
Ningrum, kasih dan nenek angel sedang berkutat di dapur untuk memasak makan malam
“ini mah kasih gak ikutan belajar masak kaya ningrum nek, tapi dia jadi kokinya nenek yang jadi asistennya” ucap ningrum melihat kelihaian kasih dalam memasak berbagai macam masakan
Kasih tersenyum “ah ini bukan apa-apa, dulu aku sempat belajar memasak di hotel om, karena bosan mau apa? jadi aku bisa masak dikit-dikit” jelas kasih
“bosen aja bisa bikin masaknya pinter gini” ucap ningrum mengacungkan jempol sambil mencicipi masakan kasih yang memang begitu enak
“iya, tante gak nyangka loh, kalau tante bisa kalah masaknya di banding kamu padahal tante sudah masak bertahun-tahun” ucap nenek angel
“terima kasih”balas kasih tersenyum ramah
Setelah semua masakan matang, para pelayan mulai menatanya di piring. Sedangkan ningrum,
kasih dan nenek angel mengobrol di ruang keluarga, sambil menunggu kepulangan kakek sakti
“gak papa ya, kalau kita tunggu suami tante pulang?” tanya nenek angel pada kasih
“gak papa tante” balas kasih
Terdengar suara deru mesin mobil berhenti di halaman depan
“itu pasti kakek rum, nenek kesana dulu” ucap nenek angel bergegas menyambut kedatangan suaminya
“malam sayang”sapa kakek angel memeluk nenek angel
“malam juga” balas nenek angel mengambil tas bawaan kakek sakti dan menyuruh pelayan menaruh di tempat biasanya
“ada tamu?” tanya kakek sakti yang tadi melihatada 2 mobil terparkir di halamannya
“itu ada ningrum sama temannya” balas nenek angel
Kakek sakti dan nenek angel berjalan memasuki rumah mereka menghampiri ningrum dan kasih
“kakek” teriak ningrum menghambur memeluk kakek sakti
“masih manja saja kamu, padahal sudah nikah” ucap kakek sakti mengelus puncak kepala ningrum
“iya, soalnya kalau ningrum gak manja kan gak ada yang dimanja kakek lagi secara mana
mau mama sama om raka manja-manja sama kakek” kekeh ningrum
“dasar cucu ngeselin”ucap kakek sakti menjewer telinga ningrum gemas
“mas, ada tamu, malu” bisik nenek angel
Kakek sakti melepas jeweran ningrum beralih menatap ke arah kasih
“ini?” tunjuk kakek sakti ke arah sakti
Kasih meraih tangan kakek sakti dan mencium punggung tangan kakek sakti “saya kasih teman kampus ningrum” balas kasih
“makan dulu yuk mas, tadi kita sudah masak banyak” ajak nenek angel menuju meja makan
Kakek sakti terpana dengan berbagai hidangan di meja makan “ini kalian yang masak semuanya ?”
