
bau obat menyeruak, nuansa putih di penjuru ruangan. angin berhembus membuat gorden terbuka membuat cahaya matahari makin masuk ruangan. kaila mulai mengerjapkan matanya “mas” panggil kaila sedikit mengguncang tubuh virza
“hmm” merasa ada pergerakan yang mengusiknya, virza membuka matanya cepat “ ada apa kai? , ada yang gak nyaman, mas panggil
dokter ya” ucap virza cemas bergegas mencari dokter
Kaila menggenggam tangan virza, menahan langkahnya “kaila sudah gak papa kok mas, lebih baik kita pulang ya” pinta kaila
virza duduk menghadap kaila “maafin mas ya kai, harusnya mas gak bentak kamu seperti itu, kamu kan lagi hamil dan gak boleh stress” ucap virza merasa bersalah
kaila mengangguk “iya mas, kaila tahu mas hanya kaget saja dengan kejadian kemarin, dan kaila ngerti kok” balas kaila tersenyum
virza tersenyum mengusap kepala kaila lembut “mas tanya dulu sama perawat ya, sudah boleh pulang atau belum” virza meninggalkan
kaila untuk bertemu perawat jaga rumah sakit
kaila mengamati langkah virza. tiba-tiba Ponsel kaila berdering “ halo” sapa kaila mengangkat telfonnya
“apa kau sedang sakit?” tanya orang di seberang telfon
“sedikit, tapi sudah tak apa, paling hari ini aku juga pulang” balas kaila
“maafkan saya, karena saya berbuat seenaknya saja kemarin” ucap tuan hafizhan
kaila menghela nafas “saya tahu kalau mungkin anda cemas dengan kondisi penyakit anda yang makin memburuk makanya anda melakukan sesuatu tanpa perhitungan matang”
balas kaila
Tuan hafizhan terkekeh “ memang tak salah kau jadi menantuku, kau tetap tahu semua padahal aku sudah berusaha menutupinya” kekeh tuan hafizhan
Virza melangkah menuju kamar kaila dengan membawa selembar kertas “ apa anda tak akan memberitahunya?” virza yang
mendengar percakapan kaila memilih berhenti di depan pintu
“untuk apa? Itu hanya akan melukainya” balas tuan hafizhan
“tapi mas virza akan bertanya-tanya kenapa anda memberikan harta anda padanya?” ucap
kaila?mengingatkan
“biarlah, paling dia hanya akan merasa aku melimpahkan harta untuk keponakan satu-satunya yang kumiliki karena aku yang tak mempunyai anak” balas tuan hafizhan
“tapi anda ayah kandungnya” ucap kaila mengingatkan
virza membelalakkan matanya lebar menengok ke arah kamar kaila“ayah kandung” gumam virza
kaila melirik jam dinding di kamarnya sekilaa
“mas virza pasti bentar lagi balik, anda pikirkan lagi bagaimana cara untuk memberitahu mas virza” ucap kaila segera menutup telfonnya
Virza berusaha mengontrol raut mukanya dan masuk kamar rawat kaila
“kai” panggil virza sambil membawa satu lembar kertas yang ia bawa sejak tadi
“kata perawat kamu sudah boleh pulang, mas sudah ngurus administrasinya, nanti setelah infus kamu dilepas, kita pulang” ucap virza
“iya mas” balas kaila mengangguk
Sesampainya di rumah, virza membaringkan kaila yang tertidur dan menyelimuti nya sampai dada
__ADS_1
“ sebenarnya apa yang kau sembunyikan kai? "
gumam virza yang tak di dengar kaila karena sudah terlelap
***
“kaila!" teriak angel setengah berlari dengan perut buncitnya
om sakti bergegas menghentikan langkah kaki angel “hati-hati
sayang, jangan lupa kau sedang hamil” om sakti memperingati dengan nada sehalus mungkin
“yakan aku khawatir sama kaila, mas” balas angel
“iya tahu, mas juga khawatir tapi jangan lupa kondisi kamu” ucap om sakti melirik perut buncit istrinya itu
“iya gel, kita juga khawatir sama kaila, tapi virza kan sudah ngasih tahu kalau dia baik-baik saja” tambah arga
“iya ya” balas angel lebih tenang
Angel, ke 4 serangkai somplak dan om sakti mengunjungi kaila di rumahnya “ gimana
kabarmu?’ tanya om sakti mengelus kepala keponakannya
“baik om” balas kaila tersenyum
“kok kamu bisa masuk rumah sakit kai?” tanya morgan
“itu” jawab kaila memandangi suaminya virza bingung harus menjawab apa
Om sakti yang tahu arah pandangan kaila mulai kesal “kau ya yang bikin keponakan
“om sakti!” teriak kaila
