Menikah Karena Perjodohan

Menikah Karena Perjodohan
Mengajak ke pesta (season 2)


__ADS_3

Rebecca sibuk memainkan ponselnya sembari menunggu zian datang


Zian membuka pintu mobil “ sudah siap?” tanya  zian ke arah rebecca


“dari tadi” balas rebecca ketus membenarkan posisi duduknya


Zian masuk ke dalam mobil dan memasang sabuk pengamannya,  menoleh kearah rebecca “bisa gak sih kalau


ngomong, yang manis dikit” pinta zian pada rebecca yang selalu ketus saat bicara dengannya


Rebecca menoleh kearah zian  dengan tatapan tajam


“kenapa harus manis? Emangnya om zian kopi yang butuh pemanis agar tidak pahit” balas rebecca


Zian menepuk keningnya “ampun deh” gumam zian menggelengkan kepalanya mendapati jawaban rebecca


rebecca mengedarkan pandangannya ke bagian tubuhnya “om, tapi ada yang aneh tahu” ucap rebecca


“apa?” tanya zian mulai  melajukan mobilnya


Rebecca mengangkat gaunnya “masa rebecca pakai sepatu kaya gini?” tanya rebecca yang merasa tak cocok memakai sepatu  kets dengan gaun yang ia pakai sekarang


zian melirik ke arah kaki rebecca“oh itu, jangan khawatir, sudah ada sepatu ukuranmu di kursi belakang” balas  zian


Rebecca menoleh kebelakang “sejak kapan ada sepatu sebanyak itu di situ?” tanya rebecca yang baru melihat beberapa kotak sepatu di kursi belakang


“tadi aku suruh pegawai butik untuk memasukkannya, nanti kau pilih saja” balas zian


“oh” ucap rebecca


“emang kita mau ke acara apa sih om?” tanya rebecca


“acara perayaan kerjasama bisnis  perusahaan ayah dengan beberapa perusahaan lain” balas zian


“tapi rebecca gak mau banyak bicara ya om, rebecca males” balas rebecca


“siapa juga yang menyuruhmu banyak  bicara, aku cuma mau kau menemaniku” balas zian


“lagian emang gak bisa ya om, datang sendiri? pakai acara maksa rebecca nemenin om segala? ” tanya rebecca


“gak bisa. Semua orang membawa pasangan mereka, kan kau tahu sendiri aku pacar saja gak punya” balas zian


“ya makanya cari pacar sana , umur sudah kepala 3, cari pacar aja gak bisa ” balas rebecca


“emangnya cari pacar gampang apa?” tanya zian


“gampang lah” balas rebecca

__ADS_1


“emang kamu sendiri sudah punya pacar?” tanya zian


“engga punya ” balas rebecca enteng


“itu kamu sendiri, pacar aja gak punya, kamu bilang  cari pacar gampang?” balas zian


“itu mah rebecca malas saja punya pacar, merepotkan” balas rebecca


“sama, aku juga merasa merepotkan kalau punya pacar “ balas zian


zian melirik ke arah rebecca “kalau enggak? karena kita sama-sama repot punya pacar, kenapa kita gak pacaran saja?” tanya zian datar


rebecca membelalakkan matanya lebar menatap zian “apa?” tanya rebecca terkejut


Zian mengerem mobilnya, karena sudah sampai di tempat acara “ah sudah sampai, ayok turun” ajak zian turun dari mobilnya tak menanggapi reaksi rebecca yang terkejut dengan ucapan zian


zian keluar dari mobil berjalan menuju pintu rebecca dan membukanya “ayok turun” ajak zian menadahkan


tangannya agar rebecca menggandengnya


Rebecca menggandeng tangan zian “apa maksud om bilang seperti itu?” tanya rebecca


“nanti kita bicarakan lagi saja. Sekarang kita nikmati pestanya” balas zian tersenyum kearah rebecca


“aneh” gumam rebecca tetap menggandeng tangan zian masuk ke dalam gedung tempat acara perayaan kerjasama diselenggarakan


