
***
Jonathan keluar dengan membawa keluar sisa makanan yang sebelumnya ia bawa untuk ningrum
Mama kaila menunggu jonathan di balik pintu kamar ningrum “gimana jonathan? Ningrum mau makan?” tanya mama kaila
“makan kok tante, tadi lumayan banyak makannya.
Sekarang dia sedang tidur” balas jonathan
“untung saja ada kamu, dengan kami dia gak mau makan sama sekali. Hanya denganmu lah dia mau makan” balas mama kaila
“iya tante, syukur kalau dia masih mau makan disuapi jonathan” balas jonathan
“jonathan, bisa kita bicara dulu” pinta mama kaila
“iya tante” balas jonathan
Jonathan dan mama kaila berjalan menuju ruang keluarga dimana, ayah virza, kakek hafizhan dan kedua kakak ningrum menunggu kedatangan jonathan di sana
“siang semua” sapa jonathan sopan pada anggota keluarga ningrum
“siang” balas ayah virza
“ada perlu apa ya? Kok semua pada nunggu di sini?” tanya jonathan
“kapan rencana keberangkatanmu ke Inggris?” tanya ayah virza
“setelah saya menikah dengan ningrum, kami akan langsung berangkat ke sana” balas jonathan
“aku gak habis pikir deh denganmu. Apa menariknya adikku sampai kamu mau menikahi adikku yang baru di tinggal meninggal suaminya apalagi dia sedang hamil” tanya zian masih tak paham jalan pikiran jonathan
“kalian cukup tahu saja kalau aku ingin menjaganya” balas jonathan
“tapi dia gak mencintaimu jonathan kamu juga gak kan?’ tanya zian
Jonathan tersenyum “aku hanya ingin melindunginya” jawab jonathan
“sudah–sudah” ucap ayah virza agar kedua anaknya menyudahi pembicaraan yang itu-itu saja selama 2 minggu belakangan ini
Ayah virza menatap jonathan “kau tahu betul keadaan ningrum kan?” tanya ayah virza
Jonathan mengangguk “iya om, jonathan sudahmenyiapkan psikiater di inggris dan juga rumah yang nyaman di sana” balas jonathan
Ayah menghela nafas panjang “ya sudah kalau kau bersikeras menikahi ningrum. Toh nanti aditya dan zian akan kembali ke sana. Jangan ragu-ragu meminta bantuan mereka tentang ningrum” ucap ayah virza
“iya om” balas jonathan mengangguk
Keesokan harinya pernikahan jonathan dan ningrum digelar secara sederhana dan tanpa perayaan apapun, dan juga hanya di hadiri kerabat dekat ningrum dan keluarga kasih yang jadi keluarganya sekarang.
Walaupun terbilang sederhana tapi kabar pernikahan ningrum dan jonathan tersebar luas berbeda dengan pernikahan rafasya yang dulu di tutupi
Semua orang berdiri di halaman rumah mama kaila “kami langsung berangkat ya om tante” ucap jonathan pamit kepada kedua orang tua ningrum
“kamu sekarang suami ningrum jonathan dan itu artinya kamu anak kami” ucap ayah virza mengingatkan
“iya mah, pah” balas jonathan merubah panggilannya pada ayah dan mama ningrum
Jonathan beralih pada kedua orang tuanya “jonathan pamit ya dad, mom”ucap jonathan memeluk tuan William dan nyonya janet yang ikut
hadir dalam pernikahan ningrum dan dirinya
__ADS_1
“iya jo, jangan lupa sesampainya di sana periksa kandungan ningrum, kita belum sempat memeriksanya di sini” pinta nyonya janet mengingatkan jonathan
“iya mom, nanti jo periksakan” balas jonathan masuk mobil yang sudah ada ningrum di sana
Ningrum hanya diam menatap jendela dengan tatapan kosong
“jalan pak” pinta jonathan pada sopirnya
Mobil melaju dengan kecepatan rata-rata “ rum” jonathan menggenggam tangan ningrum namun ningrum langsung menarik tangannya
Jonathan hanya menghela nafas dengan sikap ningrum yang begitu dingin padanya
***
Jonathan dan ningrum beserta kedua kakaknya sampai di rumah yang akan ningrum dan jonathan tempati selama di inggris
“kalian istirahat saja di lantai atas, aku sudah menyiapkan kamar untuk kalian” ucap jonathan menunjuk kamar yang berada di lantai 2 rumahnya
