
“kamu yakin gak mau aku temani?” Tanya rafasya dengan melipat wajahnya sembari memainkan tangan mila yang ada dalam genggamannya
“gak perlu sya, lagian aku kesana kan Cuma mau mengurus tentang aku yang risign dari kantor” balas mila menghentikan tangan rafasya
Rafasya mengerucutkan bibirnya “tapi gak mau di tinggal” keluh rafasya
mila tersenyum geli dengan tingkah rafasya “aku kesana, pengen cepet beres sya, kalau kamu ikut
pasti bakal lama urusannya” balas mika mencubit hidung rafasya gemas. karena jikarafasya ikut jadi beda urusan dan malah tidak keluar apartemen dan hanya akan di kurung rafasya dalam kamar dengan berbagai alasan
“iya deh” rafasya memeluk mila erat “kabari aku setelah kau sampai ya” pinta rafasya
Mila balas memeluk rafasya erat “iya suamiku, dan jangan lupa jajimu menemui ningrum dan jonathan” balas mila mengingatkan rafasya akan janjinya
“iya” balas rafasya mengurai pelukannya melepas kepergian mila ke jepang
***
Rafasya duduk di mobil bagian kursi penumpang
“pak kita ke rumah keluarga bagaskara” pinta rafasya pada sopir yang di siapkan ayah kevin untuk mengantar rafasya kemanapun
“baik tuan “ balas sang sopir mengangguk
Rafasya mengambil ponselnya, mengusap ponselnya untuk menghubungi seseorang
“halo” sapa rafasya saat panggilannya tersambung
“kakak” balas seorang di seberang telpon
“dimana kamu?” Tanya rafasya
“di rumah kak” balas ningrum lirih
“tunggu di rumah, kita perlu bicara” ucap rafasya
“iya kak” balas ningrum
***
Jonathan dan ningrum tengah duduk dengan muka cemas di ruang tamu
“mukanya biasa aja rum” pinta ayah virza yang melihat wajah kusut anak serta menantunya itu
“gimana bisa biasa aja yah, ini kak rafasya mau datang loh yah” balas ningrum
Ayah virza terkekeh “tahu dosa toh” ejek ayah virza yang tahu ketakutan ningrum pada rafasya
“maaf ya yah kalau jonathan ngajak ningrum bikin dosa” ucap jonathan dengan wajah tertunduk
Ayah virza hanya menghela nafas panjang “semua juga sudah kejadian, intinya nanti jangan ada yang menjawab kalau dia marah, dengerin saja apapun itu”
ayah virza melirik kearah jonathan “kalau dia mukul kamu jangan pernah membalas selagi kamu gak mati” balas ayah virza tajam
“iya yah”balas ningrum dan jonathan serempak
Mama kaila menemani Arthur bermain tak jauh dari ruang tamu “ih cucu nenek, pinter banget sih” ucap mama kaila yang sedang mengajak Arthur bermain puzzle, dan arthur bisa memasang sebagian puzzle dengan benar
Tak lama menunggu lama rafasya datang dengan langkah percaya diri masuk ke kediaman keluarga bagaskara
“selamat siang semua” sapa rafasya berjalan ke dalam ruangan menyalami ayah virza dan mama kaila secara bergantian
Ayah virza melirik rafasya dari atas sampai bawah
__ADS_1
“kamu sudah bisa jalan sya?” Tanya ayah virza takjub melihat rafasya yang sudah mulai berjalan normal, padahalbaru beberapa bulan rafasya masih duduk di kursi roda
“sudah bisa yah, Cuma belum bisa terlalu lelah” balas rafasya tersenyum kearah ayah virza
Ayah virza terharu mendengar panggilan ayah dari rafasya “kamu masih panggil saya dengan
sebutan ayah?” Tanya ayah virza lirih
“apa tidak boleh?” Tanya rafasya menautkan kedua alisnya
“tentu saja boleh” balas mama kaila menghampiri rafasya sembari menggendong Arthur
"arthur" sapa rafasya mencubit pipi arthur gemas
Jonathan yang melihat interaksi rafasya dan orang tua istrinya jadi was-was
“tentu saja boleh sya, Cuma kami pikir kamu akan membenci kami karena perbuatan ningrum” ucap ayah virza melirik ningrum dengan tatapan tajam
rafasya menoleh kearah ningrum sekilas “yang salah ningrum dan suaminya bukan kalian jadi gak ada alasan rafasya untuk membenci kalian” balas rafasya
“ya sudah ayo duduk sya” ajak mama kaila
“terima kasih mah” balas rafasya duduk dekat ayah virza dan mama kaila
Rafasya menoleh kearah ningrum dan jonathan yang duduk dihadapannya, rafsya menyunggingkan senyumnya melihat wajah ningrum dan jonathan yang terlihat gugup dan cemas
“gimana kabar kalian?” Tanya rafasya datar
“ah” ningrum tersentak dengan pertanyaan rafasya karena sedang tenggelam dengan pikirannya sendiri
“kabar kami baik sya. Kamu gimana kabarnya?” Tanya jonathan
Rafasya tersenyum “kau lihat sendiri aku baik” balas rafasya merentangkan tangannya menunjuk tubuhnya yang terlihat sehat-sehat saja
"mila mengurusmu dengan baik ya kak" ucap ningrum
“maafkan aku kak, aku salah sama kamu” ucap ningrum dengan suara gemetar
rafasya menghela nafas “ya memang kalian berdosa kepadaku, dan harusnya kalian menebusnya jika merasa bersalah” balas rafasya
