Menikah Karena Perjodohan

Menikah Karena Perjodohan
penerus kerajaan bisnis keluarga (season 2)


__ADS_3

“maksud tuan?” tanya mas ojo menautkan kedua alisnya


Tuan William merangkul pundak mas ojo (sekarang di panggil jonathan ya berhubung sudah diceritakan nama aslinya) “kembalilah jadi  O’neills jonathan dan urus perusahaanku yang ada di Indonesia dan juga perusahaan


milikmu sendiri ” pinta tuan William


“tapi tuan” bantah  mas ojo


Tuan William melepas tangannya menatap manik mata jonathan “kumohon, jonathan jangan terus bersembunyi, hadapilah dunia dan jangan terus bersembunyi lagi  karena kematian orang tuamu, toh sekarang kasih banyak yang melindungi, bukan hanya kamu yang akan melindunginya  tapi ada  keluarga suaminya, dan kau tahu keluarga suaminya bukanlah keluarga biasa bukan? ” ucap tuan William menatap keluarga raka yang mulai berdatangan dan


sibuk membantu persiapan pernikahan raka dan kasih yang hanya 1 hari


"saya tidak pernah mengurus perusahaan tuan" balas jonathan


"jangan bilang tidak pernah, toh selama ini yang mengurus cabang di asia kau, walau kamu sibuk dengan urusan menjaga kasih. tapi urusan perusahaan terlaksana dengan baik" balas tuan william


jonathan menghela nafas panjang “akan saya pikirkan tuan” balas jonathan


“saat kasih sudah menikah tolong jangan panggil saya tuan  lagi. Kau sudah aku anggap sebagai anakku , kakakknya kasih jadi panggil saya  daddy sama seperti kasih. Bagi saya kalian berdua adalah harta paling


berharga di  hidup saya” ucap tuan William


“iya tuan” balas jonathan


***


Ningrum berlari ke kamar kasih dengan membawa sekumpulan orang berpakaian seragam abu-abu dan terlihat rapih dan membawaserta beberapa  pakaian bersama mereka


“kasih”teriak ningrum girang masuk ke kamar kasih


Ningrum membawa gaun kebaya panjang, berwarna putih di tangannya dengan senyum mengembang “ini aku bawa pakaian untukmu” ucap ningrum menunjukkan pakaian yang ia bawa


Kasih menoleh kearah ningrum yang begitu banyak membawa baju dan rombongan wanita berseragam  abu-abu “banyak amat yang kamu bawa rum?” tanya kasih heran dengan banyaknya jumlah baju yang ningrum bawa


“tadi aku bingung milih yang mana, semuanya bagus jadi aku bawa semua aja. Lagian om raka bilang pakai sesukaku” balas ningrum menunjukkan black card milik om nya itu


Kasih menggelengkan kepalanya “bilang saja kamu pengen nguras uang om kamu” ledek kasih


“sekalian”kekeh ningrum “ayo pilih yang mana, biar penata riasnya bisa menyesuaikan dandanan kamu dengan gaunnya" tambah ningrum


“iya” balas kasih mengangguk mulai memilih pakaian yang di bawa ningrum

__ADS_1


Nyonya janet menghampiri ningrum “kamu ningrum ya?  anak kaila dan virza?” tanya nyonya janet


“iya tante, tante kenal orang tuaku?” tanya ningrum yang belum tahu kalau yang di ajak bicara adalah orang  tua kasih


“dia mommy ku  rum”ucap kasih memberitahu ningrum yang bingung dengan lawan bicaranya


“ah, tante mommy janet, mamanya kasih?” tanya ningrum


Nyonya janet mengangguk “iya, saya mommy kasih” balas nyonya janet


ningrum tersenyum kagum “tante cantik banget, makanya kasih juga cantik” ucap ningrum


“kamu juga cantik seperti mamamu ” balas nyonya janet


“terima kasih tante” balas ningrum tersenyum ramah


Kasih mulai di dandani oleh tim perias yang di bawa oleh ningrum


***



Kediaman kasih sudah mulai ramai dengan para tamu dari pihak keluarga kasih dan raka. walaupun terbilang persiapannya yang begitu singkat tapi rafasya bisa menyulap kediaman kasih menjadi aula pernikahan yang megah


