Menikah Karena Perjodohan

Menikah Karena Perjodohan
Terima Kasih Pada Ayah Mertua


__ADS_3

Sebelum saya menulis lanjutan kisahnya. disini saya mau mengucapkan Mohon maaf untuk para pembaca yang sudah setia membaca novel "Menikah Karena Perjodohan" karena keterlambatan saya dalam update selama satu bulan ini. hal ini dikarenakan saya sedang berkonsentrasi mengurus ayah saya yang sedang sakit dan butuh perawatan yang cukup lebih intens dari saya selaku anak.


dan berhubung keadaan ayah saya yang sudah cukup mulai membaik. saya akan lebih giat berusaha untuk menulis dan lebih banyak update agar mengganti kekecewaan para pembaca


terima kasih


*****


Virza mulai memeriksa berkas-berkas yang ada di hadapannya dengan fokus juga membaca dengan teliti setiap isinya sesuai permintaan kaila


"suamiku memang tampan saat sedang bekerja" batin kaila sambil memandangi virza yang tengah fokus bekerja


waktu terus berjalan, kaila mulai merasa bosan dan lelah, tak terasa kaila pun tertidur di sofa sambil memeluk boneka yang ada di ruangan virza


boneka itu ada di ruangan virza, sengaja virza sediakan untuk kaila saat ingin tidur di kantornya agar membuat kaila nyaman


"akhirnya selesai juga kerjaan" gumam virza saat menandatangani berkas terakhir


virza menengok jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 6 sore " wah mas terlalu serius kerjanya sampai lupa waktu ya kai" ucap virza menengok ke arah kaila


"ternyata kau tertidur" gumam virza tersenyum melihat kaila yang sudah tidur pulas


virza menghampiri kaila yang berada di sofa, ia berjongkok dan memandang kaila yang tengah tertidur "saat tertidur pun kau begitu cantik" gumam virza mencium kening kaila cukup lama


merasa ada yang mengusik tidurnya kaila mulai membuka mata lalu tersenyum saat wajah suaminya yang pertama kali ia lihat saat bangun tidur


"mas sudah selesai kerjanya"tanya kaila beranjak duduk, dengan sigap virza membantu kaila untuk duduk


"sudah, barusan saja mas selesai. maaf ya kai padahal mas tadi bilangnya sebentar tapi ternyata cukup lama, pasti sakit ya badannya karena tertidur di sofa" ucap virza memijat bahu kaila


kaila menikmati pijatan tangan kaila "gak sakit kok mas, tadi cuma bosan saja jadi mending kai tidur dari pada ganggu mas kerja" balas kaila


virza menoel hidung kaila gemas " emang istri mas ini pengertian sekali" ucap virza


tiba-tiba kaila teringat sesuatu "ya ampun mas! kai lupa zian! gimana ini!" teriak kaila panik mengingat zian anaknya


virza mengusap telinganya yang terasa berdengung akibat teriakan kaila yang memang cukup keras "kebiasaan banget sih kai kalau teriak kaya badai, tiba-tiba gitu" keluh virza merasa sakit telinga setiap kaila teriak


kaila sama sekali tak memperdulikan keluhan virza, yang ada dalam pikiranya hanya zian anaknya "ya zian pasti marah sama kaila kan kai sudah janji bakal di rumah sebelum dia sampai rumah, terus ini apa mas?" balas kaila menunjuk jam tangannya sudah menunjukkan 6 sore, yang itu tandanya zian sudah pulang sekolah sejak tadi jam 2


virza menepuk keningngnya "ya ampun kaila sayang kamu lupa ya?" tanya  virza


kaila menautkan kedua alisnya "lupa apa?" tanya kaila bingung

__ADS_1


"kan kamu yang bilang zian mau jalan-jalan ke korea minggu depan" balas virza


"terus hubungannya apa? kan perginya minggu depan nah ini kan masih di indonesia ya pasti dia marah lah mas" balas kaila tak paham dengan pernyataan virza


virza menghela napas panjang "emang perginya minggu depan tapi kan kakek sudah bilang mau ngajak zian belanja persiapan liburaan mereka" ucap virza


kaila memukul keningnya "ya ampun kok bisa lupa gini ya mas" ucap kaila


"itu karena kamu terlalu memikirkan anakmu jadi kamu khawatir kalau sampai dia marah" balas virza memeluk kaila


"ya sudah pulang yuk ini sudah malam" ajak virza membantu kaila berdiri


"yuk" jawab kaila langsung menggandeng lengan virza


sesampainya di dalam lift tiba-tiba timbul keinginan di hati kaila "mas boleh gak kita ke pantai dulu?" pinta kaila penuh harap


virza mengerutkan keningnya "pantai mana sudah malam gini?" balas virza heran dengan keinginan kaila yang tiba-tiba


