Menikah Karena Perjodohan

Menikah Karena Perjodohan
perasaan di abaikan


__ADS_3

lilia berulang kali melihat jam dinding sambil menghela nafas "apa dia tak pulang" gumam lilia merasa kesepian di apartemen seorang diri


lilia menyandarkan tubuhnya di sofa panjang apartemen hafizhan. tak terasa mata lilia terpejam dan menuju alam mimpi


***


mata lilia mulai mengerjap karena cahaya yang menyilaukan dari balik gorden pertanda sudah pagi "apa aku tertidur disini" lilia mengamati sekeliling dan terkekeh


"apa bedanya jauh dan tidak jauh" gumam lilia menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dengan langkah lesu


setelah rapih, lilia memutuskan membersihkan apartemen hafizhan yang terlihat berantakan. butuh setengah hari lilia membersihkan apartemen agar tertata rapih dan nyaman untuk di huni. setelah itu lilia lanjut memasak hidangan kesukaan hafizhan dengan cekatan karena memang ia yang sudah sering belajar memasak dengan sang mama setelah bertunangan dengan hafizhan dan lilia sudah sering bertanya pada nyonya yolanda perihal masakan kesukaan hafizhan


"ah selesai juga" lilia menata hasil masakannya di meja menunggu kepulangan hafizhan


jam sudah menunjukkan pukul 7 malam tapi tak ada tanda-tanda kedatangan hafizhan.


lilia mengambil ponselnya untuk menghubungi hafizhan


"ada apa sayang? " tanya hafizhan saat mengangkat telfon lilia


"kamu kapan pulang? " tanya lilia semangat


"belum tahu sayang, tugasku masih banyak" balas hafizhan lirih


"bukannya kau sudah begadang semalaman, apa belum selesai? " tanya lilia


"belum sayang, tugasku memang banyak sekali. maaf ya sayang aku masih di perpustakaan tak enak lama bicara di telfon" ucap hafizhan langsung menutup telfon lilia tanpa menunggu jawaban lilia


lilia terkekeh "lagi" lilia mendongak menghirup nafas dalam sambil mengibaskan tangannya agar tak menangis


"dia memang seperti itu lilia, sabar" ucap lilia untuk dirinya sendiri


lilia memutuskan masuk kamar dengan langkah tertatih dan tidur cepat untuk hari ini


pukul 12 malam hafizhan pulang ke apartemen. dia berjalan pelan agar tak mengganggu istirahat lilia.


hafizhan berjalan perlahan masuk ke dalam kamarnya. hafizhan melihat lilia yang sedang tertidur dengan damai hafizhan menggenggam tangan lilia " maaf ya sayang" gumam hafizhan menatap sendu lilia "cup" hafizhan mengecup kening lilia cukup lama


merasa ada yang mengusik tidurnya, lilia membuka matanya " kau sudah pulang" lilia tersenyum melihat keberadaan hafizhan di hadapannya


hafizhan mengangguk " iya, maaf ya sayang kalau aku langsung meninggalkanmu sendiri padahal kau sudah jauh-jauh datang untuk menemaniku disini " ucap hafizhan


lilia berusaha bangun dengan bantuan hafizhan untuk duduk menghadapnya "ehmmmm"lilia mengangguk "aku maafkan" balas lilia tersenyum

__ADS_1


"ya sudah aku mandi dulu ya sayang" ucap hafizhan mengecup kilas bibir lilia bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri


"iya" balas lilia mengangguk


tak berselang lama hafizhan keluar kamar mandi dengan handuk yang dililitkan di pinggang


lilia memandangi hafizhan sambil tersenyum manis melihat roti sobek di hadapannya itu


"kau tak tidur? " tanya hafizhan saat melihat lilia masih terjaga sambil bermain ponsel


"tidak ngantuk lagi" hafizhan menghampiri lilia dan duduk disampingnya


"kenapa tak bisa tidur lagi? ini masih malam loh " ucap hafizhan


"aku tidur cepat hari ini, jadi sulit untuk tidur lagi" balas lilia


"maaf ya sayang, gara-gara aku tidurmu jadi terganggu" ucap hafizhan merasa bersalah


lilia tersenyum " bukan salahmu kalau aku tak bisa tidur lagi" balas lilia


"mau aku bantu tidur" tanya hafizhan mengedipkan sebelah matanya pada lilia


lilia terkekeh " apa kau tak lelah? " tanya lilia mengusap dada polos hafizhan yang baru mandi menimbulkan gelanyar aneh pada hafizhan


