Menikah Karena Perjodohan

Menikah Karena Perjodohan
sebagai perawatmu aku akan menemanimu liburan (season 2)


__ADS_3

Rafasya masih menangis dalam pelukan mila “tenang ya sya” pinta mila mengelus kepala rafasya


“apa salahku mil, sampai mereka bermain di belakangku?” tanya rafasya dengan isak tangis


Ayah kevin dan mama Karin bingung harus berbuat apa dengan rafasya


Mila terus  mengusap punggung rafasaya mencoba menenangkan rafasya yang sedih


“Mila, kamu gak papa kan kalau nginep di rumah kami dulu?” Tanya mama Karin ingin meminta bantuan Mila mengurus rafasya


“iya tante gak papa, mila bakal nemenin rafasya sampai dia lebih baik” balas Mila


mama karin melirik mila dari balik kaca spion di hadapannya “terima kasih ya mila” ucap mama Karin


“sama-sama tante” balas mila tersenyum


Sesampainya di rumah, rafasya di antar kekamarnya yang sekarang pindah ke lantai bawah karena keadaan kakinya yang tak memungkinkan rafasya untuk naik turun tangga


ayah kevin melirik rafasya yang masih terus memegang lengan mila seperti anak kecil yang takut kehilangan mainannya “sya, lepasin tangan mila dulu. Kasian dia juga pengen istirahat” pinta ayah kevin mencoba melepaskan genggaman tangan rafasya dari lengan Mila


Mila menoleh ke arah ayah kevin “sudah gak papa om, nanti kalau dia sudah melepaskan tanganku, mila ke kamar tamu sendiri” balas mila yang memang sudah tahu letak kamar tamu rumah rafasya karena dia yang memang sudah menginap di rumah rafasya sejak kemarin


“ya sudah, kami istirahat dulu ya, kalau ada apa-apa panggil kami” ucap ayah kevin yang ingin segera istirahat


“iya om” balas mila mengangguk


Mila terus mengusap punggung rafasya yang masih menangis sesenggukan


“apa gak ada yang mencintaiku mil?” Tanya rafasya


“kenapa kamu bilang gitu?” Tanya mila


Rafasya menoleh kearah mila “buktinya mereka menghianatiku di belakangku” balas rafasya


"kamu masih punya kedua orang tuamu yang begitu menyayangimu sya, dan jangan lupakan aku sya, aku mencintaimu dari dulu dan masih sampai detik ini” balas mila


rafasya menatap manik mata mila mencari kebenaran dari sorot mata mila “kau hanya ingin menghiburku kan? Menghiburku yang lumpuh ini” ucap rafasya lirih melirik kakinya


“sudah berapa kali aku bilang ke kamu sya , jangan bilang kamu lumpuh, kamu masih bisa sembuh. Jangan lupain perjuanganku merawatmu sya” pinta mila lirih


rafasya mulai menyudahi tangisnya “terima kasih mila” ucap rafasya


Mila tersenyum melihat rafsya yang sudah mulai tenang  “iya sya” balas Mila lirih

__ADS_1


Rafasya menarik tengkuk mila dan mengecup bibir mila “terima kasih” ucap rafasya


Mila membelalakkan matanya lebar "maaf Mil" ucap rafasya menutup bibirnya dengan satu tangan


Mendapat kecupan singkat dari rafasya, Mila langsung menyingkirkan tangan rafsya yang menutupi mulut rafasya dan langsung membawa rafasya masuk dalam selimut dan berbaring di samping rafasya ******* bibir rafasya.


