
***
Ningrum sedang duduk di hadapan raksa dengan menatap tajam kearah raksa yang sedang menyekapnya di rumah jonathan
“jangan terus memandangku seperti itu rum” pinta raksa dengan nada seolah bercanda pada ningrum
“untuk apa sebenarnya kakak melakukan ini?” tanya ningrum
Raksa merubah wajahnya serius kearah ningrum “ini pilihan terakhirku karena kau mengabaikanku dulu” balas raksa mengingat ningrum yang memilih menikah dengan rafasya
Ningrum duduk bersila sambil menyilangkan tangannnya di dada “jangan berlagak kau mengejarku karena mencintaiku? Aku gak bodoh” balas ningrum
Raka menatap lurus kea rah ningrum “aku memang menaruh hati padamu rum, dan aku sempat berfikir menikah denganmu dan membawamu pergi jauh dari sini ” balas raksa
“tapi pikiran jahatmu lebih dominan dari pada rasa sukamu padaku” timpal ningrum
Raksa terkekeh “aku juga sangat terluka ningrum. Aku menderita sejak kecil , dan keluargamu yang melakukannya padaku ” balas raksa
“cih” apa kau fikir aku akan percaya begitu saja?” tanya ningrum
“terserah kau percaya atau tidak? Yang pasti kebenarannya adalah keluarga besarmu yang menyebalkan itu yang menghancurkan hidupku!” bentak raksa
Ningrum membuang mukanya kasar mendengar penuturan raksa yang tak masuk akal bagi ningrum
“jangan coba-coba kau kabur ya rum, atau dia”tunjuk raksa pada bi rania yang terikat kaki dan tangannya “akan aku habisi” ucap raksa dengan penuh penekanan
Ningrum menatap pada bi rania yang menggelengkan kepalanya kearah ningrum yang tak bisa berucap karena mulutnya di laksban “yang penting kau tepati janjimu untuk melepaskan bi rania setelah mereka semua datang” balas ningrum menatap tajam raksa
“tenang saja aku pasti akan menepati janjiku padamu” ucap raksa menghampiri ningrum dan mengusap lembut pipi ningrum
Ningrum langsung menangkis tangan raksa kasar “jangan macam-macam kau!”teriak ningrum menatap tajam kearah raksa
Raksa tersenyum meremehkan “kita tunggu saja setelah kau jadi janda pasti kau akan menjadi milikku” tawa raksa memenuhi ruangan
Ningrum di jaga ketat menuju kamar pribadi jonathan yang berada di lantai 2 “masuk “pengawal raksa mendorong ningrum kasar
Ningrum menatap tajam kearah pengawal raksa “biasa aja”ucap ningrum dengan tatapan tajam pada para pengawal raksa
Para pengawal raksa meninggalkan ningrum dan menguci pintu kamar yang ditempati ningrum dengan cepat
__ADS_1
Ningrum berjalan bolak-balik dengan beribu pikiran dibenaknya “bagaimana caraku kabur?” gumam ningrum menggigit kuku jarinya
Ningrum mengedarkan pandangannya “ini kamar mas jo ya” ningrum mulai memindai setiap sudut kamar jonathan“ ini lantai dua ya” ningrum berlari membuka gorden kamar jonathan dengan cukup kasar
“apa?” ningrum menutup mulutnya dengan kedua tangan tak percaya dengan pemandangan di hadapannya
“apa ini?” ningrum terheran dengan kaca besar jendela kamar jonathan yang bersebelahan langsung dengan kamar pakaian ningrum
“apa dia sering melihatku?” gumam ningrum menatap tajam kearah jendela yang mengarah ke kamar pakaiannya
***
Pukul 1 dini hari, semua orang masih terjaga di tempat mereka masing-masing memikirkan bagaimana menyelamatkan ningrum dan cara menghadapi orang pesakitan macam tante fransiska dan raksa
Ningrum duduk di tepi ranjang dengan menatap jendela kamar yang terbuka lebar dengan tatapan kosong
“dak dak dak”terdengar suara papan yang di ketok membuat ningrum ketakutan
“apa itu” gumam ningrum meraih benda yang bisa dia gunakan sebagai pemukul jika ada yang datang
”dak” terdengar suara pintu dibuka
“mas jo” ningrum kaget dengan keberadaan jonathan yang bisa masuk dari balik pintu yang tak ningrum sadari sebagai sebuah pintu yang berada di sudut kamar jonathan
