Menikah Karena Perjodohan

Menikah Karena Perjodohan
Main hamilin anak orang sembarangan! (season 2)


__ADS_3

 Rebecca mulai mengerjapkan mata karena sinar mentari


yang mulai menusuk mata rebecca agar segera membukanya


“egh”  rebecca


menggeliat meregangkan tubuhnya


“akhhhhh!”teriak rebecca melihat zian ada di


hadapannya


Zian mengusap matanya “apaan sih? Pagi-pagi sudah


teriak?” tanya zian membuka matanya


“om ngapain tidur di sini?” tanya rebecca


“kamu lupa ya semalam siapa yang minta temenin


sampai tertidur” balas zian


“yakan rebecca minta temenin sampai tidur, bukannya


minta temenin tidur om” balas rebecca tak mau di salahkan


Zian bangun dan duduk dengan bersandarkan badan


ranjang “ toh kita gak ngapa-ngapain, Cuma tidur saja” balas zian


“tapi kalau sampai orang kita tahu kan nanti bisa


masalah om” balas rebecca


“kalau mereka tahu, ya tinggal nikah saja” balas zian


Rebeecca langsung bangun dan duduk menghadap zian


“enak banget om ngomongnya!” teriak rebecca


“terus harus gimana?” tanya zian


“udah ah, males bicara sama om” rebecca langsung


turun dari ranjang menuju kamar mandi


Zian berjalan kearah kamar mandi mendekatakan


wajahnya di balik pintu “kamu gak berterima kasih dulu padaku? Karena ada aku


kamu bisa tidur lewat jam tidurmu” ucap zian


“terima kasih. Puas kan?” ucap rebecca menuruti


keinginan zian” Sudah sana keluar rebecca mau mandi pinta zian


Zian terkekeh “iya sayang” balas zian keluar kamar


rebecca


Zian dan rebecca mengerjakan desain taman di resort


zian selama 2 hari di resort milik zian


***


Sudah 6 minggu semenjak Miranda mengajukan


pengunduran diri dari perusahaan tempat ia bekerja. Tapi harus tertunda karena


beberapa pekerjaan sehingga Miranda bergegeas menyelesaikan pekerjaannya dan


tinggal menunggu orang yang menggantikan jabatannya agar ia bisa keluar


perusahaan


Ponsel Miranda terus bordering,  tertera nama dimas kakakknya di ponsel


miliknya “halo” sapa Miranda saat mengangkat telpon dari kakakknya


“kamu dimana?” tanya dimas


“di kantor kak, kenapa?” tanya rebecca balik


“ayah akan datang menyusulmu ke inggris, ayah tahu


kalau kamu sudah mengajukan  risign dari


kantormu. Kakak gak bisa ikut  kesana karena


harus mengurus perusahaan” balas dimas


“kenapa ayah kesini?” tanya Miranda menautkan kedua


alisnya


“ya apa lagi? Pasti nyuruh kamu pulang untuk nikah


sama arjuna, secara dari dulu kan kamu alasan terus  kalau mau kerja dulu. Tapi sekarang ayah sudah

__ADS_1


tau kamu ngajuin resign” balas dimas


“kakak bikin aku takut deh” ucap Miranda yang mulai


gugup


“pokoknya kamu siap-siap saja” pinta dimas kakak


Miranda


“iya kak” balas Miranda


Miranda langsung menghubungi aditya untuk


memberitahukan perihal ayahnya


“mas” panggil Miranda saat telponnya sudah


tersambung


“iya  sayang,


ada apa?” tanya aditya


“ayah akan kesini” balas Miranda panic


“ada apa ayahmu kesini?” tanya aditya


“kata kak dimas, ayah sudah tahu kalau aku ngajuin


risign dari kantor, dan katanya pasti ayah kesini mau suruh aku pulang untuk


perjodohan itu” balas Miranda


“tenang saja sayang, pasti mas akan ada di sampingmu


untuk bicara dengan ayahmu” balas aditya


“aku takut mas, ayahku kan keras pasti dia akan


memaksakan kehendaknya padaku”  balas


Miranda


“apapun itu, mas gak akan melepskan kamu, walaupun


mas harus berdebat dengan ayahmu pasti mas lakuin ” balas aditya


***


“ayo anak daddy” ucap jonathan yang sedang menemani


Baby Arthur tertawa, berjalan kea rah jonathan


walaupun terus terjatuh


Ningrum yang baru masuk kamar Arthur tersenyum


melihat keakraban ayah dan anak di hadapannya “makan dulu sayang” ucap ningrum


membawakan makanan untuk Arthur


Jonathan mendongak kea rah ningrum “sini rum biar


mas saja yang suapin” pinta jonathan mengambil mangkok berisi makanan baby Arthur


