
anak-anak berkumpul sesuai instruksi pengurus panti "anak-anak duduk yang rapih yah, dan ingat harus ramah dan sopan" instruksi pengurus panti pada anak asuhnya
orang yang dinanti pun datang. ia adalah tuan johan adhitama dan istrinya nyonya yolanda malik. mereka berdua adalah pasangan yang harmonis tetapi Tuhan memberikan celah pada hubungan mereka yang tidak memiliki keturunan
"selamat sore Bu" sapa tuan johan menyalami pengurus panti diikuti nyonya yolanda
" ini kami bawakan mainan untuk anak-anak" tunjuk tuan johan pada bingkisan yang dibawa para anak buah tuan johan masuk ke dalam panti
"Terima kasih banyak tuan. pasti anak-anak senang sekali dengan pemberian tuan" balas pengurus panti tersenyum
bingkisan mulai dibagikan. anak-anak begitu girang saat membukanya "lihat deh" tunjuk bagaskara pada mainan yang baru ia buka " bagus banget ya" ucap bagaskara memainkan mainan barunya dengan senyum mengembang
hafizhan hanya melirik bingkisan miliknya tanpa membukanya "hmmmmm" balas hafizhan dengan muka datarnya
bagaskara melirik bingkisan hafizhan yang belum dibuka " aku buka ya" bagaskara membuka bingkisan hafizhan dengan semangat tanpa menunggu persetujuan hafizhan
"ih bagus banget zhan" ucap bagaskara mengguncangkan tubuh hafizhan agar melihat mainan barunya
nyonya yolanda mengamati senyum pada wajah anak-anak panti" senang ya mas bisa bikin mereka tersenyum" ucap nyonya yolanda menggenggam tangan tuan johan suaminya
tuan johan mengangguk " iya sayang" balas tuan johan tersenyum
nyonya yolanda mengangkat sebelah alisnya melirik ke arah hafizhan " mas aku kesana ya" tunjuk nyonya yolanda pada kursi hafizhan
"iya sayang" balas tuan hafizhan mengizinkan nyonya yolanda
nyonya yolanda berjalan perlahan mendekati hafizhan. ia menatap hafizhan cukup lama lalu berjongkok mensejajarkan tubuhnya pada hafizhan "apa kau tak suka dengan mainan yang kami bawa? " tanya nyonya yolanda
hafizhan menengok ke arah nyonya yolanda
" bukannya tidak suka tapi hanya merasa biasa saja" balas hafizhan datar
nyonya yolanda tersenyum melihat sikap hafizhan "apa kau ingin mengganti mainannya? " tanya nyonya yolanda
hafizhan menggeleng "idak perlu, lagian aku jarang bermain" balas hafizhan
"kenapa? " tanya yolanda
"tidak papa, hanya merasa tak penting saja untuk bermain" balas hafizhan
nyonya yolanda terkekeh " kau lucu" ucap nyonya yolanda mengelus pipi hafizhan
tak lama kemudian hafizhan dipanggil ke ruangan pengurus panti "tok tok tok" bunyi ketukan pintu
"masuk" ucap pengurus panti
__ADS_1
hafizhan membuka pintu " ibu cari saya? " tanya hafizhan sopan
"iya nak, sini" pengurus panti menepuk dudukan sofa disebelahnya menginstruksikan hafizhan duduk
pengurus panti merangkul hafizhan dari samping " begini hafizhan, mereka berdua berniat mengadopsi kamu, apa kamu mau? " tanya pengurus panti
hafizhan menatap tuan johan dan nyonya yolanda secara bergantian "apa kalian benar-benar ingin mengadopsi ku? " tanya hafizhan
tuan johan dan nyonya yolanda tersenyum "iya kami ingin mengadopsi mu" ucap nyonya yolanda
hafizhan menunduk sedih membuat semua orang saling melempar pandangan bingung "apa kamu tak ingin di adopsi? " tanya pengurus panti
hafizhan menggeleng " bukan begitu, aku senang punya orang tua" balas hafizhan
"lalu kenapa mukamu terlihat sedih? " tanya pengurus panti
hafizhan menatap nyonya yolanda dan tuan johan secara bergantian "apa boleh aku mengajak temanku untuk menjadi anak kalian juga? " pinta hafizhan
nyonya yolanda dan tuan johan kompak bertanya "siapa? "
"bagaskara" balas hafizhan
***
keluarga adhitama menggelar pesta besar mengenalkan hafizhan dan bagaskara sebagai bagian keluarga adhitama
"perkenalkan ini anak-anak saya" tuan johan menggandeng bagaskara "ini anak pertama saya bagaskara adhitama" tuan johan beralih menggandeng hafizhan " dan ini anak kedua saya hafizhan aditama" perkenalan hafizhan dan bagaskara berlangsung meriah yang di hadiri kerabat dan kolega bisnis tuan adhitama
hafizhan dan bagaskara mulai bersekolah disekolah elit pilihan nyonya yolanda, bagaskara yang 2 tahun lebih tua masuk ke kelas 5 sedangkan adhitama masuk ke kelas 3.
