
“mama” sapa ningrum mencium pipi mama kaila
“tumben ikut sarapan?” tanya mama kaila heran melihat anak perempuannya ikut sarapan karena biasanya pagi-pagi sekali ningrum melompat dari pagar menghindari kakak-kakaknya
“lagi malas manjat, capek” balas ningrum datar
“iya capek, kan kamu semalam kabur lagi ? ” tanya mama kaila datar
“hehehe, tahu aja kebiasaan anaknya” kekeh ningrum
“masih kak rafasya nemenin kamu?” tanya mama kaila
“masih mah, dia hafal banget jadwal ningrum. Selalu tahu kebiasaan ningrum manjat pagar saat mau latihan” balas ningrum
hubungan mama kaila dan ningrum terkesan jauh dari luar tapi aslinya mereka sangat dekat. mama kaila selalu tahu tentang keadaan dan apa yang dirasakan anaknya dengan atau tanpa pemberitahuan ningrum. dan mama kaila yang selalu bisa memaklumi ningrum selalgi masih di batas kewajaran
“pletak” mama kaila menjitak ningrum “ diam, ada kakak dan ayahmu datang” ucap mama kaila mengingatkan
ningrum mengangguk paham “pagi ayah, kakek” sapa ningrum
“pagi ningrum” balas kakek hafizhan
“kenapa Cuma mereka saja yang di sapa, kita kakakmu enggak” tanya ka adityanyang baru datang
“kalau sudah menyapa yang tua itu sudah mewakili kak, gak perlu lah kakak di sapa juga. Lagian kak zian yang lebih tua dari kak aditya saja aja gak pernah protes” jawab ningrum
“kakak beda ya sama kak zian” balas kak aditya kesal dengan ucapan adiknya
"yang bilang sama siapa?" balas ningrum tersenyum menjulurkan lidahnya mengejek kakaknya
“hush sudah, kita mau makan” ucap ayah virza mengingatkan
Ningrum kembali menjulurkan lidahnya untuk mengejek kakaknya
“rum, hari ini kamu berangkat sama ayah saja ya, ayah kebetulan ada perlu di sekolahmu” ucap ayah virza
Ningrum mengangguk “ok” ningrum menyantap masakan mama kaila dengan lahap
***
“ningrum sahabat aku” sapa Miranda saat melihat ningrum memasuki gerbang
“biasa aja” ucap ningrum memperingati miranda sahabatnya
“idih, gak bisa apa sedikit manis sama sahabat kamu satu-satunya ini” balas Miranda
ningrum menggeleng-gelengkan kepalanya “aku punya sahabat lain ya!” bentak ningrum
Miranda mengibas-ngibaskan tangannya “halah gak usah lagak kamu rum, gak ada kali yang kuat sahabatan sama kamu” ucap Miranda
“apa maksudnya?” tanya Ningrum
“maksud aku, gak ada yang kuat ngehadepin kakak-kakak super kamu itu” Miranda menunjuk dirinya “Cuma aku yang kuat ngadepin kakak kamu yang sebanyak itu” ucap Miranda terkekeh
Ningrum menggandeng tangan Miranda “emang iya, Cuma kamu doang yang bisa ngadepin mereka” ucap ningrum mengangguk-angguk “iyalah bisa ngadepin, yang ada mereka takut sama kamu karena kamu yang selalu goda mereka” ejek ningrum berlari menuju kelasnya
"dasar sahabat gak ada akhlak ya!" teriak Miranda mengejar ningrum
Kak raksa melihat ningrum yang tengah berlari “cantik”gumam kak raksa
Pelajaran di mulai dengan hidmat, karena guru wali kelas ningrum yang masuk, terkenal kiler
“triiiiing” bel pulang berbunyi
“akhirnya” gumam ningrum membereskan mejanya
“yuk pulang rum” ajak Miranda
Saat sampai halaman, jemputan Miranda sudah datang “ pulang dulu ya rum” pamit Miranda memasuki mobil jemputannya
