Menikah Karena Perjodohan

Menikah Karena Perjodohan
penyesalan hafizhan (part 2)


__ADS_3

" salahku kau bilang? " ucap hafizhan dengan sorot mata tajam


bagaskara menautkan alisnya menatap hafizhan


" ini adalah salah mu merebut tunangan ku! " tunjuk hafizhan pada bagaskara


hafizhan menangis lirih menatap bagaskara kakaknya


"kau tahu betul aku sangat mencintainya, dia satu-satunya wanita dalam hidupku. tapi kau.... " hafizhan menatap tajam kakaknya " orang terdekatku dan orang yang paling aku sayangi tega merebut orang yang aku cintai di depan mataku " ucap hafizhan


tuan johan yang sudah mulai kesal dengan hafizhan pun ikut bersuara


"jangan salahkan kakakmu atas pilihan yang kau ambil! " bentak tuan johan


"kau yang menyakiti putriku tapi malah kau yang menyalahkan dirinya karena memilih kebahagiaan yang lain" tambah ayah hardy


mata hafizhan membelalak lebar menatap orang yang yang menyalahkan dirinya dan membela lilia serta bagaskara " kalian semua! " tunjuk hafizhan pada semua orang


"aku pasti akan menghancurkan kalian" teriak hafizhan


hafizhan menunjuk tuan johan dan nyonya yolanda " mulai detik ini aku bukan bagian keluarga adhitama! kalian bukan orang tuaku! " bentak hafizhan beralih pada bagaskara " dan kau bukan kakakku, akan ku pastikan menghancurkan mu yang sudah merebut apa yang jadi milikku! " ucap hafizhan dengan berapi-api


hafizhan beralih menatap lilia " dan untukmu" tatap hafizhan dengan sorot mata kecewa pada lilia " mulai detik ini aku membencimu dan akan mengubur rasa cintaku padamu. cintaku sudah mati bersamaan dengan penghianatan yang kau lakukan" teriak hafizhan bergegas meninggalkan rumah lilia dan bagaskara


lilia berdecih " ternyata seperti ini" lilia tertawa tapi air matanya jatuh dengan bebas dari sudut matanya


lilia menghela nafas panjang " tolong jaga virza untukku, aku lelah sekali dan ingin istirahat" lilia menaiki tangga dengan langkah berat dan isak tangisnya.


bagaskara berniat menyusul lilia, dan lilia yang menyadarinya menghentikan langkahnya " jangan melewati batasan mu kak" ucap lilia tanpa berbalik


"tapi lilia" bantah bagaskara


"aku benar-benar lelah kak" ucap lilia melanjutkan langkahnya


nyonya yolanda menghampiri bagaskara mengusap pundaknya mencoba menguatkan " yang sabar ya nak" pinta nyonya yolanda


flash back end


"begitulah awal kebencian ku pada bagaskara, dari situ aku selalu melakukan segala cara menyakiti mereka termasuk merebut perusahan keluarga adhitama dari tangan bagaskara" cerita tuan hafizhan tentang masa lalunya


"tapi setahuku mereka masih cukup berada saat ayah bagaskara hidup? " tanya kaila penasaran


tuan hafizhan tersenyum " awalnya aku ingin merebut semuanya, tapi saat aku melihat virza dan lilia, ada rasa tak tega jika membiarkan mereka tak punya apa-apa. jadi aku hanya sebatas menyusahkan hidup bagaskara saja" balas tuan hafizhan

__ADS_1


"lalu bagaimana anda bisa tahu kalau mas virza anak anda? " tanya kaila


"itu karena ayahmu" balas tuan hafizhan


kaila menautkan alisnya " ayahku? "


" saat itu ayahmu tak sengaja mendengar percakapan lilia dan bagaskara yang sedang berbincang di rumah sakit saat kau sedang di rawat di rumah sakit" ucap tuan hafizhan


kaila mengingat kembali saat ia pernah di rawat di rumah sakit " di saat itulah ayahmu tahu kalau virza bukan anak kandung bagaskara dan langsung memberitahukan ku" ucap tuan hafizhan


"memangnya mereka gak sadar kalau ada ayah di sana? " tanya kaila


"mereka tak mengenali ayahmu karena memang aku yang tak pernah mengenalkan sahabatku pada keluargaku. tapi ayahmu kenal betul lilia karena aku yang selalu menceritakan lilia pada ayahmu" ucap tuan hafizhan


" lalu tentang kecelakaan itu? " tanya kaila


tuan hafizhan menghela nafas panjang" waktu aku tahu virza bukan anak kandung bagaskara, aku langsung mencari cara mendapatkan rambut virza diam-diam dan langsung melakukan tes DNA setelah mendapatkannya. dan benar saja kalau virza anak kandungku. " tuan hafizhan mengusap pipinya yang sudah basah


" aku ingin meminta penjelasan pada bagaskara tapi dia malah menghindari ku. waktu itu aku minta bantuan doni ayah jancent untuk mencari tahu keberadaan bagaskara. tapi saat aku sudah tahu keberadaanya, kecelakaan itu terjadi dan ternyata lilia sedang bersamanya" tuan hafizhan mengingat kejadian kecelakaan itu


