Menikah Karena Perjodohan

Menikah Karena Perjodohan
Bonus Chapter#13


__ADS_3

Masih berada di ruangan guru, pak Andika benar benar merasa malu saat melihat video putranya yang ternyata benar benar yang melakukan kesalahan. Pak Andika hanya tertunduk malu dan juga menyesali atas perbuatannya, ditambah lagi sang istri yang sudah memojokan istri Bos besarnya. Pak Andika benar benar ingin segera menghilang dari hadapan tuan Tirta.


Sedangkan bapak kepala sekolah dan para guru yang lainnya pun ikut tercengang saat melihat CCTV nya. Selain bapak kepala sekolah hanya terdiam dan merasa malu, ditambah lagi orang tua Zakka yang tidak lain adalah tuan Ganan yang menjadi penyumbang dana paling besar di sekolahan anak anak.


"Maafkan saya, Tuan. Saya benar benar tidak mengetahuinya, mungkin anak saya hanya membela diri. Sekali lagi maafkan saya, Tuan. Maafkan saya, pak kepala sekolah dan pak ibu guru, pak guru." Ucap pak Andika dengan gugup dan juga takut jika dirinya akan dipecat dari pekerjaannya. Tuan Tirta hanya diam dan tidak merespon ucapan dari pak Andika.


"Kalau begitu, saya permisi pak.. lain kali, tingkatkan pengawasan untuk anak anak. Ajarkan kejujuran yang paling utama, dan perilaku yang baik untuk membangun karakter anak anak didik kalian."


"Baik, Tuan. Akan saya tingkatkan kembali tingkat pengajarannya, terimakasih sudah mengingatkan kami selaku menjadi guru di sekolah kanak kanak." Ucap pak kepala sekolah dengan perasaan tidak enak, karena ulah para guru lainnya yang hampir saja akan menyalahkan putra dari tuan Ganan.


Setelah merasa cukup, tuan Ganan segera keluar dari ruangan guru. Sedangkan pak Andi segera mengekori Bos besarnya dari belakang.


"Silahkan keluar lebih duluan, biar aku yang berada dibelakang kamu." Perintah tuan Ganan, pak Andi sendiri hanya bisa nurut dengan apa yang diperintahkan oleh Bos besarnya. Dikarenakan dirinya merasa sudah membuat kesalahan besar.


"Baik, Tuan. Maaf, jika saya mendahului tuan Ganan." Jawabnya kemudian langkahnya mendahului Bosnya.


Ceklek, pak Andika membuka pintu dan sang istri menyambut sang suami dengan bangga. Nyonya Maura yang melihatnya pun merasa geli.


"Mamanya Zakka, sekarang giliran kamu yang akan masuk kedalam ruangan guru. Aku pastikan kamu akan kalah telak denganku."


"Jangan bilang seperti itu, tidak baik. Ayo kita pulang, aku tidak ingin mendapatkan masalah dengan orang lain." Ucap sang suami mengingatkan, namun sang istri tetap dengan percaya dirinya untuk terus mengejek nyonya Maura.


Maura yang selalu disudutkan oleh istrinya pak Andika hanya membalasnya dengan senyuman. Raut wajah pak Andika bertambah pucat saat menghadapi sikap istrinya.


"Ayo, kita pulang." Ajak pak Andika sambil menarik lengan istrinya.


Istri pak Andika tercengang saat melihat sosok tuan Ganan yang sedang berdiri didekat istri tercintanya.


"Sayang, ayo kita pulang." Ajaknya pada sang istri.


Ibunya Daniel yang tidak lain istrinya pak Andika selaku pekerja OB di kantor tuan Ganan hanya bisa bengong saat nyonya Maura digandeng tangannya.

__ADS_1


"Kamu lagi tidak berakting, 'kan?"


"Sayang, ayo kita pergi. Mereka berdua suami istri." Ucap pak Andika mengingatkan, tetapi sang istri tidak mempercayainya.


"Pak Bos, hati hati dengan wanita ini. Suka menggoda para lelaki, dan suka merebut suami orang." Ucapnya yang tanpa merasa malu, sungguh urat malunya sudah putus.


"Pintar sekali istrimu memfitnah istriku, tau darimana istrimu bisa menilai istriku sedetail itu. Kamu saya pecat, dan gaji terakhirmu akan segera di transfer di nomor rekening kamu." Ucapnya yang kemudian segera pergi meninggalkan kedua orang tua Daniel yang sedang tercengang saat mendengar ucapan di pecat.


