
hafizhan, fredy dan bagas tengah berkumpul bersama di sebuah cafe daerah jakarta selatan yang biasa mereka singgahi bersama
"selamat ya sudah seminar proposal " bagas menepuk pelan bahu hafizhan
hafizhan tersenyum "thanks " balas hafizhan
fredy yang sedang lahap menyantap makanan di atas meja menghentikan aktivitasnya sesaat "ini kamu yang traktir kan? " tanya fredy semangat melirik makanan di atas meja yang begitu banyak
" hmmm" balas hafizhan datar
bagas menggelengkan kepala melihat kelakuan sahabatnya itu " kebiasaan matanya langsung bercahaya kalau liat ada yang gratisan" gumam bagas berdecak
" iya dong, aku tuh beda sama kalian yang anak orang kaya. ya walaupun kalian lebih suka nyari duit sendiri dari pada minta sih tapi kalian pasti sering makan kaya gini gak kaya aku yang jarang-jarang makan enak seringan hanya sayur kangkung lauk tahu dan tempe " kekeh fredy
"puasin saja makannya, nanti bungkus untuk keluargamu sekalian" ucap hafizhan paham betul keadaan sahabatnya yang satu ini
" kalau kamu maksa, aku gak akan nolak" ucap fredy tersenyum
hafizhan menatap bagas yang ada di hadapannya
"gimana perkembangan pendekatan mu dengan klarisa? " tanya hafizhan
fredy menyerut jus buah miliknya "eh iya, adek tingkatmu itu ya zhan? " tambah fredy yang di jawab anggukan kepala oleh hafizhan
bagas menghela nafas panjang "mau berkembang gimana? tau sendiri keluarga kita itu bikin benteng kelewat tinggi buat kita. dan tau sendiri klarisa yang patuh mana mau deket sama aku" balas bagas lesu
fredy menggit timun di piringnya " terus nyerah? " tanya fredy melanjutkan makannya
bagas membusungkan dadanya " oh tidak! tak ada kata menyerah dalam kamus bagas pradana! " bangga bagas pada dirinya sendiri
fredy mengangkat sebelah alisnya "lagian keluarga kalian ada masalah apa sih? " tanya fredy
bagas mengetikkan bahunya " entahlah" balas bagas
"kamu gak pernah nanya? " tanya hafizhan
" berkali-kali, tapi jawabannya selalu sama. jangan banyak tanya cukup jangan dekat-dekat dengan musuh bebuyutan keluarga" balas bagas menirukan ucapan ayahnya tentang keluarga wirayudha
__ADS_1
fredy menggelengkan kepala "keluarga konglomerat emang aneh kelakuannya, sulit untuk di pahami orang miskin kaya aku" ucap fredy
bagas menatap tajam fredy "jangan bilang gitu, aku malah iri sama keluargamu yang gak banyak aturan tapi saling menghormati dan menyayangi" ucap bagas
"iya, dan juga yang bikin aku iri, kalian see mua saling mengerti dan berbagi padahal keluargamu ada banyak" tambah hafizhan
fredy tersenyum menampilkan deretan gigi putih di mulutnya " iya ya adikku ada 5, tapi ayahku yang selalu berusaha keras untuk menghidupi kami, ibu juga yang berjuang keras membesarkan kita enam saudara membuatku gak pernah keberatan membantu sekolah adik-adikku walaupun gajiku kecil" balas fredy yang di jawab anggukan kedua sahabatnya
"kita semua memang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, terkadang apa yang sudah menjadi milik kita terasa tak berharga tapi milik orang lain yang menurut mereka tak berharga malah menurut kita sangat berharga" gumam hafizhan
bahas mengangguk menyetujuan ucapan hafizhan" orang tuamu masih selalu membanding-bandingkan dirimu dengan kakakmu? " tanya bagas
hafizhan mengangguk " masih, katanya aku harus bersikap ramah seperti kakak, dan jangan cuek sama orang lain" balas hafizhan
"emang kamu gak bisa nurutin mereka? " tanya fredy
