Menikah Karena Perjodohan

Menikah Karena Perjodohan
Mendekati Resepsi Pernikahan


__ADS_3

Masih di rumah sakit, Ganan dan Maura sedang menunggu nomor antrian. Tidak lama kemudian, Maura dipanggil untuk masuk ke ruangan pemeriksaan. Dengan perasaannya yang bercampur aduk, Maura berusaha menenangkan perasaannya. Ganan pun ikut masuk mengikuti langkah kakinya, karena dirinya pun ingin melihat calon anaknya yang sudah berada didalam rahim istri tercintanya. Ganan sendiri seperti mimpi, bahwa dirinya sebentar lagi akan menjadi orang tua.


Didalam ruangan pemeriksaan, Maura sudah berbaring. Dengan seksama Ganan dan Maura melihat calon anaknya yang terbilang masih sangat kecil. Raut wajah keduanya terpancar kebahagiaan, yang dimana tengah melihat calon anaknya.


"Bagaimana kondisi istri dan calon anak saya, Dok?" tanya Ganan serius.


"Istri dan calon anak Tuan baik baik saja. Apa ada gejala yang tidak biasanya pada istri Tuan?" jawab sang Dokter dan balik bertanya.


"Iya, Dok. Istri saya mengalami banyak perubahan, apalagi dengan indra penciumannya. Istri saya saja tidak mau saya dekati, Dok.. saya peluk pun tidak mau. Katanya seluruh badan saya berbau tidak enak. Bau sabun saja tidak suka, kenapa ya, Dok? " tanya Ganan penasaran.


"Itu wajar, Tuan. Setiap wanita hamil tidak sama apa yang dirasakannya, dan itupun tidak memakan waktu yang lama. Nanti diusia kandungan empat bulan juga sudah normal kembali. Tuan tidak perlu khawatir, yang terpenting jaga pola makan dan disarankan untuk melakukan aktivitas yang berat dan juga jangan banyak fikiran." Jawab sang Dokter.


"Ooooh begitu ya, Dok. Lama juga rupanya, saya kira cuman satu minggu. Ternyata bisa sampai empat bulan, kalau begitu terimakasih banyak Dok." Jawab Ganan.


Setelah semua merasa sudah selesai, dan tidak ada lagi yang harus dipertanyakan. Ganan dan Maura segera pulang.


Tidak lama kemudian, Ganan dan Maura telah sampai dirumah.


"Bagaimana kata Dokter, sayang?" tanya Ibu mertua.

__ADS_1


"Alhamdulillah. Maura benar benar hamil, Ma..." jawab Maura tersenyum bahagia. Ibu Mertuanya pun langsung memeluk Maura dengan kasih sayang.


"Alhamdulillah. Akhirnya apa yang telah dinanti kini sudah tumbuh di rahim kamu, sayang.. jaga bai baik calon cucu Mama ini. Jangan banyak aktivitas yang membuatmu lelah. Kamu mengerti? sekarang istirahatlah. Ziarahnya kalau kamu sudah tidak ada kesibukan. Hari ini kamu harus istirahat, karena besok adalah hari resepsi pernikahan kamu." Ucap Ibu mertua menasehati.


"Baik, Ma... kalau begitu Maura ke kamar dulu ya, Ma..." jawab Maura segera masuk ke kamar untuk istirahat. Sedangkan Ganan segera menghampiri Ayahnya yang sedang duduk santai di ruang khusus buat tamu penting. Yang dimana tempat tersebut untuk mengobrol atau bersantai dengan orang orang tertentu. Almarhum Pak Sobirun sengaja membuat ruangan khusus untuk keluarga Tuan Angga disaat ingin bersantai atau membicarakan sesuatu yang sangat penting.


"Pa, Ganan ingin bertanya sesuatu. Beloh, kan?" tanya Ganan penasaran.


"Duduklah, katakan apa yang ingin kamu tanyakan." Jawab sang Ayah mempersilahkan duduk. Sedangkan sang Ibu ikut mendekati dan duduk bersama.


"Ada apa, sayang? sepertinya sangat penting." Tanya sang Ibu menimpali


"Ooh, ya sudah. Katakan saja, agar tidak menjadi beban pikiran kamu." Terangnya.


"Begini loh, Ma.. Pa... kenapa Papa dan Mama tidak menceritakan semuanya kepada Ganan. Maksud Ganan kenapa Papa dan Mama tidak menceritakan tentang Rumah sakit GANMA WILSON yang ada didekat sini?" tanya Ganan penuh rasa penasaran.