“mau aku antar lagi?” tanya kak raksa mengejutkan ningrum yang sedang memandang mobil miranda yang makin menjauh
Ningrum mengelus dadanya “kakak kalau datang kasih aba-aba kenapa, kaget ningrum kak”
balas ningrum kesal
__ADS_1
kak raksa menggaruk tengkuknya yang tak gatal “maaf, jadi mau aku anter gak?” tanya kak raksa
“tin tin tin” bunyi klakson mobil mendekat ke arah ningrum dan kak raksa
“ayok pulang rum” teriak kak rafsya keluar dari sela jendela mobilnya
“iya kak” balas ningrum
ningrum berbalik menatap kak raksa “aku di jemput kak, makasih ya tawarannya” pamit ningrum pada kak raksa
Ningrum bergegas masuk kedalam mobil dan memasang sabuk pengaman “yuk kak” ajak ningrum
Rafasya menyalakan mesin mobilnya sambil sesekali melirik kak raksa tak suka “apa dia yang sedang
penelitian di sekolahmu?” tanya rafasya
Ningrum mengangguk “iya dia” balas ningrum
“sampai kapan dia di sekolahmu?” tanya kak rafasya
“sepertinya 1 bulan lagi, soalnya dia sudah di sekolah selama 1 bulan. Seingatku waktu bu rika bilang kak raksa penelitian 2 bulan” jawab ningrum
kak rafasya mengangguk paham “oh ya bentar lagi ujian kenaikan kelasmu ya?” tanya kak rafasya
“iya kak, seperti biasa kakak bantu aku belajar saat aku ada jadwal latihan ya” ucap ningrum dengan mengedipkan sebelah matanya
Rafasya mengangguk mengiyakan “iya”
20 menit kemudian ningrum sampai di kediamannya. sesampainya di rumah ningrum langsung berlar menuju kamarnya
rafasya hanya geleng-geleng kepala melihat ningrum yang berlari begitu saja “siang tante” sapa rafasya saat bertemu mama kaila
“siang rafasya” balas mama kaila
“lagi ngapain tan?” tanya rafasya
“biasa, siapin makan siang, kakek kan makannya nunggu cucu kesayangannya pulang” balas mama kaila melirik jam dindingnya yang menunjukkan pukul 3 sore
"mau rafasya bantu gak?" tanya rafasya sopan
"tidak perlu nak, biar tante saja yang beresin ini" balas mama kaila
“sudah ganti baju ya, panggil kakek kamu sana, biar bisa makan sekalian kak rafasya makan juga” ucap mama kaila
ningrum berlari ke tempat kakekknya berada untuk mengajaknya makan siang
“kamu sudah semester berapa sih sya?” tanya mama kaila pada rafasya yang sudah duduk di meja makan
“sudah semester 6 tante” balas rafasya
“sudah mau nyusun skripsi dong?” tanya mama kaila
“sudah mulai kok tan, kalau lancar bulan depan sudah sempro” balas rafasya
“wah hebat banget, tapi kenapa sih aditya belum selesai-selesai tuh skripsinya” ucap mama kaila mengingat anaknya aditya lebih dulu kuliah ketimbang rafasya
“itu mah karena, aditnya sibuk di BEM tante, jadi gak ngurusin skripsinya” balas rafasya
“iya, dia sudah semester 8 loh, tapi malah nyantai saja. beda banget sama kakaknya zian yang selesai semester 7, selesai juga kuliahnya ” kesal mama kaila
Setelah selesai makan, rafasya membantu ningrum memetik bunga mawar di kebun belakang pesanan mama kaila untuk di taro di vas bunga rumahnya “kamu suka yang mana rum?” tanya rafasya saat berada di kebun mawar milik mama kaila
“suka semua” balas kaila memilih bunga-bunga yang besar untuk di taro di keranjang bunga
“yang paling kamu suka lho?” tanya rafasya kesal dengan jawaban ningrum