Zian dan aditya melirik kamar yang di tunjuk jonathan “kami hanya beristirahat sebentar saja disini, besok kami akan kembali ke rumah kami yang ada di inggris” balas zian
“rum mau makan atau mau istirahat?’ tanya aditya
“di kamar saja” balas ningrum
“biar aku yang mengantarnya ke kamar, kalian istirahat saja” ucap jonathan
“ayok rum” ajak jonathan menggandeng tangan ningrum
tapi langsung di hempas ningrum
“rum” ucap zian tak suka dengan sikap ningrum pada suaminya
“gak papa zian” balas jonathan kembali melanjutkan langkahnya menunjukkan kamar ningrum
“cobaannya terlalu besar, kita temani saja dia dan terus dukung dia agar dia bisa kembali seperti dulu” balas kak zian menepuk
pundak aditya
***
“rum ini kamar kita” ucap jonathan membuka pintu kamar
“kita?’ tanya ningrum
“iya kamar kita berdua” balas jonathan
“ningrum gak mau sekamar sama mas jo” balas ningrum
Jonathan menghela nafas panjang “tenang saja rum, kita memang sekamar tapi aku akan tidur di sana” tunjuk jonathan pada sebuah
sofa besar di kamarnya “sedangkan kau tidur di ranjang” balas jonathan
Ningrum berjalan kearah ranjang, dan mendudukan tubuhnya di tepi ranjang
“mas jo ambilin makan untukmu dulu ya” ucap jonathan bergegas pergi
“apa mas yakin bisa menjalani hari-hari seperti ini?” tanya ningrum menghentikan langkah jonathan
“hmmm” balas jonathan kembali melanjutkan langkahnya
“hiks hiks hiks” ningrum menangis sesenggukan
__ADS_1
Jonathan yang mendengar suara tangisan ningrum memegang dadanya “maafkan aku” lirih jonathan
***
Aditya dan zian sudah duduk di meja makan menunggu kedatangan jonathan dan ningrum
“kalian gak makan dulu?” tanya jonathan yang melihat kedua kakak istrinya belum memulai
makan
“kalian saja belum makan masa kita mau duluan” balas aditya
Ningrum duduk disebelah zian kakak pertama ningrum “oh
ya rum, nanti kami pamit pulang ya” ucap zian mengelus kepala ningrum
“iya kak” balas ningrum
Aditya melirik jonathan “kamu ke kantor hari ini?” tanya aditya melihat jonathan yang sudah rapih
“iya, aku harus mengecek perusahaan dulu. Baru nanti
aku akan cek kandungan ningrum” balas jonathan
“tidak usah di periksa, gak perlu” timpal ningrum
“rum, jangan gak sopan sama suami kamu. Dia itu peduli denganmu dan anakmu” ucap zian mengingatkan
“gak butuh” balas ningrum kasar
“rum” ucap aditya lirih
“sudah gak papa, biarin ningrum pengen ngomong apa” balas jonathan melarang aditya dan zian memarahi ningrum
“kamu jangan memanjakan dia, nanti dia jadi kurang ajar” balas zian
“gak papa, gak masalah" balas jonathan tersenyum
***
Jonathan berangkat menuju perusahaan pusatnya yang
memang berada di inggris
“selamat pagi tuan” sapa para bawahan jonathan yang
memang sudah mengenal jonathan dengan baik karena jonathan yang sudah sering ke
perusahaan saat masih jadi pengawal kasih yang berbeda sekarang posisi jonathan sebagai penerus Davis group dan O’neills yang berada di bawah naungan Davis group
Jonathan hanya tersenyum dan berjalan menuju ruangan miliknya yang berada di lantai 56
“pagi tuan” sapa radit memberi hormat
“pagi radit, sudah kau urus semua kan?” tanya jonathan
“sudah, kita ada beberapa pertemuan hari ini sampai jam 2 sesuai dengan yang anda minta” balas radit menjelaskan jadwalnya
“ok” balas jonathan
Melihat radit yang sudah keluar ruangannya jonathan menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi kebesarannya memejamkan matanya
__ADS_1
“bisakah kau seperti dulu lagi” gumam jonathan membayangkan kilatan pertemuan demi pertemuannya bersama ningrum selama 2 tahun belakangan