
“Apa tujuanmu kembali?” tanya jonathan menggenggam erat tangan ningrum
Hati rafasya serasa tersayat melihat pemandangan di hadapannya “aku ingin istri dan anakku
kembali” pinta rafasya lirih
jonathan menajamkan matanya ke arah rafasya “tidak bisa, sekarang ningrum adalah istriku. Kami
menikah sah secara hukum dan agama, aku tak bisa melepaskannya” balas jonathan
menggelengkan kepalanya tak terima dengan permintaan rafasya
Rafasya memejamkan matanya, mengalirkan cairan bening dari sudut matanya, mengira hal ini akan terjadi
rafasya membuka matanya menatap jonathan lekat “apa kau mencintainya?” tanya rafasya
“tentu saja, tentu aku mencintai ningrum. Aku mencintainya dengan segenap jiwaku” balas jonathan sangat yakin dengan jawabannya
Semua orang ikut menangis melihat adegan seperti ini. Sungguh tuhan yang paling bisa membolak-balikan hati dan paling bisa memainkan takdir seseorang . Bagaimana bisa ningrum akan menghadapi kejadian seperti ini
kini rafasya menoleh ke arah ningrum “apa kau mencintai suamimu sekarang?” tanya rafasya
Ningrum mengangguk sambil meneteskan air matanya dalam diam “iya kak, aku cinta mas jo” balas ningrum
Rafasya memegang dadanya yang serasa sakit “ ini adalah kesalahanku karena aku yang tak langsung mengabari kalian tentang keadaanku. Andai dulu aku langsung mengabari kalian, mungkin pernikahan ningrum
dan jonathan masih bisa di tangguhkan ke pengadilan, dan kau masih tetap jadi istriku rum” ucap rafasya mengusap pipinya yang sudah basah sedari tadi
Rafasya menghela nafas panjang “kalau gitu, aku talak kamu rum. Pernikahan kita benar-benar berakhir sekarang” ucap rafasya dengan suara isak tangis yang menyayat hati
Ningrum hanya memejamkan matanya, dan menangis lirih
“tapi ada satu hal yang tak bisa aku lepaskan. Berikan hak asuh Arthur padaku. Dia anakku dan harus memakai nama keluargaku bukan nama keluarga orang lain” pinta rafasya
“tidak bisa!”teriak jonathan membuat Arthur terbangun dari tidurnya karena terkejut akan teriakan daddy nya
“kamu tidurkan lagi saja Arthur jo, biar kami yang lanjut bicara dengan rafasya” pinta mama kaila
Jonathan mengangguk patuh membawa Arthur menjauh dari pembicaraan sengit itu
mama kaila menatap rafasya “apa tak bisa kita bicarakan baik-baik nak rafasya. Walaupun ningrum dan jonathan yang mengursnya kau masih bisa bertemu dengannya dengan mudah nak. Tolong jangan pisahkan Arthur dari ibunya” pinta mama kaila
Ningrum makin terisak menahan sesak dalam dadanya “gak bisa mah, ningrum punya jonathan . mereka masih bisa punya anak lagi. Sedangkan aku?" rafasya menunjuk dirinya " Dengan keadaanku yang sekarang aku mungkin tak bisa punya anak lagi” ucap rafasya memperlihatkan kakinya yang duduk di kursi roda
Mama Karin yang menemani rafasya hanya menangis memegang bahu anak tunggalnya itu
“maaf sya bukan bermaksud menyinggungmu, tapi bukannya Mila mau menerimamu apa adanya? buktinya dia yang mengurusmu selama di jepang bukan?” ucap zian melirik kearah mila yang ikut hadir di sana yang duduk bersebelahan dengan rafasya
Zian tahu tentang mila karena mereka sempat mengobrol banyak sebelum kedatangan ningrum
“tetap saja, Arthur adalah anakku jadi dia harus ikut denganku” kekeh rafasya yang ingin merebut hak asuh arthur dari tangan ningrum
