
Zian beranjak dari duduknya “ ya sudah aku kerja
dulu ya” pamit zian mengecup kening rebecca
“akkkkkkh” mbok jum berteriak melihat zian yang
mengecup kening rebecca “akkkhhhh!” teriak mbok jum lagi menutup mulutnya
Zian menoleh kearah mbok jum “apaan sih mbok, biasa aja.
Gak usah pake teriak-teriak gak jelas gitu” balas zian melambaikan tangannya
kearah mbok jum dan tersenyum kearah rebecca
Melihat zian yang sudah pergi, mbok jum berlari
menghampiri rebeccayang masih duduk mematung di kursi meja makan
“kok tuan zian cium kening non rebecca?” tanya mbok
jum penuh selidik
Rebecca hanya menatap bingun kearah mbok jum tak
bisa menjawab “ah, kalian pacaran dibelakang nyonya dan tuan ya? makanya
pura-pura berantem terus kalau nyonya dan tuan ada di rumah” tebak mbok jum
menunjuk rebecca
“apaan sih mbok” balas rebecca berlari menjauhi mbok
jum agar tidak di tanya terus-terusan
Rebecca menuju taman belakang rumah zian “tuing”
rebecca melihat ponselnya yang berbunyi
“jangan lupa berangkat dengan sopir, dan telpon aku
saat sudah selesai kuliah, nanti akan aku jemput” isi pesan zian
Rebecca tersenyum girang membaca pesan dari zian
Rebecca berjalan dengan semangat mengambil peralatan
berkebunnya, dan mulai mengurus tanaman sambil bersenandung
“derrrt” ponsel rebecca bergetar
Rebecca kembali melihat ponselnya yang berdering “ah
tante” gumam rebecca mengangkat video
call dari mama kaila
“siang tante” sapa rebecca
“ah disana sudah siang ya, disini masih jam 6 pagi”
balas mama kaila melirik jam dinding di ruangan makan
Mama kaila melirik tempat rebecca berada “kamu gak
kuliah?” tanya mama kaila yang mekihat rebecca berada di kebun belakang
“kuliah tante, tapi nanti sore berangkatnya” balas
rebecca
“kok wajahmu kelihatan senang banget, ada apa?”
tanya mama kaila melihat wajah rebecca yang terlihat lebih cerah dari hari biasanya
“ah itu, semalam rebecca kan nemenin om zian dan pulang
jam 1 dini hari tapi rebecca bisa tidur
tante, padahal kami sempat nonton film sampai jam 2 pagi. Berarti rebecca bisa
tidur walau melewati jam tidur rebecca ” balas rebecca
Mama kaila menautkan kedua alisnya “kalian dari
mana? Kok pulang jam 1 dini hari ?” tanya mama kaila
“ke acara perayaan kerjasama hotel baru perusahaan
tante ” balas rebecca
“zian mengajakmu ke pesta?” tanya mama kaila heran
__ADS_1
“iya. Emangnya kenapa tante? Gak boleh ya rebecca
ikut om ke pesta” balas rebecca
“bukan gitu sayang, tante hanya heran saja. Secara
anak tante gak pernah pacaran dan gak pernah ajak perempuan manapun untuk menemaninya
ke suatu acara selain adiknya ningrum” balas mama zian mengingat zian yang
belum pernah mengajak perempuan manapun selain ningrum atau mama kaila menemani
ke suatu acara
“om zian sekarang sudah punya pacar kok tante” balas
rebecca tersenyum
Mama kaila menggigit roti bakar di tangannya, dan
mengunyahnya perlahan “tahu dari mana
kamu kalau zian punya pacar?” tanya mama kaila terkekeh dan mengambil segelas susu
di hadapannya
“om zian ngajak rebecca pacaran semalem” balas
rebecca dengan polosnya
“byuuuuuuur” mama kaila memuncratkan susu yang ia
minum karena saking terkejutnya
Ayah virza yang melihat mama kaila tersedak pun
menghampirinya “hati-hati ya kai, sampai tersedak gini?” ucap ayah virza
mengusap muka mama kaila yang terkena cipratan susu