Sepanjang jalan banyak yang memandangi zian dan rebecca sambil berbisik “om merka kenapa sih? Dari tadi ngelihat rebecca dengan tatapan aneh gitu?” tanya rebecca yang bingung kenapa ia jadi pusat perhatian


zian membawa rebecca menghampiri kolega bisnisnya“selamat malam tuan anton dan tuan andre” sapa zian menyalami tuan anre dan tuan anton rekan bisniisnya  yang menjalani kerjasama besar dengan


perusahaan Adhitama Group


“malam pak zian” balas pak anton menyalami zian ramah


“apa ini pasanganmu?” tanya tuan andre melirik ke arah rebecca


Zian tersenyum “iya tuan” balas zian


Tuan anre mengajak rebecca berjabat tangan “siapa namamu?” tanya tuan andre


“rebecca om” balas rebecca ramah


Tuan anton menyipitkan matanya “sepertinya wajahmu tak asing” tuan anton Nampak berpikir “ah  aku pernah melihatnya bersama kevin dan Karin” ucap tuan anton mengingat dimana ia pernah melihat rebecca


“mereka om dan tanteku” balas rebecca ramah


“kevin tak punya saudara, Karin hanya punya kerabat di perancis. Berarti kau anak Robert dan lisa” ucap  tuan anton yang memang cukup mengenal ayah kecin dan mama karin

__ADS_1


rebecca menautkan kedua alisnya “om kenal dengan orang tuaku” tanya rebecca


“ah, tentu saja kenal, kami pernah ada kerjasama bisnis dengan orang tuamu dan orang tua zian” balas tuan anton


rebecca mengangguk paham


“ya sudah kalian  nikmati saja acaranya, sebentar lagi kita akan naik panggung” ucap tuan anton menepuk bahu  zian bergegas menyapa para  tamu yang lain


Rebecca  mengedarkan pandangannya kesekitar  aula acara pesta “om minuman itu beralkohol tidak?” tanya rebecca melirik deretan makanan dan minuman yang di sediakan panitia acara


“mana?” zian melirik kea rah tatapan rebecca


zian memindai minuman yang disajikan “yang deretan sebelah kiri  bukan, yang sebelah kanan jangan disentuh itu semuanya beralkohol” balas zian


“ya sudah rebecca kesana ya om, haus” ucap rebecca


“ya sudah, jangan jauh-jauh ya” balas zian


rebecca menyipitkan matanya kearah zian “rebecca bukan anak kecil om, gak bakal ilang kalau


jauh dari om” balas rebecca


“ya kali aja bisa ilang, karena lupa jalan pulang ” balas zian


“udah ah” rebecca meninggalkan zian yang membuatnya kesal dan berjalan menuju deretan meja minuman dan camilan “wah kayanya enak” rebecca mengambil camilan yang ada di  meja dengan tersenyum girang sambil mencicipi aneka makanan yang disediakan


“hai nona” sapa seorang pria berbadan tegap dengan setelah jas berwarna merah menghampiri rebecca yang sibuk menjajal setiap makanan


Rebecca menoleh ke arah sumber suara, meneliti pria tersebut dari atas sampai bawah “ada apa?” tanya rebecca ketus


pria tersebut tersenyum seramah mungkin “sedang apa disini?” tanya pria tersebut


“makan, nih” balas rebecca menunjukan pring berisi camilan yang sedang ia nikmati


Pria tersebut tersenyum kecil  “namaku Joshua. Siapa namamu?” Joshua mengajak rebecca untuk bersalaman


untuk berkenalan


rebecca melirik tangan joshua yang ingin berjabat tangan dengannya “sepertinya kita gak ada keharusan berkenalan, permisi” balas rebecca meninggalkan Joshua untuk menghampiri zian


rebecca berjalan menghampiri zian yang sedang sibuk bermain ponsel  “om, masih lama gak sih, rebecca ngantuk” tanya rebecca saat melihat zian hanya duduk sambil memainkan ponselnya


“sebentar lagi” balas zian


“tuan zian bagaskara, silahkan naik ke atas panggung ” terdengar nama zian di panggil ke atas panggung


“aku kesana dulu ya” ucap zian segera menuju panggung

__ADS_1


zian dan beberapa pengusaha lain naik ke atas panggung untuk memulai pemotongan pita sembagai simbolis  tanda dimulainya kerjasama bisnis beberapa perusahaan besar dalam membuat hotel berbintang 5 di Jakarta


Joshua melirik rebecca yang berjalan menghampiri zian “wah ternyata dia orang yang dekat denganmu zian” gumam johua tersenyum penuh arti


__ADS_2