
"apa yang harus aku lakukan kak? " isak tangis lilia dalam pelukan bagaskara
"tenang lilia, nanti aku yang akan bicara dengannya" bagaskara mengusap lembut punggung lilia berusaha menenangkan
setelah memeriksakan lilia ke dokter kandungan, bagaskara mengantarkannya pulang untuk beristirahat
***
sesampainya di rumah bagaskara berjalan dengan langkah besar memasuki rumahnya
"mamah" panggil bagaskara mencari keberadaan mamanya ke setiap sudut rumahnya
"mama di sini nak sama ayah" teriak nyonya yolanda yang mendengar panggilan bagaskara
"ternyata kalian di sini" gumam bagaskara melihat kedua orang tuanya sedang menonton
"ada apa sih? " tanya tuan johan dengan wajah kesal
"aku besok akan ke Inggris" ucap bagaskara
nyonya yolanda dan tuan johan menatap bingung bagaskara "kenapa tiba-tiba kamu mau ke sana? " tanya nyonya yolanda
bagaskara menghela nafas panjang dan duduk di samping ke dua orang tuanya "lilia hamil mah , dan hafizhan sulit sekali di hubungi jadi aku akan menyusulnya ke sana" ucap bagaskara
"apa?! " teriak nyonya yolanda dan tuan johan bersamaan
"tadi lilia pingsan saat aku mengajaknya makan setelah urusan bisnis kita selesai, saat aku membawanya ke rumah sakit ternyata dia sedang hamil 13 minggu" cerita bagaskara sambil memejamkan matanya menahan sesak di dada
tuan johan membenarkan posisi duduknya yang tadi sedang tidur di pangkuan istrinya "terus reaksi hardy sama fransiska gimana? " tanya tuan johan
bagaskara menggeleng" mereka belum tahu yah, lilia melarang ku bicara, dia bilang tunggu hafizhan pulang maka dia yang akan bicara sendiri dengan orang tuanya" balas bagaskara
tuan johan mengangguk "ya sudah, cepat kamu susul adikmu itu! bila perlu seret dia pulang!" ucap tuan johan lantang
keesokan harinya bagaskara langsung terbang ke Inggris. sesampainya di sana bagaskara langsung menuju kantor tempat hafizhan bekerja
bagaskara tiba di perusahaan tempat hafizhan bekerja dan langsung menuju ruangan hafizhan yang ia ketahui betul dimana, karena bagaskara pernah mengurus urusan perusahaannya di Inggris sebelumnya " hafizhan! " teriak bagaskara membuka paksa pintu ruangan hafizhan
"maaf tuan, saya sudah melarang kakak anda masuk tapi dia memaksa" ucap sekertaris hafizhan dengan suara lirih karena tak mampu mencegah bagaskara
__ADS_1
"sudah tak apa, pergilah" ucap hafizhan pada sekertaris nya
hafizhan menatap tajam kakaknya itu" apa-apaan sih kak, gak lihat kalau aku ada tamu" lirik hafizhan pada tamunya
bagaskara mencengkram kerah baju hafizhan "ikut aku pulang sekarang! " bentak bagaskara
"apaan sih kak, nanti aku juga pulang kalau urusanku disini sudah selesai" balas hafizhan melepaskan cengkeraman kakaknya secara paksa
"apa kamu lupa janjimu pada lilia? " tanya bagaskara dengan tatapan tajamnya
hafizhan mendelik "aku tidak lupa kak, aku akan pulang tapi nanti" balas hafizhan
klien hafizhan merasa tak enak " maaf tuan, sepertinya anda sedang sibuk, kita bicara lain kali saja" ucap pria yang merupakan klien hafizhan
hafizhan melihat kepergian kliennya dengan wajah kesal " aku sudah bilang berapa kali kak, kalau aku akan pulang kalau urusanku di sini sudah selesai! " teriak hafizhan yang sudah tak bisa menahan emosinya
"urusan apa? " bagaskara menunjuk nunjuk dada hafizhan mendorongnya sampai membentur dinding " urusan apa!" bagaskara membentak "apa kau fikir aku tak tahu kalau kuliahmu sudah selesai hah?! " ucap bagaskara
"dari mana kakak tahu? " tanya hafizhan gugup
"tak penting dari mana aku tahu, tapi yang harus kau tahu jika aku bisa tahu pasti orang tua lilia bisa tahu dengan mudahnya. ingat janjimu hafizhan! " teriak bagaskara
