
Ningrum memasuki rumahnya dengan langkah lesu dan tak semangat
“dari mana?” tanya mas ojo yang sedang duduk di sofa ruang tamu ningrum dalam kegelapan malam
“bisa gak sih mas ojo, bilang-bilang kalau ada di rumah ningrum!” teriak ningrum mengusap dadanya karena terkejut
“tunggu” ningrum mengedarkan pandangannya ke setiap sudut rumahnya “kok bisa mas jo masuk? Perasaan tadi pas masuk ningrum buka kunci pintu rumah ningrum” tanya ningrum menunjukkan kunci yang baru saja ia pakai
“dari sana” tunjuk mas jo pada pintu samping rumahnya yang kebetulan berbatasan dengan gerbang rumah jonathan yang ada di samping rumahnya
Ningrum menepuk kepalanya “pasti aku lupa lagi kunci pintu” gumam ningrum
“kenapa kamu gak suruh pelayan rumahmu masuk kerja?” tanya jonathan melihat rumah ningrum yang begitu sepi
“malas ah, ningrum gak ada kerjaan di rumah, kan ningrum lagi libur semesteran mulai hari ini ” balas ningrum
“ya sudah, ayo makan”ajak jonathan
“mas jo masak?” tanya ningrum
“pletak”mas jo memukul kepala ningrum “ngapain punya pembantu, kalau gak bisa di suruh masak” ucap jonathan
Ningrum mengusap kepalanya “kirain mas masak sendiri buat ningrum ” balas ningrum mengikuti arah jalannya jonathan
“kalau kamu jadi istriku, baru akan aku maskkan untukmu” ucap jonathan
“mas!”teriak ningrum
“maaf, aku tak akan membahasnya lagi” balas jonathan yang tak ingin memperpanjang perdebatannya dengan ningrum
“oh ya mas, kenapa keliatannya di rumah banyak yang jaga sih?” tanya ningrum yang melihat banyak orang berjaga di sekitar rumah jonathan saat perjalanan pulang
“ah hanya latihan saja, sudah lama mereka gak tugas, biar gak lupa “ kekeh jonathan
ningrum ikut tersenyum saat melihat tawa jonathan “mas jo kalau banyak ketawa lebih bagus tahu, ketimbang wajah suram kaya biasanya” ucap ningrum
Jonathan memegang kedua pipinya “memangnya biasanya kelihatan suram apa?” tanya jonathan
“iya” balas ningrum mengangguk sambil menyuapkan makanan ke mulutnya
“kok kasih bilang sekarang mas lebih banyak senyum gak ada suram-suram sama sekali kaya dulu “ balas jonathan
“itu mah karena muka mas jo yang dingin kaya es batu waktu dulu. Om raka aja takut Sampai sekarang loh mas” balas ningrum terkekeh mengingat raka yang masih takut saat bertemu jonathan
“emang kamu gak takut?” tanya jonathan
__ADS_1
Ningrum menggeleng “enggak” balas ningrum
“kenapa?” tanya jonathan
Ningrum menopang dagunya dengan telunjuk tangannya “kenapa ya? Gak tahu” ningrum melanjutkan makannya seolah tak terjadi apa-apa
“oh ya rum, nanti malam kamu nginep rumah mas aja ya” pinta jonathan
Ningrum menyilangkan tangannya di dada “gak boleh macam-macam kali mas, istri orang ini” ucap ningrum
Jonathan terkekeh “plak”jonathan menabok kepala ningrum “untung kau teman adikku” gumam jonathan menggelengkan kepalanya
“hehehe, becanda mas” balas ningrum terkekeh
“sudah cepat habisin, lalu cuci piringnya terus ke rumah mas, mas sudah ngantuk” ucap jonathan
“ya sudah sih mas, ningrum berani kok tidur sendiri” balas ningrum
“tadi ayahmu pesan jangan membiarkan kamu sendirian, soalnya kau penakut, takut ada petir dan
kau berteriak sendirian” balas jonathan
“emangnya nanti malam mau hujan?” tanya ningrum takut-takut melihat kearah langit yang terlihat dari jendela besar rumahnya