“itu mas” tunjuk mama kaila kearah rebecca yang
berada di layar ponsel mama kaila
“zian ngajak rebecca pacaran” mama kaila tertawa
senang
kita gak jadi bujang lapuk lagi” gumam ayah virza merasa lega
Rebecca menggaruk tengkuknya yang tak gatal “kalian
marah, sedih atau senang sih?” rebecca tak mengerti reaksi mama kaila dan ayah
virza
“tentu saja senang, sepanjang 35 tahun hidupnya,
baru kali ini dia pacaran” balas mama kaila menangis haru
“kalau senang jangan nangis tante, kan rebecca jadi
gak enak karena menyetujui keinginan om zian jadi pacarnya ” balas rebecca ikut
menangis
“jangan sayang, jangan menolak anak tante. Tante
seneng banget kalau kamu jadi anak mantu tante. Kita kan punya hobi yang sama
jadi ada yang bisa tante ajak berkebun bareng “ balas mama kaila mengusap air
matanya
“iya tante” balas rebecca tersenyum kearah mama
kaila
***
Setelah mematikan sambungan telponnya, mama kaila
mengajak ayah virza berunding “tapi gak papa nih mas kita biarin mereka berdua
serumah, setelah mereka pacaran?” tanya mama kaila sedikit khawatir
“ah biarin saja, mereka kan sudah besar” balas ayah
virza melahap sandwich di tangannya dengan
lahap
__ADS_1
“ih, nanti kalau kita punya cucu dadakan gimana?”
tanya mama kaila
“ya sudah, toh kita sudah punya cucu, nambah satu lagi
juga gak masalah” balas ayah virza datar
“iya juga ya mas, lagian kai kan pengennya dapat
cucu duluan dari zian tapi kebalap sama ningrum” balas mama kaila membayangkan
punya cucu dari zian sejak dulu
Ayah virza terkekeh “tapi walaupun ningrum balap
kakak-kakanya punya anak, tapi kamu juga sayang betul sama Arthur, gak ketemu 1
minggu saja sudah kaya gak ketemu 1 tahun” balas ayah virza mengingat mama
kaila yang berulang kali menelpon Arthur dalam sehari
“tapi baby Arthur tuh emang ngangenin tahu mas”
balas mama kaila mengingat cucu pertamanya yang sudah terlihat chuby itu
***
Zian menunggu rebecca di pelataran parkir kampus
rebecca sambil bersandarkan badan mobil dan memainkan ponselnya
“eh eh rebecca ada cowok tampan disitu” tunjuk zeta
dengan dagunya kearah zian yang sedang bersandar pada badan mobil
“ah”rebecca melirik kearah zian
“nunggu siapa ya dia? ganteng banget. Tapi kalau
ganteng banget pasti sudah punya pacar ya” ucap zeta mengira-ngira zian yang
sudah memiliki pacar
“emang dia sudah punya pacar” balas rebecca
tersenyum
“tau dari mana?” tanya zeta
“udah ah, pulang dulu ya” ucap rebecca berjalan
mendahului zeta kearah zian
“om” panggil rebecca
Zian mendongak “sudah selesai kuliahnya?” tanya zian
mengecup kening rebecca
Zeta menutup mulutnya berjalan menuju kearah rebecca
“pantesan kamu tahu om ganteng punya pacar, kamu pacarnya ya?” tanya zeta
Zian mengajak zeta bersalaman “perkenalkan saya
zian, pacar rebecca” ucap zian memeperkenalkan dirinya
“zeta, teman rebecca” balas zeta tersenyum
Zeta melirik rebecca “idiiiiih, kamu bisa punya
pacar juga toh kirain pacar kamu tumbuhan semua” balas zeta yang tahu kecintaan
rebecca pada tanaman
“biasanya aku juga di nomor duakan setelah tanaman
kesayangannya itu” kekeh zian
Rebecca mencubit lengan zian dengan kesal “katanya
mau ngajak jalan” tanya rebecca
Zeta tersenyum memandang rebecca sahabatnya “cieeee
yang mau kencan” ejek zeta
“ya sudah kita pergi dulu ya “ ucap zian berpamitan
dengan zeta
__ADS_1