Menikah Karena Perjodohan

Menikah Karena Perjodohan
pertemuan pertama


__ADS_3

angin bertiup cukup kencang membuat lilia menutup matanya menghindari debu yang tertiup ke arahnya "emmmm" gumam lilia menutup mata dengan satu tangannya agar tidak masuk ke matanya


setelah tiupan angin cukup mereda lilia membuka mata dan mulai merapihkan pakaiannya yang berantakan terkena tiupan angin dengan mengibas-ngibas kan tangannya pada debu yang menempel di pakainnya "duh kena debu deh " gumam lilia masih sibuk membersihkan baju dan juga rambutnya


hafizhan mulai terganggu dengan suara lilia


"diam, jangan berisik! ucap hafizhan tajam tanpa membuka matanya


lilia melihat ke arah hafizhan yang masih memejamkan matanya tidur rebahan di bangku taman yang cukup panjang dengan membuat tumpukan buku miliknya sebagai sebuah bantal " siapa dia? " batin lilia mendekati hafizhan untuk melihat lebih dekat


lilia melirik hafizhan dari bawah sampai atas "wah, tampan sekali" batin lilia tersenyum melihat postur tubuh hafizhan yang tinggi, putih dan terlihat kuat dan beorotot


lilia terpesona dengan bulu lentik mata hafizhan, tanpa sadar tangan lilia ingin menyentuhnya


" indah sekali" gumam lilia mulai memainkan bulu mata hafizhan


hafizhan yang mulai risih langsung menangkap tangan lilia dan menatap tajam lilia " apa-apaan kamu! " bentak hafizhan mencengkeram kuat tangan lilia


lilia gugup dengan cengkeraman tangan hafizhan " maaf, bulu matamu terlalu cantik" lilia buru-buru menutup mulutnya dengan satu tangan " upps" lilia memejamkan mata akibat malu karena kelepasan bicarakenapa mulut ini gak bisa di ajak kerjasama" batin lilia menepuk-nepuk mulutnya yang terlalu berani


hafizhan mendengus kesal " gak penting banget sih, ganggu orang istirahat saja" ucap hafizhan bergegas mengambil buku yang awalnya dijadikan bantal tidurnya dan bergegas pergi meninggalkan lilia


"tunggu! " teriak lilia melihat kepergian hafizhan


hafizhan berbalik menatap lilia "apa?! " balas hafizhan ketus


"namaku lilia, namamu siapa? " tanya lilia tersenyum manis


hafizhan mendengus " kirain apa, gak penting" gumam hafizhan mengabaikan lilia yang diam mematung


melihat tubuh hafizhan yang makin menjauh, lilia mengehela nafas panjang " ya aku di cuekin, gini kali ya rasanya orang-orang yang dulu aku abaikan" gumam lilia mengingat dirinya yang sering mengabaikan laki-laki yang mendekatinya


lilia menggigit jari kukunya dan tersenyum " tapi gak papa, selagi belum ada janur kuning melengkung, masih ada kesempatan untukku


" gumam lilia melangkahkan kaki meninggalkan taman kampus menuju parkiran kampus miliknya


***

__ADS_1


seperti biasanya, setelah selesai urusan bimbingan hafizhan berangkat kerja di perusahaan tuan adhitama sebagai anak magang.


hafizhan mendaftar magang disana melalui jalur yang disediakan kampusnya. pihak perusahaan tidak ada yang tahu kalau hafizhan adalah anak pemilik perusahaan tempat mereka bekerja. bahkan tuan adhitama belum tahu sampai sekarang bahwa anaknya magang di perusahaan miliknya


pria berkulit sawo matang menarik kursinya mendekat kesebuah dinding pemisah " kamu sudah sempro ya? " tanya fredy teman kerja hafizhan yang berada tepat disebelah mejanya


hafizhan mengangguk" baru kemarin, sekarang tinggal lakuin penelitian" balas hafizhan tetap konsen pada keyboard di hadapannya untuk mengerjakan tugas dari atasan tempat ia bekerja


fredy tersenyum mengepalkan tangan kanannya sejajar dengan wajahnya "kalau gitu, nanti kita jadi makan-makan kan? " tanya fredy semangat


hafizhan geleng-geleng kepala dengan tingkah sahabatnya "iya jadi, aku sudah kasih pesan pada bagas untuk ke tempat biasa kita kumpul, nanti malam" balas hafizhan


