
Pukul 12 siang pertanda istirahat. semua mahasiswa dipersilahkan untuk istirahat selama 1 jam dan diminta segera kembali setelah selesai beristirahat
ningrum duduk di bawah sebuah pohon besar tak jauh dari tempat para mahasiswa berkumpul “kamu capek rum” rafasya menyodorkan kotak bekal yang ia siapkan tadi pagi
Ningrum tersenyum menerima kotak bekal dari rafasya “ih kakak” ucap ningrum terharu
mendapatkan kotak bekal dari suaminya padahal ia sendiri lupa membawakan bekal untuk suaminya
wajah ningrum tertunduk lesu “maaf ya kak, harusnya ningrum yang siapin, malah jadi kakak yang siapin” ucap ningrum memegang kuat bekalnya tak enak hati pada rafasya
“gak masalah, anggap saja permintaan maaf kakak” rafasya mendekatkan wajahnya ke telinga ningrum “karena bikin kamu begadang semalaman “ bisik rafasya
muka ningrum langsung bersemu merah “plak” ningrum memukul lengan rafasya gemas
rangga datang mendekat ke arah ningrum dan rafasya “kalian masih sama ya gak berubah sama sekali” ucap rangga duduk di samping rafasya mengejutkan ningrum dan rafasya
“apaan sih ga” kesal rafasya karena rangga
menganggu kebersamaan ningrum dan dirinya
"kakak" ucap ningrum mengingatkan
Rangga tahu ningrum dan rafasya sudah menikah
karena dirinya yang memang salah satu sahabat rafasya dan dulunya satu angkatan dengan aditya kakak ningrum
rangga menggelengkan kepalanya “ampun deh, di rumah kan kalian masih bisa mesra-mesraan
terus, jangan di bawa ke kampus deh” ejek rangga
Ningrum terkekeh “maaf ya kak” ucap ningrum malu karen ketahuan
“gak masalah kok rum, lagian cecunguk ini juga suami kamu, jadi suka-suka kalian aja sih kalau mau mesra-mesraan” balas rangga terkekeh
“tapi beneran kamu mau rahasiain pernikahan klian di kampus?” tanya rangga menyelidik
“iya, setidaknya sampai kak rafasya selesai
kuliah, dan kita sudah ngadain resepsi baru kita kasih tahu ke orang-orang kalau kita sudah menikah” balas ningrum
rangga mengangguk paham “terserah kalian saja, yang jalanin pernikahan juga kalian” balas rangga
Rafasya merangkul bahu rangga “terimakasih bro’
ucap rafasya dengan ucapan sahabatnya itu
“kaya sama siapa saja” rangga menatap ningrum
“ kamu tuh adik temanku, jadi sama
seperti adikku sendiri rum” jelas rangga
__ADS_1
"tapi jangan terlalu mesra ya, kasian yang jomblo, model kaya aku" kekeh rangga menunjuk dirinya sendiri yang memang jomblo
***
Ospek berlangsung selama 1 minggu penuh, kini tiba di penghujung acara ospek dengan acara api unggun di lingkungan kampus pada sabtu
malam
“prok prok prok” rangga menepuk tangannya agar
para mahasiswa baru menatap dirinya
“selamat malam semua”sapa rangga
“malam”jawab para mahasiswa
“hari ini adalah hari terakhir ospek kita. Sebelum
kita mulai acara hiburan kita. Kakak selaku ketua ospek kalian ingin mengucapkan
maaf jika selama acara ospek kali ini ada hal yang kurang berkenan dari kakak
ataupun kakak mahasiswa yang lain” ucap rangga membuka acara penutupan ospek sekaligus menutupnya
Setelah penutupan, acara diisi dengan hiburan yang diberikan secara sukarela oleh para mahasiswa yang ingin menunjukkan bakatnya
Rafasya tengah berkumpul dengan teman satu jurusannya begitu pula dengan mila