" malam itu hujan turun dengan deras dan jalanan licin, terjadi kecelakaan beruntun, termasuk aku yang mengalaminya. beruntung aku hanya mengalami luka kecil. aku berlari sekuat tenaga menghampiri mereka" tuan hafizhan mulai sesenggukan


" anda tidak berusaha menolongnya? " tanya lilia


tuan hafizhan menatap kaila


tuan hafizhan mulai mengingat kembali kejadian lalu


"lilia! " teriak hafizhan menghampiri bagaskara dan lilia yang terluka parah akibat bertabrakan dengan sebuah truk pengangkut barang


hafizhan melihat Bagaskara yang sudah berlumuran darah dan mengecek nafas bagaskara yang sudah tak sadarkan diri " kakak! " tangis hafizhan menyadari kakaknya sudah tiada


"hafizhan" suara lirih lilia melihat kedatangan hafizhan


"lilia" hafizhan panik mengeluarkan lilia dari dalam mobil dan menggendongnya menjauh sekuat tenaga


"aku akan membawamu ke rumah sakit" ucap hafizhan terus berlari di tengah hujan


"sudah cukup" pinta lilia dengan suara lirih karena sudah kehilangan banyak darah dan tahu ajalnya sudah makin dekat


"tidak lilia, aku harus membawa mu ke rumah sakit" balas hafizhan terus berlari dengan kaki yang kesakitan karena ia juga mengalami kecelakaan


lilia melirik kaki hafizhan yang robek dan ada darah segar mengalir "kalau kau masih mencintaiku, berhentilah" pinta lilia

__ADS_1


hafizhan mulai memperlambat langkahnya dan berhenti " kita harus ke rumah sakit, kau kehilangan banyak darah" ucap hafizhan dengan isak tangis merengkuh tubuh lilia dalam gendongan tangannya


lilia meminta hafizhan menurunkannya


" kemarilah" pinta lilia agar hafizhan mendekat


hafizhan menuruti keinginan lilia dan lilia pun langsung memeluknya " aku sangat merindukan ini" gumam lilia mengeratkan pelukannya


" kau bisa memelukku kapanpun setelah kau sembuh" balas hafizhan


lilia mulai terisak memeluk erat hafizhan


"maafkan aku zhan, karena keegoisanku membuatmu jauh dari keluargamu dan juga anakmu" ucap lilia


hafizhan menggeleng " ini bukan salahmu tapi salah bagaskara yang menutupi kehamilan mu padaku" balas hafizhan


lilia menggeleng menyanggah ucapan hafizhan


"ini bukan salah kak bagaskara zhan. ini adalah salah kita berdua yang tak bisa menjaga cinta kita" ucap lilia dengan suara lirih


"kak bagaskara sangat menyayangimu zhan, makanya dia tidak menceritakan perseteruan kita pada virza agar anakmu tak membenci ayahnya" tambah lilia


lilia melonggarkan pelukannya memegang kedua pipi hafizhan untuk menatap mata hafizhan " dia tidak pernah memaksaku balas mencintainya selama 16 tahun pernikahanku dengannya" ucap lilia


hafizhan menautkan alisnya " maksudmu? " tanya hafizhan


lilia tersenyum " kau tahu betul kan dia sangat mencintaiku tapi dia tak pernah memintaku untuk balas mencintainya dia selalu menghormati apa yang aku inginkan dan selalu memaklumi aku bahkan dia tak pernah sekalipun menyentuh ku selama 16 tahun ini, padahal aku tak pernah melarangnya. tapi dia selalu bilang kalau mencintai tak harus memiliki cukup membuatku nyaman aman di sampingnya itu sudah cukup untuknya" tambah lilia


"tapi dia tak memberitahukan ku tentang keberadaan anakku " balas hafizhan


"ini permintaanku zhan. dia memang tidak pernah menceritakan mu pada virza tapi itu agar virza tidak membencimu. tentu kau tahu betul alasannya? karena kau yang selalu menyusahkan kak bagaskara" ucap lilia sambil tersenyum


"tapi tetap saja dia menipuku" balas hafizhan tak Terima dengan penjelasan lilia


lilia kembali memeluk hafizhan "aku mencintaimu hafizhan" ucap lilia


"aku juga sangat, sangat mencintaimu lilia" balas hafizhan


"berjanjilah padaku" pinta lilia


"apa? " balas hafizhan dengan isak tangisnya merengkuh tubuh lilia


"jagalah anak kita dengan baik. dan jangan sakiti hatinya. dia jauh lebih menyayangi kak bagaskara ketimbang aku ibu kandungnya apalagi kau zhan ayah kandungnya yang tak pernah ia tahu" ucap lilia mulai hilang kesadaran

__ADS_1


tangan lilia mulai terjatuh dan jantungnya berhenti berdetak "lilia! " teriak hafizhan makin memperdalam pelukannya " kalau kau pergi aku akan membenci kak bagaskara seumur hidupku walaupun dia sudah meninggal" ancam hafizhan yang tak di respon oleh lilia


"lilia! " jerit pilu tuan hafizhan ditengah guyuran hujan memeluk erat tubuh lilia yang sudah tak bernyawa


__ADS_2