Menikah Karena Perjodohan

Menikah Karena Perjodohan
Bau Tidak Enak


__ADS_3

Pagi hari yang masih dingin, dua insan masih terbawa mimpi indahnya. Maura yang merasa hangat dalam pelukan suaminya semakin erat untuk memeluknya. Namun pelan pelan Maura membuka kedua matanya, ada yang merasa aneh dengan penciumannya.


"Minggir..... ucap Maura reflek berteriak dan segera bangun dari tempat tidurnya . Ganan sontak kaget dibuatnya.


"Ada apa, sayang... sudah pagi ya?" tanya Ganan dengan suara khas bangun tidurnya. Dirinya lupa menyadari, bahwa istrinya tidak menyukai bau badannya.


"Badan kamu masih bau, sayang.. tidak cuman bau, tapi menyengat pada indra penciumanku." Jawab Maura ketus.


"Oh iya, itu dimeja ada tespack. Semalam Mama memberikannya untuk kamu, pagi pagi pakainya." Ucap Ganan sambil menunjuk kearah meja. Maura segera mengambilnya dan masuk ke kamar mandi.


Selang beberapa menit, kedua mata Maura terbelalak dan wajahnya berubah merah merona. Perasaannya sangat bahagia, apa yang diharapkannya kini telah terwujud.


"Benarkah ini? aku benar benar hamil." Gerutu Maura, tanpa pikir panjang Maura segera keluar dari kamar mandi dan langsung memeluk suaminya tanpa ia sadari akan penciumannya.


"Sayang.. aku benar benar benar hamil, kita akan menjadi orang tua. Coba lihatlah, ada garis dua. Iya kan, sayang..." ucap Maura sambil memeluk. Kedua mata Ganan pun terbelalak melihat kejutan yang membahagiakan. Ganan pun memeluk istrinya penuh cinta.


"Alhamdulillah, sayang.. doa doa kita telah dikabulkan." Jawab Ganan dan mencium kening istrinya lembut.


Tiba tiba indra penciuman Maura kambuh lagi, dan benar saja. Maura terasa tidak nyaman saat dipeluk suaminya, dirinya tersadar akan bau badan pada suaminya.


"Lepaskan, cepetan mandi." Perintah istrinya.


"Iya iya, sayang... aku mandi." Jawab Ganan langsung menuju kamar mandi.


Mandi pakai sabun satu botol pun masih dibilang bau badan. Lantas harus berapa botol? hmmmm tunggu! apa ini ada hubungannya wanita hamil, ya? mungkin saja. Batin Ganan dan segera mandi.


Setelah selesai mandi, kini giliran Maura yang akan mandi. Setelah sampai di kamar mandi, Maura merasakan pusing dan juga mual.


"Sayang...... kenapa kamu mandinya pakai sabun sih sayang.. baunya tidak enak." Ucap Maura yang merasa tidak menyukai aroma sabun mandi, lalu segera keluar dari kamar mandi. Ganan yang melihatnya pun heran dengan perubahan pada istrinya.

__ADS_1


"Apa? bau wangi sabun pun dibilang baunya tidak enak?" tanya Ganan penuh keheranan.


"Iya, aku tidak menyukai bau wangian. Mulai sekarang kamu jangan mandi pakai sabun." Perintah Maura, dengan Ganan bengong seketika. Bahkan sangat susah untuk menelan salivanya.


"Sayang, sebaiknya kamu periksa deh. Semakin aneh perubahan indra penciumanmu." Jawab Ganan sambil garuk garuk kepala yang tidak gatal.


"Kalau begitu, aku mandi dikamar Mama. Sepertinya Mama belum mandi." Ucap Maura langsung keluar dari kamarnya dan segera masuk ke kamar Ibunya.


Tok tok tok.. Maura mengetuk ngetuk pintu kamar Ibunya.


Ceklek, sang Ibu pun membuka pintu kamarnya. Dan dilihatnya sosok putri kesayangannya sudah berada didepannya sambil membawa handuk dan baju ganti.


"Ayo masuk. Ada apa? kenapa kamu membawa handuk dan baju ganti, krannya rusak?" tanya Ibunya menebak. Maura pun segera masuk ke kamar Ibunya.


"Bukan, Ma... tetapi kamar mandi Maura baunya tidak enak. Banyak aroma sabun yang menyengat dihidung Maura, Ma... entah kenapa perut Maura mual jika mencium bau sabun mandi." Jawab Maura.