***


Mila bangun pagi-pagi sekali untuk membuatkan rafasya sarapan


“pagi mila” Sapa mama Karin menghampiri mila yang sedang sibuk berkutat di dapur


“pagi tante” balas mila tersenyum ke arah mama karin


“kamu sedang apa?” tanya mama Karin


“buatin sarapan buat rafasya tan, biasanya kan dia makan-makanan lembut di jepang takut disini dia gak terbiasa kalau makanannya gak sama” balas  mila


“kamu kan bisa suruh pelayan buat masakin rafasya” ucap mama Karin tak enak pada mila yang bangun pagi-pagi sekali untuk masak


“gak papa tan, lagian di jepang juga biasanya rafasya makan masakan mila” balas mila


Mama kaila menyipitkan matanya “jadi yang rafasya makan, itu masakanmu, tante kira itu jatah dari rumah sakit” tanya mama Karin


Mama Karin tersenyum bahagia “walaupun kau kehilangan ningrum, setidaknya kau dapat pengganti yang


lebih mencintaimu dan lebih perduli padamu “ batin mama Karin tersenyum kearah mila yang sedang sibuk masak untuk rafasya


setelah makanan matang semua, mila meletakkannya di wadah dan menaruhnya di nampan


“aku antar makanan rafasya dulu ya” ucap mila izin pamit pergi menuju kamar rafasya


“iya” balas mama Karin


Mila mengantarkan sarapan untuk rafasya yang sedang duduk di kamarnya


“sya, makan dulu yuk” ajak mila membantu rafasya untuk duduk


“iya” balas rafasya


Mila mulai menyuapi rafasya makan “aaaa” suara mila menyuapi rafasya


rafasya menyipitkan matanya “aku bukan anak kecil” keluh rafasya tetap menerima suapan mila

__ADS_1


“maaf, kebiasaan” balas mila terkekeh mengingat dirinya menyuapi rafasya seperti saat menyuapi anak kecil


“kok rasa makanannya sama kaya yang dijepang?” tanya rafasya saat merasakan rasa masakan mila


“ya sama, orang yang masak kan orangnya sama” balas mila


Rafasya menautkan kedua alisnya “ emang yang masak di jepang siapa? Mamaku kan gak bisa masak” tanya rafasya


“ya aku lah, emang siapa lagi ” balas mila


“emangnya kamu bisa masak?” tanya rafasya tak percaya bahwa mila bisa memasak


Mila membelalakkan matanya lebar “ ya bisa lah, emang selama ini kamu makan, siapa yang masak?” balas mila


“ya kirain kamu gak bisa masak, kan dulu kamu suka sekali dandan jadi aku pikir kamu gak bisa masak” balas rafasya


“suka dandan dan suka shoping bukan berarti gak bisa masak kali. Lagian kan dari dulu aku tinggal sendiri jadi harus bisa masak lah” balas mila


“mumpung kamu sedang pulang ke Indonesia kenapa kamu gak pulang ketemu dengan ibumu?” tanya rafasya yang tahu kalau mila masih memiliki seorang ibu walaupun ayahnya sudah meninggal sejak mila kecil


“gak ah, males ganggu keluarga baru ibu” balas mila


“tapi biar gimana kamu kan tetap anaknya jadi dia pasti senang lihat kamu. Bukannya kamu sudah gak pulang ke rumah sejak kuliah?” tanya  rafasya


“toh selama ini aku juga bisa tinggal hanya sama oma, jadi sekarang pun gak masalah kalau gak ketemu dia” balas mila tetap tersenyun


“tapi oma kamu kan sudah lama meninggal?” tanya rafasya


“sudah ya sya, jangan bahas lagi” pinta mila mencoba tetap tersenyum


“terserah kau saja” balas rafasya tak enak hati saat membahas orang tua Mila


“oh ya mil, kapan kau pulang ke jepang lagi?” tanya rafasya


“belum tahu kapan. Aku sih ambil cuti tahunan, jadi sekitar 2 bulan lagi mungkin” balas mila


“mau temani aku jalan-jalan tidak?” tanya rafasya


Mila mendongak ke arah rafasya “kau gak salah ngajak aku?” tanya mila terkekeh


“jangan salah paham dulu. Aku pengen jalan-jalan tapi dengan keadaanku sekarang, mana mungkin aku bisa sendiri, dan mama kan gak bisa jauh dari ayah lama-lama. Padahal aku ada rencana berlibur satu bulan” balas rafasya sedikit gugup


Mila tersenyum “iya, aku sebagai perawatmu pasti akan menemanimu berlibur” balas mila

__ADS_1


__ADS_2