Menikah Karena Perjodohan

Menikah Karena Perjodohan
furniture rumah (season 2)


__ADS_3

“sya kamu beneran mau pindah?” tanya mama kaila


lirih


“mama biarin saja, anakmu sudah menikah jadi sudah


harus mandiri. Mas sudah lihat rumahnya kok dan itu lumayan bagus” ucap ayah


virza mengingatkan mama kaila untuk terlalu ikut campur urusan rumah tangga


anaknya


“iya mah, nanti ningrum sering-sering mampir sini


kok” balas ningrum


“iya mah, nanti kita bakal sering nginep sini”


tambah  rafasya


“iya bagus kalau kalian mau belajar mandiri. Oh ya


rumah kalian dekat rumah kasih ya?” tanya kakek hafizhan memastikan letak rumah


ningrum dan rafasya yang baru


“iya kek, kebetulan ayah punya kenalan yang jual


rumah di samping rumah kasih itu. Dan ayah lihat rumahnya lumayan dan juga


harga yang mampu rafasya keluarkan” balas rafasya


Mama kaila tak terlalu mendengar cerita rumah


ningrum, dia hanya focus menatap ningrum tak rela jika ia pindah rumah “tapi


kamu gak bisa masak nak, nanti gimana?” tanya mama kaila khawatir


“ningrum sudah bilang mau belajar masak sama bi


rania, pelayan rumah kasih kok mah. Bi rania pintar masak. Jugaan kakak sudah


siapin pelayan untuk masak sampai ningrum bisa masak” ucap ningrum


“iya mah, rafasya sudah siapin 2 pembantu di sana


untuk membantu pekerjaan ningrum jadi mama jangan khawatir” balas rafasya


“tapi rum” mama kaila menggenggam tangan ningrum  tak rela melepas kepergian anak bungsunya


“anak perempuan harus ikut suaminya kai” ucap ayah


virza mengingatkan mama kaila


Mama kaila menunduk patuh ucapan suaminya “iya mas”


balas mama kaila


***


Ningrum memarkirkan mobilnya dan turun dari mobilnya


dengan menenteng buku kuliahnya


“kasih” sapa ningrum saat melihat kasih di antar


raka tak jauh dari tempat ia memarkir mobil


“om” ningrum menyium pinggung tangan om  raka “kamu gak di antar rafasya ?” tanya raka


yang melihat ningrum berangkat seorang diri


“engga om, kakak lagi sibuk. Lagian nanti ningrum


mau belanja perabotan rumah jadi lebih baik bawa mobil sendiri ” balas ningrum


“kamu mau beli perabotan? Kok kamu gak bilang? Aku


sudah terlanjur bikin janji ke dokter” kasih menoleh kearah raka  “apa kita tunda jadwal periksa kandungan ya


bang?” tanya kasih meminta pendapat suaminya


“jangan kasih, aku bisa belanja sendiri kok” tolak  ningrum tak enak hati


“beneran gak papa?” tanya raka memastikan

__ADS_1


“gak papa om, kan ningrum strong” ucap ningrum


mengepalkan tangannya  ke atas


“ya sudah yuk masuk kelas rum”ajak kasih  menggandeng tangan ningrum untuk masuk ke


kelas mereka


“hati-hati ya bang” ucap kasih melambaikan tangannya


pada raka


Ningrum tersenyum melihat raut muka kasih yang


begitu berbinar


“cerah banget sih yang sudah nikah?” tanya ningrum


menyenggol lengan kasih


“iya dong, kamu juga dulu gitu” balas kasih


“sekarang juga masih” balas ningrum terkekeh


Sepanjang perjalanan ke kelas mereka kasih


mendapatkan ucapan selamat atas pernikahannya. Semua orang tahu pernikahan


kasih karena pernikahan mereka muncul di surat kabar dan headline berita,


karena kasih dan raka adalah anak pengusaha terkenal


Kasih dan ningrum duduk menunggu dosennya masuk


“kamu gak umumin pernikahanmu?” tanya kasih


“nanti saja, lagian kan rencananya kita adain


resepsi setelah kak rafasya menyelesaikan S2, nya” ucap ningrum


“terserah gimana baiknya kamu aja rum” balas kasih


“sekarang aku panggilnya kasih atau tante nih?’


