelfonnya dan langsung menyapa sahabat sekolahnya.
"Kabarku baik, cepatlah segera pulang. Aku akan mengajakmu untuk makan bersama, seperti yang pernah aku janjikan." Ucap Raska.
"Tenang, hari ini aku akan pulang. Jangan khawatir, aku akan menagih janji kamu." Jawab Tirta dengan senyum.
"Ok lah, akan aku tunggu kepulangan kamu." Ucapnya.
"Bagaimana dengan status kamu? apakah masih seperti yang dulu?" tanya Tirta meledek.
"Makanya, cepetan kamu segera menikah. Stok wanita muda sangat langka, jika kamu tidak segera menikah. Apakah kamu sedang menunggu para janda?" ucap Tirta dan tanya meledek
"Janda kata kamu? tidak masalah. Asalkan janda kembang dan terhormat. Sama saja masih ada segelnya, bukan?" jawab Raska dibarengi tawa, begitu juga dengan Tirta yang ikut tertawa lepas.
"Hati hati, nanti benar benar janda yang kamu dapatkan." Ucap Tirta menakuti.
"Aaah sudahlah, aku tunggu kepulangan kamu. Sampai ketemu di Restoran kamu." Ucapnya lalu mematikan sambungan telfonnya.
Nessa yang memperhatikan sang suami yang membicarakan soal janda membuatnya penasaran. Nessa pun segera menanyakan perihal soal obrolannya.
"Sayang, siapa yang menelfon kamu?" tanya Nessa penasaran.
"Sahabatku, yang sudah lama tidak pernah bertemu. Dia memintaku untuk segera pulang, entah ada kejutan apa darinya. Mungkin saja dia akan menikah, tapi entah benar atau tidak aku tidak diberi tahu." Jawab Tirta menjelaskan.
"Oooh.. aku kira siapa? ternyata sahabat kamu. Kenapa belum menikah?" tanyanya lagi.
__ADS_1
"Kurang tahu, sayang... Raska seperti lelaki bunglon. Yang bisa berubah ubah sikapnya. Namun tetap saja dia bukan orang jahat atau buruk. Tapi dirinya terkenal sombong, angkuh dan sangat kaku. Bahkan terkenal kejam, namun aku tidak merasakannya akan sikap dia pada yang lainnya." Jawab Tirta menjelaskan.
"Ooooh.. misterius ya, sayang.." ucap Nessa sedikit penasaran.
"Kamu penasaran? dia lebih tampan dariku. Tapi aku juga tidak kalah tampannya, apa rasa cintaku kepada istriku. Tidak ada yang bisa menandinginya." Jawab Tirta memuji dirinya sendiri.
"Aku tidak perduli dengan ketampanannya, lagian suamiku juga bukan. Mana bisa aku mengatakannya tampan. Yang ada itu, suamiku ini yang paling tampan dan perhatian." Ucap Nessa tersenyum bahagia.
"Sudahlah, ayo kita bersiap siap. Nanti kita terlambat, kasihan yang lainnya sudah menunggu kita." Ajak sang suami, Nessa pun nurut dan langsung bersiap siap dan segera keluar dari kamar.
Setelah keduanya merasa sudah beres dan sudah siap untuk berangkat ke Bandara, Nessa dan Tirta segera menuruni anak tangga. Kemudian duduk di ruang makan bersama yang lainnya.
"Bagaimana hasilnya, Nessa?" tanya Nyonya Serly yang penasaran akan hasil tes kehamilannya.
"Alhamdulillah positif tante.." jawab Nessa tersipu malu.
"Alhamdulillah..." jawab semuanya serempak.
"Selamat ya kak, Nessa... semoga aku segera menyusul. Aaah sudah tidak sabar ingin menyusul kak Maura, dan kak Nessa." Ucap Zeil memberi ucapan selamat. Nessa pun tersenyum malu.
"Aamiin.. terimakasih ya, Zeil.. semoga kamu juga segera menyusul." Jawab Nessa tersenyum.
"Dan kamu Alfan, sering seringlah bekerja keras meski harus lembur." Ucap kakek Kosim ikut menimpalinya sambil meledek. Sedangkan Alfan hanya tersenyum dan mengangguk.
Tenang saja kek, aku tidak akan pernah putus asa untuk membuat Alfan junior dan Zeil junior. Lihat saja, tidak hanya Tirta dan juga Ganan. Batin Alfan.
"Aaah sudahlah, ayo kita sarapan. Nanti kita terlambat pulangnya, apakah kalian masih ingin liburan disini? baiklah, aku akan sarapan duluan." Ucap Tuan Angga mengalihkan pembicaraan tentang kehamilan. Karena dirinya teringat akan sikap istrinya ketika sedang hamil muda.
Hei Readers setia.. penasaran tidak nih dengan Raska Gantara? kisahnya ada loh.. tidak kalah serunya dengan novel ini.
Judul novelnya "Pernikahanku Yang Kedua"
sudah 22 episode loh... ayo diintip, siapa tahu tertarik loh.. 😃😃
__ADS_1