Ningrum makin terisak, sesenggukan tak mampu menahan air matanya lagi “maaf kak” ningrum menatap rafasya dengan rasa bersalah yang besar pada rafasya
Ningrum turun dari sofa berlutut di hadapan rafasya “maafkan aku kak” ucap ningrum mengatupkan tangannya di hadapan rafasya dengan isak tangis
mama kaila tak kuasa melihat tangis putrinya “jangan seperti ini rum” pinta mama kaila agar ningrum bangun
Ningrum tak mau bergeser “maafkan aku kak” pinta ningrum lagi
__ADS_1
Semua orang hanya diam dengan sikap ningrum tak mampu melarang ataupun mengiyakan
“tolong serahkan Arthur padaku rum, maka akan kakak anggap tak terjadi apapun. Dan kita bisa menjalani kehidupan kita masing-masing” balas rafasya
“hiks hiks hiks” ningrum sesenggukan dengan sesak di dada yang ia rasakan saat ini “aku gak bisa kak, aku gak bisa ngasih Arthur ke kakak” balas ningrum masih menangis sesenggukan
Jonathan yang sudah menidurkan Arthur dan meminta pelayan menjaganya
jonathan yang melihat ningrum sedang berlutut dan menangis, berlari menghampiri ningrum dan langsung berlutut di samping ningrum
"tolong berikan arthur padaku ningrum. aku janji kalian masih bisa menemui arthur kapanpun kalian ingin" pinta rafasya lirih
jonathan menghela nafas panjang “maafkan aku rafasya, dia tak bisa memberikan Arthur padamu karena dia
anakku” ucap jonathan dengan mata yang sudah berkaca-kaca
“kalian masih bisa punya anak lagi. Tidak denganku. Jadi biarkan Arthur bersama ayah kandungnya” ucap rafasya tetap kukuh dengan keputusannya
“Arthur anak kandungku. Bukan anak kandungmu maka itu ningrum tak bisa memberikan Arthur padamu” ucap jonathan lantang
“apa!” teriak semua orang. Ningrum makin menangis sesenggukan
“aku berdosa padamu, dan aku benar-benar minta maaf padamu” ucap jonathan membungkukkan kepalanya pada rafasya
“jangan mengarang cerita kau jonathan!” teriak rafasya
“dia hamil saat masih sah jadi istriku jadi bagaimana bisa kau bilang dia anak kandungmu!” teriak rafasya
“coba kau hitung bulan lahir Arthur?” ucap jonathan membuat semua orang menghitung bulan lahir Arthur
“Arthur lahir di bulan februari. Tapi kau sudah tak pernah pulang sejak bulan februari. semua orang tahu akan itu" jelas jonathan
“tanya mamamu yang ikut menunggu ningrum lahiran. Dia melahirkan sesuai HPL-yang disebutkan dokter” ucap jonathan
Rafasya melirik keaarah mama Karin “ iya sayang, benar kalau ningrum melahirkan sesuai dengan HPL dari dokter. karena kebetulan mama waktu itu bertanya pada perawat yang bertugas” balas mama Karin yang mengingat dirinya pernah bertanya tentang HPL ningrum
Rafasya menatap tak percaya kearah ningrum dan jonathan ‘kalian bermain dibelakangku?” tanya rafasya menggeleng tak percaya dengan kenyataan yang ia hadapi saat ini
“aku yang bersalah pada ningrum. Aku yang memanfaatkan rasa kesepiaannya saat kau tak ada dan berani menyentuhnya” ucap jonathan
“bugh” rafasya melempar vas bunga kearah jonathan membuat darah segar mengalir dari pelipis jonathan
karena jonathan memang tak menghindarinya
“berani sekali kau!” teriak rafasya penuh dengan amarah
Ningrum mengusap pelipis jonathan yang berdarah
“mas” ningrum makin terisak melihat suaminya terluka
