
ayah virza membelalakkan matanya lebar “gila kamu aditya! Main hamilin anak orang sembarangan!” bentak ayah virza
“ya abis, aditya bingung pakai cara apa lagi buat batalin perjodohan MIranda yah” balas aditya dengan suara lirih
ayah virza menghela nafasnya panjang “ya gak gitu juga kali caranya aditya!” ucap ayah virza kesal
“ya maaf” balas aditya lirih
“sudah ah, ayah lagi nunggu kedatangan keluarga wirawan di bandara” ucap ayah virza menutup panggilannya
***
Ayah virza berdiri di tempat masuk bandara untuk menghadang tuan baratha dan Miranda di pintu bandara Inggris
“baratha” panggil ayah virza saat melihat kedatangan tuan baratha sambil menarik Miranda kasar masuk dalam bandara
Tuan baratha menaikkan sebelah alisnya melihat keberadaan ayah virza “untuk apa kau ada di sini?” tanya tuan baratha menatap tajam ke arah ayah virza
“bisa kita bicara dulu” pinta ayah virza
“gak bisa” balas tuan baratha mendorong tubuh ayah virza
“Bagaimana denganku? Apa kau tak ingin bicara denganku?” tanya tuan mardi wirawan dari balik punggung ayah virza, ayah dari arjuna wirawan tunangan Miranda
“kau” tunjuk tuan baratha kesal pada ayah virza
“kita bicara ya” pinta ayah virza mengajak tuan baratha dan tuan mardi kesuatu ruangan khusus di bandara
ayah virza, tuan mardi, tuan barataha dan miranda duduk di salah satu ruangan bandara “ada apa sebenarnya ini?” tanya tuan baratha melipat tangannya sebatas dada
"aku ingin membahas tentang pertunangan anak kita" ucap tuan mardi
"jangan khawati aku pasti akan menepati janjiku yang akan menjodohkan anak kita" balas tuan baratha
“aku tahu kau orang yang menepati janji baratha tapi jika anak-anak kita tidak cocok, lebih baik batalkan saja perjodohan anak kita” ucap tuan mardi
Miranda girang mendengarnya “iya om, benar batalkan saja” ucap Miranda semangat
Tuan baratha menoleh kearah Miranda “diam kau!” bentak tuan baratha yang meminta Miranda diam
__ADS_1
Tuan baratha kembali menoleh kearah tuan mardi “aku adalah orang yang menepati janji, jadi kita harus laksanakan janji kita dulu” balas tuan baratha
“tapi anak-anak kita sudah punya pasangan yang mereka sukai masing-masing” balas tuan mardi
“anakku sudah punya kekasih yang disukai, dan bukankah anakmu juga?” tanya tuan mardi menunjuk Miranda dengan dagunya
“tapi tidak bisa seperti dong” balas tuan baratha kesal
"Anakku pasti akan mematuhi perintahku" tambah tuan baratha
"tapi, anakku tak ingin perjodohan ini tetap berlanjut. lagian kau akan dapat menantu yang jauh lebih baik dari anakku. dari segi materi dan status, tentu kekasih anakmu jauh di atas anakku" balas tuan mardhi
"tapi aku tak ingin anakku pacaran dengan aditya" bals tuan baratha
“tolong jangan seperti ini baratha, lagi pula apa kurangnya anakku untuk putrimu” tanya ayah virza
“pokoknya, tidak bisa walaupun perjodohan anakku dibatalkan, aku gak akan mengizinkan dia menikah dengan putriku” balas tuan baratha
ayah virza menajamkan tatapannya ke arah tuan baratha “apa kau tak puas dengan keluargaku baratha!” teriak ayah virza kesal
tuan baratha berdiri ke arah ayah virza “kalau iya, memang kenapa?” balas tuan baratha berkacak pinggang
