
***
Jonathan memarkirkan mobilnya di lobi perusahaannya. ia berjalan menuju ruangannya yang berada di lantai 27 gedung davis group milik keluarganya
seorang pria membungkuk pada jonathan saat melihat kedatangan jonathan dari pintu lift “tuan ada yang menunggu anda di ruangannya” ucap radit yang kini jadi asisten jonathan
“siapa?” tanya jonathan datar
“orang itu” balas radit
Jonathan mengeratkan rahangnya, berjalan dengan langkah besar “berani sekali dia” gumam jonathan bergegas menuju ruangannya
“brak” jonathan membuka kasar ruangannya
“berani sekali kau menginjakan kakimu disini!”teriak jonathan menggema di seluruh ruangan
Laki-laki tersebut tersenyum miring “hai kakak sepupu” sapa pria berjas hitam dan berbadan tinggi tersebut
“untuk apa kau disini?” tanya jonathan dengan nada tak suka
Pria tersebut berjalan sambil tangannya menyentuh sandaran sofa menariknya pelan “jangan coba sembunyikan dia dariku!” teriak pria tersebut yang tak lain adalah raksa martadinata
“kalau sampai ayahmu masih hidup dia pasti akan mengutuk perbuatanmu pada keluarga ningrum!”teriak jonathan
“justru ayah akan berterima kasih padaku, karena keluarganya lah ayahku merasa bersalah seumur hidup! dan memutuskan untuk bunuh diri ” teriak raksa
Raksa martadinata adalah anak adik jancet hendrawan yaitu kenzo hendrawan. Kenzo menikah dengan adik perempuan ayah jonathan O’neills fransiska sehingga jonatahan dan Raksa adalah saudara sepupu
“mimpi kau!” teriak jonathan “sadar kau! otakmu sudah di cuci mamamu yang serakah itu! Berapa kali om kenzo mengatakan, penyesalannya bukan salah keluarga bagaskara dan wirayudha” teriak jonathan mengingat kejadian pertengkaran orang tuanya dan fransiska mama raksa yang selalu tak suka dengan keluarga ningrum padahal om kenzo, ayah raksa selalu mengingatkan tante fransiska untuk tidak menyalahkan keluarga bagaskara dan wirayudha
“aku gak percaya padamu. Kau sama saja dengan ayah yang sudah di cuci otaknya oleh keluarga bermuka palsu seperti mereka” balas raksa tak terima dengan tuduhan jonathan pada mama yang sangat di sayangi raksa
“percuma memang kalau bicara dengan orang psycho macam kau! ” tunjuk jonathan pada wajah Raksa
“serahkan ningrum padaku!” teriak raksa
__ADS_1
“aku sudah mengalah tak menyentuh keano karena dia keponakanmu. Tapi tidak dengan ningrum. Kamu gak punya alasan melindunginya” tambah raksa
jonathan menatap tajam ke arah Raksa “aku tidak akan menyerahkannya sampai kapanpun” balas jonathan tak mau berkompromi dengan Raksa sedikitpun
Raksa berdecih “kau fikir sampai kapan kau bisa melindunginya?” tanya Raksa tersenyum
miring melirik jam di pergelangan tangannya
Raksa berjalan keluar ruangan jonathan dengan bersenandung menggunakan suara siulan
Kepala jonathan sedikit pusing mendengar siulan tersebut, ia samar-samar mengingat kilatan masalalu tentang kematian kedua orang tuanya saat ia masih kecil
jonathan memegang kepalanya “aaaakhhhh”teriak jonathan merasakan sakit di kepalanya
Radit yang mendengar teriakan atasannya berlari memasuki ruangan jonathan dengan langkah tergopoh-gopoh
“bapak kenapa?” tanya radit khawatir melihat kondisi jonathan
Jonathan memegang tangan radit kuat membelalakkan matanya lebar “gawat” ucap jonathan langsung berdiri dan bergegas berlari keluar
“radit siapkan anak buah kita sekarang!” teriak jonathan makin berlari lebih kencang tak menunggu jawaban radit
Di dalam mobil jonathan berkendara dengan kecepatan tinggi, jonathan langsung menghubungi mama kaila menggunakan aplikasi di mobilnya
“bagaimana tante sudah menemukan jancent hendrawan belum?” tanya jonathan dengan nada cemas saat telponnya dengan mama kaila tersambung
