
Rebecca mulai mengerjapkan mata karena sinar mentari
yang mulai menusuk mata rebecca agar segera membukanya
“egh” rebecca
menggeliat meregangkan tubuhnya
“akhhhhh!”teriak rebecca melihat zian ada di
hadapannya
Zian mengusap matanya “apaan sih? Pagi-pagi sudah
teriak?” tanya zian membuka matanya
“om ngapain tidur di sini?” tanya rebecca
“kamu lupa ya semalam siapa yang minta temenin
sampai tertidur” balas zian
“yakan rebecca minta temenin sampai tidur, bukannya
minta temenin tidur om” balas rebecca tak mau di salahkan
Zian bangun dan duduk dengan bersandarkan badan
ranjang “ toh kita gak ngapa-ngapain, Cuma tidur saja” balas zian
“tapi kalau sampai orang kita tahu kan nanti bisa
masalah om” balas rebecca
“kalau mereka tahu, ya tinggal nikah saja” balas zian
Rebeecca langsung bangun dan duduk menghadap zian
“enak banget om ngomongnya!” teriak rebecca
“terus harus gimana?” tanya zian
“udah ah, males bicara sama om” rebecca langsung
turun dari ranjang menuju kamar mandi
Zian berjalan kearah kamar mandi mendekatakan
wajahnya di balik pintu “kamu gak berterima kasih dulu padaku? Karena ada aku
kamu bisa tidur lewat jam tidurmu” ucap zian
“terima kasih. Puas kan?” ucap rebecca menuruti
keinginan zian” Sudah sana keluar rebecca mau mandi pinta zian
Zian terkekeh “iya sayang” balas zian keluar kamar
rebecca
Zian dan rebecca mengerjakan desain taman di resort
zian selama 2 hari di resort milik zian
***
Sudah 6 minggu semenjak Miranda mengajukan
pengunduran diri dari perusahaan tempat ia bekerja. Tapi harus tertunda karena
beberapa pekerjaan sehingga Miranda bergegeas menyelesaikan pekerjaannya dan
tinggal menunggu orang yang menggantikan jabatannya agar ia bisa keluar
perusahaan
Ponsel Miranda terus bordering, tertera nama dimas kakakknya di ponsel
miliknya “halo” sapa Miranda saat mengangkat telpon dari kakakknya
“kamu dimana?” tanya dimas
“di kantor kak, kenapa?” tanya rebecca balik
“ayah akan datang menyusulmu ke inggris, ayah tahu
kalau kamu sudah mengajukan risign dari
kantormu. Kakak gak bisa ikut kesana karena
harus mengurus perusahaan” balas dimas
“kenapa ayah kesini?” tanya Miranda menautkan kedua
alisnya
“ya apa lagi? Pasti nyuruh kamu pulang untuk nikah
sama arjuna, secara dari dulu kan kamu alasan terus kalau mau kerja dulu. Tapi sekarang ayah sudah
__ADS_1
tau kamu ngajuin resign” balas dimas
“kakak bikin aku takut deh” ucap Miranda yang mulai
gugup
“pokoknya kamu siap-siap saja” pinta dimas kakak
Miranda
“iya kak” balas Miranda
Miranda langsung menghubungi aditya untuk
memberitahukan perihal ayahnya
“mas” panggil Miranda saat telponnya sudah
tersambung
“iya sayang,
ada apa?” tanya aditya
“ayah akan kesini” balas Miranda panic
“ada apa ayahmu kesini?” tanya aditya
“kata kak dimas, ayah sudah tahu kalau aku ngajuin
risign dari kantor, dan katanya pasti ayah kesini mau suruh aku pulang untuk
perjodohan itu” balas Miranda
“tenang saja sayang, pasti mas akan ada di sampingmu
untuk bicara dengan ayahmu” balas aditya
“aku takut mas, ayahku kan keras pasti dia akan
memaksakan kehendaknya padaku” balas
Miranda
“apapun itu, mas gak akan melepskan kamu, walaupun
mas harus berdebat dengan ayahmu pasti mas lakuin ” balas aditya
***
“ayo anak daddy” ucap jonathan yang sedang menemani
Baby Arthur tertawa, berjalan kea rah jonathan
walaupun terus terjatuh
Ningrum yang baru masuk kamar Arthur tersenyum
melihat keakraban ayah dan anak di hadapannya “makan dulu sayang” ucap ningrum
