
zian membawa rebecca ke sebuah butik yang cukup terkenal di ibukota
rebecca melirik kearah tempat zian menghentikan mobilnya “kita ngapain disini om?” tanya rebecca
zian melepas sabuk pengamannya “kita masuk saja dulu” pinta zian
rebecca melepaskan sabuk pengamannya keluar mobil mengikuti langkah zian masuk ke dalam butik
“ih ngapain sih om? Jawab dulu napa?” tanya rebecca menarik lengan zian yang akan memasuki butik
zian mengabaikan pertanyaan rebecca dan tetap masuk ke dalam butik
zian mengedarkan pandangannya ke penjuru ruangan dalam butik, zian menoleh kearah pegawai butik dan melambaikan tangannya pada pegawai butik tersebut “mba" panggil zian membuat pandangan pegawai tersebut tertuju kearah zian "mana bosmu?” tanya zian
pegawai tersebut menghampiri zian dan rebecca “lagi ada keperluan di luar sebentar tuan, tapi beliau sudah menitipkan pesan pada kami tentang kedatangan anda” balas pegawai butik yang sudah mengenali zian, karena zian adalah salah satu pelanggan tetap di butik tempatnya bekerja
“ya sudah tangani dia” ucap zian melirik rebecca
rebecca melirik ke arah zian yang memberikan perintah pegawai butik “ih mau ngapain om?” tanya rebecca
“kamu temenin saya ke acara bisnis, jadi dia akan mendandani kamu agar lebih bisa di pandang mata”ucap zian
“rebecca males, dan juga kenapa rebecca harus mau?” tanya rebecca berkacak pinggang
“kalau gak mau, aku ratakan taman di rumah dan aku jual semua tanamanmu” ancam zian yang tahu kalau rebecca sangat menyayangi tanaman-tanaman yang ia rawat
Rebecca menatap tajam zian “ih om ngancem rebecca?” rebecca menunjuk ke arah zian “tante kaila pasti gak akan izinin om ngerusak tanaman rebecca ”balas rebecca dengan percaya diri
Zian memasukkan kedua tangannya di saku celana tersenyum kecut “kamu lupa ya? Mamaku dimana? Dia gak akan ada waktu untuk mengurusi tanamanmu, mama terlalu sibuk ngurusin baby Arthur. Dan walaupun dia marah itu bisa aku urus belakangan karena aku anaknya” balas zian dengan seringai liciknya
Rebecca berdecih “om nyebelin” rebecca memilih mengikuti langkah pegawai butik memasuki sebuah ruangan
Zian terkekeh “asyik juga ngerjain dia” gumam zian menatap kepergian rebecca
zian memutuskan memainkan ponselnya sambil menunggu rebecca selesai di dandani
“zian” panggil zivanca ayudia pemilik butik yang baru saja kembali dari urusannya
“hai zivanca” sapa zian bersalaman dengan zivanca
“kau sudah dari tadi?” tanya zivanca
“lumayan” balas zian
__ADS_1
“ya sudah aku ambilkan pakaianmu ya” ucap zivanca mengambil pakaian pesanan zian yang ada di ruangannya
“kau ganti di tempat ganti yang di sana ya” pinta zivanca sambil menyerahkan setelan jas pada zian
“oke” balas zian
Setelah memberikan pakaian pada zian, zivanca berjalan menuju ruangan khusus yang sedang menangani rebecca
“sore” sapa zivanca sopan
“sore”balas rebecca
“ah kau, yang di bawa zian kesini ya?” tanya zivanca
“iya”balas rebecca mengangguk
"kakak cantik sekali" ucap rebecca yang takjub dengan kecantikan zivanca
"kau juga cantik" balas zivanca
"enggak ah, buktinya om zian selalu ngatain rebecca jelek saat di rumah" balas rebecca
zivanca tersenyum menanggapi curhatan rebecca
“kau sudah selesai mandi ya? Aku akan mengukur badanmu agar bisa menyesuaikan pakaianmu “zivanca langsung mengukur badan rebecca dengan gerakan cepat
Zivanca menoleh kearah rebecca “aku akan menyesuaikan pakaianmu dulu, kau ditangani anak buah ku dulu ya” ucap zivanca menepuk bahu rebecca dan bergegas menuju ruangan kerjanya
