
“Maksud kakak dengan takut dengan dunia?” tanya ningrum tak mengerti arah pembicaraan
jack
Jack tersenyum menanggapi kebingungan ningrum “kakak mengenalnya sekitar 4 tahun
lalu. Saat itu ia terlalu sibuk melihat koki hotel milik pamannya tanpa berkedip” jack mengingat kejadian saat melihat kasih di hotel Light milik om kasih
Flash back
Jack berjalan-jalan di sekitar hotel Light, memeriksa persiapan pihak hotel dalam acara yang akan di selenggarakan perusahaan milik ayahnya di hotel terbesar di Eropa itu
“bugh” jack tak sengaja bertabrakan dengan seorang gadis remaja dengan dandanan sederhana dan terkesan berasal dari kalangan bawah tapi tak membuat kecantikan natural wanita tersebut luntur, saat Jack serius mengecek dekorasi hotel
“sorry” kasih menunduk meminta maaf
“it doesn’t matter I’m fine, youre okay” balas jack mengatakan tak apa dan bertanya keadaan kasih
“I’m okay” balas kasih
Kasih menunduk pada Jack, kembali melanjutkan tujuannya ke ruang masak koki John calvin. Entah
kenapa jack berjalan mengikuti kasih begitu saja tanpa ada yang meminta
Kasih melihat dari balik pintu dengan memegang sebuah catatan kecil melihat aktivitas koki
John calvin, sembari mencatat apa yang di lakukan koki John Calvin
Jack berjalan mendekat ke arah kasih melihat apa yang dilakukan gadis remaja itu “what are you doing?” tanya jack melihat kasih yang tengah sibuk mencatat
Kasih yang gugup tak mampu menjawab pertanyaan jack dan hanya menggenggam erat catatan yang ada di tangannya
Jack melihat kasih yang panik merasa tak enak jati “don’t be afraid, I’m just asking you” ucap jack tak ingin menakuti kasih sama sekali dan hanya sekedar ingin tahu
Koki john yang melihat ada keributan diluar berjalan keluar dan melihat kasih yang
ketakutan di balik pintu
“what are you doing here young lady? Does young lady want to eat something?” tanya
koki john calvin sopan pada kasih, karena ia tahu betul kalau kasih keponakan pemilik hotel tempat ia bekerja
Kasih menggeleng tak menjawab pertanyaan koki john calvin dan hanya memegang buku
catatannya kuat
melihat kegugupan kasih, Jack menjawab pertanyaan koki John Calvin “well sir, I saw this lady watching you cook while looking at the notes. Maybe she wants to learn to cook from
you” ucap jack menjelaskan apa yang dilakukan kasih pada koki John calvin
Koki melihat wajah kasih, menautkan kedua alisnya “does young lady want to learn to cook?” koki john menanyakan kasih apa ingin belajar memasak
Kasih menggeleng “ no, I just want to see you cook” kasih tak ingin diajari memasak
dan hanya ingin melihat koki john memasak
Koki john menghela nafas mengingat gosip yang ia dengar di lingkungan hotel bahwa keponakan pemilik hotel adalah orang yang sulit di ajak bicara “ then just look at it from here, young lady can see me cooking anytime” koki john menginstruksikan para bawahannya untuk mengizinkan
kasih masuk ke ruang masak dengan mudah tanpa ada yang mempersulitnya
__ADS_1
Kasih tersenyum ke arah koki john dan jack bergantian “thank you” ucap kasih
Kasih melanjutkan acara mencatatnya, melihat koki john memasak, jack yang melihat kasih tersenyum ikut menyunggingkan senyumnya
“brak” terdengar suara pintu terbuka dengan kasar
“have you seen miss kasih William davis?” tanya mas ojo dengan cemas pada para asisten
koki yang tengah sibuk melakukan pekerjaannya
Semua orang menunjuk ke arah kasih yang tengah berdiri di samping koki john membuat mas ojo
bernafas dengan lega “nona, saya cari kemana-mana dari tadi kok” mas ojo menghampiri kasih dan berbicara dengan bahasa Indonesia, bahasa yang dipakai sehari-hari ia pakai bersama kasih nona mudanya
“maaf mas, kasih pengen lihat koki john masak”balas kasih tersenyum ramah
Hati jack serasa ada ribuan kupu-kupu menggelitik hatinya melihat senyum kasih yang menurutnya begitu menawan walaupun usia kasih yang masih sangat muda saat itu
“lain kali beritahu saya ya nona” pinta mas ojo mengingatkan kasih
Kasih mengangguk “iya mas” balas kasih
Jack terperangah ternyata wanita di hadapannya adalah keponakan pemilik hotel dan juga berbahasa Indonesia secara fasih seperti dirinya “tunggu tadi namanya kasih William
