Menikah Karena Perjodohan

Menikah Karena Perjodohan
tahu keluarga kasih (season 2)


__ADS_3

Ningrum, kasih dan nenek angel sedang berkutat di dapur untuk memasak makan malam


“ini mah kasih gak ikutan belajar masak kaya ningrum nek, tapi dia jadi kokinya nenek yang jadi asistennya” ucap ningrum melihat kelihaian kasih dalam memasak berbagai macam masakan


Kasih tersenyum “ah ini bukan apa-apa, dulu aku sempat belajar memasak di hotel om, karena bosan mau apa? jadi aku bisa masak dikit-dikit” jelas  kasih


“bosen aja bisa bikin masaknya  pinter gini” ucap ningrum mengacungkan jempol sambil mencicipi masakan kasih yang memang begitu enak


“iya, tante gak nyangka loh, kalau tante bisa kalah masaknya di banding kamu padahal tante sudah masak bertahun-tahun” ucap nenek angel


“terima kasih”balas kasih tersenyum ramah


Setelah semua masakan matang, para pelayan mulai menatanya di piring. Sedangkan ningrum,


kasih dan nenek angel mengobrol di ruang keluarga, sambil  menunggu kepulangan kakek sakti


“gak papa ya, kalau kita tunggu suami tante pulang?” tanya nenek angel pada kasih


“gak papa tante” balas kasih


Terdengar suara deru mesin mobil berhenti di halaman depan


“itu pasti kakek rum, nenek kesana dulu” ucap nenek angel bergegas menyambut kedatangan suaminya


“malam sayang”sapa kakek angel memeluk nenek angel


“malam juga” balas nenek angel mengambil tas bawaan kakek sakti dan menyuruh pelayan menaruh di tempat biasanya


“ada tamu?” tanya kakek sakti yang tadi  melihatada  2 mobil terparkir di halamannya


“itu ada ningrum sama temannya” balas nenek angel


Kakek sakti dan nenek angel  berjalan memasuki rumah mereka menghampiri ningrum dan kasih


“kakek” teriak ningrum menghambur memeluk kakek sakti


“masih manja saja kamu, padahal sudah nikah” ucap kakek sakti mengelus puncak kepala ningrum


“iya, soalnya kalau ningrum gak manja kan gak ada yang dimanja kakek lagi secara mana


mau mama sama om raka manja-manja sama kakek” kekeh ningrum


“dasar cucu ngeselin”ucap kakek sakti  menjewer telinga ningrum gemas


“mas, ada tamu, malu” bisik nenek angel


Kakek sakti melepas jeweran ningrum beralih menatap ke arah  kasih


“ini?” tunjuk kakek sakti ke arah sakti


Kasih meraih tangan kakek sakti dan mencium punggung tangan kakek sakti “saya kasih teman kampus ningrum” balas kasih


“makan dulu yuk mas,  tadi kita sudah masak banyak” ajak nenek angel menuju meja makan


Kakek sakti terpana dengan berbagai hidangan di meja makan “ini kalian yang masak semuanya ?”


tanya kakek sakti


“lebih tepatnya nenek sama kasih yang masak kek, ningrum mah Cuma bantu nyuci sayuran doang” kekeh  ningrum

__ADS_1


“iya mas, ini aku sama kasih yang masak, tapi lebih banyak kasih sih yang masak”kekeh nenek angel


Kakek sakti mulai mencicipi masakan yang ada di hadapannya “hmmm enak” ucap kakek


sakti saat menelan masakan gurami asam manis buatan kasih


“makasih ya kek” balas kasih


“ini masakan kamu?” tanya kakek sakti saat mendengar kasih yang mengucapkan terima kasih


“iya


kek” balas kasih


“wah


makan gak nunggu kita dulu loh” ucap raka dan rafasya yang datang bersamaan


Rafasya


memilih duduk di samping istrinya dan raka duduk di samping kasih


“kamu


ikutan masak rum?” tanya rafasya


“heehehe


Cuma bantu nyuci sayur kak” balas ningrum


Rafasya mengusap kepala ningrum lembut “gak masalah sayang kalau kamu gak bisa masak,