“belum” mama kaila jadi gugup mendengar suara jonathan yang nampak khawatir tak seperti biasanya “ningrum gak papa kan?’ tanya mama kaila
“ aku sedang memastikannya. Cepat tante cari dia” ucap jonathan memutus panggilannya dan kembali berkendara dengan kecepatan di atas rata-rata menuju rumahnya
***
Di Jerman ayah virza dan rafasya berjalan dengan harap-harap cemas menuju suatu ruangan sebuah perusahaan untuk memastikan sesuatu
“selamat pagi” sapa ayah virza membuka pintu sebuah ruangan
__ADS_1
“pagi” sapa seorang wanita paruh baya memutar kursinya ke hadapan rafasya dan ayah virza
“kau!”teriak ayah virza terkejut dengan wanita yang ada di hadapannya “jadi kau yang merencanakan masalah di perusahaan di keluargaku?” tanya ayah virza penuh selidik
Wanita tersebut tersenyum devil “ternyata kau masih mengingatku” gumam wanita tersebut yang tak lain adalah “O’neills fransiska ibu raksa martadinata sekaligus tante O’neills jonathan
“apa maksudmu membuat perusahaanku dan keluargaku dalam masalah?" tanya ayah virza
“hanya ingin saja” balas fransiska tersenyum remeh
“aku sama sekali tak mengerti denganmu? Kalau kau membenciku harusnya cukup aku yang jadi sasaran kenapa melibatkan perusahaan besanku dan juga om sakti?” tanya ayah virza meminta kepastian “dan bukankah dalang di balik ini raksa kenapa sekarang jadi kau?” tanya ayah virza yang sudah tahu kalau Raksa yang sudah mengincar perusahaan ayah virza dan keluarganya
Fransiska terkekeh “ karena raksa anakku, dia patuh padaku ” balas fransiska
“apa?” tanya ayah virza tak percaya kalau raksa adalah anak fransiska orang yang pernah ia tolak dulu dan ternyata fransiska masih menyimpan dendam padanya
“dia anakku bersama kenzo hendrawan” balas fransisca menyebut nama suaminya agar ayah virza mengingat tentang keluarga hendrawan
“aku makin tak mengerti denganmu, bukankah dengan kenzo aku tak ada masalah sedikitpun dengannya?” tanya ayah virza
“siapa bilang tak ada masalah!” teriak fransisca menggebrak mejanya
“karena kalian lah dia selalu merasa bersalah, selalu memintaku mengalah, memintaku jangan menyusahkan kalian. Aku benci itu. Saat aku sudah bisa melupakanmu karenanya. Tapi dia selalu bilang jangan menyakiti kalian dan aku benci itu!” teriak fransisca
“lalu bagaimana dengan keluarga kevin, mereka sama sekali tak ada hubungan dengan hal ini ?” tanya ayah virza
“itu hanya tambahan bonus saja. Karena anaknya” tunjuk fransiska pada rafasya “sudah merebut sasaran anakku untuk menghancurkan kalian” balas fransiska tersenyum devil
ayah virza mengingat ningrum anaknya yang selalu di awasi selama setahun ini “apa yang kau lakukan pada anakku!” teriak ayah virza
“kalau sampai kau menyakitiku istriku akan aku hancurkan kau!” teriak rafasya tak ingin ada yang melukai ningrum istrinya
“ah takut” fransisika mengepalkan kedua tangannya di depan wajahnya memeragakan takut lalu tersenyum “kalian fikir aku takut!” balas fransisika dengan suara tajam
“apa maumu sebenarnya?” tanya ayah virza dengan sorot mata membunuh
__ADS_1
fransiska tersenyum ke arah ayah virza “kalian hancur. Hahahahahah” fransiska tertawa keras menatap tajam ayah virza dan rafasya “mungkin kemarin kalian melindunginya dengan susah payah, tapi apa kau fikir bisa mencari selah untuk melindungi anak itu selamanya dariku. Pasti sekarang anakku sudah menangkap buruannya” ucap fransiska tertawa membayangkan raksa yang sudah menangkap ningrum
“kau!” teriak ayah virza dan rafasya yang berniat mengahampiri fransiska tapi di tahan oleh anak buah fransiska yang berjumlah banyak