"hafizhan" panggil nyonya yolanda yang melihat hafizhan akan naik ke tangga menuju kamarnya
hafizhan menghentikan langkahnya " iya mah" balas hafizhan
nyonya yolanda melirik ke sekeliling " kakak kamu mana? " tanya yolanda yang tak melihat keberadaan bagaskara
" dia ada jam tambahan mah, mulai hari ini kakak dapat jam tambahan sampai dia bisa mengikuti pelajaran dengan baik" balas hafizhan
"kamu tidak? " tanya nyonya yolanda
"tidak mah, hafizhan ke kamar ganti baju dulu ya mah" ucap hafizhan
" ya sudah, nanti cepat turun untuk makan ya" pinta nyonya yolanda
"iya" balas hafizhan
__ADS_1
hafizhan terbilang cukup pintar, ia bisa mengikuti pelajaran dengan cukup baik tanpa hambatan. berbeda dengan bagaskara yang merasa kesulitan dalam belajar. sebenarnya hafizhan selalu membantu bagaskara belajar tapi selalu berakhir hafizhan yang kesal dan bagaskara yang menangis karena tak bisa. karena hal itu nyonya yolanda mencarikan guru privat untuk bagaskara
***
keluarga besar adhitama tengah menikmati sarapan pagi mereka
"aku dah selesai makan, pergi dulu ya mah, yah, ka" ucap hafizhan bergegas meminum jus mangga miliknya
"kamu buru-buru amat? " tanya nyonya yolanda
"hafizhan ada janji dengan dosen pembimbing jam 8 takut telat" ucap hafizhan
"kamu sudah mulai nyusun skripsi? " tanya tuan johan
"iya yah, udah dulu ya" hafizhan langsung berlari menuju halaman yang sudah terparkir motor miliknya
" kamu juga sudah mulai bimbingan? "tanya nyonya yolanda pada bagaskara
bagaskara menunduk " belum mah, bagaskara masih harus ngambil mata kuliah yang belum lulus" ucap bagaskara menunduk
tuan johan menghela nafas panjang " kami gak masalah dengan itu kok nak, kamu jalani saja kuliahmu senyaman mungkin" ucap tuan johan lembut
"maaf ya yah, bagaskara gak sepintar hafizhan, bagaskara 2 tahun lebih dulu kuliah tapi masih belum bisa nyusun skripsi" ucap bagaskara
nyonya yolanda mengelus puncak kepala bagaskara
***
hafizhan segera masuk ke ruang dosen pembimbingnya untuk bimbingan skripsi
"semuanya sudah bagus, kamu sudah bisa mendaftar seminar proposal" dosen pembimbing memberikan tanda tangannya di proposal milik hafizhan
" Terima kasih banyak pak" hafizhan menjabat tangan dosennya sambil tersenyum lebar
hafizhan berjalan dengan membawa buku-buku miliknya keluar gedung dosen menuju taman dekat gedung dosen "ah akhirnya" gumam hafizhan duduk di bangku taman menyandarkan tubuhnya dan memejamkan matanya menikmati terpaan angin di wajahnya
"maaf maaf maaf" ucap seorang wanita sambil berkali kali menunduk pada pria di hadapannya
hafizhan yang merasa terusik membuka matanya untuk melihat apa yang terjadi
"apa kurangnya aku lilia? sampai kau menolak ku? " tanya seorang pria berbadan tegap dan berkulit memakai setelan kemeja berwarna biru
lilia kembali menunduk" aku benar-benar minta maaf, aku hanya tak bisa menerima perasaanmu padaku" balas lilia
pria tersebut pergi dengan kesal karena pernyataan cintanya yang ditolak oleh lilia
__ADS_1
hafizhan tersenyum simpul " gak penting banget" gumam hafizhan kembali memejamkan matanya