“kamu gak naik sya?” tanya mila melirik orang-orang yang bergantian menunjukkan bakatnya
“gak, biar orang lain saja” balas rafasya datar
Mila tersenyum, melangkah menuju podium yang sudah di sediakan kampus untuk para mahasiswa yang ingin tampil
Mila mengecek microphone “selamat malam semua”sapa mila
“malam”balas semua orang
“kali ini aku menyanyikan sebuah lagu untuk
seseorang yang berarti dalam hidupku"mata mila menunjuk ke arah rafasya
mila menyanyikan lagu My Love (Westlife) dengan cukup bagus, dan diiring sorak serta tepuk tangan dari orang yang hadir
Ningrum menatap tak suka saat Mila bernyanyi
dengan melirik rafasya “apa sih calon pelakor ini”gumam ningrum lirih
Rafasya menatap dengan gelisah ke arah ningrum, takut ningrum akan kesal padanya, dan benar saja ningrum membuang muka kasar saat melihat rafasya
“cieeee yang sudah ada penggemar” gurauan para
__ADS_1
teman satu jurusan rafasya
Rafasya hanya nyengir kuda menanggapi ledekan teman satu jurusannya itu, padahal di dalam hatinya dia sedang kebingungan takut istrinya akan ngambek
Lagu selesai dimainkan “terima kasih semua” ucap Mila menunduk bergegas turun dari panggung
Melihat Mila yang sudah turun dari panggung, rafasya memutuskan naik ke atas panggung
“selamat malam” rafasya menunduk pada para penonton
semua orang yang mengenal rafasya menganga lebar karena, rafasya yang memang belum pernah tampil di acara seperti ini, bahkan acar lain saja yang diadakan keluarga ataupun teman baiknya dia jarang tampil,. walaupun semua orang tahu rafasya memiliki suara yang indah
“jujur aku tak bisa bernyanyi tapi karena ada satu
hal yang tak terduga tadi, jadi aku putuskan naik ke panggung” mata rafasya tetap mengarah pada ningrum “ Me After You” rafasya mengucapkan sebuah judul lagi sambil menunjuk ningrum “untukmu kekasihku ningrum bagaskara, wanita yang paling aku cintai” seru rafasya mengumumkan bahwa ningrum kekasihnya jadi tak ada kesempatan untuk orang yang ingin mendekat
rafasya bernyanyi tanpa mengalihkan pandangannya dari ningrum
jangan tanya bagaimana raut wajah ningrum, mukanya sudah memerah bak kepiting rebus mendengar ucapan suaminya di atas panggung
Rafasya mulai melantunkan lagu membuat ningrum hanya menutup mulutnya tak percaya suaminya akan bernyanyi di hadapan banyak
orang untuk dirinya
Ningrum sesenggukan mendengarkan rafasya bernyanyi. Setelah selesai bernyanyi rafasya menghampiri ningrum menghapus jejak air mata
ningrum “jangan menangis sayang, teruslah tersenyum untukku” ucap rafasya
Ningrum tersenyum mengangguk “iya kak” ningrum memeluk rafasya dan rafasya membalasnya
“huuuuuuu” semua orang bertepuk tangan dan bersorak melihat
keromantisan ningrum dan rafasya
“menyebalkan”gumam mila membuang muka kasar
Setelah acar selesai pada 11 malam, rafasya
membawa ningrum pulang ke rumah
“kamu capek rum?” tanya rafasya melihat ningrum yang terlihat lesu bersandar di tempat duduknya
“iya kak capek” balas ningrum lirih
“abis ini berendam air hangat, nanti kakak bantu
pijitin biar gak capek” balas rafasya
Ningrum mendongak menatap rafasya “iiih kakak juga capek, gak usah pijitin ningrum nanti abis mandi langsung tidur saja" bantah ningrum
“iya” balas rafasya mengusap lembut kepala ningrum
__ADS_1