
seiring kedekatannya dengan kasih, jack mulai tahu kalau kasih tak begitu akrab dengan
keluarganya lebih tepatnya keluarga om nya dan itu dapat jack yakini saat orang tua kandung kasih datang ke jerman tapi hanya bertemu dengan adiknya John Davis tanpa bertemu dengan kasih sama sekali padahal kasih adalah anak kandungnya.
Jack juga pernah melihat kasih saat bertemu tante Clara Diana Istri om John Davis, tampa bertegur sapa sama sekali bahkan terkesan tante Clara tak mengenal kasih sama sekali
Melihat kasih yang hanya terdiam mengetahui kabar kedatangan orangtuanya yang hanya
sebentar dan langsung bergegas pergi, jack ingin mengikutinya tapi lengannya di tahan mas ojo
“jangan melewati batasan tuan” ucap mas ojo memperingati
Jack melepas tangan mas ojo kasar “apa maksudmu? Kau tak lihat keadaannya? dia sedang terluka” balas jack menunjuk arah kepergian kasih
Mas ojo menatap datar jack “aku tahu itu, aku lebih tahu dari siapapun tentangnya . Tapi nona kasih paling tidak suka ada yang melihatnya saat rapuh. Aku saja yang mengenalnya selama 15 tahun tak di izinkan melihatnya saat sedang menangis, dan tak boleh mendekat” balas mas ojo prihatin dengan nona nya
“lalu kenapa malah kau biarkan?” tanya jack heran
“memang apa yang bisa saya lakukan, saya hanya bawahan yang ditugaskan menjaga nona
sejak dia kecil. Saya dilarang ikut campur terlalu jauh dalam kehidupannya” balas mas ojo datar
Jack menaikkan sebelah alisnya “apa orang tuanya tidak sayang dengannya? dia terluka,
terluka karena orang tua yang mengabaikan dirinya ? ” tanya jack
“orang tua punya cara mereka sendiri untuk menyayangi anaknya. Jadi jangan tanyakan padaku apakah orang tuanya menyayangi kasih atau tidak. Karena yang lebih tahu adalah
kedua orang tuanya sendiri ” balas mas ojo
Jack bingung harus apa, menyusul kasih atau diam saja, ini benar-benar dilema untuknya. Jack hanya bisa memandangi arah kepergian kasih dengan tatapan sendu
***
Kasih masih duduk terdiam di atap hotel milik pamannya dengan sejuta pikiran yang entah dimana
“kasih” panggil jack mendekat ke arah kasih. Mas ojo mengikuti dari belakang langkah Jack
Kasih menarik nafas dalam menoleh ke arah jack
sambil tersenyum “iya kak” balas kasih
“ayo masuk, disini dingin” ajak jack
Kasih mengangguk “ iya kak” kasih berjalan menuju pintu melewati jack menuju mas ojo
yang berada di dekat pintu atap
Jack menahan tangan kasih “apa kau tak mau membaginya dengan kakak?” tanya jack
Kasih menautkan kedua alisnya “maksud kakak apa?” tanya kasih pura-pura tak paham
“jangan memendamnya kasih” pinta jack lirih “hatiku sakit melihatmu menahan semuanya
sendiri” ucap jack
__ADS_1
Kasih tersenyum “kasih gak papa kak, kasih baik-baik saja” balas kasih
“aku mohon kasih” pinta jack lirih
Kasih menghilangkan senyum di wajahnya seketika “tolong jangan paksa kasih kak, ini
adalah hal yang tak ingin aku bagi dengan orang lain” kasih melepas genggaman tangan jack, melanjutkan langkahnya menghampiri mas ojo
Flash back end
Jack menghela nafas panjang “semenjak hari itu, kasih selalu menghindari kakak karena kakak yang
selalu memintanya untuk terbuka dengan kakak. Di tambah kakak yang harus sering stay di
perancis dan juga dia yang mulai bersiap
untuk berkuliah di Indonesia” jelas kakak jack
“apa tidak ada yang dekat dengannya di sana?” tanya ningrum penasaran
Jack menggeleng “setahuku tak ada. Dengan om john saja kasih hanya bertemu saat makan malam. Dan dari gosip yang aku dengar tante dan sepupunya tak suka dengan kasih karena kasih yang selalu di utamakan ketimbang anak-anak om John yang lain. balas jack
“orang tuanya seperti apa sih kak?” tanya ningrum
“kakak gak tahu, kakak juga pernah bertanya dengan ayah tapi beliau bilang tak terlalu