"ya kemana kek, kai pengen jalan-jalan ke pantai berdua sama mas" balas kaila mengerucutkan bibirnya


melihat raut wajah kaila, virza menjadi tak tega untuk menolak "ya sudah kita ke pantai" balas virza mengiyakan keinginan kaila


"asyik" teriak girang kaila mendengar ucapan virza suaminya


kaila yang melihatnya heran " kok kita malah balik ke lantai atas sih mas? katanya mau kepantai?" tanya kaila


"sudah tenang saja" balas virza tersenyum ke arah kaila


tak berapa lama virza dan kaila sampai di lantai paling atas gedung kantornya


"kita ngapain disini mas?" tanya kaila kebingungan sambil melihat sekeliling


virza tersenyum " liat tuh" ucap virza menunjuk ke atas


"bukannya itu helikopter? emangnya kenapa? eh kok kayanya mau mendarat disini sih mas" ucap kaila yang melihat helikopter itu menuju atap gedung kantor suaminya


"katanya kamu mau ke pantai, jadi lebih cepat kalau kita naik ini" ucap virza lalu menggandeng tangan kaila masuk helikopter


virza menggandeng tangan kaila memasuki helikopter


"wah pemandangan saat malam bagus ya mas" ucap kaila melihat ke arah jendela


"iya sayang bagus" balas virza ikut melihat apa yang dilihat kaila

__ADS_1


perjalanan 45 menit di tempuh kaila dan virza untuk sampai tempat tujuan


virza membantu kaila untuk turun, kaila langsung berlari ke arah pantai karena girang " wah pantainya indah banget" teriak kaila berlarian di sepanjang pantai dengan bertelanjang kaki


virza tersenyum melihat tingkah kaila dan mengikutinya perlahan " mas sini geh" pinta kaila


virza pun berjalan dengan langkah cepat untuk menyusul kaila lalu memeluknya erat


"apa sayang?" tanya virza sambil mencium pipi kaila


kaila menikmati setiap sentuhan suaminya, lalu menggandeng tangan virza untuk berjalan bersama "pantainya bagus banget ya mas, kaila baru pertama kali ke sini dan indah banget, lain kali kita kesini sama zian ya mas" pinta kaila


"iya kapanpun kamu mau kita bisa kesini" balas virza


kaila mendongak menatap wajah suaminya "mas tau dari mana tempat ini? kok kaila baru tahu dan juga pantainya sepi gak ada orang, apa gak ada orang yang tau tempat ini ya mas" tanya kaila melihat keadaan pantai yang cukup sepi


"ini tuh vila pribadi sayang, jadi hanya beberapa orang saja yang datang karena kalau mau sewa tempat ini harus merogoh kantong cukup dalam" balas virza


kaila menunduk lesu mendengar penuturan virza suaminya "maaf ya mas, kalau kaila bikin mas ngeluarkan banyak uang" ucap kaila merasa enak hati


virza terkekeh " apaan sih kamu kai cuma ngeluarin bahan bakar helikopter ya gak mahal lah" balas virza mengacak-ngacak rambut kaila karena gemas


"ya kan kata mas sewa tempat ini mahal" balas kaila


"sewanya emang mahal tapi kan untuk kita mah gak perlu sewa. jadi mas gak keluarin uang banyak"  virza mengelus pipi kaila lembut "kalaupun emang harus mengeluarkan uang banyak, mas gak maslah dengan itu. apalagi jika hal itu membuat kamu bahagia" balas virza


kaila membelalakan matanya lebar "tempat ini punya mas?" tanya kaila penasaran


"bukan" balas virza datar


"lah terus kok mas bilang gak perlu sewa?" tanya kaila


"ya karena tempat ini punya kamu karena tempat ini atas nama kamu jadi gak perlu bayar lah" balas virza


"mas beliin tempat ini buat kai" tanya kaila berkacak pinggang


virza terkekeh "bukan sayang, ini dulu ayahmu yang beli buat kamu tapi semenjak kita menikah, ayah minta mas buat mengelolanya karena dia bilang pasti kamu gak bisa mengelolanya jadi beliau mempercayakan tempat ini pada mas" balas virza


"ayah beliin ini buat kai?" tanya kaila


"iya sayang, keliatannya ayahmu hidup sederhana tapi dia menyiapkan banyak aset untukmu tanpa campur tangan kakek kamu" balas virza menceritakan aset yang di siapkan ayah kaila untuk putri satu-satunya


"dan perlu kamu tahu , pemasukan tempat ini dulu sangat membantu keuangan perusahaan mas, makanya mas sangat berterima kasih banget sama ayahmu dan selalu menuruti keinginannya dan mas juga berterima kasih karena ayah memberikan putrinya yang cantik dan baik hati sama mas" tambah virza tersenyum

__ADS_1


"iya emang mas harus banyak berterima kasih sama ayah kaila" balas kaila bangga pada ayahnya


__ADS_2