Jonathan lasngsung berlari kearah pintu untuk mengunci pintu “ceklek” jonathan berbalik kearah ningrum dengan langkah cepat
“ayo pergi rum” jonathan menghampir ningrum dan segera menariknya untuk membawanya pergi
Ningrum menahan tubuh jonathan dan memeluk jonathan “aku senang sekali bisa liat mas jo” ucap ningrum menyusupkan wajahnya di dada bidang jonathan dan menangis tersedu karena bisa bertemu jonathan di saat-saat
genting seperti ini
Jonathan membalas pelukan ningrum erat “mas juga seneng masih bisa bertemu denganmu”balas jonathan mengusap punggung ningrum lembut
Jonathan melonggarkan pelukannya “ayo buruan kita keluar” ajak jonathan yang ingin bergegas membawa ningrum keluar
“tunggu mas, bi rania masih di dalam, raksa memberikan sabuk bom di tubuhnya. Ningrum gak mau bi rania kenapa-napa” ucap ningrum tak ingin mengikuti jonathan pergi karena masih ada bi rania yang di sekap
“tapi nyawamu lebih penting rum”balas jonathan tak ingin ningrum dalam bahaya
__ADS_1
Ningrum menatap tajam kearah jonathan “nyawaku dan
bi rania sama-sama penting” balas ningrum tajam
Jonathan mulai cemas “tapi rum, kalau kau tetap disini seluruh keluargamu terancam di bantai, mereka sudah gila rum, mereka tak akan mudah di ajak kompromi” balas jonathan
Ningrum memegang tangan jonathan menggenggamnya erat “pasti ada jalan lain mas” balas ningrum
“tapi rum” jonathan ingin membantah tapi dia bingung harus dengan cara apa? Karena memang dirinya yang selalu kalah berdebat dengan ningrum selama ini
“ngomong-ngomong mas jo bisa masuk dari mana?” tanya ningrum penasaran dengan arah kedatangan jonathan dari pintu yang ia tak duga sama sekali
“dari sana” tunjuk jonathan pada rumah ningrum yang terpampang jelas ada di samping rumahnya dan terlihat dari jendela besar yang ningrum buka lebar gorden penutupnya
“mas jo punya jalan ke rumah ini, dari rumah ningrum?” tanya ningrum menyipitkan matanya kearah jonathan
“iya, dulu mas membuat rumah itu agar tetap bisa mengawasi kasih jika dia ingin sendiri, dan tak tahunya berguna saat ingin menyelamatkanmu” balas jonathan takut-takut dengan reaksi ningrum
“tapi tunggu dulu mas” ningrum mlirik jendela besar kamar jonathan “kalau sedekat ini mas berarti sering lihat aku gak pakai baju dong?” tanya ningrum menyilangkan tangannya di dada
Jonathan terkekeh dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal “maaf” jonathan langsung melambaikan tangannya
“tapi saat tahu kau akan berganti pakaian mas langsung tutup ko, gak sampai lihat semuanya” balas jonathan merasa bersalah
“lihat gak lihat, lagian juga sudah lihat semua” gumam ningrum lirih menatap tajam ke arah jonathan
Jonathan sayup-sayup mendengar gumaman ningrum “apa rum?” tanya jonathan memastikan pendengarannya
“udah ah, mas jo pulang aja, aku gak bisa keluar, kak raksa sudah janji akan melepaskan bi rania saat keluargaku datang” ucap ningrum
“tapi tetap bahaya buat kamu rum” ucap jonathan tak ingin meninggalkan ningrum seorang diri
“lagian mereka juga sudah pegang ayah dan suamiku mas, jadi ningrum gak punya jalan lain ” balas ningrum
“suamimu” gumam jonathan terbata
“aku harus disini mas, apa yang harus di hadapai. Hadapi saja” balas ningrum yakin
Jonathan memeluk ningrum erat “aku pasti menyelamatkanmu walaupun harus mempertaruhkan hidupku untuk itu” ucap jonathan makin mengeratkan pelukannya
__ADS_1
jonathan menguraikan pelukannya dan bergegas keluar menuju pintu yang tadi ia lewati
“aku akan memberitahunya mas, setelah ini semua selesai. Aku akan memohon ampun padanya” ucap ningrum menghentikan langkah jonathan