"pokoknya pulang sekarang juga! " bentak bagaskara
hafizhan yang sudah tersulut emosi langsung menelpon lilia. saat mendengar telponnya diangkat hafizhan langsung berucap tanpa menyapa terlebih dahulu "apa kamu yang minta kakakku datang kemari?! " teriak hafizhan
"apa maksudmu? " tanya lilia bingung
"sudah berapa kali ku bilang kalau aku past menikahimu tapi tidak sekarang. jadi jangan melewati batas lilia! " bentak hafizhan
lilia menghela nafas " melewati batas? " tanya lilia dengan suara berat menahan emosi
"iya, jangan melewati batasan ku! aku sedang sibuk dan tak ada waktu mengurusi sifat manjamu itu! " bentak hafizhan
" batasan...? sibuk....? tak ada waktu...? manja kau bilang? " lilia menghela nafas panjang "jangan keterlaluan kamu hafizhan! " kalau kamu merasa terganggu denganku kita batalkan saja pernikahan kita! " teriak lilia kesal menutup telponnya sepihak
teriakan lilia sampai ke telinga orang tuanya " ada apa sayang? kenapa berteriak batalkan pernikahan? " tanya mama lilia cemas
"hiks hiks hiks " lilia menatap sendu kedua orang tuanya "tolong batalkan saja pernikahanku dengan hafizhan, aku sudah tak tahan lagi" ucap lilia terisak" rasanya sesak sekali " lilia memegang dadanya dan jatuh pingsan
__ADS_1
"lilia! " teriak mama lilia dan ayah hardy
lilia pun di bawa ke rumah sakit
bagaskara yang mendengar ucapan hafizhan langsung kesal "bugh" hafizhan mendapat bogem mentah dari kakaknya "apa kamu gila membentak calon istrimu seperti itu! " teriak bagaskara
hafizhan mengusap sudut bibirnya yang berdarah akibat pukulan bagaskara " dia itu terlalu manja kak, dia tak sabaran menungguku " ucap hafizhan
bagaskara menatap tajam adiknya itu "dia itu sedang membutuhkanmu di saat ini, tapi kau malah... " ucap bagaskara menggantung karena ada bunyi telpon
bagaskara memilih mengangkat telpon ayahnya "ada apa yah? " tanya bagaskara
"suruh adikmu pulang sekarang juga! bila perlu seret dia pulang! " teriak tuan johan dari balik seberang telpon
"ayah kenapa marah-marah? " tanya bagaskara
"orang tua lilia barusan menelpon, kalau lilia masuk rumah sakit setelah mengangkat telfon adikmu! " balas tuan johan
"ya sudah, aku akan paksa hafizhan pulang yah" balas bagaskara menutup teleponnya
"kau dengarkan? lilia masuk rumah sakit! " ucap bagaskara penuh dengan penekanan
mata hafizhan membelalak lebar tapi berusaha ia tepis " kan ada orang tuanya yang bisa mengurusnya. aku akan pulang setelah urusanku di sini selesai" ucap hafizhan membuang mukanya
"kau sudah gila! " teriak bagaskara menunjuk-nunjuk hafizhan "dia pingsan karena mu karena kesal padamu" ucap bagaskara
"itu salah dia sendiri, kenapa pingsan" balas hafizhan
bagaskara menghentak- bentak kan kakinya untuk meredam emosinya. bagaskara menghela nafas panjang "apa kau mencintainya? " tanya bagaskara
hafizhan menatap tajam kakaknya " tentu saja aku mencintainya kak" balas hafizhan
"lalu kenapa kau seperti ini? sebenarnya apa yang kau kejar? " tanya bagaskara
"bukan urusan kakak" balas hafizhan
bagaskara mengusap mukanya kasar berusaha mengontrol emosinya " ku beri kau waktu 1 minggu untuk pulang, jika sampai saat itu tiba kau tidak pulang" bagaskara menatap tajam hafizhan
" jangan salahkan aku kalau kau akan kehilangan dia untuk selamanya" ucap Bagaskara bergegas keluar ruangan hafizhan
__ADS_1
saat Bagaskara membuka pintu, bagaskara menghentikan langkahnya " ingat satu minggu, tidak lebih atau kau akan menyesalinya seumur hidup" ucap bagaskara penuh penekanan meninggalkan hafizhan