
Julian Malik anak dari salah satu sahabat mama kaila, salah satu pentolan 4 serangkai somplak yaitu morgan
Julian adalah anak-anak satunya dari morgan bersama mendiang istrinya, ibu Julian meninggal semenjak dirinya masih usia 10 tahun, tetapi walaupun dia besar tanpa ada ibu yang mendaampinginya, tetapi untungnya
dia tak kekurangan kasih sayang karena ayahnya begitu menyayangi Julian dan selalu meluangkan waktu untuk anak satu-satunya itu.
Ayah morgan memutuskan hidup sendiri setelah istrinya meninggal dan focus untuk membesarkan Julian dengan limpahan kasih sayang, membuat Julian tumbuh jadi pria penuh dengan rasa humor dan juga penyayang
“kak Julian” panggil ningrum menghampiri Julian yang sedang menonton TV di kamar pribadi julian
“apa?” Tanya Julian ketus tanpa menoleh kearah ningrum
Ningrum mendekatkan wajahnya di pinggiran pintu dengan wajah memelas “ayo bantu aku” pinta ningrum lirih
“bantu apa?” Tanya Julian ketus tanpa menoleh kearah ningrum
“jangan bicara seolah-olah kakak gak tahu maksudku” balas ningrum mencebikkan bibirnya
Julian menoleh kearah ningrum menatap tajam ningrum “aku tuh bukan MC acara pernikahan, ningrum” sungut Julian tahu betul maksud kedatangan ningrum ke rumahnya
“ya kemarin saja kakak mau jadi MC pernikahan kak rafasya, masa acara ningrum, gak mau" kesal ningrum
“ya itu beda, ningrum, rafasya kan sahabat aku” balas Julian sekenanya
Ningrum berkacak pinggang menatap Julian “emangnya ningrum dan kedua kakak ningrum bukan sahabat kakak?” Tanya ningrum dengan nada kesal
julian lupa kalau resepsi pernikahan aditya dan zian di adakan secara bersamaan dengan ningrum, dan bukankan aditya adalah sahabat dekatanya “ah males, loh rum. aku tuh Seorang jomblo dari lahir, masa kerjaannya jadi MC nikahan” keluh Julian tak ingin dirinya yang jomblo dari dulu malah berkali-kali jadi MC di acara pernikahan orang lain
“yaelah kak” rengek ningrum menghampiri Julian masuk ke dalam kamar Julian dengan cuek dan duduk di tepi ranjang dekat julian
Julian menatap horror kearah ningrum yang memasuki kamarnya “ngapain kamu masuk kesini?” Tanya Julian menatap tajam kearah ningrum
Ningrum melirik dirinya akibat tatapan Julian yang terasa aneh menurutnya “emang
kenapa kalau ningrum masuk?” Tanya ningrum tak paham arti tatapan Julian
“bisa di lahap abis aku sama suamimu kalau kamu masuk kamarku yang seorang pria tulen ini, tahu sendiri posesifnya suamimu itu, takut bener kehilangan seorang ningrum bagaskara” balas Julian yang paham betul bagaimana posesifnya jonathan pada ningrum jika dalam mode cemburu
ningrum menghela nafas panjang “ya elah kak, segitunya. Mas jo tahu kok lalau ningrum kesini buat minta kakak jadi MC nikahan ningrum dan kakak-kakak ningrum” balas ningrum
“kenapa kamu gak minta MC kondang itu saja yang datang buat jadi MC nikahan kamu, keluargamu kan sangat mampu buat bayar mereka“ balas Julian masih ingin menolak permintaan ningrum dan menunjuk para MC kondang tanah air
ningrum menatap lekat julian “aku Tanya ke kakak dulu, alasan kakak nolak apa?” Tanya ningrum memastika alasan penolakan julian
“malas saja rum” balas Julian
“kakak pengennya apa biar mau nurutin ningrum?” Tanya ningrum
Julian terkekeh mengingat suatu hal yang mungkin sulit akan ningrum turuti agar bisa menolah permintaan ningrum “emang kamu bisa bawa blackpink kesini? Kalau bisa bawa merkea semua lengkap kesini, aku mau jadi MC nikahan kamu” balas Julian asal. Karena julian merasa tak mungkin ningrum bisa menurutinya secara jadwal idol girl group tersebut sangat padat