Ningrum menyerahkan mangkok tersebut pada jonathan


“mas tuh manjain Arthur banget tahu” ucap ningrum


Jonathan menyipitkan matanya “manjain gimana?” tanya


jonathan


“ya itu apa-apa semua mas yang urusin, ampe kadang


aja mas kerja sambil gendong Arthur. Pernahkan mas rapat bawa Arthur ke ruang


rapat” ucap ningrum mengingat kalau jonathan yang membawa Arthur ke ruang rapat


“yak an mas kangen sama Arthur terus sayang” balas


jonathan sambil menyuapi baby Arthur yang makan dengan lahap


“iya sih” balas ningrum tertawa


***


Aditya menyempatkan mampir ke apartemen Miranda


seusai bekerja


“sayang” panggil aditya mencari keberadaan Miranda


di dalam apartemen yang aditya paham betul sandi pintu apartemen Miranda sehingga


ia dengan masuk apertemen Miranda


Mendengar suara aditya, Tuan baratha langsung

__ADS_1


menghampiri aditya dan menghajar aditya tanpa peringatan


“beraninya kau menjalin hubungan dengan anakku!”


bentak tuan baratha


“ayah!” Miranda berlari menghampiri aditya


“mas gak papa kan?” tanya Miranda memegang pipi


aditya yang terkena pukulan tuan baratha


“putuskan hubunganmu dengannya dan kemabli dengan


ayah sekarang!” teriak tuan baratha kearah Miranda


Miranda menggeleng “Miranda gak mau yah, Miranda


mencintai mas aditya. Miranda gak  mau menikah


dengan orang lain selain mas aditya” balas Miranda


“jangan membantah kau!”teriak tuan baratha


Aditya bangun dan berlutut di hadapan tuan baratha


“saya mencintai putri anda om, tolong izinkan dia menikah dengan saya ” pinta


aditya mengatupkan kedua tangannya


“anakku sudah dijodohkan sejak kecil dan semua orang


tahu itu, bagaimana bisa dia membatalkannya begitu saja?” tanya tuan baratha


“saya akan menemui keluarga arjuna wirawan, untuk


melepaskan Miranda” tawar aditya


“janji adalah janji, dan janji itu sudah terucap


sejak Miranda masih dalam kandungan, gak akan semudah itu mengubahnya” balas


tuan baratha yang tak ingin mengingkari janjinya


“tapi saya sangat mencintai Miranda om” ucap aditya  memohon


“janji adalah janji, dan janjiku menjodohkan Miranda


tak akan pernah aku ingkari karena hal apapun” balas tuan baratha menarik


Miranda


“ayah aku gak mau pisah dari mas aditya” pinta


Miranda


“diam kau!” bentak ayah baratha membawa Miranda


secara paksa


“om!”teriak aditya mengejar Miranda


Melihat mobil tuan baratha yang sudah makin menjauh


membuat Aditya kebingungan dengan apa yang harus di lakukan “ayah, aku harus


nelpon ayah” ucap aditya langsung menelpon ayah virza


Aditya mengusap ponselnya menghubungi ayah virza


“ayah” panggil aditya dengan suara cemas


“diam, ayahmu lagi mikir ini” ucap ayah virza kesal


Aditya bingung dengan ucapan ayahnya “aditya belum


ngomong apa-apa, kok ayah sudah marah sama aditya sih?” tanya aditya bingung


“ini ayahmu lagi mikir gimana ngomong sama baratha”


balas ayah virza yang sudah bolak-balik tak jelas


“emang ayah dimana? Kok ayah tahu kalau om baratha


lagi kesel sama aditya” balas aditya


“iyalah tahu, orang keluarga wirawan menelpon ayah


katanya kamu baru menemuinya dengan membawa selembar surat dokter ke mereka!” balas


ayah virza berteriak


“hehehe, mereka sudah kasih tahu ayah ya?” tanya


aditya terkekeh


“gila kamu aditya, main hamilin anak orang


sembarangan!” teriak ayah virza

__ADS_1


__ADS_2