jonathan menatap manik hitam rafasya dengan tatapan penuh harap “bagaimana kami harus menebusnya?” Tanya jonathan
Rafasya melempar map ke hadapan ningrum dan jonathan “ buka” pinta rafasya
Ningrum langsung membuka map yang diberikan “itu adalah berkas-berkas perceraian kita, aku harus mengurus perceraian kita agar bisa mengurus KK ku yang harusnya terpisah denganmu, dan untuk kalian tolong urus sisanya, karena kemarin aku kesulitan saat mengurusnya sebab kalian menikah dengan statusku yang sudah
meninggal” jelas rafasya
“baiklah, tenang saja sya, aku pasti akan mengurusnya” balas jonathan membaca dokumen yang dibawa rafasya
“dan satu lagi” rafasya menyerahkan map berwarna biru pada jonathan “kalau kau menyesal dengan perbuatanmu padaku, biayai acara itu” ucap rafasya
“apa ini?” jonathan membuka map tersebut
“acara resepsi pernikahan” gumam jonathan membuka lembar file tentang dekor , gaun, dan segala perincian dana kebutuhan acara pernikahan
“pernikahan siapa ini?” Tanya jonathan
“pernikahanku” balas rafasya datar
“kau menikah!”seru jonathan terkejut
“tentu saja aku menikah, masa aku harus menangis tiap hari melihat kalian bahagia menikah setelah selingkuh dariku” balas rafasya dengan nada mengejek
__ADS_1
Ningrum tersenyum tak tersinggung sama sekali dengan ucapan rafasya ”syukurlah kalau kakak menikah
dengan mila “ balas ningrum
Rafasya menyipitkan matanya “dari mana kau tahu kalau aku menikah dengan mila? aku kan belum bilang dengan siapa aku menikah ” Tanya rafasya
“dengan siapa lagi kakak menikah kalau tidak dengan mila, karena yang aku tahu kakak hanya mau dekat dengannya setelah perpisahan kita” balas ningrum
rafasya tersenyum membayangkan mila “ya, aku memang menikah dengannya. Dia sudah
mengorbankan tenaga dan waktunya untuk mengurusku” balas rafasya
“apa kau merasa berhutang budi padanya” Tanya jonathan penuh selidik
“hutang budi sudah pasti. Tapi jangan khawatir aku menikah dengannya bukan hanya sekedar hutang budi." balas rafasya seolah tahu apa yang dipikirkan jonathan tentang pernikahannya bersama Mila
"Bersama dengannya aku merasa benar-benar dicintai, diharga dan dihormati, hal yang tidak aku dapatkan saat
bersama ningrum”balas rafasya melirik kearah ningrum
“maaf ya kak, dulu emang aku bukan istri yang baik buat kamu” balas ningrum
“sudahlah, masalah antara kita jadikan masalalu saja. yang penting sekarang seriuslah dengan pernikahnmu dan hargai serta hormati suamimuyang sekarang” balas rafasya
“apa kakak sudah memaafkanku?” Tanya ningrum memberanikan diri
“kalau untuk memaafkan, aku sudah memaafkanmu tapi untuk melupakan ituadalah hal berbeda rum, itu cukup sulit, jadi kalau kalian ingin menebus kesalahan kalian padaku, bersikap baiklah padaku seumur hidup kalian” pinta rafasya
Ningrum mengangguk “iya kak, aku pasti akan baik pada kakak dan mila seumur hidupku” balas ningrum mengangguk
Rafasya menoleh kearah mama kaila “apa mama bisa membantuku kali ini?” Tanya rafasya
“bantu apa saya?” Tanya mama kaila
“aku ingin mencari keberadaan mama mila, tapi mila tak mengizinkannya. Jadi aku mau minta bantuan mama untuk mencarinya. Aku ingin pernikahanku ada ibu mila yang menyaksikan” pinta rafasya
“itu mah urusan gampang, mama pasti akan mencarinya
sampai ketemu” balas mama kaila
“dan untuk kalian” rafasya menatap tajam ke arah ningrum dan jonathan
“jangan mengadakan resepsi pernikahan sebelum aku mengadakannya” ucap rafasya mengingatkan
“tentu saja” balas jonathan tersenyum ke arah rafasya
“terima kasih sudah memaafkan kami ya kak” ucap ningrum
“sebenarnya kakak gak pengen maafin kalian, tapi mila yang minta aku buat maafin kalian” balas rafasya
ningrum menyipitkan matanya “kakak gak salah ngomong gitu?” Tanya ningrum tak percaya kalau mila yang minta utuk memaafkan ningrum
“ya tentu saja, dia bilang jika aku memaafkan kalian itu untuk ketenangan hatinya. Dia bilang jika aku memaafkan kalian berarti dia yakin aku tak terlalu mencintaimu lagi” balas rafasya
“aku kira dia akan mengutukku dan meminta kakak membeciku seumur hidup. Secara dulu dia kan sangat membenciku” balas ningrum mengingat perseteruannya dengan Mila
Rafasya terkekeh “dia dulu memang membencimu rum, tapi katanya sekarang dia gak benci lagi denganmu” balas rafasya
Ningrum menautkan alisnya “kok bisa?” Tanya ningrum
“kata mila, gara-gara kau selingkuh dengannya” rafasya melirik jonathan
“dia bisa jadi menikah denganku” lirih rafasya
__ADS_1
“ah, hahahah” tawa ningrum
“istrimu bisa aja” balas jonathan ikut tertawa