“iya”balas jonathan terkekeh
***
“iya lah, kan yang mereka jaga adalah orang yang menghasilkan uang lebih banyak dari presiden” balas jonathan
Ningrum menoleh kea rah jonathan “emang uang mas jo lebih banyak dari pada presiden?” tanya ningrum polos
Jonathan berdecih “sudah tidur sana” perintah jonathan agar ningrum masuk dalam kamar yang biasa ia tempati untuk segera beristirahat
***
Rafasya tengah melihat ponselnya dalam diam “kalau ingin telpon ya tinggal telpon saja” ucap ayah virza membuyarkan lamunan rafasya
“engga yah, takut ganggu tidur ningrum pasti disana kan sudah tengah malam ” balas rafasya menyimpan ponselnya
“telpon saja kalau kangen, kita mungkin lama disini“ ucap ayah virza mulai serius
“kenapa?” tanya rafasya
“menurut jarigan informasi kaila, pusat penyerang bisnis kita ada di sini, jadi kita harus mengusutnya sampai tuntas” balas ayah virza
__ADS_1
“apa kita berdua yang menghadapinya?” tanya rafasya
“ayah sudah bagi-bagi tugas dengan yang lain. Zian dari inggris. Di Indonesia kakek sakti dan di belanda kita di bantu William” balas ayah virza
“sebenarnya siapa sih yah yang coba ngusik keluarga kita? Sampai keluarga besar kita bisa kena dampaknya berarti orang ini bukan orang sembarangan” tanya rafasya
“ayah juga belum yakin. Walaupun mungkin dia. Untuk apa coba dia mengusik kita?” tanya ayah virza menerawang bayangan pria di benak ayah virza
Pagi-pagi ningrum sudah sibuk memasak dengan dibimbing bi rania “ gimana bi, sukses enggak?” tanya ningrum mencoba masakannya pada bi rania
Bi rania pun mencicipi masakan ningrum “enak kok non” balas bi rania dengan wajah berbinar salut akan perkembangan memasak ningrum
“beneran bi?” tanya ningrum mencoba sendiri masakannya
“emmmm iya enak bi” balas ningrum senang
“ya sudah ningrum tata di meja ya bi , biar mas jo puji keahlian masak ningrum” ucap ningrum mulai menata masakannya di meja makan
Ningrum berniat memanggil mas ojo “eh mas udah turun toh, baru aja mau aku panggil turun” ucap ningrum
“ini kan sudah siang rum, jadi mas jo pasti sudah siap ke kantor dong” ucap jonathan menaruh tasnya di kursi
“makan yuk mas, ningrum sudah sukses masak kali ini” ajak ningrum bangga menunjukkan berbagai macam masakannya yang sudah tertata rapih di atas meja
Ningrum mengambilkan makanan untuk jonathan seperti biasa lalu menyerahkannya pada jonathan “ya sudah, mas coba ya” jonathan menyendokkan makanan ke mulutnya dengan diam tanpa suara menikmati masakan ningrum
“gimana mas?” tanya ningrum melihat jonathan hanya diam saja
“enak” balas jonathan tersenyum
“asyik” ningrum menatap kearah bi rania “sukses bi” ningrum mengacungkan jempolnya pada bi rania
“ya sudah ayuk makan” ajak jonathan
“ayok bi, makan” ajak ningrum meminta bi rania untuk ikut makan bersama mereka
Jonathan tak pernah mempermaslahkan bi rania yang seorang pelayan ikut makan bersamanya di meja yang sama dengannya dan ningrum “iya non” bi rania ikut duduk di samping ningrum, makan seperti hari biasanya
“oh ya rum, kau hari ini ada rencana keluar?” tanya jonathan
“enggak sih mas, kenapa?” tanya ningrum
“nanti kamu di rumah ini saja ya, sama bi rania, Jangan keluar-keluar” pinta jonathan
“kenapa?” tanya ningrum
__ADS_1
“enggak papa, nurut saja ya” pinta jonathan
“iya mas” balas ningrum