davis berarti dia anak kakak tuan john Davis” batin jack
“apa kau anak william davis?” tanya jack dengan bahasa Indonesia
Kasih terheran dengan pria di hadapannya yang bisa berbahasa Indonesia seperti dirinya “kau mengenal Daddy ku?” tanya kasih
Jack tersenyum“kalau kenal secara langsung tidak, tapi aku sebatas tahu tentangnya karena punya beberapa kerjasama dengan
Mas ojo melihat jam di pergelangan tangannya “ayo nona, kita pulang nanti om john davis cari nona, ini sudah mau tiba waktu makan malam” ajak mas ojo
“iya mas” Kasih menunduk pada jack meninggalkan jack dalam ketermenunganya sendiri
“aku tak menyangka, dunia begitu sempit” gumam jack kembali meneruskan aktivitasnya yang
tertunda karena pertemuannya dengan kasih yang tak terduga
Semenjak hari itu jack sering berpapasan dengan kasih, karena memang dirinya yang harus
sering bolak-balik ke hotel light untuk beberapa kerjasama perusahaannya dengan hotel light
“kasih” panggil jack saat melihat kasih selesai memasak di dapur hotel
“hai kak jack”kasih melambaikan tangannya ramah saat melihat jack “ kebetulan kakak kesini, aku baru selesai masak, kakak mau coba?” tawar kasih menunjukkan beberapa masakan yang baru ia buat
“boleh” jack menyendokan suapan masakan kasih ke mulutnya
Jack mengunyah pelan makanan yang di buat kasih “enak” balas jack tersenyum ke arah kasih
Kasih tersenyum senang “syukurlah” balas kasih merasa senang karena masakannya berhasil
Jack menatap mas ojo yang tengah duduk di
kursi tak jauh dari tempat kasih “ngomong-ngomong kau dekat sekali dengan
pengawal mu itu ya?” tunjuk jack pada mas ojo yang berdiri tak jauh dari kasih
__ADS_1
Kasih mengangguk “iya, dia satu-satunya keluarga terdekat yang aku miliki” balas kasih
Jack menautkan alisnya “maksudmu? Bukannya keluarga om kamu ada disini ya? ” tanya jack
tak paham karena yang ia tahu kasih tinggal bersama adik ayahnya, yang itu berarti om nya lah keluarga terdekatnya
Kasih hanya tersenyum tak menjawab pertanyaan
jack
Kasih menatap mas ojo “mas ojo” panggil kasih meminta mas ojo mendekat dengan tangannya
“makan” kasih menyodorkan makanan yang dibuatnya pada mas ojo
“terima kasih nona” balas mas ojo menyantap masakan kasih tang sungkan sama sekali
Jack memandang kedekatannya dengan mas ojo dengan heran “kau sudah kerja lama
dengan kasih?” tanya jack penasaran dengan pengawal berbadan tegap dan masih
terlihat gagah apalagi memang mas ojo yang masih berusia 30 tahun.
“saya mengenal nona kasih sejak dia masih dalam kandungan, tapi saya bertugas melindungi nona
kasih sejak dia usia 3 tahun, berarti sudah 12 tahun” balas mas ojo
“kau keturunan Indonesia?” tanya jack yang melihat perawakan orang khas Indonesia pada
diri mas ojo, juga namanya yang terkesan orang Indonesia sekali
mas ojo menganggukkan “iya, saya asli Indonesia. nona kasih juga bisa fasih berbahasa Indonesia karena saya yang mengajaknya bicara bahasa Indonesia setiap hari ” balas mas ojo membanggakan Negara asalnya
“berarti kau sudah cukup lama bekerja di keluarga kasih?” tanya jack penasaran
Mas ojo mengangguk “ saya bekerja dengan tuan willian sejak orang tua saya meninggal 20 tahun lalu” balas mas ojo
“maaf. Aku tak bermaksud mengorek luka lamamu” ucap jack tak enak hati
“tak masalah, toh itu sudah 20 tahun lalu. Sekarang nona kasih lah keluarga saya
satu-satunya” ucap mas ojo mengusap kepala kasih lembut, dan kasih menanggapi ucapan mas
ojo dengan tersenyum
Jack menatap heran pelayan yang begitu dekat dengan tuannya bahkan tak sungkan
mengusap kepala tuannya itu" kok bisa kalian seperti keluarga?” tanya jack
penasaran, karena dirinya yang tahu betul seberapa besar kerajaan bisnis keluarga kasih, yang harusnya membuat para pegawai kasih segan padanya
Mas ojo mulai menampakkan wajah tak suka jika dirinya di bahas terlalu dalam “ maaf
tuan, jangan terlalu banyak ingin tahu urusan saya ataupun nona saya. Cukup sebatas ini saja anda tahu, inipun sudah cukup terlalu banyak bagi anda" balas mas ojo merubah raut mukanya datar dan
terkesan dingin
Melihat raut muka mas ojo yang seperti itu, jack menelan Saliva nya kasar “oke” balas
jack gugup
__ADS_1