"ok" fredy girang mendengarnya dan kembali melanjutkan pekerjaannya


sore harinya, hafizhan mulai membereskan meja kerjanya " zhan, aku pulang ganti baju dulu ya" ucap fredy mencium bajunya yang bau keringat


"iya, aku juga mau ganti baju dulu" balas hafizhan


"jam 7 kan? " tanya fredy memastikan


setelah selesai beberes, hafizhan bergegas menuju rumahnya untuk mandi dan berganti pakaian santai


hafizhan tengah bercermin, merapihkan rambutnya yang di tata rapih, ia memakai kaos hitam, celana jeans dan jaket kulit berwarna hitam. membuat hafizhan begitu tampan dan cool " ok, sudah rapih" gumam hafizhan


hafizhan keluar kamar mencari keberadaan mamanya yang ternya berada di ruang makan "mah, aku makan malam di luar ya" izin hafizhan pada mamanya yang tengah sibuk menata meja makan


nyonya yolanda masih sibuk merapihkan makanan di atas meja " makan dengan siapa? " tanya nyonya yolanda


"sama temen hafizhan" balas hafizhan datar


nyonya yolanda menghentikan kegiatannya dan menatap heran hafizhan "teman? teman yang mana kok mama gak tau? padahal mama tahu semua teman kakakmu" ucap nyonya yolanda penasaran


" kita beda kampus ma, dia teman main hafizhan jadi kakak gak kenal juga, makanya mama gak tahu" balas hafizhan yang tahu kalau kegiatannya di kampus selalu dalam pengawasan mamanya dengan bantuan kakaknya bagaskara


"ya sudah hati-hati ya" ucap nyonya yolanda


hafizhan mencium pipi mamanya " iya mah" balas hafizhan bergegas pergi dan melambaikan tangannya pada nyonya yolanda

__ADS_1


nyonya yolanda melirik ke arah bagaskara " kamu gak main seperti adikmu? " tanya nyonya yolanda


"enggak mah, mau nemenin mama saja di rumah" balas bagaskara tersenyum


nyonya yolanda mengubit gemas pipi bagaskara " ih perhatian betul sih anak mama, gak tega ya buat mama sendiri di rumah" ucap nyonya yolanda


" iya dong" balas bagaskara


"oh ya, gimana kuliahmu, apa lancar? " tanya nyonya yolanda


" bagaskara sudah ujian mah, tinggal nunggu nilainya keluar, kalau semua mata kuliah bagaskara lulus, bagaskara bisa mulai ngajukan judul dan bimbingan" balas bagaskara


" bagus kalau gitu" ucap nyonya yolanda


bagaskara menunduk dengan wajah sedihnya " maaf ya mah, padahal bagaskara 2 tahun lebih dulu kuliah dari hafizhan tapi tetap saja bagaskara ketinggalan jauh dari dia" ucap bagaskara tak enak hati


nyonya yolanda mengelus puncak Kepala bagaskara " gak papa nak, setiap orang punya kelebihan dan kekurangan massing- masing. jika dia kurang di satu hal bulan berarti dia tak bisa lebih dalam hal yang lain. jadi jangan murung karena kamu pasti kamu punya kelebihan yang belum kamu sadari saja" ucap nyonya yolanda


" Terima kasih mah" balas bagaskara


terdengar suara deru mesin mobil terparkir di halaman rumah keluarga adhitama " ayahmu sudah pulang" ucap nyonya yolanda tersenyum


" iya mah" balas bagaskara melirik arah pintu


"selamat malam semua" sapa tpuan johan


" malam ayah" balas bagaskara dan nyonya yolanda bersamaan


Tuan johan melirik ke penjuru ruangan " adikmu mana bagaskara? " tanya tuan johan


" tadi bilang mau makan sama temannya" balas bagaskara


"adikmu punya teman? " tanya tuan johan seolah tak percaya


"punya lah yah, kan tadi bilang mau makan sama teman" balas nyonya yolanda tak suka suaminya mengejek hafizhan


"ya kan selama ini dia gak pernah bawa temannya ke rumah, ataupun mengenalkannya jadi mana ayah tahu kalau dia punya teman" balas tuan johan

__ADS_1


__ADS_2