Raka berdecih " dasar bucin akut" ledek Raka


"biarin, kamu belum tiba giliran aja, paling nanti kamu lebih parah dari aku" balas rafasya


Raka mulai mencicipi masakan kasih “emmm enak, ini masakan siapa? Kayanya bukan


masakan mama?” tanya raka


“itu masakan kasih” balas nenek angel


Raka menoleh pada kasih “kamu yang masak?” tanya raka tak percaya


“iya aku, kalau abang mau kasih bisa masakin abang lagi lain kali" balas kasih


“abang!” teriak kakek sakti dan rafasya bersamaan


“sejak kapan kamu pacaran sama teman ningrum?” tanya rafasya


Kakek sakti mengangguk “iya sejak kapan kamu pacaran sama teman ningrum? Kok gak


cerita-cerita?” tanya kakek sakti


Raka melirik ayah dan suami keponakannya itu dengan mulut masih penuh “siapa yang


pacaran?” tanya raka kesusahan menelan makanannya


“itu, dia panggil kamu bang”tunjuk kakek sakti dan rafasya bersamaan menunjuk kasih

__ADS_1


Raka buru-buru menelan makanannya  “emang


kalau manggil bang pasti pacaran?” tanya raka balik


“ya enggak sih om, Cuma kan rada aneh aja secara kita semua yang seumuran sama om


ikut manggil om dengan panggilan itu karena kita dekat dengan ningrum dan kakak-kakaknya, Miranda sama kakaknya juga gitu, jadi aneh kan kalau teman ningrum manggil om dengan sebutan abang” jelas rafasya


“iya sih, tapi kami gak pacaran” balas raka


Kasih yang merasa terbawa-bawa ikut bicara “maaf kalau aku buat salah paham, kami


memang tidak pacaran, aku manggil abang hanya karena tak enak saja manggil om,


padahal abang kan masih muda jarak usia kami hanya beberapa tahun saja tak sampai belasan tahun jadi aku putuskan panggil abang” balas kasih


“kenapa tidak kak seperti aku atau mas?” tanya rafasya


“kak itu panggilan pada teman atau kenalanku sedangkan aku mengenal bang raka karena


ningrum jadi kesempatanku bertemu dengannya hanya karena ningrum,  kalau mas itu biasa aku pakai untuk para pekerja di rumah jadi berasa gak enak saja” kekeh kasih


“oh”


mulut semua orang membulat paham kecuali ningrum dan raka yang sudah tahu alasannya


“eh kasih juga panggil aku tante tau mas, gak kaya yang lain panggil nenek, berasa


masih muda deh”girang nenek angel pada suaminya


Kakek sakti membelalakan matanya lebar “dia panggil kamu tante? kenapa panggil aku kakek?”


tunjuk kakek sakti pada dirinya sendiri


Semua orang tertawa melihat kekesalan kakek sakti


“maaf kek, kalau gitu saya panggil om saja” ucap kasih tak enak hati


Kakek  sakti tersenyum “ok kalau gitu”


Ya sudah ayok makan lagi” ajak kakek sakti


“ngomong-ngomong kamu pintar masak ya?’ tanya raka


“terima kasih bang, bilang kasih pintar masak padahal dulu kasih Cuma banyak liat koki


john masak, gak benar-benar dia ajar masak olehnya" balas kasih


“koki john, john calvin ?” tanya kakek sakti


Kasih mengangguk “iya”


“john calvin yang bekerja di hotel light di jerman?” tanya kakek sakti memastikan yang dijawab anggukan kepala oleh kasih


“bagaimana kau bisa belajar di sana?” tanya kakek sakti penasaran tentang kasih yang bisa mengenal koki john calvin yang bekerja di hotel ligt, hotel terbesar di eropa


“kasih sering di sana, karena om kasih  pemilik


hotel light” balas kasih

__ADS_1


"haaaaaaa? " mulut kakek sakti terbuka lebar karena terkejut


__ADS_2