
***
Rebecca berkuliah di salah satu kampus besar di Jakarta. Ia mengambil jurusan agroteknologi karena kecintaannya pada tanaman sejak ia kecil, membuat ia memutuskan mengambil jurusan yang tak jauh dari tanaman
“ughhhh” Rebecca sedikit terpental karena mencabuti rumput liar yang ada di taman gedung kuliahnya
“kamu ngapain sih Rebecca?” tanya zita teman satu jurusan Rebecca yang baru saja datang ke kampus
Rebecca menoleh kearah zita “he… nyabut rumput pengganggu”balas Rebecca yang sedang sibuk mencabuti rumput di taman gedung kuliahnya
“kamu tuh ngapain sih Rebecca, kan sudah ada yang bertugas ngurus itu semua” balas zita tak percaya sahabatnya mencabuti rumput di depan gedung kampusnya “kamu gak lihat mereka semua lirik kamu dari tadi” ucap zita mengarahkan pandangannya pada teman sekampus mereka yang melihat Rebecca sejak tadi
Rebecca berdiri dan ikut melihat teman kuliahnya sesaat “ya biarin saja mereka lihat kan mereka punya mata lagian aku gak ngelakuin hal yang dilarang kampus” Rebecca kembali berjongkok melanjutkan aktivitasnya mencabuti rumput liar “aku Cuma kasihan sama bunga cantik ini, aku yang menanam lho jadi aku harus merawatnya” balas Rebecca tersenyum pada bunga forget me not yang ia tanam di halaman kampus
Zita menepuk jidatnya “semua bunga ataupun tanaman yang lainnya juga kamu bilang kasihan Rebecca” ucap zita kesal bicara dengan sahabatnya itu
Rebecca tersenyum kearah zita dan kembali membersihkan rumput liar yang mengganggu tanaman bunga forget me not tersebut sampai selesai
***
Zian duduk menopang dagunya di meja sambil melirik bunga lavender di hadapannya
“kenapa di semua tempat ada tanaman aneh!” teriak zian melirik tanaman yang ada di mejanya yang baru di kirim Rebecca melalui kurir
Zian mengambil ponselnya meletakkannya di pipi dan melakukan panggilan pada rebecca “ngapain kamu kasih bunga ini?” tanya zian saat telponnya diangkat Rebecca
“gak kenapa om, tadi pengen aja beli itu. Di rumah sudah ada beberapa jadi Rebecca kasih buat om saja” balas Rebecca dengan
polosnya
“emangnya kamu gak capek beli tanaman terus, di rumah tuh sudah banyak banget tau, sudah kaya jualan tanaman di rumah” ucap zian protes dengan kebiasaan Rebecca yang suka membeli tanaman
“jangan khawatir om, besok tanamannya berkurang kok” balas Rebecca
“kenapa? Ada yang beli beneran?” tanya zian penasaran
“mau di sumbangin ke beberapa panti asuhan” balas Rebecca
“ah sudah lah kesal bicara sama kamu” balas zian menutup ponselnya
Rebecca melirik ponselnya “kenapa nih si om aneh” gumam Rebecca bergegas menuju mobilnya untuk pulang ke rumah setelah selesai kuliah
Sebelum pulang ke rumah, Rebecca menyempatkan mampir ke supermarket untuk membeli bahan masakan yang sudah menipis dan beberapa keperluan dapur lainnya
__ADS_1
“emmm beli apa ya?” gumam Rebecca bingung
“ah kan yang makan om zian, jadi harusnya tanya dia saja” Rebecca langsung menelpon zian
“apa?” tanya zian saat mengangkat telponnya
“om, mau makan apa? Rebecca lagi belanja jadi mau pilihin yang om mau makan di rumah” balas Rebecca
“yang itu saja, tepat di depanmu ” tunjuk zian pada jamur yang ada di hadapan Rebecca
Rebecca menoleh sambil tetap memegang ponselnya “kok gak ngomong sih kalau ada di sini juga?” tanya Rebecca menutup ponselnya
“yakan ini sudah ngomong” balas zian menyimpan ponselnya di saku
“om ngapain disini?” tanya Rebecca
“abis bahas pekerjaan sama pemilik supermarket ini” balas zian
“oh” balas Rebecca mengangguk
“dah cepet saya bantuin kamu belanja” ucap zian mendorong troli Rebecca