“tuh yang itu” tunjuk ningrum pada mawar hitam
Rafasya melirik arah mawar hitam di dekatnya “kenapa?” tanya rafasya penasaran dengan pilihan ningrum
“karena aku suka, dan bunga itu melambangkan kesetiaan dan cinta mati loh kak . Jadi menurutku bunga itu yang paling bagus” ucap ningrum
rafasya mengangguk-angguk mendengar jawaban ningrum
***
__ADS_1
“ningrum” panggil kak raksa
“iya kak” balas ningrum menengok ke arah kak raksa
“kamu minggu besok ada acara tidak?” tanya kak raksa
ningrum berfikir sejenak “sepertinya tidak, kenapa kak ?” tanya ningrum
“aku mau mengajakmu ke konser EXO” ajak kak raksa
Ningrum membelalakan matanya lebar “wah mau banget, kita ketemu dimana kak?” tanya ningrum dengan senyum mengembangnya
“nanti aku jemput ke rumah saja” balas kak raksa
“ok” ucap ningrum bergegas masuk ke kelasnya
***
“mama” sapa ningrum memutarkan tubuhnya karena baju yang ia pakai bergambar EXO
Mami kaila terkekeh “apaan sih rum, heboh amat dandanannya” ucap mami kaila menggelengkan kepalanya melihat ningrum memakai segala pernak-perik bernuansa boy band EXO
“ih mami gak tahu saja, kalau ningrum mau lihat konser EXO, dan ningrum bisa liat CHEN” teriak ningrum membayang CHEN idolanya
“kamu mau nonton sama siapa?” tanya mami kaila
“nyonya ada tamu nyari non ningrum” ucap pelayan rumah
“ah paling dia sudah datang mi” ucap ningrum menghambur keluar
Ningrum bergegas berlari ke ruang tamu “kakak” sapa ningrum saat melihat kak raksa
Kak raksa tersenyum melihat kedatangan ningrum dan mama kaila “ sore tante” sapa kak raksa
“sore” balas mami kaila sopan
“saya mau minta izin ajak ningrum lihat konser, apa boleh? ” tanya kak raksa
“ehm oleh saja , tapi pulangnya jangan terlalu malam ya” pinta mama kaila
“baik tante” balas kak raksa
Ningrum dan kak raksa berjalan keluar rumah untuk menonton konser EXO kesukaan ningrum
***
Ningrum tersenyum puas melihat konser idol kesukaannya “kau senang?” tanya kak raksa melihat senyum di wajah ningrum
“tentu saja” balas ningrum
ningrum dan raksa berjalan beriringan menuju parkiran melewati lorong gedung konser
kak raksa menghentikan langkahnya “ningrum” panggil kak raksa
ningrum menghentikan langkahnya berbalik “iya” balas ningrum
“aku suka padamu” ucap kak raksa tanpa aba-aba
“haa….?” Ningrum melongo mendengar pernyataan kak raksa yang begitu tiba-tiba
“kakak gak kesambet kan?” tanya ningrum nyeleneh
“aku serius ningrum” balas kak raksa kesal
ningrum menghela nafas “kak, aku masih kelas 2 SMA” ningrum menunjukkan 2 jari tangannya “ gak ada
kata pacaran di usiaku” ucap ningrum yakin
“kamu gak suka kakak?” tanya kak raksa
“bukan gak suka, tapi aku malas memikirkannya. aku masih muda dan hanya ingin sekolah dan bermain ” balas ningrum datar
“kapan kau ingin berpacaran?” tanya kak raksa antusias
“ningrum tampak berfikir” aku belum memikirkannya” balas ningrum cuek
__ADS_1
“kalau begitu aku akan menunggumu sampai kau siap pacaran “ teriak kak raksa
Ningrum mengangkat bahunya “terserah, tapi untuk jadi pacar kakak aku gak janji ya” ucap ningrum bergegas menuju parkiran tempat motor kak raksa berada