Tuan mardi hanya geleng-geleng kepala melihat perdebatan dua orang di hadapannya “aku sudah menyampaikan pendapatku untuk membatalkan perjodohan ini. Dan karena urusanku sudah selesai, lanjutkan saja perdebatan kalian” ucap tuan mardi meninggalkan ayah virza dan tuan baratha yang saling berdebat
“sebenarnya apa kurangnya anakku di matamu?” tanya ayah virza kesal
“dia sudah berani menyembunyikan hubungannya dengan anakku selama 3 tahun. Pria macam apa coba dia?” tanya tuan baratha yang sudah mengetahui kalau miranda dan aditya berpacaran selama 3 tahun
Miranda mengangkat tangannya “itu aku yang melarang yah. Sebenarnya mas aditya sudah ngajakin ketemu ayah dari awal kita pacaran tapi aku terlalu takut dengan reaksi ayah ” ucap Miranda takut-takut
“diam!” teriak ayah virza dan tuan baratha berbarengan
Miranda memilih duduk melihat pertengkaran dua orang di hadapannya, tanpa ikut bicara
“kan sekarang kau sudah tahu, ya sudah setujui saja hubungan mereka” pinta ayah virza
tuan baratha menggelengkan kepalanya “gak bisa” balas tuan baratha tak mau kalah
ayah virza menautkan kedua alisnya “kenapa gak bisa ?” tanya ayah virza
__ADS_1
"aku gak suka anakku jadi menantumu" balas tuan baratha
"emang apa salahnya kalau jadi menantuku" tanya ayah virza yang tak mengerti jalan pikiran tuan baratha
"aku gak suka saja jika berbesanan denganmu, dan aku akan mengirim Miranda ke tempat yang jauh dari aditya karena dia membuatku kesal berpacaran di belakangku selama 3 tahun” balas tuan baratha
“kau gak bisa bawa miranda" balas ayah virza
"kenapa aku gak bisa bawa miranda?, miranda kan anakku?" Tanya tuan baratha
"calon cucuku gak bisa dibawa pergi ” ucap ayah virza kesal
Tuan baratha membelalakkan matanya lebar mendengar kata cucu dari mulut ayah virza “apa maksudmu?” tanya tuan baratha
Miranda mengangkat tangannya lagi “Miranda lagi hamil yah, 6 minggu” ucap Miranda lirih memberitahukan ayahnya perihal kehamilannya yang memang belum lama ia ketahui saat ia sengaja memeriksakan diri ke dokter
“apa?!” teriak tuan baratha menatap tajam Miranda
Miranda menunduk dan memejamkan matanya “maaf yah, ini di luar rencana Miranda. Miranda gak pernah ada niatan hamil anak mas aditya di luar nikah” balas Miranda menunduk
miranda menautkan kedua tangannya "tapi sudah terlanjur udah jadi, ya sudah mau bagaimana lagi" tambah miranda
Tuan baratha mengusap mukanya kasar “dasar anak kurang ajar!” teriak tuan baratha
Ayah baratha menoleh kearah ayah virza “sekarang kau urus cucumu itu, sendiri. Aku gak mau ikutan” teriak tuan baratha kesal meninggalkan Miranda bersama ayah virza
miranda sedikit ketakutan saat ayahnya pergi menjauh “ayah” panggil Miranda
Ayah virza menoleh kearah Miranda “aku gak habis pikir dengan kalian berdua ” ucap ayah virza membawa Miranda kembali ke rumah miliknya yang berada di Inggris
***
Pernikahan Miranda dan aditya di daftarkan oleh bawahan ayah virza yang berada di Indonesia
“setelah pengalihan tugasmu disini, cepat pulang ke Indonesia jangan sampai melahirkan di Ingris” ucap ayah virza berpamitan pada Miranda dan aditya
“jaga kandunganmu baik-baik ya Miranda” ucap mama kaila memeluk Miranda
“iya mah” balas Miranda
__ADS_1
ayah virza menoleh ke arah aditya “dan jangan lupa kau pikirkan bagaimana cara agar orang tua Miranda mau bicara pada Miranda” pinta ayah virza
“iya yah” balas aditya mengangguk pada ayahnya