“kalau mama sih gak gugup, biasa saja, tapi kalau ayahmu mungkin gugup banget” kekeh nenek angel mengingat acara pernikahannya dulu


“gimana ceritanya?” tanya raka penasaran


“dulu mama hampir menikah dengan orang lain tapi ayahmu datang menghentikan pernikahan mama” balas nenek angel


‘kok bisa? “ tanya raka yang tak tahu cerita pernikahan orang tuanya dulu


nenek angel menepuk bahu raka melihat kasih yang mulai turun dari tangga “nanti saja kita cerita lagi, sekarang konsen saja dengan acara pernikahnamu” balas nenek angel


Tuan William duduk di hadapan raka “sudah siap?” tanya tuan William


“gugup om” balas raka


Semua orang tertawa mendengar jawaban jujur dari raka “kenapa gugup, kemarin saja waktu datang meminta anakku kau tak gugup?” tanya balik tuan William


“entahlah, aku takut nantinya salah ucap, dan membuat pernikahan ini tertunda” balas raka

__ADS_1


“tenanglah, yakin kalau kau bisa “ balas tuan William


Tak lama berselang  kasih mulai berjalan mendekat ke arah raka  dengan di dampingi  ningrum dan nyonya janet membantu memegang kain kebaya kasih yang menjuntai cukup panjang


Raka begitu terpesona dengan kecantikan kasih yang terpancar jelas “cantik sekali” gumam raka melirik calon istrinya itu


Raka terus melirik kasih tanpa berkedip sampai tak terasa bahwa kasih sudah duduk di sampingnya


“bisa kita mulai?” tanya tuan William mengajak raka untuk berjabat tangan


Raka masih terdiam termenung  memandangi kasih “raka” panggil tuan William yang masih tak di dengar raka


Kasih pun menoleh kearah raka “abang” panggil kasih


“ah  ya” jawab raka terkejut


“itu daddy manggil abang dari tadi” ucap kasih melirik ke arah tuan william


Raka langsung menoleh kearah tuan William menggaruk tengkuknya yang tak gatal  “maaf om” ucap raka cengengesan


tuan menggelengkan kepalanya melihat tingkah calon menantunya itu “nanti kau juga bisa melihatnya tiap hari setelah selesai acara ijab Qabul” ucap tuan William


Tuan William menjabat tangan raka “saudara raka wirayudha saya nikahkan dan kawinkan   engkau dengan putriku yang bernama kasih William Davis dengan  maskawin berlian 26 gram


dan  uang 5 miliar dibayar tunai” ucap tuan William mengguncangkan tangan raka


“saya terima nikah dan kawinnya Kasih William Davis dengan maskawin tersebut di bayar tunai” balas raka dengan suara lantang


“SAH” semua orang mengucap kata sah menandakan kasih sekarang istri raka wirayudha yang sah


Semua orang melantunkan doa dengan khidmat atas pernikahan raka dan kasih. acara di lanjutkan dengan Semua orang mulai menyalami kasih dan raka memberi doa dan selamat pada raka dan kasih.


***


Semua orang mulai pamit pulang dan tinggal keluarga kasih, rafasya dan ningrum sekaligus keluarga raka di sana


“kamu bahagia non?” tanya jonatahan di sela-sela obrolan dengan keluarga besar yang baru terbentuk karena ikatan pernikahan raka dan kasih


Kasih mengangguk “bahagia mas” balas kasih tersenyum


tuan william yang mendengar obrolan kasih dan jonathan menyela obrolan mereka “jangan panggil kasih non lagi, kau tak ingat dengan pembicaraan kita tadi siang?”  tuan William mengingatkan jonathan

__ADS_1


Kasih dan semua orang yang masih berkumpul menoleh kearah jonathan “pembicaraan apa?” tanya kasih menoleh  kearah tuan William meminta jawaban


__ADS_2