Zivanca langsung menyesuaikan ukuran tubuh rebecca dengan pakaian yang akan digunakan rebecca dengan cepat karena memang zivanca adalah desainer terkenal dan cukup handal dalam pekerjaannya. Biasanya akan susah meminta zivanca membuat baju untuk seseorang, daftar tunggunya bisa panjang tapi berhubung zian yang meminta, jadi zivanca pasti menyetujuinya tanpa banyak bertanya
***
Rebecca berjalan perlahan dan berhati-hati karena pakaian yang ia pakai terasa kurang nyaman untuknya, rebecca menghampiri zian yang sudah menunggu sedari tadi di sofa ruang tunggu
“om gak salah suruh rebecca pakai pakaian kaya gini?” tanya rebecca melirik gaun tak berlengan yang menampakkan kulit mulus dan bersih rebecca dengan sangat jelas
Zian mendongak kearah rebecca dan begitu terpesona
dengan penampilan rebecca
“om” rebecca mengguncang tubuh zian yang malah melamun tak menanggapi pertanyaannya
“ah”zian melirik kearah pakaian rebecca dan ada rasa tak rela jika ada orang lain yang melihatnya
__ADS_1
“zivanca” panggil zian
“iya, ada apa zian?” tanya zivanca bergegas menghampiri zian
“kamu gak salah memilih pakaian ini untuknya?” tanya zian menunjuk pakaian rebecca
Zivanca menautkan alisnya “ada apa dengan pakaiannya? bukannya bagus? dan bukannya kau yang memilih
pakaian ini? Aku kan hanya menyesuaikan ukurannya saja” balas zivanca
“ganti” pinta zian mengibaskan sebelah tangannya
“kau gak lihat jam berapa?” tunjuk zivanca pada jam dinding di ruang tunggunya “bukanya acara itu di mulai jam 8 malam, ini sudah jam 7 lewat, aku gak mungkin merevisi pakaian yang sesuai ukurannya lagi zian. Jangan
keterlaluan dong” keluh zivanca yang tak menghargai hasil kerja kerasnya
Zian menengok jam dindingnya “iya sih, tapi….” Ucap zian bingung antara pakaian rebecca dan waktu yang sudah mepet
Rebecca menghela nafas kasar “kalau rebecca minta beliin pakaian lagi sama om, boleh kan?” tanya rebecca
“boleh? ” balas zian mengangguk
Rebecca berjalan ke deretan mantel berbulu koleksi zivanca. rebecca memilih satu koleksi tersebut dan menunjukkan pada zian “pakai ini saja, jadi gak terlalu terbuka om ” rebecca menoleh kearah zivanca “apa ini
cocok dengan pakaianku?” tanya rebecca yang mengambil mantel bulu berwarna salem yang dipadu padankan dengan pakaian berwarna merah yang ia pakai
“cocok”balas zivanca
rebecca langsung memakainya “ya sudah cepetan om, rebecca gak mau kemalaman. Dan ingat ya om, kita pulang gak melebihi pukul 11 malam. Rebecca gak mau waktu tidur rebecca terganggu” ucap rebecca berjalan mendahului zian
Zivanca tersenyum melihat sikap rebecca yang terkesan berani “keponakanmu lucu sekali ya zian” ucap zivanca
Zian menoleh kearah rebecca “yang bilang dia keponakanku siapa?” tanya zian
“tadi dia manggil kamu om” balas zivanca
“itu mah, karena dia yang pengen saja. Aku bukan om nya” balas zian
“tapi bukannya kamu bilang padaku, ingin membawa seseorang yang tinggal denganmu untuk menemani ke acara pesta, dan dia juga tadi sempat bilang selalu berdebat saat kalian di rumah” tanya zivanca
“dia memang tinggal serumah, denganku tapi dia bukan keponakan ataupun saudara jauhku. Kau kan tahu sendiri keluargaku hanya om raka dan keluarganya saja” balas zian pamit pergi menyusul rebecca yang sudah
terlebih dulu keluar butik
__ADS_1
Zivanca berdecih “ah ternyata dia bukan saudaramu? Lalu siapa dia sampai kamu mau mengajaknya untuk menemanimu. Aku saja yang bersahabat denganmu bertahun-tahun tak pernah dapat kesempatan itu” gumam
zivanca tersenyum pahit kearah zian yang sudah melajukan mobilnya meninggalkan butik zivanca