Menikah Karena Perjodohan

Menikah Karena Perjodohan
berakhir!


__ADS_3

setibanya bagaskara di bandara tanah air ia langsung berlari menuju rumah sakit tempat lilia di rawat


bagaskara mencegat taxi di depan bandara " ke rumah sakit medika pak" pinta bagaskara pada sopir taxi


"baik Pak" balas sopir taxi menyalakan mesinnya menuju rumah sakit medika


dalam perjalanan bagaskara bolak-balik mengecek ponsel nya dengan cemas " semoga tak terjadi apa-apa padamu. aku gak akan memaafkan diriku kalau sampai itu terjadi" batin bagaskara menatap jalanan


50 menit perjalanan bagaskara sampai di depan rumah sakit medika


bagaskara berlari seperti orang kehilangan akal masuk ke dalam rumah sakit medika m"ruangan lilia kennedy dimana? " tanya bagaskara pada perawat di meja resepsionis


perawat langsung mengecek komputer di hadapannya "nona lilia kennedy di rawat di ruang dahlia no 7 " balas perawat sopan


bagaskara bergegas berlari menuju ruangan lilia, saat sampai di depan kamar lilia, bagaskara berhenti sesaat untuk mengatur nafasnya


bagaskara bersiap untuk mengetuk pintu " telfon hafizhan sekarang, dan minta dia menikahi mu secepatnya! " bentak ayah lilia yang terdengar dari balik ruangan


lilia hanya diam saja membuat ayah hardy makin naik pitam " apa kamu tuli lilia! " teriak ayah hardy berniat menampar lilia tapi di cegah mama lilia " sabar yah, dia putri kita" ucap mama lilia mengingatkan suaminya


ayah hardy menatap tajam istrinya "dia itu sedang hamil mah dan calon suaminya malah mengabaikannya, gimana aku bisa sabar" balas ayah hardy kesal


ayah hardy kembali menatap tajam lilia "cepat panggil dia kemari! " teriak ayah hardy mencekal tangan lilia yang terpasang infus


tangan lilia mulai menetes darah segar dari arah jarum infus miliknya


bagaskara yang melihatnya langsung menghambur mendekat " cukup om" teriak bagaskara menghentikan ayah hardy agar tak menyakiti lilia


ayah hardy menatap tajam bagaskara yang barusan datang "kenapa memang? " tanya ayah hardy kesal


bagaskara menghela nafas "saya sudah meminta hafizhan pulang om, barusan saya dari inggris" ucap bagaskara


ayah hardy menaikkan sebelah alisnya "lalu dia jawab apa? " tanya ayah hardy


"dia bilang akan pulang setelah urusannya selesai" balas bagaskara


"urusan apa? " tanya ayah hardy dengan suara tinggi membuat keluarga adhitama tak mampu berkata-kata karena memang anaknya yang salah dalam hal ini

__ADS_1


ayah hardy menatap tajam keluarga adhitama secara bergantian " apa kalian pikir aku tak tahu kalau dia sudah menyelesaikan kuliahnya di sana! " teriak ayah hardy


lilia membelalakkan matanya lebar " sudah selesai" gumam lilia tak mampu menahan air matanya lagi mendengar ucapan ayahnya


melihat putri satu-satunya yang menangis mama lilia meluk lilia erat "sabar sayang" mama lilia mengusap punggung lilia lembut mencoba menenangkan lilia


"saya sudah menegaskan padanya untuk kembali dalam waktu 1 minggu om, dan dia bilang akan minta maaf pada lilia sepulangnya nanti" ucap bagaskara menjelaskan


ayah hardi berkacak pinggang "apa jaminannya? " tanya ayah hardy


"aku! " tunjuk bagaskara pada dirinya sendiri


"kamu? " tunjuk ayah hardy pada bagaskara " bagaimana bisa kamu jadi jaminannya? " tanya ayah hardy tak paham maksud bagaskara


"jika sampai batas waktu tersebut dia tak datang maka aku yang akan menikahi lilia, menjadi ayah anak dalam kandungannya dan bertanggung jawab untuknya" balas bagaskara


