
Ayah virza yang terheran pun bersuara “kamu yakin mengizinkan anakmu menikah dengan adikku?” tanya ayah virza memastikan
Tuan William menoleh kearah ayah virza “terus aku harus apa? Aku harus menolaknya? Oke kita lupakan sa….” Ucap tuan William yang langsung di bantah ayah virza
“bukan seperti itu William, aku hanya tak menyangkanya saja. Aku mendengar bagaimana kau menjaga putrimu itu. Jadi aku pikir pasti ada drama permohonan yang alot dulu saat kami meminta putrimu masuk ke keluarga kami” balas ayah virza
Tuan William tersenyum “kami memang sangat menyayangi putri kami , tapi kau tahu sendiri keadaan yang membuat kami harus terpisah dengannya. Walaupun kami selalu tahu kondisinya tapi kami tak bisa ada
di sampingnya setiap saat. Jadi jika ada orang yang benar-benar menyayanginya kami bersyukur kalau ada yang akan menjaga putri kami nantinya ” balas tuan William
“tapi kan kamu belum kenal baik dengan raka? Bisa saja dia membohongimu kan?” balas ayah virza
tuan william terkekeh “sebenarnya kami sudah tahu semuanya dari ojo. Dia sudah memberitahu kami sejak raka di
bawa ke rumah sakit. Dia juga sudah memohon ampun pada kami karena lalai dalam menjaga kasih” balas tuan William
kakek sakti menautkan kedua alisnya “dia sudah bilang ke kamu?’ tanya kakek sakti
“tentu saja, dia paling patuh padaku walaupun dia paling menyayangi kasih. Dia selalu melapor semua tentang kasih padaku. Ya walaupun tidakannya menyekap anakmu di luar kendaliku” balas tuan William
“terima kasih om, terima kasih sudah mengizinkan aku menikahi kasih” ucap raka begitu bersyukur lamarannya di terima
“iya, tapi mungkin aku tak bisa hadir dalam acara pernikahan kalian” ucap tuan William dengan wajah kecewa
“kenapa?” tanya raka dan kakek sakti bersamaan
“kau tahu sendiri alasanku menjauhi anak kandungku kan?” tanya tuan William
“tapi itu sudah berlalu 16 tahun, dan bukannya orang itu sudah meninggal di tangan ojo?” tanya raka
“iya, tapi aku masih takut ada orang yang mengincar anakku yang aku tak tahu siapa?” balas tuan William
“om harus datang ke acara pernikahan kami, bagaimana bisa kasih harus menikah tanpa di hadiri kedua orang tuanya. Sudah bertahun-tahun dia hidup seorang diri. Dia sudah tumbuh besar di tangan orang lain jadi bagaimana
bisa kalian melepaskan nak kalian menikah tanpa di antar oleh kedua orang tuanya” ucap raka
__ADS_1
“iya William, aku saja dulu tak rela anakku di nikahkan orang lain, jadi aku yang mengikrarkan acara ijab qabul anakku “ ucap ayah virza
“iya William kasihan kasih, dia benar-benar kesepian selama ini, makanya dia sangat senang berkumpul bersama ningrum cucuku” tambah kakek sakti
tuan William Nampak menimbang “baiklah aku akan datang, tapi aku urus beberapa masalahku dulu disini” balas tuan William
Raka tersenyum lega “iya om, kami akan menunggu om selesai, dan kita ke Indonesia bersama untuk bertemu kasih” balas raka
Flash back end
“dia membantu daddy dalam mengatasi urusan perusahaan daddy walaupun dia sedang sakit, dan untuk itu daddy salut dengan calon suamimu itu. itu menandakan dia bersungguh-sungguh ingin menikahimu ” ucap tuan William
“begitukah dad?” tanya kasih yang sudah tersipu malu
nyonya janet tersenyum melihat reaksi putrinya “mommy mau tanya denganmu” nyonya janet memegang lengan kasih agar menatapnya “kamu suka
dengan dia?” tanya mommy jenny
Kasih mengangguk “iya mom”kasih Nampak tersipu malu
“lalu kenapa kamu malah menghindarinya waktu itu?” tanya nyonya janet
Mata nyonya janet mulai mengembun “maafin mommy ya sayang, itu karena mommy dan daddy yang selalu menekankan pada ojo untuk mengutamakan keamananmu di atas segalanya” ucap nyonya janet merasa bersalah
“engga papa mom. Kasih tahu kok. Kasih sangat tahu mas ojo sayang kasih sebagai keluarga terdekatnya” balas kasih
tuan william mwngusap kepala kasih lembut “daddy turun dulu ya sayang, mau ngecek persiapan di bawah” ucap tuan William
“iya dad” balas kasih mengangguk
***
Tuan William menuruni tangga menuju ruang tamu rumah anaknya yang sudah banyak orang mulai menghias dengan arahan rafasya dan mama Karin yang sudah lebih dulu sampai di sana
“cepat juga kau kerjanya” puji tuan William yang melihat ruang tamunya sudah di sulap seperti ruang pesta dalam kurun waktu singkat
__ADS_1
Rafasya tersenyum bangga “iya om, soalnya ada mama yang bantu jadi jalannya lebih cepat” balas rafasya
“soal yang lain gimana?” tanya tuan William
“kalau baju sudah beres sama ningrum, kebetulan dia tahu ukuran kasih karena sering belanja bareng. Bentar lagi paling sampai. Untuk penghulu sudah di atur papa kevin kalau katering di urus mama kaila sama ayah virza om. Pokoknya beres deh” ucap rafasya
“terlihat banget kalau keluarga kalian sudah pernah urus acara nikah kilat kaya gini” kekeh tuan William melihat kerja keluarga calon mantunya yang cukup cepat
“iya William, kebetulan anakku sudah duluan nikah cepet kaya gini jadi kita sudah cukup terlatih” balas mama Karin
“terima kasih ya kalian sudah dekat dengan anakku” ucap tuan William bersunggug-sungguh
“jangan berterima kasih ke kita om, kasih itu orangnya baik kok, dia juga sangat membantuku menemani ningrum jadi dia gak ngambek terus karena gak ada yang menemani” balas rafasya mengingat ningrum yang suka ngambek jika sendirian
Tuan William menepuk bahu rafasya dan beralih menuju mas ojo yang juga sibuk membantu persiapan pernikahan nona mudanya “ojo” sapa tuan William
Mas ojo menunduk hormat pada tuan William “ tuan” sapa balik mas ojo
tuan william menepuk punggung mas ojo “jangan kau tekuk terus wajahmu itu, ini adalah hari pernikahan anakku” pinta tuan William sambil tersenyum
“apa aku menekuk wajahku? Perasaan wajah saya biasa saja “ balas mas ojo menarik ke dua pipinya
Tuan William merangkul pundak mas ojo “terima kasih sudah menjaga anakku” ucap tuan William
“tidak tuan, malah saya yang berterima kasih karena sudah dipercaya untuk menjaga nona” balas mas ojo
“kau tahu aku sudah menganggapmu sebagai anakku kan? “ tanya tuan willliam
“I iya” jawab mas ojo sedikit terbata
“karena sekarang kasih sudah ada yang menjaga, jadi kau tidak harus berada di sisinya selama 24 jam seperti dulu” ucap tuan William
“apa sekarang saya tak di butuhkan lagi” ucap mas ojo menunduk sedih
“bukan itu maksudku ojo” balas tuan William
__ADS_1
“lalu?” tanya mas ojo
“kembalilah jadi O'neills Jonathan “ ucap tuan William