tanya kakek sakti
“lebih tepatnya nenek sama kasih yang masak kek, ningrum mah Cuma bantu nyuci sayuran doang” kekeh ningrum
__ADS_1
“iya mas, ini aku sama kasih yang masak, tapi lebih banyak kasih sih yang masak”kekeh nenek angel
Kakek sakti mulai mencicipi masakan yang ada di hadapannya “hmmm enak” ucap kakek
sakti saat menelan masakan gurami asam manis buatan kasih
“makasih ya kek” balas kasih
“ini masakan kamu?” tanya kakek sakti saat mendengar kasih yang mengucapkan terima kasih
“iya
kek” balas kasih
“wah
makan gak nunggu kita dulu loh” ucap raka dan rafasya yang datang bersamaan
Rafasya
memilih duduk di samping istrinya dan raka duduk di samping kasih
“kamu
ikutan masak rum?” tanya rafasya
“heehehe
Cuma bantu nyuci sayur kak” balas ningrum
Rafasya mengusap kepala ningrum lembut “gak masalah sayang kalau kamu gak bisa masak,
Raka berdecih " dasar bucin akut" ledek Raka
"biarin, kamu belum tiba giliran aja, paling nanti kamu lebih parah dari aku" balas rafasya
Raka mulai mencicipi masakan kasih “emmm enak, ini masakan siapa? Kayanya bukan
masakan mama?” tanya raka
“itu masakan kasih” balas nenek angel
Raka menoleh pada kasih “kamu yang masak?” tanya raka tak percaya
“iya aku, kalau abang mau kasih bisa masakin abang lagi lain kali" balas kasih
“abang!” teriak kakek sakti dan rafasya bersamaan
“sejak kapan kamu pacaran sama teman ningrum?” tanya rafasya
Kakek sakti mengangguk “iya sejak kapan kamu pacaran sama teman ningrum? Kok gak
cerita-cerita?” tanya kakek sakti
Raka melirik ayah dan suami keponakannya itu dengan mulut masih penuh “siapa yang
pacaran?” tanya raka kesusahan menelan makanannya
“itu, dia panggil kamu bang”tunjuk kakek sakti dan rafasya bersamaan menunjuk kasih
__ADS_1
Raka buru-buru menelan makanannya “emang
kalau manggil bang pasti pacaran?” tanya raka balik
“ya enggak sih om, Cuma kan rada aneh aja secara kita semua yang seumuran sama om
ikut manggil om dengan panggilan itu karena kita dekat dengan ningrum dan kakak-kakaknya, Miranda sama kakaknya juga gitu, jadi aneh kan kalau teman ningrum manggil om dengan sebutan abang” jelas rafasya
“iya sih, tapi kami gak pacaran” balas raka
Kasih yang merasa terbawa-bawa ikut bicara “maaf kalau aku buat salah paham, kami
memang tidak pacaran, aku manggil abang hanya karena tak enak saja manggil om,
padahal abang kan masih muda jarak usia kami hanya beberapa tahun saja tak sampai belasan tahun jadi aku putuskan panggil abang” balas kasih
“kenapa tidak kak seperti aku atau mas?” tanya rafasya
“kak itu panggilan pada teman atau kenalanku sedangkan aku mengenal bang raka karena
ningrum jadi kesempatanku bertemu dengannya hanya karena ningrum, kalau mas itu biasa aku pakai untuk para pekerja di rumah jadi berasa gak enak saja” kekeh kasih
“oh”
mulut semua orang membulat paham kecuali ningrum dan raka yang sudah tahu alasannya
“eh kasih juga panggil aku tante tau mas, gak kaya yang lain panggil nenek, berasa
masih muda deh”girang nenek angel pada suaminya
Kakek sakti membelalakan matanya lebar “dia panggil kamu tante? kenapa panggil aku kakek?”
tunjuk kakek sakti pada dirinya sendiri
Semua orang tertawa melihat kekesalan kakek sakti
“maaf kek, kalau gitu saya panggil om saja” ucap kasih tak enak hati
Kakek sakti tersenyum “ok kalau gitu”
Ya sudah ayok makan lagi” ajak kakek sakti
“ngomong-ngomong kamu pintar masak ya?’ tanya raka
“terima kasih bang, bilang kasih pintar masak padahal dulu kasih Cuma banyak liat koki
john masak, gak benar-benar dia ajar masak olehnya" balas kasih
“koki john, john calvin ?” tanya kakek sakti
Kasih mengangguk “iya”
“john calvin yang bekerja di hotel light di jerman?” tanya kakek sakti memastikan yang dijawab anggukan kepala oleh kasih
“bagaimana kau bisa belajar di sana?” tanya kakek sakti penasaran tentang kasih yang bisa mengenal koki john calvin yang bekerja di hotel ligt, hotel terbesar di eropa
“kasih sering di sana, karena om kasih pemilik
hotel light” balas kasih
__ADS_1
"haaaaaaa? " mulut kakek sakti terbuka lebar karena terkejut