
Ningrum membuka laptopnya sambil mengerjakan tugas yang diberikan dosen saat perkuliahannya tadi di kampus
“ceklek” seseorang membuka pintu ruangan jonathan
Ningrum menoleh kearah sumber suara “maaf nyonya, ada tamu untuk bapak. Saya biarkan masuk atau bagaimana?” tanya cellin sekertaris jonathan
Ningrum mengerutkan keningnya “siapa? Kalau rekan bisnis bapak, bilang nanti saja kembali lagi , bapak sedang keluar rapat “ balas ningrum
cellin mengangguk “baik bu” balas celin keluar ruangan
Cellin menghampiri tamu yang mencari jonathan “maaf nona, bapak sedang keluar rapat jadi nanti saja anda kembali lagi “ ucap celin
wanita tersebut mengerutkan keningnya “kamu gak tahu aku?” tanya wanita muda berpakaian seksi menunjuk dirinya sendiri
Cellin menggeleng” tidak nona” balas celin yang memang tak tahu siapa wanita di hadapannya
“saya cassey john davis. Anak salah satu pemegang saham perusahaan ini.” Kesal cassey berniat masuk ke ruangan jonathan
Cellin langsung menghalangi cassey “maaf nona, saya tak peduli kalau anda anak pemilik saham perusahaan ini tapi yang pasti saya adalah sekertaris tuan O’neills jonathan pemimpin perusahaan ini jadi saya hanya akan patuh pada perintah atasan saya” ucap cassey tak tak takut sama sekali pada cassey
Cassey melipat tangannya di dada kesal dengan sikap cassey “kau berani!” bentak cassey yang tak dipedulikan celin sama sekali
Konsentrasi ningrum menjadi terganggu karena keributan di luar ruangan suaminya “siapa sih?” gumam ningrum berjalan kearah pintu
“siapa clelin, kok berisik banget?” tanya ningrum keluar dari ruangan jonathan
Cellin langsung membungkuk pada ningrum “maaf nyonya, orang ini ngotot mau ketemu bapak padahal saya sudah bilang untuk kembali nanti “jelas cellin
Cassey melirik tak suka kearah ningrum, yang ia tahu bahwa ningrum istri jonathan karena tuan William menunjukkan foto ningrum saat pernikahan pada john davis ayah cassey
Ningrum menatap cassey tak suka “mas jonathan sedang rapat, kembali saja nanti” ucap ningrum berniat kembali masuk ruangan
__ADS_1
Cassey yang tak terima dengan sikap ningrum, menghampirinya dan menarik tangan ningrum kasar “jangan sok belagu kamu! Kamu Cuma beruntung saja menikah dengannya! Sadar diri kamu hamil anak orang lain. Kalau bukan karena jonathan berbelas kasih padamu kamu masih jadi seorang janda sekarang!“teriak cassey angkuh
ningrum menautkan kedua alisnya “apa?” ningrum yang tak suka dengan ucapan cassey langsung memelintir tangan cassey dengan gerakan cepat “ diam kamu! Jangan sembarangan bicara padaku!” teriak ningrum kesal
Cellin menganga tak percaya bahwa istri bosnya jago bela diri “wah nyonya hebat “ ucap celin bertepuk tangan karena bangga dengan istri bosnya
Ningrum tersenyum kearah celin lalu kembali fokus pada cassey “aku gak peduli kau ada masalah apa ya denganku tapi aku ningrum bagaskara bukan seseorang yang mudah kau tindas!” bentak ningrum mendorong tubuh cassey menjauh
Ningrum menoleh kearah celin “kau urus dia ya cellin, aku ingin istirahat” pinta ningrum
Celin mengangguk “iya nyonya” balas cellin
Cassey menatap tak suka kearah ningrum “dasar kau!” teriak cassey berjalan ke arah meja cellin mengambil sebuah vas kaca dan melemparnya ke arah ningrum
“prank” terdengar suara pecahan kaca menggema di sepanjang lorong depan ruangan jonathan
Jonathan yang baru saja keluar lift mendengar suara pecahan kaca menjadi cemas dengan kondisi istrinya “ningrum” teriak jonathan langsung berlari menuju ruangannya yang kebetulan cukup jauh karena ruangan jonathan