"Sudah aku bilang, mereka berdua suami istri. Apa kamu tidak mendengar ucapanku. Sekarang kamu lihat sendiri, kan? sekarang aku sudah dipecat. Puas!!"


"Apa...!! kedua orang tua Zakka? aku tidak percaya, pasti bohong."


"Terserah kamu!! sekarang aku sudah tidak mempunyai pekerjaan, kalau kamu mau bekerja silahkan. Jika kamu tidak terima, itu urusan kamu." Ucap pak Andika langsung pergi meninggalkan sang istri yang tiba tiba menyesali akan perbuatannya. Istrinya pun mengikuti langkah kaki sang suami, yang akhirnya berjalan beriringan.


"Sayang, aku minta maaf. Aku akan meminta maaf kepada Bos kamu, agar kamu masih bisa bekerja disana."


"Terlambat!! tuan Ganan adalah Bos paling baik dan paling susah untuk dimintai untuk memohon. Tidak ada perusahaan yang gaji OB melebihi gaji PNS, kecuali perusahaan tuan Ganan."


"Tapi, sayang. Kita belum mencobanya, siapa tahu saja masih ada rasa kasihan terhadap kita."


"Maafkan, aku. Gara gara aku kamu kehilangan pekerjaan, aku kira ibunya Zakka orang tidak punya. Rupanya istri dari Bos besar kamu, aku menyesalinya. Maafkan aku, sayang."


"Sudahlah, itu pelajaran buat kamu yang suka memprovokasi aku. Ternyata memang kamu bibitnya. Kamu tahu, dampak dari ucapan kamu kepada putra kamu membuat Daniel semakin susah untuk dikendalikan."


"Aku minta maaf, aku mohon maafkan aku."


"Aku akan memaafkan kamu jika kamu benar benar berubah." Ucap pak Andika mengingatkan sang istri, ibunya Daniel pun mengangguk dan menyesali perbuatannya.


Setelah merasa cukup untuk berdebat dengan sang istri, keduanya segera pulang ke rumah.


*****

__ADS_1


Waktu jam pulang sekolah pun telah tiba, kini Zakka di jemput oleh sang kakek. Siapa lagi kalau bukan kakek Angga.


Didepan pintu gerbang, kakek Angga menunggu cucu kesayangannya. Tidak lama kemudian, ketiga cucu kembarnya tengah menghampiri sang kakek.


"Kakek." Ucap ketiganya serempak.


"Bagaimana belajarnya, apakah menyenangkan?"


"Tentu saja. Zakka mendapat nilai seratus, kek."


"Reynan juga seraaaatuuuusss... tapi.... dikurang sepuluh." Jawabnya menunduk takut dimarahi sang kakek.


"Kenapa kamu mesti takut, Rey. Kakek tidak akan marah, walaupun kamu mendapat nilai lima sekalipun. Karena itu memang kemampuan kamu, kakek tidak akan memaksamu. Kelak dewasa kamu akan mengerti antara nilai seratus dan sembilan puluh. Sekarang ayo kita pulang, kakek mau mengajak kalian berdua jalan jalan.


"Ney sedih.."


"Oooh iya, kakek lupa. Neyla dapat nilai berapa?"


"Seratus, kek."


"Seratus atau berapa, kakek tidak perduli. Kakek percaya, kalian bertiga adalah cucu cucu kakek yang pintar pintar. Tapi, tetap harus rajin belajarnya. Agar menjadi lebih baik dari yang sudah sudah." Ucap sang kakek sambil menggandeng cucu kembarnya.


Didalam perjalanan, ketiga cucunya sangat menikmati perjalanan sambil bercerita. Sedangkan kakek menjadi pendengar setia dari ketiga cucunya.


"Kakek, nanti kalau Zakka mau masuk sekolah SD, temani Zakka untuk memilih sekolahan yang Zakka sukai. Kakek mau, 'kan?"


"Memang kalian mau sekolah dimana?"


"Zakka belum tahu, kek."


"Neyla juga kek, mau ikut kak Zakka."

__ADS_1


"Reynan juga mau ikut Zakka, kek."


"Baiklah, nanti akan kakek temani jika kalian beritiga mau memilih sekolahan yang kalian sukai.


__ADS_2