"untukmu tak ada kata lelah sayang" balas hafizhan kembali memangut lilia, memberikan sentuhan-sentuhan yang memabukkan pada lilia


lilia membalas pangutan hafizhan dengan tak kalah rakusnya. hafizhan menahan tengkuk lilia, makin memperdalam ciumannya. lidah mereka saling membelit, bertukar Saliva menimbulkan suara khas yang menggema di seluruh ruangan kamar hafizhan


kehabisan pasokan oksigen hafizhan melepas ciuman mereka dan mencoba mengambil nafas sebanyak-banyaknya. hafizhan memeluk lilia mendekatkan bibirnya di telinga lilia dan memberikan gigitan kecil disana "aku mencintaimu lilia" bisik hafizhan meniup telinga lilia karena sudah terbakar gairah


"aku juga mencintaimu" balas lilia dengan suara serak menahan gairah


ciuman hafizhan mulai menjalar ke semua tempat di tubuh lilia, hafizhan memberikan tanda kepemilikan begitu banyak di tubuh mungil lilia


"aaaaaahhhhhhh" suara indah yang memabukkan bagi hafizhan pun lolos dari bibir lilia "aku menginginkanmu sayang" bisik hafizhan dengan suara serak berkabut gairah


lilia mengangguk mengiyakan "aku milikmu sayang" balas lilia mengalungkan tangannya di leher hafizhan


hafizhan pun tersenyum bahagia mendapat persetujuan lilia. mereka bercinta layaknya pasangan bulan madu yang sedang memadu kasih


pukul 8 pagi lilia mulai mengerjabkan matanya


"kau mau pergi? " tatap lilia dari balik cermin melihat hafizhan yang sudah rapih dengan setelan kemejanya

__ADS_1


hafizhan berbalik "iya sayang, kan aku juga magang jadi harus masuk kantor karena ini hari senin" ucap hafizhan berusaha memasang dasinya


lilia beranjak dari tidurnya dan melilitkan selimut ke badannya merebut dasi hafizhan "apa kau tak lelah? jam 5 tadi loh kita tidur, dan bukannya kau pulang jam 12 malam" ucap lilia merapihkan dasi hafizhan


"cup" hafizhan mengecup leher lilia "aku punya tanggung jawab lilia" balas hafizhan


lilia merasa geli dengan kecupan hafizhan "apa aku bukan tanggung jawab mu? " tanya lilia menaikan alisnya


hafizhan tersenyum "kau pasti lelah semalam, jadi lebih baik tidur lagi ya, aku sudah menyiapkan sarapan untukmu di meja makan" hafizhan mengecup kening lilia dan bergegas pergi tak menjawab pertanyaan lilia


lilia merosot duduk di tepi ranjang "kenapa aku seperti penghangat ranjang mu saja" lilia menatap nanar pintu kamar hafizhan


***


lilia menghabiskan waktu untuk menggambar di ruang tamu sambil menunggu kepulangan hafizhan "telfon ah" gumam lilia mengambil ponselnya karena sudah jam 3 sore


"mau makan apa sayang, biar aku siapkan dari sekarang" ucap lilia saat hafizhan mengangkat telfonnya


"emmmmmm" gumam hafizhan "maaf lilia sepertinya aku pulang telat hari ini, aku ada janji ketemu klien dari Jepang" balas hafizhan


"oh" balas lilia lesu


" maaf ya sayang" ucap hafizhan


"iya lanjut kerja saja, aku bisa makan sendiri " balas lilia segera menutup ponselnya


hafizhan tak pulang semalaman, dan lilia memutuskan berjalan-jalan sendirian pagi harinya


diperjalanan ponsel lilia berdering " halo lilia" sapa bagaskara diseberang telfon


"Hai Ka, ada apa? " tanya lilia


"hanya ingin tahu kabarmu dan hafizhan" balas bagaskara


" kami baik ka"balas lilia


"hafizhan mana? " tanya bagaskara


"dia dikampus ka" balas lilia gugup


"ya sudah sampaikan salam ku untuknya ya, dan jangan lupa laporkan padaku kalau dia mengabaikanmu di sana" ucap bagaskara mengakhiri panggilannya


lilia menatap ponselnya " maaf ka, aku gak mungkin bilang kalau hafizhan sibuk bekerja dan mengabaikan ku di sini " gumam lilia menatap langit

__ADS_1


__ADS_2