membawakan makanan untuk Arthur
Jonathan mendongak kea rah ningrum “sini rum biar
mas saja yang suapin” pinta jonathan mengambil mangkok berisi makanan baby Arthur
Ningrum menyerahkan mangkok tersebut pada jonathan
“mas tuh manjain Arthur banget tahu” ucap ningrum
Jonathan menyipitkan matanya “manjain gimana?” tanya
jonathan
“ya itu apa-apa semua mas yang urusin, ampe kadang
aja mas kerja sambil gendong Arthur. Pernahkan mas rapat bawa Arthur ke ruang
rapat” ucap ningrum mengingat kalau jonathan yang membawa Arthur ke ruang rapat
“yak an mas kangen sama Arthur terus sayang” balas
jonathan sambil menyuapi baby Arthur yang makan dengan lahap
“iya sih” balas ningrum tertawa
***
Aditya menyempatkan mampir ke apartemen Miranda
seusai bekerja
“sayang” panggil aditya mencari keberadaan Miranda
di dalam apartemen yang aditya paham betul sandi pintu apartemen Miranda sehingga
ia dengan masuk apertemen Miranda
Mendengar suara aditya, Tuan baratha langsung
__ADS_1
menghampiri aditya dan menghajar aditya tanpa peringatan
“beraninya kau menjalin hubungan dengan anakku!”
bentak tuan baratha
“ayah!” Miranda berlari menghampiri aditya
“mas gak papa kan?” tanya Miranda memegang pipi
aditya yang terkena pukulan tuan baratha
“putuskan hubunganmu dengannya dan kemabli dengan
ayah sekarang!” teriak tuan baratha kearah Miranda
Miranda menggeleng “Miranda gak mau yah, Miranda
mencintai mas aditya. Miranda gak mau menikah
dengan orang lain selain mas aditya” balas Miranda
“jangan membantah kau!”teriak tuan baratha
Aditya bangun dan berlutut di hadapan tuan baratha
“saya mencintai putri anda om, tolong izinkan dia menikah dengan saya ” pinta
aditya mengatupkan kedua tangannya
“anakku sudah dijodohkan sejak kecil dan semua orang
tahu itu, bagaimana bisa dia membatalkannya begitu saja?” tanya tuan baratha
“saya akan menemui keluarga arjuna wirawan, untuk
melepaskan Miranda” tawar aditya
“janji adalah janji, dan janji itu sudah terucap
sejak Miranda masih dalam kandungan, gak akan semudah itu mengubahnya” balas
tuan baratha yang tak ingin mengingkari janjinya
“tapi saya sangat mencintai Miranda om” ucap aditya memohon
“janji adalah janji, dan janjiku menjodohkan Miranda
tak akan pernah aku ingkari karena hal apapun” balas tuan baratha menarik
Miranda
“ayah aku gak mau pisah dari mas aditya” pinta
Miranda
“diam kau!” bentak ayah baratha membawa Miranda
secara paksa
“om!”teriak aditya mengejar Miranda
Melihat mobil tuan baratha yang sudah makin menjauh
membuat Aditya kebingungan dengan apa yang harus di lakukan “ayah, aku harus
nelpon ayah” ucap aditya langsung menelpon ayah virza
Aditya mengusap ponselnya menghubungi ayah virza
“ayah” panggil aditya dengan suara cemas
“diam, ayahmu lagi mikir ini” ucap ayah virza kesal
Aditya bingung dengan ucapan ayahnya “aditya belum
ngomong apa-apa, kok ayah sudah marah sama aditya sih?” tanya aditya bingung
“ini ayahmu lagi mikir gimana ngomong sama baratha”
balas ayah virza yang sudah bolak-balik tak jelas
“emang ayah dimana? Kok ayah tahu kalau om baratha
lagi kesel sama aditya” balas aditya
“iyalah tahu, orang keluarga wirawan menelpon ayah
katanya kamu baru menemuinya dengan membawa selembar surat dokter ke mereka!” balas
ayah virza berteriak
“hehehe, mereka sudah kasih tahu ayah ya?” tanya
aditya terkekeh
“gila kamu aditya, main hamilin anak orang
sembarangan!” teriak ayah virza
__ADS_1