"apa? " suara tak percaya dari semua orang yang ada di ruang rawat lilia


" jangan main-main dengan pernikahan bagaskara! " bentak tuan johan


"tapi jangan karena kesalahan adikmu kau mengorbankan hidupmu menikahi wanita yang tak kau cintai " ucap tuan johan mengingatkan


"aku mencintainya yah" bagaskara menatap lilia sendu "mencintainya jauh lebih lama ketimbang hafizhan mengenalnya" tambah bagaskara


bagaskara menatap mata kedua orang tuanya dan lilia secara bergantian


"aku akan menjaganya dan anak yang dia kandung dengan baik karena aku bagaskara adhitama mencintai lilia kennedy dengan sepenuh hati" ucap bagaskara penuh dengan penekanan


lilia menatap bagaskara tak percaya


1 minggu kemudian


lilia tengah duduk di tepi ranjang dengan balutan kebaya putih yang begitu pas di badannya . ia memakai riasan tipis dan natural menampakkan wajah ayunya


ponsel lilia berdering tertera nama hafizhan disana. lilia mengangkatnya dengan senyum sumringah " kau sudah sampai mana zhan? " tanya lilia semangat


"aku masih di Inggris" jawab hafizhan datar

__ADS_1


mulut lilia menganga lebar tak percaya dengan ucapan hafizhan "di Inggris? " tanya lilia


"aku belum bisa pulang lilia, aku masih ada hal penting di sini selain pulang dan menikahi mu. aku akan pulang menikahi mu nanti dan meminta maaf padamu" ucap hafizhan


"apa kau pikir aku memaksamu untuk menikahiku? " tanya lilia tak percaya


"bukan seperti itu lilia, tapi aku tak bisa mengorbankan urusan yang ada di sini begitu saja" balas hafizhan


"urusan apa? " tanya lilia " bukankah kuliahmu sudah selesai disana , apa kau tak bisa sedikit saja peduli padaku hafizhan" tanya lilia dengan nada tinggi


"kau sudah tahu? " tanya hafizhan merasa tak enak hati pada lilia


"apa kau tak mencintaiku? " tanya lilia dengan mata sudah berkabut tebal


"tentu saja aku mencintaimu, sangat-sangat mencintaimu" balas hafizhan


"lalu kenapa? " tanya lilia tak percaya


"maafkan aku lilia" pinta hafizhan


"apa kau lupa janjimu dengan ayahku! " teriak lilia "dan apa kau lupa peringatan kakakmu? " tanya lilia


"aku tahu kau sangat mencintaiku jadi tak mungkin kau meninggalkanku kan? aku mohon bersabarlah lilia, aku pasti akan menikahi mu dan memberikan kebahagiaan untukmu karena aku sangat mencintaimu lilia" ucap hafizhan lirih


lilia terkekeh "kau bilang mencintaiku tapi tak takut kehilanganku? " gumam lilia "ternyata aku hanya mencintai sebongkah batu" tambah lilia


"aku akan memohon padamu nanti " ucap hafizhan berniat menyudahi telfonnya


"tak ada kata nanti hafizhan " ucap lilia " ini sudah sampai pada batasan ku hafizhan" ucap lilia lirih " awalnya memang aku berniat ingin bersamamu sampai maut yang memisahkan kita tapi sepertinya sampai di sini saja. aku tak bisa lagi bersabar padamu. mulai detik ini dan seterusnya hubungan kita berakhir" putus lilia


"jangan bicara seperti itu lilia, aku cuma minta pengertian mu lilia" pinta hafizhan lirih


"kamu saja tak mau mengerti aku jadi kenapa aku harus mengerti kamu. dengarkan baik-baik hafizhan walaupun apapun yang kau lakukan nanti aku tak akan pernah memaafkan mu. walaupun aku masih mencintaimu aku tak akan pernah memilih kembali padamu. walaupun hanya tersisa kau pria di dunia ini aku tak akan pernah memilihmu" ucap lilia penuh dengan penekanan dan menutup telfonnya


"haaaaaaaaa! teriak lilia " hiks hiks hiks " tangis lilia pecah di dalam kamarnya


orang yang mendengar dari balik pintu hanya bisa saling tukar pandang bingung harus berbuat apa mendengar tangis pilu lilia

__ADS_1


__ADS_2