“yang minta di temenin belanja siapa?” tanya Rebecca menautkan alisnya menatap punggung zian
zian menoleh ke belakang “ya itu tadi nelpon, nanya mau makan apa?” balas zian
“ah, udahlah cepet pilih mau beli apa” balas zian menarik Rebecca untuk memilih bahan masakan
Setelah selesai belanja, Rebecca membayar dengan kartu yang diberikan mama kaila padanya untuk mengurus keperluan rumah
“kamu gak sekalian beli keperluan kamu?” tanya zian
“keperluan apa?” tanya Rebecca
“ya apa? Baju? Tas? Atau kosmetik?” tanya zian yang melirik dandanan Rebecca yang terlihat biasa saja
“ah gak perlu, gak butuh. lagian tante kasih uang buat keperluan rumah bukan keperluan rebecca” balas Rebecca mengambil kantong belanjaannya
"emangnya kamu gak dikasih uang sama ayahmu?" tanya zian
"di kasih, tapi sudah abis beli tanaman langka kemarin" balas rebecca polos
“ ya sudah beli baju sana, mama gak akan marahin kamu kalau pakai uang itu untuk kamu beli baju” ucap zian
“ogah, baju Rebecca masih layak pakai” balas Rebecca menolak usul zian
“ya ampun, pakaian gitu masih kamu bilang layak pakai” ucap memindai tubuh Rebecca
__ADS_1
“layak pakai kok” balas Rebecca mengangguk
“kamu kaya gak pernah di kasih uang orang tuamu tahu, pakaiannya gitu banget” ucap zian mengejek pakaian rebecca
Rebecca melihat arah pandangan zian “ya biarin saja sih om, lagian ngapa juga pakai pakaian bagus, kan Rebecca lebih sering main tanah. Mending uang dari ayah buat Rebecca beli tanaman baru aja ” balas
Rebecca cuek
“ya ampun”zian menepuk jidatnya tak percaya dengan jawaban Rebecca
“untung kamu cantik, walaupun pakai pakaian gini dan gak pakai make up sama sekali” gumam zian
“apa om?” tanya Rebecca yang tak terlalu jelas mendengar suara zian
“enggak, ya udah yuk pulang” ajak zian
Rebecca mengikuti langkah besar zian “rebecca kan bawa mobil sendiri om, ngapain ngomong ayuk pulang?” tanya rebecca yang tetap mengikuti langkah zian yang membawa belanjaannya
Zian memasukkan belanjaannya ke dalam mobilnya “mau ikut mobil kamu, nanti mobilku di bawa pulang asistenku” balas zian
Rebecca melirik zian yang memasukan belanjaannya ke dalam bagasi mobilnya “ya terus ngapain malah belanjaannya di taro ke mobil om, bukan di taro di mobil rebecca?” tanya rebecca bingung
“mana kunci mobilmu?” tanya zian yang bukannya menjawab pertanyaan rebecca
“ah” rebecca mengambil kunci mobilnya yang berada dalam tas “nih” zian langsung mengambil kunci rebecca
“ini bawa belanjaanku ke rumah” ucap zian melempar kuncinya ke belakang
“ah iya tuan” balas Jeremy asisten zian dengan sigap menangkap kunci mobil atasannya, yang entah sejak kapan ada di belakang zian dan rebecca
Zian langsung masuk mobil rebecca “ayo cepat” ucapnya pada rebecca yang masih diam mematung kearah Jeremy
Rebecca berlari kearah mobilnya “sejak kapan om Jeremy ada di situ om?” tanya rebecca memasang sabuk pengamannya
Zian menyalakan mesin mobilnya “bisa gak sih kamu gak manggil aku om, berasa tua tau gak” balas zian tak suka dirinya di panggil om oleh rebecca
“gak bisa” balas rebecca datar
Zian menatap tak percaya kearah rebecca “nyebelin” gumam zian
“biasa aja” balas rebecca yang mendengar gumaman zian
“apa?” tanya zian tak begitu jelas mendengar suara rebecca
Rebecca menoleh kearah zian “konsen nyetir aja, gak usah kebanyakan bicara, bisa membahayakan nyawa sendiri dan juga orang lain” balas rebecca meminta zian agar konsen menyetir
“cih” zian kembali menyetir dengan bergumam tak jelas
__ADS_1