“maaf om, virza kemarin kelepasan bicara” ucap virza dengan wajah menunduk
Om sakti berniat membogem virza “ om” kaila segera menghampiri om sakti, melempar tangan om sakti menjauh dari suaminya
“jangan sakiti suami kai, dia gak salah kok” ucap kaila
“bela saja dia terus” om sakti keluar ruangan dengan raut wajah kesal
melihat kepergian suaminya, angel merasa cemas “aku keluar, bujuk om kamu dulu ya” ucap angel pamit pergi
“emang kenapa kamu bisa kelepasan bicara?” tanya kevin
Virza hanya diam saja “sudah, aku gak papa kok” ucap kaila membantu virza bicara
“kamu jangan bikin dia sedih ya za, dulu kita itu mati-matian jaga mood kaila agar tetap bahagia saat hamil zian. Awas saja kalau kamu yang bapaknya malah bikin kesal kaila. Kita kulitin kamu nanti” ucap arga yang di angguki ketiga
sahabatnya “ dan om sakti bakal bantu juga ngulitin kamu” tambah kevin
“sudah ah. Ngomong apa kalian? Makan aja yuk” ajak kaila keluar kamarnya
“kamu gak papa jalan keluar kamar?” tanya hafiz khawatir dengan sahabatnya itu
“gak papa, dokter Cuma bilang kalau aku kaget saja, gak kenapa-napa” balas kaila
mereka semua menuju taman belakang yang sudah tertata rapih makanan di atas meja menyambut kedatangan para tamu yang datang menjenguk kaila
__ADS_1
“zian kapan pulang kai?” tanya morgan
“katanya sih lusa mereka pulang” balas kaila
“enak banget jadi zian ya kai, ayahnya banyak duit, emaknya apa lagi, ini kakek-kakeknya
manjain dia gitu. Awas dia jadi lupa diri karena di manjain pakai uang” ucap morgan memperingati
“semoga gak” balas kaila tersenyum
virza lebih banyak diam dengan wajah ditekuk “kamu kenapa sih za, kaya banyak pikiran gitu?” tanya arga melihat virza yang tak seperti biasanya
“hah?” virza tersadar dari lamunannya “hanya banyak pikiran saja” balas virza memaksakan senyumnya
kaila melihat itu dan merasa cemas “mas
boleh minta tolong, bikinin jus manga dan salad buah untuk kai?” tanya kaila
“iya kai, mas bikinin dulu ya” balas virza bergegas menuju dapur
mereka semua melihat langkah virza yang sedikit lesu. ke empat sahabatnya bergegas berkumpul mengelilingi kaila “kenapa dia :kai?” om sakti
dan angel yang bau datang ikutan bertanya “ iya kenapa suami kamu?”
kaila menghela nafas kasar “tuan hafizhan adalah ayah kandung mas virza” ucap kaila
“hah?” ucap ke 5 lima sahabat kaila bersamaan sedangkan om sakti hanya memejamkan
matanya terlebih dahulu, karena sudah tahu lebih dahulu
“dia sudah tahu?” tanya om sakti
Kaila menggelengkan kepalanya “ tapi tuan hafizhan udah ngurus kepindahan kepemilikan
hartanya buat mas virza” balas kaila
“kenapa baru sekarang? , gak dari dulu?” tanya angel
“dia sakit, jantungnya ada masalah, dan ajal bisa menjemputnya kapan saja” jelas kaila
“ya ampun, berat amat sih hidup suamimu, dulu dia Cuma dekat sama ayahnya, eh malah
malah meninggal cepat. Sekarang muncul ayah, eh malah mau dipanggil juga” cicit angel
kaila menatap orang terdekatnya dengan tatapan memohon “tolong bantu aku mengawasi suamiku ya” pinta kaila
‘kenapa gak kamu saja yang bilang ke virza kalau tuan hafizhan itu ayahnya” tanya morgan
“mas virza itu sebenarnya tahu lama kalau, ayah bagaskara bukan ayah kandungnya.
dan mungkin kali ini dia juga sudah tahu kalau tuan hafizhan ayahnya" kaila menatap arah rumahnya yang terlihat virza sedang berkutik di dapur melalui jendela kaca besar rumahnya "tentu kalian tahu, kepintaran suamiku kan? dan dia malah memilih memendamnya jadi gimana bisa aku bilang adik ayahnya lah ayah kandungnya” balas kaila
Mereka semua memilih duduk dengan wajah tertunduk dengan serempak berucap "virza ...virza..virza“gumam semua orang
“kenapa nyebut namaku?” tanya virza yang baru datang membawa pesanan kaila
“enggak” jawab semua orang gelagapan
“makasih ya mas” ucap kaila mengambil mangkok serta gelas dari tangan virza
__ADS_1
“iya sayang” balas virza mengelus pundak istrinya