“kasih saja ah, aneh kalau kamu manggil aku tante”


balas kasih


“tapi kan kamu istri  om aku” balas ningrum


“ya tapi aneh rum” balas kasih


“iya ya” kekeh ningrum


***


Ningrum berjalan melihat-lihat furniture di salah


satu toko furniture terbesar di Jakarta “apa ya?” gumam ningrum bingung memilih


sofa yang akan ia pakai


“sedang lihat apa non?” tanya jonathan  berdiri di belakang ningrum mendekat ke


telinga ningrum


“astaga” ningrum memegang dadanya terkejut dengan


kedatangan jonathan yang tiba-tiba


Jonathan terkekeh melihat reaksi ningrum “maaf,


mengagetkanmu ya?” tanya jonathan


Ningrum sempat terenyuh meliht senyuman


jonathan  tapi segera menepisnya “ah gak


papa mas, lagi apa di sini?” tanya ningrum


“ah lagi ngecek persediaan barang sama laporan


keuangan disini” balas jonathan


“ini perusahaan mas?” tanya ningrum

__ADS_1


“emm gimana ya bilangnya? Intinya aku bertugas


mengurus cabang ini” balas jonathan tersenyum


“oh” balas ningrum mengangguk


“kau sedang memilih perabotan untuk rumah barumu


ya?” tanya jonathan


“iya” balas ningrum


“ya sudah kau pilih saja mana yang kau suka, nanti


pegawaiku akan mengantar ke rumahmu dengan selamat” ucap jonathan ramah


“tapi aku bingung mas, mau pilih yang mana? Ucap


ningrum meletakkan tangannya di dagu melihat contoh furniture yang akan ningrum


pilih


“mau mas bantu pilih?” tanya jonathan


“boleh” balas ningrum mengangguk


Akhirnya ningrum dan jonathan memilih beberapa


furniture rumah baru ningrum dengan cepat karena bantuan jonathan yang memang


menguasai bidang ini dengan baik


“makasih ya mas sudah bantu ningrum, dengan bantuan


mas jadi lebih cepet deh ningrum pilihnya” ucap ningrum


 “iya


sama-sama. Kebetulan mas jago di bidang ini jadi lebih mudah” balas  jonathan


Jonathan memanggil pegawai tokonya dan memerintahkan


beberapa hal padanya


“rum, tadi mas sudah suruh anter furniture kamu ke


rumah barumu ” ucap  jonathan


Ningrum menautkan kedua alisnya “emangnya mas jo


tahu rumah ningrum di mana?” tanya ningrum


“di sebelah rumah ku kan?” balas jonathan


Ningrum membuka matanya “dari mana kakak tahu?”


tanya  ningrum


“karena itu rumahku dulu jadi mas tahu dong , mas


yang desain sendiri loh” jelas jonathan


“loh kenapa malah mas jual? Perasaan mas gak butuh


uang deh ” tanya ningrum penasaran


“gak papa, lagian rumah kasih kan sekarang


dilimpahkan ke mas, dan rumah itu juga jarang di pakai jadi biar ada yang


mengurusnya. Lagian kebetulan waktu itu aku dengar mertuamu sedang mencari


rumah untukmu jadi aku memberikannya padamu” balas jonathan


“terima kasih ya mas, pantesan harga rumah itu


segitu. Padahal rumah itu harusnya lebih mahal dari yang di beli kak rafasya”


balas ningrum


“tapi rum, jangan bilang ke rafasya  ya, kalau itu dulunya rumah mas , takut dia


tak nyaman. Suami kamu masih dalam proses mandiri” ucap jonathan


Ningrum mengangguk “iya mas” balas  ningrum mengangguk

__ADS_1


__ADS_2