"Oooh, rumah sakit GANMA WILSOB. Dulu kakek Wilyam dan kakek Danu sengaja membangunnya, karena atas janji janji kakek Wilyam dan kakek Danu. Dulu kedua kakek kamu berjanji akan mensejahterakan masyarakat daerah Pak Sobirun. Karena Pak Sobirun dan warga yang lainnya sudah menyelamatkan kita, jadi kedua kakek kamu sudah berjanji dengan dengan janjinya. Dan benar saja, kakek kamu membangun dia rumah sakit. Yang satunya bernama GANMA DANSOB, yang berarti Ganan Maura Danuarta dan Sobirun. Kenapa kamu bertanya seperti itu? apa ada yang mengenali wajahmu?" tanya sang Ayah.


"Iya, Pa. Tadi di rumah sakit kenapa banyak yang mengenali Ganan? apa Papa selalu memunculkan wajah Ganan di daerah sini, sehingga mereka paham dengan sosok Ganan?" tanya Ganan semakin penasaran.

__ADS_1


Karena namanya da nama istrinya ternyata sudah tertulis sejak dirinya masih kecil. Dan kini sudah menikah bahkan sudah hamil baru mengetahuinya sendiri.


"Benar, kamu selalu muncul di daerah sini. Tapi tidak untuk dijadikan bahan berita di media sosial, karena jika ada yang membuat berita maka akan mendapatkan peringatan. Namun selama ini aman aman saja, dan tidak perlu mengkhawatirkannya." Jawab sang Ayah menjelaskan.


"Pantas saja, tadi di rumah sakit ada seorang pegawai rumah sakit segera menghampiri Ganan. Ternyata tidak tahunya sudah mengetahui sosok Ganan." Ucap Ganan merasa lega.


"Iya, karena Papa yakin. Suatu saat kamu akan mengetahuinya sendiri, dan semua pegawai khusus yang mengerti arti nama rumah sakit tersebut. Dan itupun harus merahasiakan, dan tidak boleh membicarakan kepada orang lain. Maka dari itu, tidak ada yang mengetahuinya. Jika rumah sakit tersebut atas nama kamu dan nama istri kamu, kecuali pegawai khusus." Jawab sang Ayah.


"Sekarang kamu sudah mengerti, kan? istirahatlah. Karena besok adalah acara resepsi pernikahan kamu, jadi banyak banyak istirahat. Dan nanti malam juga jangan banyak bergadang." Ucap sang Ibu menimpali dan mengingatkan.


"Baik, Ma.. kalau begitu Ganan istirahat ya, Ma... Pa.." jawab Ganan berpamitan masuk ke kamar untuk beristirahat. Kedua orang tuanya mengangguk.


Ceklek, Ganan membuka pintu kamar. Dilihatnya sang istri sudah merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, Maura begitu cepatnya sudah tertidur pulas. Ganan pun heran dibuatnya, begitu mudahnya untuk tidur. Karena biasanya paling susah untuk tidur siang.


Mungkinkah ini semua ada hubungannya dengan kehamilannya. Semua sikapnya, tingkah lakunya dan penciumannya berubah total. Bahkan aku sendiri sulit untuk memahaminya. Batin Ganan sambil menatap lekat wajah istrinya.


Karena terasa capek dan lesu, Ganan segera mencuci muka dan beristirahat tidur disamping istrinya. Meski ujungnya Maura kaget dibuatnya, apalagi kalau bukan bau badan suaminya. Ganan sudah siap menanggung resikonya, karena Dokter pun sudah mengatakannya.


Kini keduanya telah terlelap dari tidurnya, karena mendapatkan peringatan dari orang tua. Bahwa dirinya dan Istrinya juga harus banyak istirahat, karena besok adalah hari resepsi pernikahannya. Dan pastinya akan banyak tamu undangan, semua warga telah diundangnya secara gratis. Semua para tamu undangan sudah diberitahukan untuk datang tanpa memberikan sumbangan, bahkan pulangnya akan mendapatkan bingkisan.

__ADS_1


Acara pernikahannya pun sangat sederhana, tapi bukan berarti tidak berkualitas. Hanya saja tidak begitu glamor pada umumnya di kota kota kalangan atas. Ganan dan Maura pun sangat menyukai konsep yang sudah diatur oleh kedua orang tuanya Ganan dan juga Ibunya Maura.


__ADS_2