
Rebecca sibuk memainkan ponselnya sembari menunggu zian datang
Zian membuka pintu mobil “ sudah siap?” tanya zian ke arah rebecca
“dari tadi” balas rebecca ketus membenarkan posisi duduknya
Zian masuk ke dalam mobil dan memasang sabuk pengamannya, menoleh kearah rebecca “bisa gak sih kalau
ngomong, yang manis dikit” pinta zian pada rebecca yang selalu ketus saat bicara dengannya
Rebecca menoleh kearah zian dengan tatapan tajam
“kenapa harus manis? Emangnya om zian kopi yang butuh pemanis agar tidak pahit” balas rebecca
Zian menepuk keningnya “ampun deh” gumam zian menggelengkan kepalanya mendapati jawaban rebecca
rebecca mengedarkan pandangannya ke bagian tubuhnya “om, tapi ada yang aneh tahu” ucap rebecca
“apa?” tanya zian mulai melajukan mobilnya
Rebecca mengangkat gaunnya “masa rebecca pakai sepatu kaya gini?” tanya rebecca yang merasa tak cocok memakai sepatu kets dengan gaun yang ia pakai sekarang
zian melirik ke arah kaki rebecca“oh itu, jangan khawatir, sudah ada sepatu ukuranmu di kursi belakang” balas zian
Rebecca menoleh kebelakang “sejak kapan ada sepatu sebanyak itu di situ?” tanya rebecca yang baru melihat beberapa kotak sepatu di kursi belakang
“tadi aku suruh pegawai butik untuk memasukkannya, nanti kau pilih saja” balas zian
“oh” ucap rebecca
“emang kita mau ke acara apa sih om?” tanya rebecca
“acara perayaan kerjasama bisnis perusahaan ayah dengan beberapa perusahaan lain” balas zian
“tapi rebecca gak mau banyak bicara ya om, rebecca males” balas rebecca
“siapa juga yang menyuruhmu banyak bicara, aku cuma mau kau menemaniku” balas zian
“lagian emang gak bisa ya om, datang sendiri? pakai acara maksa rebecca nemenin om segala? ” tanya rebecca
“gak bisa. Semua orang membawa pasangan mereka, kan kau tahu sendiri aku pacar saja gak punya” balas zian
“ya makanya cari pacar sana , umur sudah kepala 3, cari pacar aja gak bisa ” balas rebecca
“emangnya cari pacar gampang apa?” tanya zian
“gampang lah” balas rebecca
__ADS_1
“emang kamu sendiri sudah punya pacar?” tanya zian
“engga punya ” balas rebecca enteng
“itu kamu sendiri, pacar aja gak punya, kamu bilang cari pacar gampang?” balas zian
“itu mah rebecca malas saja punya pacar, merepotkan” balas rebecca
“sama, aku juga merasa merepotkan kalau punya pacar “ balas zian
zian melirik ke arah rebecca “kalau enggak? karena kita sama-sama repot punya pacar, kenapa kita gak pacaran saja?” tanya zian datar
rebecca membelalakkan matanya lebar menatap zian “apa?” tanya rebecca terkejut
Zian mengerem mobilnya, karena sudah sampai di tempat acara “ah sudah sampai, ayok turun” ajak zian turun dari mobilnya tak menanggapi reaksi rebecca yang terkejut dengan ucapan zian
zian keluar dari mobil berjalan menuju pintu rebecca dan membukanya “ayok turun” ajak zian menadahkan
tangannya agar rebecca menggandengnya
Rebecca menggandeng tangan zian “apa maksud om bilang seperti itu?” tanya rebecca
“nanti kita bicarakan lagi saja. Sekarang kita nikmati pestanya” balas zian tersenyum kearah rebecca
“aneh” gumam rebecca tetap menggandeng tangan zian masuk ke dalam gedung tempat acara perayaan kerjasama diselenggarakan
Sepanjang jalan banyak yang memandangi zian dan rebecca sambil berbisik “om merka kenapa sih? Dari tadi ngelihat rebecca dengan tatapan aneh gitu?” tanya rebecca yang bingung kenapa ia jadi pusat perhatian
zian membawa rebecca menghampiri kolega bisnisnya“selamat malam tuan anton dan tuan andre” sapa zian menyalami tuan anre dan tuan anton rekan bisniisnya yang menjalani kerjasama besar dengan