“ok, akan buat mereka hadir di sana” balas ningrum pongah
Julian membelalakan matanya lebar kearah ningrum “jangan asal ngomong kamu rum, walaupun uangmu banyak palingg gak kamu harus booking mereka dari jauh-jauh hari lah rum, mereka kan sibuk” balas Julian tak percaya ningrum akan menghadirkan mereka di acara resepsi pernikahn ningrum
__ADS_1
“jangan salah kamu kak” ucap ningrum melipat tangannya di dada “kamu tahu kan ningrum penggemar berat oppa CHEN si kim jongdae itu?” Tanya ningrum
Julian mengangguk “iya tahu” balas Julian
“suamiku bahkan bawa segroupny buat datang buat ngisi acara, ya walaupun Cuma dapat sebentar doang sih” balas ningrum
“terus hubungannya apa?” Tanya Julian
“suamiku bilang, boleh minta penyanyi lain buat
datang, karena suamiku sedang ada kerjasama dengan agensi mereka” balas ningrum
dengan senyum kemenangan
Julian menghela nafas “ya sudah, aku jadi MC” balas Julian
menyerah
“terima kasih kakak” ningrum berniat memeluk Julian
Tapi dengan sigap Julian menahan tubuh ningrum “jangan
nempel-nempel, nanti aku kena tabok suami kamu yang menyeramkan itu” ucap Julian
“hehehe sory kak, terlalu bahagia” balas ningrum
terkekeh
“ya sudah kak, aku pulang ya” pamit ningrum
menontonnya
“tring” terdengar bunyi ponsel Julian yang bertubi
Julian membuka pesa masuk di ponselnya yang berisi
ucapan terima kasih dari para sahabatnya karena sudah mau jadi MC pernikahan
mereka
***
Julian berjalan menuju rumah mama kaila untuk
memeriksa persiapan pernikahan yang terbilang menghitung hari lagi
“tante”sapa Julian memeluk mama kaila
“hai, Julian” sapa balik mama kaila mengusap
punggung Julian
“ayahmu mana?” Tanya mama kaila melirik punggung Julian
__ADS_1
mencari keberadaan sahabatnya morgan
“ayah tadi mampir perusahaan dulu bentar katanya,
ada yang ketinggalan, nanti kesini” balas Julian
“ya sudah, kamu bantu rafasya sana, dia dari tadi
mual-mual terus, kasian dia” pinta mama kaila
“iya tan” Julian menghampiri sahabatnya yang sedang
tertunduk lesu
Julian menepuk pundak rafasya “kalau lemes, tidur
saja, biar aku yang ngurus pekerja dekor itu” ucap Julian
Rafasya menoleh kea rah Julian “tidur juga percuma
bro, yang bisa ngilangin mualku Cuma Mila doing, tapi dia sibuk terus, bikin
aku susah” balas rafasya mengusap perutnya yang terus bergejolak
“bisa ya sya kamu jadi sebucin itu sama mila padahal
dulu kamu paling risih kalau deket mila, sekarang ampun jauh bentar aja dah
kaya mau mati” kekeh Julian
Rafasya menatap tajam kea rah Julian “belum saja
kamu dapat cinta sejati di hidupmu” ucap rafasya
“itu urusan nanti, sekarang menikmati hidup jomblo
dan selalu jadi pelarian kalian kalau rebut sama pasangan kalian saja dulu. Kalau
aku cepet punya pasangan kan kalian yang repot” balas Julian bangga dirinya
yang begitu di butuhkan para sahabatnya saat menghadapi masalah
“ya, sudah bantu aku cek dekor panggung ya, kan kamu
yang paling banyak pakai itu, jadi sesuaikan dengan seleramu saja” ucap rafasya
menunjuk panggung megah yang sedang dibuat para pekerja
Julian berjalan dengan langkah pelan mencoba
panggung “berasa model kalau kaya gini” gumam Julian berjalan bolak-balik
mencoba panggung besar yang didesain rafasya untuk jalannya acara pernikahan
__ADS_1
ketiga anak keluarga bagaskara