Menikah Karena Perjodohan

Menikah Karena Perjodohan
melihat kampus (season 2)


__ADS_3

Ningrum dan rafasya duduk berdampingan untuk sarapan “kok di tekuk gitu sih rum wajahnya?” tanya rafasya melihat ningrum yang makan sambil mengerecutkan bibirnya


ningrum melirik sekilas rafasya “ya kakak gak biarin ningrum turun dari tadi, kan ningrum laper kak” balas ningrum


kesal


rafasya mengusap kepala ningrum lembut “ya,deh kakak minta maaf sudah bikin sarapanmu telat” balas rafasya


Ningrum berkacak pinggang melototi rafasya “sarapan apa? Liat itu jam berapa?” tunjuk ningrum pada jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 11 siang


Rafasya terkekeh “kan kita bisa sekalian makan siang rum, gak perlu repot-repot sarapan langsung makan siang jadi satu” balas rafasya tanpa rasa bersalah


Ningrum membuang mukanya kasar “sudah lah, susah bicara sama kakak” balas ningrum kembali melanjutkan makannya


Rafasya tersenyum melihat istrinya yang sedang ngambek, merasa ningrum cantik dan menggemaskan


“kita ke kampus yuk rum” ajak rafasya


Ningrum menoleh ke arah rafasya  menautkan kedua alisnya “ngapain? kan ospeknya hari senin” tanya ningrum


rafasya menyendokkan nasi ke mulutnya “liat kampus lah, kan kamu belum pernah ke sana, biar gak asing dan bisa beradaptasi dengan baik saat kita akan ospek senin besok” jawab rafasya


“oh ya, ini sudah hari sabtu ya kak?” tanya ningrum yang di jawab anggukan kepala oleh rafasya


“ ngomong-ngomong kakak tetap kerja saat kita kuliah?” tanya ningrum


“masih rum, kakak kan bisa ngurus kerjaan kakak dari jauh.  pulang  kuliah  kakak  bisa balik


ke kantor lagi” balas rafasya


“kakak gak capek, harus bolak balik?” tanya ningrum


Rafasya mengusap kepala ningrum lembut “dulu juga kakak sering bolak-balik ke kampus dan


antar jemput kamu, nemenin kamu dan ngurus kamu yang lagi ngambek” balas rafasya


Ningrum terkekeh “gitu ya ka” gumam ningrum


ningrum teringat bahwa dirinya yang memang sering ngambek dan tak ada satupun keluarganya yang bisa mengatasi ningrum, hanya rafasya yang bisa membuat mood ningrum kembali baik


***

__ADS_1


Ningrum dan rafasya mendatangi kampus nusa bangsa untuk melihat lokasi yang akan menjadi tempat osbeknya dan menjadi tempat belajarnya nanti, selama menempuh S1


rafasya menggandeng tangan ningrum melihat kampus nusa bangsa “ra, kamu mau ngadain resepsi pernikahan kita kapan?” tanya rafasya di sela-sela acara berkelilingnya


Ningrum menghentikan langkahnya, rafasya menoleh ke arah ningrum, menaikan sebelah alisnya  “bisa gak nanti saja kita ngadain acara resepsinya , paling gak sampe kakak selesai S2 nya lah” ucap ningrum dengan suara lirih, takut menyinggung rafasya


Rafasya mengkerutkan keningnya “kenapa?” tanya rafasya


“kita nikahnya kan gitu, jadi nanti saja ya kita adain acara resepsinya” balas ningrum


Rafasya menunduk “kamu nyesel nikah sama kakak?” tanya rafasya dengan suara lirih


Ningrum menghela nafas, menangkup wajah rafasya “tentu saja tidak kak, ningrum bahagia


nikah sama kakak, tapi bisa kan kita tunda dulu. Kita bisa mulai dengan pacaran dulu ” ucap ningrum tersenyum lembut


Rafasya tersenyum sumringah “ehmm” rafasya mengangguk


Rafasya memperkenalkan area kampus yang sudah ia pahami betul, karena ia yang memang berkuliah S1 di sini selama 4 tahun


