Menikah Karena Perjodohan

Menikah Karena Perjodohan
Membawa ke butik (season 2)


__ADS_3

zian membawa rebecca ke sebuah butik yang cukup terkenal di ibukota


rebecca melirik kearah tempat zian menghentikan mobilnya “kita ngapain disini om?” tanya rebecca


zian melepas sabuk pengamannya  “kita masuk saja dulu” pinta zian


rebecca melepaskan sabuk pengamannya keluar mobil mengikuti langkah zian masuk ke dalam butik


“ih ngapain sih om? Jawab dulu napa?” tanya rebecca menarik lengan zian yang akan memasuki butik


zian mengabaikan pertanyaan rebecca dan tetap masuk ke dalam butik


zian mengedarkan pandangannya ke penjuru ruangan dalam butik, zian menoleh kearah pegawai butik dan melambaikan tangannya pada pegawai butik tersebut  “mba" panggil zian membuat pandangan pegawai tersebut tertuju kearah zian "mana bosmu?” tanya zian


pegawai tersebut menghampiri zian dan rebecca “lagi ada keperluan  di luar sebentar tuan, tapi beliau sudah menitipkan pesan pada kami tentang kedatangan anda” balas pegawai butik yang sudah mengenali zian, karena zian adalah salah satu pelanggan tetap di butik tempatnya bekerja


“ya sudah tangani dia” ucap zian melirik rebecca


rebecca melirik ke arah zian yang memberikan perintah pegawai butik “ih mau ngapain om?” tanya rebecca


“kamu temenin saya ke acara bisnis, jadi dia akan mendandani kamu agar lebih bisa di pandang mata”ucap zian


“rebecca males,  dan juga kenapa rebecca harus mau?” tanya rebecca berkacak pinggang


“kalau gak mau, aku ratakan taman di rumah dan aku jual semua tanamanmu” ancam zian yang tahu kalau rebecca sangat menyayangi tanaman-tanaman yang ia rawat


Rebecca menatap tajam zian “ih om ngancem rebecca?” rebecca menunjuk ke arah zian  “tante kaila pasti gak akan izinin om ngerusak tanaman rebecca ”balas rebecca dengan percaya diri


Zian memasukkan kedua tangannya di saku celana tersenyum kecut  “kamu lupa ya? Mamaku dimana? Dia gak akan  ada waktu untuk mengurusi tanamanmu, mama terlalu sibuk ngurusin baby Arthur. Dan walaupun dia marah itu bisa aku urus belakangan karena aku anaknya” balas zian dengan seringai liciknya


Rebecca berdecih “om nyebelin” rebecca memilih mengikuti langkah pegawai butik memasuki sebuah ruangan


Zian terkekeh “asyik  juga ngerjain dia” gumam zian menatap kepergian rebecca


zian memutuskan memainkan ponselnya sambil menunggu rebecca selesai di dandani


“zian” panggil zivanca  ayudia pemilik butik yang baru saja kembali dari urusannya


“hai zivanca” sapa zian bersalaman dengan zivanca


“kau sudah dari tadi?” tanya zivanca


“lumayan” balas zian

__ADS_1


“ya sudah aku ambilkan pakaianmu ya” ucap zivanca mengambil pakaian pesanan zian yang ada di ruangannya


“kau ganti di tempat ganti yang di sana ya” pinta zivanca sambil menyerahkan setelan jas pada zian


“oke” balas zian


Setelah memberikan pakaian pada zian, zivanca berjalan menuju ruangan khusus yang sedang menangani rebecca


“sore” sapa zivanca sopan


“sore”balas rebecca


“ah kau, yang di bawa zian kesini ya?” tanya zivanca


“iya”balas rebecca mengangguk


"kakak cantik sekali" ucap rebecca yang takjub dengan kecantikan zivanca


"kau juga cantik" balas zivanca


"enggak ah, buktinya om zian selalu ngatain rebecca jelek saat di rumah" balas rebecca


zivanca tersenyum menanggapi curhatan rebecca


“kau sudah selesai mandi ya? Aku akan mengukur badanmu agar  bisa menyesuaikan pakaianmu “zivanca langsung mengukur badan rebecca dengan gerakan cepat


Zivanca menoleh kearah rebecca “aku akan menyesuaikan pakaianmu dulu, kau ditangani anak buah ku dulu ya” ucap zivanca menepuk bahu rebecca dan bergegas menuju ruangan kerjanya