Ningrum menatap rafasya dengan matanya yang sudah sembab karena terlalu banyak menangis “kami minta maaf kak, kami memang salah. Kami berdosa padamu” ucap ningrum
“akhhhhhhhh!!!!!!” teriak rafasya menggema ke penjuru ruangan
Mila menghampiri rafasya memeluk rafasya erat
“tenang sya, kamu belum sembuh betul” ucap mila tak tega melihat rafasya yang sedang terluka
“kalian tega sekali, tega” lirih rafasya menangis dalam pelukan mila “mereka tega sekali padaku mila. Aku sudah berusaha kuat agar cepat sembuh dan bisa kembali melihat anakku tapi nyatanya mereka menipuku”
__ADS_1
ucap rafasya menangis sesenggukan
***
Keluarga rafasya pamit pulang karena keadaan rafasya yang cukup memprihatinkan dan tinggallah ningrum dan jonathan sebagai tertuduh
“salah apa mama didik kalian” ucap mama kaila melirik ningrum, zian dan aditya secara bergantian
“kalian berdua ikut berjongkok di samping ningrum” teriak mama kaila pada zian dan aditya
Zian dan aditya berlari dan ikut berlutut di hadapan mama kaila, berbaris rapih sesuai urutan lahir mereka
Mama kaila melirik zian “kakak pertama menghamili anak orang, membuatnya kabur sampai detik ini” mama kaila beralih ke aditya “yang satu ini, menghamili anak orang gara-gara salah minum obat” ucap mama kaila
Miranda ingin ikut berlutut mendampingi aditya suaminya “mau apa kamu?” tanya mama kaila pada Miranda yang jalan mendekat
“nemenin mas aditya mah” balas Miranda
“kamu lagi hamil” ucap mama kaila melotot pada Miranda
Aditya menengok kearah Miranda “duduk diam saja, jangan ikut-ikutan” ucap aditya memeperingati miranda
“diam kamu!” teriak mama kaila membentak aditya
Mama kaila beralih melirik ningrum dan jonathan
“yang ini paling parah “selingkuh sampai punya anak!” kesal mama kaila
Mama kaila menoleh kearah ayah virza “salah apa kita mas?!” teriak mama kaila pada ayah virza
Ayah virza mengusap dadanya karena suara teriakan mama kaila yang begitu memekikkan telinga “ya sudah hapus dari ahli waris saja mereka, karena bangkang kamu” balas ayah virza datar
“plak” mama kaila memukul lengan ayah virza kesal
“ngasih solusi yang bener dikit napa? Dicoret juga mereka bisa cari duit sendiri kali mas” mama kaila menunjuk ke tiga anak-anaknya “mereka punya perusahaan sendiri” kesal mama kaila
“hiks hiks hiks” mama kaila menangis
ayah virza kebingungan saat kaila menangis “jangan nangis dong kai, mas gak tahu harus kasih kamu apa biar diam” ucap ayah virza membuat mama kaila melotot ke arahnya
Ningrum, zian dan aditya merangkak kearah mama kaila “maafin kami ya mah, kami memang salah” ucap ketiga saudara itu bergantian
“tau ah pusing” ucap mama kaila meninggalkan ketiga anaknya itu
Ayah virza menatap tajam ketiga anaknya “kalian bikin ayah pusing karena bikin mama kalian marah. Pikir sendiri solusi masalah kalian” ucap ayah virza menyusul mama kaila yang sedang ngambek
“gimana nih kak?” tanya ningrum pada kedua kakaknya
“kakak aja nyari Rebecca belum ketemu, suami kamu juga sih gak mau bantu kakak” ucap zian
melirik kearah jonathan
“ih kok aku sih, mama yang bilang gak boleh nolongin kakak” balas jonathan
“aku juga masih pusing karena Miranda masih di cuekin keluarganya” balas aditya
Ningrum, zian dan aditya duduk bersandarkan sofa besar di sampingnya
“pusing”
__ADS_1
ucap ketiga saudara tersebut bersamaan