"Itu wajar, jika kamu hamil. Apakah kamu sudah pakai tespacknya? bagaimana hasilnya, positif kan?" ucap sang Ibu dan balik bertanya.


"Alhamdulillah, jaga baik baik kandungan kamu. Dijaga pola makannya, jangan beraktivitas yang berlebihan. Selamat ya, Nak.. Mama ikut bahagia. Sebentar lagi Mama akan menjadi Nenek." Ucap sang Ibu senyum mengembang.


"Iya, Ma.. oh iya, Mama belum mandi, kan? soalnya Maura tidak menyukai bau bau yang menyengat dihidung seperti bau sabun mandi, parfum dan yang lainnya." Jawab Maura.


"Mama belum mandi, ya sudah kalau kamu mau mandi. Mama mau menyiapkan sarapan pagi untuk kedua mertua kamu." Ucap sang Mama.


"Bukannya ada pelayan?" tanya Maura.


"Iya, tapi Mama mau mengeceknya." Jawab Ibunya, sedangkan Maura segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah selesai ritual mandinya, Maura segera menemui suaminya di kamar.

__ADS_1


Ceklek, Maura membuka pintu kamar. Dan dilihat suaminya yang sedang sibuk bersama laptopnya.


"Kamu sedang apa sih, sayang..." tanya Maura yang langsung berdiri di depan cermin. Entah kenapa perasaan Maura ingin selalu tampil cantik didepan suaminya, meski dirinya sendiri tidak mau dipeluk suaminya. Mau bagaimanapun, Ganan tetap sabar menghadapi perubahan pada istrinya.


"Sedang mainin laptop, habisnya kamu dipeluk saja tidak mau. Ya sudah, mantengin laptop saja. Kamu sendiri kenapa dandan terus, dan tidak lagi tebar pesona di kampung ini, kan?" Jawab Ganan sambil meledek.


"Aku tampil cantik itu, biar kamu tidak lirik sana sini." Ucap Maura yang masih sibuk dengan kuasnya. Ganan yang melihat istrinya seraya bak model dadakan.


Karena merasa sudah bosan dengan laptopnya, Ganan segera keluar dari kamarnya.


"Sayang, tungguin aku. Sebentar lagi aku selesai, jang keluar dulu." Pinta Maura yang menghentikan langkah suaminya.


"Makanya, dandannya jangan kelamaan. Lagian kamu tidak dandan juga sudah cantik, sayang... kamu tidak lagi menjadi primadona kesiangan, kan?" jawab Ganan sambil mengernyitkan dahinya.


"Iya iya, tidak lama kok... nih sudah selesai. Istri kamu cantik, kan?" ucapnya bertanya dan sambil berputar menunjukkan penampimpalannya. Ganan pun tersenyum melihat tingkah istrinya yang tidak biasanya.


"Iya, sayang... kamu sangat cantik. Bahkan aku pun sudah jatuh cinta sejak kamu tumbuh menjadi gadis remaja." Jawab Ganan tersenyum.


"Ya sudah kalau begitu. Ayo kita keluar mencari udara segar." Ajak Ganan dan menggandeng tangan istrinya. Maura pun nurut dengan perlakuan suaminya, meski lumayan bau badan. Pikir Maura, sedangkan Ganan tidak mempermasalahkan atas perubahan sikap Maura.


"Selamat pagi, Ma... Pa..." sapa Maura pada Ibu mertua dan juga Papa mertua.


"Bagaimana hasilnya, sayang?" tanya Ibu mertua penasaran.


"Alhamdulillah hasilnya positif, Ma... nanti Maura akan segera periksa kembali." Jawab Maura tersenyum.


"Alhamdulillah. Selamat ya, sayang... jaga kesehatannya, jika mau makan sesuatu harus hati hati. Jangan sembarang menerima nasehat diterima mentah mentah. Fikir dahulu, atau bertanya yang lainnya. Yang dimana ucapannya dapat dipercaya.


"Terimakasih, Ma..." jawab Maura senyum.

__ADS_1


"Dan buat kamu, Ganan. Jaga istri kamu, jangan dibuatnya setres. Sering sering diajaknya untuk jalan jalan pagi." Ucap Ibunya mengingatkan.


"Iya, Ma... Ganan akan selalu berusaha yang terbaik untuk istrinya Ganan dan juga calon anak Ganan, Ma... dan Mama tidak perlu mengkhawatirkan kami." Jawab Ganan berusaha meyakinkan, agar istrinya tidak mengintimidasi.


__ADS_2