berada di ujung lorong
“kau gak papa sayang?” tanya jonathan memindai setiap inci tubuh istrinya itu
“aku gak papa mas, yang luka cellin bukan ningrum, karena dia yang menahan vas bunga itu untuk ningrum ” ningrum melirik cellin yang sedang kesakitan karena pecahan kaca tak sengaja melukai cellin
Jonathan melihat cellin yang terkena pecahan kaca sampai bahunya terluka dan mengeluarkan banyak darah “radit bawa cellin ke rumah sakit” perintah jonathan pada radit asistennya
“baik pak” balas radit langsung membawa cellin menuju rumah sakit sesuai perintah atasannya itu
Jonathan kembali memindai tubuh ningrum “kau beneran gak papa?” tanya jonathan yang masih khawatir dengan kondisi ningrum
“gak papa mas” balas ningrum tersenyum kearah jonathan
__ADS_1
“kok bisa ada vas ngarah ke kamu?” tanya jonathan yang tak menyadari keberadaan cassey yang masih duduk di lantai karena didorong ningrum setelah melempar vas
“dia yang ingin melemparku mas” tunjuk ningrum pada cassey
Jonathan langsung melihat arah tangan ningrum. Matanya menatap tajam kearah cassey “berani sekali kau menyakiti istri hah!” teriak jonathan langsung menghampiri dan mencekik leher cassey
“dia yang tak sopan padaku” balas cassey dengan suara tercekat karena jonathan mencekik cassey sekuat tenaga
Ningrum yang melihat wajah cassey sudah membiru pun menghampiri jonathan “sudah mas, dia bisa mati” ucap ningrum agar jonathan melepas cekikannya
“biar saja dia mati, dia berani melukaimu” balas jonathan tetap mencekik cassey kuat
“mas, aku lagi hamil. Pamali kalau kau membunuh orang saat istrimu sedang hamil. Nanti anak kita bisa kenapa-napa” ucap ningrum menasehati jonathan agar dia mau melepaskan cassey
Jonathan langsung melepaskan tangannya dan menoleh kearah ningrum “emang ada yang begitu?” tanya jonathan penasaran
“iya mas, kalau gak pecaya tanya mama saja” balas ningrum
“ok” jonathan langsung menelpon mama kaila untuk menanyakan kebenaran itu pada mama kaila membuat ningrum melongo melihat kelakuan suaminya itu
Cassey terbatuk-batuk menghirup nafas sebanyak-banyaknya untuk menetralkan pernapasannya yang baru saja di cekik jonathan
Jonathan berjalan menghampiri ningrum setelah menelpon mama kaila “ternyata ucapan kamu benar rum, kata mama gitu. Kita harus hati-hati saat istri kita lagi hamil. Takut hal jelek menimpa anak kita” ucap jonathan tanpa rasa bersalah
“waaaah” mulut ningrum menganga lebar “sampai segitunya kamu mas gak percaya sama ningrum” ucap ningrum berkacak pinggang
Menyadari kemarahan istrinya jonathan jadi kelabakan “kamu marah?” tanya jonathan
Ningrum membuang mukanya kasar langsung masuk ke ruangan jonathan kembali “rum jangan marah” teriak jonathan ingin mengikuti langkah ningrum
Sebelum masuk ruangannya jonathan menatap tajam kearah cassey “pergi dari sini, sebelum kesabaranku hilang. Ibumu saja berani aku cekik di depan ayahmu karena dia mencoba melukai adikku” jonathan menatap tajam caseey sambil menunjuk ke arahnya “apa lagi kau yang mencoba menyakiti istriku. Aku pasti akan mencincangmu dan melemparnya ke bianatang buas” ucap jonathan tajam kearah cassey
__ADS_1
Jonathan membanting pintu kasar “lihat saja nanti. Aku pasti akan menjadikan perusahaan ini milikku dengan bantuanmu atau tanpa bantuanmu” gumam cassey melirik pintu ruangan jonathan tajam, lalu berbalik dan bergegas pergi meninggalkan kantor jonathan
jonathan segera mengahmpiri ningrum yang duduk di sofa dengan mode ngambeknya “sayang maaf” ucap jonathan memegang tangan ningrum “hekh” ningrum membuang mukanya kasar