Zivanca langsung menyesuaikan ukuran tubuh rebecca dengan pakaian yang akan digunakan rebecca dengan cepat karena memang zivanca adalah desainer terkenal dan cukup handal dalam pekerjaannya.  Biasanya akan susah meminta zivanca membuat baju untuk seseorang, daftar tunggunya bisa panjang tapi berhubung zian yang meminta, jadi  zivanca pasti menyetujuinya  tanpa banyak bertanya


***


Rebecca berjalan perlahan dan berhati-hati karena pakaian yang ia pakai terasa kurang nyaman untuknya, rebecca  menghampiri zian yang sudah menunggu sedari tadi di sofa ruang tunggu


“om gak salah suruh rebecca pakai pakaian kaya gini?” tanya rebecca melirik gaun tak berlengan yang menampakkan kulit mulus dan bersih rebecca dengan sangat jelas


Zian mendongak kearah rebecca dan begitu terpesona


dengan penampilan rebecca


“om” rebecca mengguncang tubuh zian yang malah melamun tak menanggapi pertanyaannya


“ah”zian melirik kearah pakaian rebecca dan ada rasa tak rela jika ada orang lain yang melihatnya

__ADS_1


“zivanca” panggil zian


“iya, ada apa zian?” tanya zivanca bergegas menghampiri zian


“kamu gak salah memilih pakaian ini untuknya?” tanya zian menunjuk pakaian rebecca


Zivanca menautkan alisnya “ada apa dengan pakaiannya? bukannya bagus? dan bukannya kau yang memilih


pakaian ini? Aku kan hanya menyesuaikan ukurannya saja” balas zivanca


“ganti” pinta zian mengibaskan sebelah tangannya


“kau gak lihat jam berapa?” tunjuk zivanca pada jam dinding di ruang tunggunya “bukanya acara itu  di mulai jam 8 malam, ini sudah jam 7 lewat, aku gak mungkin merevisi pakaian yang sesuai ukurannya lagi zian. Jangan


keterlaluan dong” keluh zivanca yang tak menghargai hasil kerja kerasnya


Zian menengok jam dindingnya “iya sih, tapi….” Ucap zian bingung antara pakaian rebecca dan waktu yang sudah mepet


Rebecca menghela nafas kasar  “kalau rebecca minta beliin pakaian lagi sama om, boleh kan?” tanya rebecca


“boleh? ” balas zian mengangguk


Rebecca berjalan ke deretan mantel berbulu koleksi zivanca. rebecca memilih satu koleksi tersebut dan menunjukkan pada zian  “pakai ini saja, jadi gak terlalu terbuka om ” rebecca menoleh kearah zivanca “apa ini


cocok dengan pakaianku?” tanya rebecca yang mengambil mantel bulu berwarna salem  yang dipadu padankan dengan pakaian berwarna merah yang ia pakai


“cocok”balas zivanca


rebecca langsung memakainya “ya sudah cepetan om, rebecca gak mau kemalaman. Dan ingat ya om, kita pulang  gak melebihi pukul 11 malam. Rebecca gak mau waktu tidur rebecca terganggu” ucap rebecca berjalan mendahului zian


Zivanca tersenyum melihat sikap rebecca yang terkesan berani “keponakanmu lucu sekali ya zian” ucap zivanca


Zian menoleh kearah rebecca “yang bilang dia keponakanku siapa?” tanya zian


“tadi dia manggil kamu om” balas zivanca


“itu mah, karena dia yang pengen saja. Aku bukan om nya” balas zian


“tapi bukannya kamu bilang padaku, ingin membawa seseorang yang tinggal denganmu untuk menemani ke acara pesta, dan dia juga tadi sempat bilang selalu berdebat saat kalian di rumah” tanya zivanca


“dia memang tinggal serumah, denganku tapi dia bukan keponakan ataupun saudara jauhku. Kau kan tahu sendiri keluargaku hanya om raka dan keluarganya saja” balas zian pamit pergi menyusul rebecca yang sudah


terlebih dulu keluar butik

__ADS_1


Zivanca berdecih “ah ternyata dia bukan saudaramu? Lalu siapa dia sampai kamu mau mengajaknya untuk menemanimu. Aku saja yang bersahabat denganmu bertahun-tahun tak pernah dapat kesempatan itu” gumam


zivanca tersenyum pahit kearah zian yang sudah melajukan mobilnya meninggalkan butik zivanca


__ADS_2