perusahaan Adhitama Group
“malam pak zian” balas pak anton menyalami zian ramah
“apa ini pasanganmu?” tanya tuan andre melirik ke arah rebecca
Zian tersenyum “iya tuan” balas zian
Tuan anre mengajak rebecca berjabat tangan “siapa namamu?” tanya tuan andre
“rebecca om” balas rebecca ramah
Tuan anton menyipitkan matanya “sepertinya wajahmu tak asing” tuan anton Nampak berpikir “ah aku pernah melihatnya bersama kevin dan Karin” ucap tuan anton mengingat dimana ia pernah melihat rebecca
“mereka om dan tanteku” balas rebecca ramah
“kevin tak punya saudara, Karin hanya punya kerabat di perancis. Berarti kau anak Robert dan lisa” ucap tuan anton yang memang cukup mengenal ayah kecin dan mama karin
__ADS_1
rebecca menautkan kedua alisnya “om kenal dengan orang tuaku” tanya rebecca
“ah, tentu saja kenal, kami pernah ada kerjasama bisnis dengan orang tuamu dan orang tua zian” balas tuan anton
rebecca mengangguk paham
“ya sudah kalian nikmati saja acaranya, sebentar lagi kita akan naik panggung” ucap tuan anton menepuk bahu zian bergegas menyapa para tamu yang lain
Rebecca mengedarkan pandangannya kesekitar aula acara pesta “om minuman itu beralkohol tidak?” tanya rebecca melirik deretan makanan dan minuman yang di sediakan panitia acara
“mana?” zian melirik kea rah tatapan rebecca
zian memindai minuman yang disajikan “yang deretan sebelah kiri bukan, yang sebelah kanan jangan disentuh itu semuanya beralkohol” balas zian
“ya sudah rebecca kesana ya om, haus” ucap rebecca
“ya sudah, jangan jauh-jauh ya” balas zian
rebecca menyipitkan matanya kearah zian “rebecca bukan anak kecil om, gak bakal ilang kalau
jauh dari om” balas rebecca
“ya kali aja bisa ilang, karena lupa jalan pulang ” balas zian
“udah ah” rebecca meninggalkan zian yang membuatnya kesal dan berjalan menuju deretan meja minuman dan camilan “wah kayanya enak” rebecca mengambil camilan yang ada di meja dengan tersenyum girang sambil mencicipi aneka makanan yang disediakan
“hai nona” sapa seorang pria berbadan tegap dengan setelah jas berwarna merah menghampiri rebecca yang sibuk menjajal setiap makanan
Rebecca menoleh ke arah sumber suara, meneliti pria tersebut dari atas sampai bawah “ada apa?” tanya rebecca ketus
pria tersebut tersenyum seramah mungkin “sedang apa disini?” tanya pria tersebut
“makan, nih” balas rebecca menunjukan pring berisi camilan yang sedang ia nikmati
Pria tersebut tersenyum kecil “namaku Joshua. Siapa namamu?” Joshua mengajak rebecca untuk bersalaman
untuk berkenalan
rebecca melirik tangan joshua yang ingin berjabat tangan dengannya “sepertinya kita gak ada keharusan berkenalan, permisi” balas rebecca meninggalkan Joshua untuk menghampiri zian
rebecca berjalan menghampiri zian yang sedang sibuk bermain ponsel “om, masih lama gak sih, rebecca ngantuk” tanya rebecca saat melihat zian hanya duduk sambil memainkan ponselnya
“sebentar lagi” balas zian
“tuan zian bagaskara, silahkan naik ke atas panggung ” terdengar nama zian di panggil ke atas panggung
“aku kesana dulu ya” ucap zian segera menuju panggung
__ADS_1
zian dan beberapa pengusaha lain naik ke atas panggung untuk memulai pemotongan pita sembagai simbolis tanda dimulainya kerjasama bisnis beberapa perusahaan besar dalam membuat hotel berbintang 5 di Jakarta
Joshua melirik rebecca yang berjalan menghampiri zian “wah ternyata dia orang yang dekat denganmu zian” gumam johua tersenyum penuh arti