mengenal tuan William. Beliau orang yang sangat tertutup” balas jack
Ningrum mengangguk paham, karena dirinya juga sudah pernah bertanya pada ayah virza dan
jawabannya sama seperti yang di katakan kak jack
Ningrum tersenyum ramah “kalau kakak peduli pada kasih, kakak juga sering-sering temani kasih” pinta ningrum
“bisakah?” tanya jack tersenyum
“tentu saja bisa, selagi kalian sama-sama di Indonesia, ningrum akan buat kakak bisa
dekat dengan kasih” ucap ningrum mantap
***
“ningrum” panggil rafasya saat memasuki kediaman keluarga ningrum
“kakak” ningrum berlari menghambur ke dalam pelukan rafasya suaminya
“kangen” ucap rafasya memeluk erat ningrum karena 2 hari tak bertemu, dan dia semalam
tidur tanpa ningrum di sampingnya membuat dirinya sangat rindu istri kecilnya itu
“ningrum juga kangen” balas ningrum menyandarkan wajahnya di dada bidang rafasya
“kakak gak mau lagi tugas di luar kota kalau gak ajak kamu”keluh rafasya memanyunkan bibirnya karena tak di izinkan membawa ningrum ke luar kota oleh orang tuanya
Ningrum tersenyum dengan tingkah suaminya itu “kakak bawa apa?” tanya ningrum melihat
__ADS_1
banyak bingkisan yang rafasya bawa
“ah Cuma bawa hadiah buat kamu” balas rafasya menggaruk tengkuknya yang tak gatal, takut kena omel ningrum
“kakak kebiasaan selalu beliin hadiah buat ningrum kalau pergi” ucap ningrum berkacak pinggang
“ya gak papa sih rum, kan kakak suka belikan sesuatu untuk istri tercinta" balas rafasya mencium pipi ningrum gemas
“kakak ini! nanti lemari ningrum penuh tahu,
penuh karena kebanyakan hadiah dari kakak ” ucap ningrum
“nanti tinggal kakak beliin lemari lagi, gampang kan" balas rafasya datar
Ningrum mengibaskan tangannya “ah sudah lah, makan dulu yuk kak” ajak ningrum menggandeng mesra tangan suaminya untuk makan malam, karena percuma saja berdebat dengan rafasya yang ada dia kalah berdebat
Rafasya duduk sambil menunggu ningrum menyiapkan makanan untuknya “katanya kasih dan rebecca nginep?” tanya rafasya tak melihat keberadaan sepupunya
“iya semalam mereka nginep, tapi tadi sore mereka pulang di antar kak jack” balas
ningrum
“jack?” tanya rafasya
“iya, dia ikut menginap di sini semalem kak, terus sorenya sepulang dari pertemuan bisnisnya
dia jemput rebecca sekalian antar kasih pulang” balas ningrum
Jiwa kepo rafasya mulai bangkit “niatan kamu waktu itu untuk bikin om kamu kebakaran jenggot pasti ada hubungannya sama sepupuku ya?” tanya rafasya
Ningrum terkekeh “iya” balas ningrum
Rafasya menggelengkan kepalanya dengan niatan ningrum “tapi sayang, jangan terlalu ikut
campur ya, ini urusan hati orang lain nanti ada yang terluka karena ulah mu yang terlalu ikut campur” ucap rafasya mengingatkan
“ah, gitu ya kak?” tanya ningrum tersadar dengan ucapan rafasya
“iya sayang, terkadang apa yang menurut kita baik, belum tentu itu yang terbaik untuk orang lain” balas rafasya
“iya kak, ningrum akan batasi sikap ningrum” balas ningrum
“tapi kok kamu bisa kepikiran bikin jack dekat dengan kasih?’ tanya rafasya
“mereka itu udah dekat tanpa ningrum campur
tangan kali kak, kemarin saja kasih menangis dalam pelukan kak jack sampai ketiduran. Padahal saat sama ningrum, ningrum harus pakai obat untuk bantu kasih tidur” ucap ningrum
“masak sih rum?” tanya rafasya
“iya kak” balas ningrum
“tapi ya rum, om kamu tuh uring-uringan terus tahu. Dia nelpon kakak bisa 20 kali sehari buat ceritain kegalauannya, dan gak Cuma kak yang dia telfon. Julian juga kena, mungkin dia jauh lebih banyak karena urusan kantornya gak terlalu banyak seperti kakak yang sedang handel perusahaan keluargamu juga” ucap rafasya
“masa sih kak?” tanya ningrum
__ADS_1
“iya” balas rafasya
“ah biarin saja, salah sendiri gak gentle jadi laki” balas ningrum mengatai om raka