hafizhan menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi menengadahkan kepalanya di bahu kursi "aku yang seperti ini adalah aku, jika aku berubah karena mereka berarti itu bukan aku. aku hanya akan mengikuti apa yang aku inginkan dan bukan keinginan orang lain" balas hafizhan
bagas mengangguk-anggjk "iya sih, benar yang kamu ucapkan. kalau kita hanya menuruti keinginan orang lain itu hanya akan jadi kebahagiaan mereka dan bukan kebahagiaan kita" tambah bagas
hafizhan mengendarai sepedah motornya dengan kecepatan tinggi. ia bisa lancar menjalankan motornya karena waktu yang sudah menunjukkan pukul 11 malam membuat jalanan sepi kendaraan
saat mengendarai motornya di jalan mawar, ia melihat sebuah mobil terhenti dengan seorang wanita yang bolak-balik tak jelas di depan mobilnya " kenapa dia? " batin hafizhan menyadari lilia lah yang tengah kebingungan di depan mobil miliknya
hafizhan menghentikan motornya di samping mobil lilia " kenapa? " tanya hafizhan
lilia mendongak pada pria yang memakai jaket kulit hitam dan masih menggunakan helm miliknya "mobil saya mogok, tapi gak tahu harus apa? " balas lilia dengan wajah polosnya
" kenapa gak telfon derek saja? " tanya hafizhan
lilia menunjukkan ponselnya ke hafizhan " ponselku mati" ucap lilia mengerucutkan bibirnya
"kamu punya perkakas untuk membenarkan mobil? " tanya hafizhan
lilia tanpak mengingat-ingat " ada gak ya" gumam lilia "ah biasanya om ujang sopir keluarga aku yang menaruhnya di bagasi" gumam lilia berlari ke bagasi belakang mengambil perkakas" ini ada" tunjuk lilia pada kotak yang ia pegang
hafizhan tak langsung menerima perkakas lilia, ia menatap heran lilia " kamu gak takut kalau saya itu orang jahat? " tanya hafizhan
__ADS_1
" memang kamu orang jahat? " tanya lilia polos
hafizhan menghela nafas panjang " ah sudahlah" gumam hafizhan melepas helmnya dan mengambil perkakas dari lilia
" nih pegang" ucap hafizhan memberikan helmnya pada lilia untuk di pegang
lilia mengikuti perintah hafizhan dengan wajah bingung dan mata membulat masih dalam keadaan bingung "kamu yang di taman kampus kan? " tanya lilia semangat setelah mulai menetralisir keterkejutannya
hafizhan tak menjawab pertanyaan lilia dan balik bertanya " untuk apa seorang wanita keluar di jam segini? " tanya hafizhan
lilia menggeleng tak terima pertanyaan hafizhan "aku gak keluar malam kok, aku sebenarnya dari acara ultah temanku, aku sudah jalan pulang dari jam 8 tadi, tapi mobilku mogok, ponselku mati dan tak ada yang ingin membantuku sedari tadi" balas lilia
"kan kau bisa naik taksi" balas hafizhan
lilia menepuk jidatnya " kenapa aku gak kepikiran ya? " gumam lilia merutuki kebodohannya
"sudah selesai, coba nyalain mesin mobilmu" pinta hafizhan
lilia bergegas menyalakan mesin mobilnya "wah sudah nyala" ucap girang lilia
hafizhan menutup pintu mesin mobil lilia " nih perkakas nya" ucap hafizhan memberikan kotak perkakas lilia
lilia menerimanya " Terima kasih" balas lilia
"dimana rumahmu? " tanya hafizhan
"hah? " lilia menatap heran hafizhan
"jangan salah paham, aku hanya akan menemanimu pulang karena ini sudah malam" ucap hafizhan
lilia tersenyum "Terima kasih" balas lilia
30 menit perjalanan akhirnya lilia dan hafizhan sampai di rumah lilia. lilia membuka kaca jendela nya yang sudah ada hafizhan di samping mobilnya " sudah sampai, Terima kasih dan maaf tidak mengajakmu minum teh karena sudah malam" ucap lilia
"hmmm" balas menyalakan mesin motornya dan melaju menyusuri jalanan di malam hari
lilia menyentuh kedua pipinya" ganteng banget" gumam lilia
__ADS_1