“gimana rum, sudah paham belum area-area kampus?” tanya rafasya


Ningrum menggeleng “ belum” balas ningrum


Ningrum meraih tangan rafasya “gak perlu kali ka, yang penting ningrum tahu gedung jurusan


ningrum, kalau tempat lain kan masih ada kakak yang bisa anter jemput ningrum” ucap ningrum mengedipkan sebelah matanya


Rafasya merangkul pundak ningrum mendekatkan ke dada bidangnya “iya juga. Abang akan


selalu nemenin kamu di sini” balas rafasya


ningrum mendongak ke arah rafasya “makan yuk kak”ajak ningrum


“ya sudah, yuk” balas rafasya


Ningrum dan rafasya bergandengan tangan menuju parkiran sambil bercanda gurau


“rafasya” panggil sesorang


Rafasya dan ningrum menoleh “kau” gumam rafasya

__ADS_1


Ningrum menatap tak suka perempuan di hadapannya yang datang mendekat kea rah mereka “kau


disini?” tanya gadis muda dengan penampilan seksi dan terkesan high class itu


Rafasya mengangguk “iya”


“ah kau lanjut kuliah disini? Ternyata kita berjodoh ya” balas mila tersenyum bahagia mengetahui rafasya melanjutkan S2 di kampus yang sama seperti dirinya


Ningrum yang mulai kesal, menggeser tubuh rafasya menjauh “jangan lupa, aku juga kuliah disini, ternyata kita juga berjodoh ya” ucap ningrum tersenyum tapi mengeluarkan tatapan tajam setajam sinar laser


Mila menatap jengah ningrum “kau mengikuti kakakmu ke sini toh” ucap mila dengan tatapan meremehkan pada Mila


“apa?” balas ningrum berkacak pinggang


Rafasya merangkul pundak ningrum “kalau kekasihku , ingin satu kampus denganku tak masalah kan?” tanya rafasya


Mila mendengus kesal “kekasih?” tanya mila


“iya, dia kekasihku” balas rafasya mengeratkan tangannya di pundak ningrum


Ningrum tersenyum senang dengan perlakuan rafasya “kau dengar kan, gak masalah kalau aku ngikutin kekasihku kuliah di mana” ucap ningrum tersenyum menang


Mila menghela nafas “selamat kalau gitu, permisi” mila memutuskan pergi dari hadapan ningrum dan rafasaya


Ningrum menatap kepergian mila dengan sorot mata tajam “jangan terlalu kuat melototnya sayang, nanti jatuh matanya” ejek rafasya


Ningrum berkacak pinggang “kakak nyebelin” balas ningrum


“nyebelin kenapa?” tanya rafasya


“ya nyebelin aja, sudah ada yang ngirim sinyal radar pelakor ke kakak aja” balas ningrum


Rafasya terkekeh “denger ya ningrum, mau ada yang suka kakak kaya gimana, itu sama sekali bukan urusan kakak karena yang kakak cintai itu kamu, bukan orang lain” balas rafasya


Ningrum memeluk erat rafasya “iya kak, ningrum percaya kok” balas ningrum


rafasya balas memeluk erat ningrum mencium keningnya "terima kasih sayang" ucap rafasya


***


Setelah cukup jauh dari rafasya dan ningrum, menoleh ke belakang, melipat tangannya di dada, menatap tajam ningrum “mungkin sekarang kau kekasihnya, tapi itu tak akan bertahan lama. Aku Mila Rahadian pasti akan mendapatkan apa yang di inginkannya.” Gumam mila menatap tajam ningrum “dan kau yang berusaha menghalangiku,  aku pasti akan menyingkirkanmu sejauh mungkin, bila perlu membuatmu tak bisa kembali lagi” mila menyunggingkan sudut bibirnya bergegas pergi

__ADS_1


tak jauh dari tempat ningrum dan rafasya ada seorang pria melihat dengan tatapan tajam. ia  berdiri di samping pohon besar memukulnya dengan tangan kanannya  cukup keras, mengepalnya kuat memeperlihatkan buku-buku tangannya  "aku tak akan merelakanmu dengan siapapun! kau hanya boleh jadi milikku hanya untukku! "gumam pria tersebut mengeratkan rahangnya menggertakan giginya kuat menahan amarah yang terlihat jelas dari sorot matanya yang sangat tak suka melihat rafasya dan ningrum berpelukan


__ADS_2