
"iya, aku hanya akan jadi milikmu" ucap lilia tersenyum menatap hafizhan
hafizhan tersenyum bahagia mendengar pernyataan lilia. ia kembali menangkup kedua pipi lilia melahap bibir ranum milik kekasihnya itu dengan penuh gairah.
ciuman yang awalnya biasa kini makin menuntut, mereka berdua sudah terbakar gairah di tengah hujan deras yang menerpa puncak . tangan hafizhan pun tak tinggal diam begitu saja. hafizhan meraba setiap inci tubuh lilia dengan lembut tampa melepas pangutan mereka.
lilia menyambut semua perlakuan hafizhan tanpa mengelak atapun berusaha menyudahi seolah mereka lupa dengan janji pada mama lilia tadi
hafizhan beralih mengecup lembut leher jenjang, putih mulus milik lilia, meninggalkan begitu banyak tanda kepemilikan di sana, tangan hafizhan makin turun ke arah gundukkan kembar milik lilia yang seolah menantang utuk di singgahi hafizhan
"aaaaahhhhhh" suara indah dari bibir mungil lilia pun lolos begitu saja saat hafizhan mulai memberikan sentuhan demi sentuhan pada tubuh lilia membuat hafizhan makin semangat memberi sentuhan-sentuhan memabukkan untuk lilia.
hafizhan dan lilia makin terbakar gairah mereka. hafizhan perlahan membuka seleting baju lilia, memberikan sentuhan lembut di balik punggung putih mulus milik lilia. lilia hanya bisa memejamkan mata meresapi sentuhan-sentuhan yang di berikan hafizhan
hafizhan mendekat ke telinga lilia " bolehkah aku lebih jauh? " tanya hafizhan dengan suara serak menahan hasratnya
lilia mengangguk "emmmmm" balas lilia mengiyakan permintaan hafizhan
hafizhan membaringkan tubuh lilia menyanggah kepala lilia dengan sebelah tangannya agar tak membentur ranjang. ya walaupun sebenarnya kasur mereka sangat empuk dan tak mungkin melukai lili jika kepala lilia membentur kasur busa yang tengah mereka singgahi.
hafizhan melepas mini dress lilia, melemparnya ke sembarang. hafizhan menelan saliva kasar saat melihat dua gundukan di hadapannya yang terlihat padat dan berisi itu. hafizhan mengecup lembut 2 gundukan tersebut secara bergantian. melahapnya dengan rakus, satu tangannya yang lain memberikan sentuhan-sentuhan memabukkan di sana dengan gerakan memilih dan mengusapnya perlahan . hafizhan mengecup perut lilia lembut. lama kelamaan gerkana tersebut makin turun ke arah paha mulus lilia membuat lilia menggelinjang tak karuan mendapat sentuhan-sentuhan memabukkan dari hafizhan
hafizhan berada di atas tubuh lilia dengan menjadikan satu tangannya sebagai sanggahan agar tidak menghimpit lilia "mintalah aku berhenti, sebelum aku terlalu jauh? " pinta Hafizan dengan pandangan yang sudah tertutup kabut gairah
lilia tersenyum lembut, membelai pipi mulus hafizhan
nafas lilia memburu "lanjutkan apa yang mau kau mulai" jawab lilia
hafizhan mulai melepaskan semua sisa kain yang menutupi tubuh mulus lilia begitupun dirinya. terlihat benda tumpul milik hafizhan sudah berdiri tegak di sana "glek" lilia menelan saliva kasar saat baru pertama kalinya ia melihat milik sesorang " apa itu muat? " tanya lilia
hafizhan terkekeh" kita coba saja" balas hafizhan mulai memposisikan miliknya di hadapan gua milik lilia
dengan usaha keras hafizhan mulai memasukkan benda tumpul itu "akhhh" lilia mencengkeram pundak hafizhan menyalurkan sakit yang ia rasakan
" tahan lah" hafizhan kembali mencoba
" akhhhhh" jerit lilia saat hafizhan sudah bisa membobol pertahanan lilia
__ADS_1
"apa sakit? " tanya hafizhan saat melihat lilia yang kesakitan dan meneteskan cairan bening dari sudut matanya
lilia mengangguk" hmmmm" balas lilia
hafizhan kembali ******* bibir ranum lilia, mencoba membuat lilia lebih rileks, setelah di rasa lilia sudah rileks, hafizhan memaju mundurkan perlahan pinggulnya. makin lama hafizhan mempercepat gerakannya membuat lilia mengeluarkan suara-suara indah dari bibirnya
"ahhhhhh" teriak lilia dan hafizhan menyudahi pergumulan panasnya
hafizhan membaringkan tubuhnya di samping lilia mencoba mengatur mafasnya " uggggghhhhh" gumam hafizhan
"hiks hiks hiks" lilia tiba-tiba menangis setelah selesa melakukan kegiatan panas
hafizhan berbalik menatap bingung lilia " kamu kenapa? apa aku menyakitimu? " tanya hafizhan bingung
lilia menggeleng " kita lupa pesan mama tadi" tangis lilia
hafizhan membawa lilia ke dalam pelukkannya "maaf lilia" hafizhan mengelus punggung polos lilia yang tertutup apapun " aku akan bertanggung jawab untukmu" ucap hafizhan
lilia membalas pelukan hafizhan erat "janji? " tanya lilia
" iya" balas hafizhan
lilia membelalakan mata lebar " mau apa? " tanya lilia
" membantumu ke sana" tunjuk hafizhan ke arah kamar mandi
"aku bis a sendiri" balas lilia mencebik kesal
" ya sudah" balas hafizhan duduk menyilangkan kedua tangannya mengamati apa yang akan dilakukannya
lilia menutup tubuhnya dengan selimut berusaha turun dari ranjang dengan perlahan. belum sempat kakinya menapakkan lantai, lilia sudah menjerit kesakitan "aaaakh" teriak lilia memegang mahkotanya yang terasa perih dan berdenyut
lilia menatap sendu hafizhan "sakit" lirih lilia mengadu pada hafizhan
hafizhan tersenyum gemas " aku bilang apa? " tanya hafizhan mengangkat tubuh mungil lilia ala bridal style
"kau! " teriak lilia saat melihat tubuh polos hafizhan yang mengangkat dirinya membuat muka lilia merah padam menahan malu
__ADS_1
"kenapa? " tanya hafizhan pura-pura tak paham
" pakai baju dulu bisa gak? " tanya lilia
hafizhan mengangkat sebelah alisany "ngapain? bikin repot saja. kan mau mandi. lagian kau juga sudah melihat semua nya tadi" ucap hafizhan mengedipkan sebelah matanya nakal
" ya kan aku malu" gugup lilia
hafizhan mendudukkann lilia di kursi dan mulai mengisi bath up dengan air hangat untuk mandi
hafizhan menghampiri lilia menarik selimut lilia paksa "apaan sih zhan" teriak lilia saat hafizhan menarik paksa selimutnya" kan kita mau mandi" ucap hafizhan datar
akhirnya mereka mandi dengan ala-ala pasangan baru, yang menggairahkan sambil berendam air hangat
****
"kamu sih kelamaan, sudah mau pagi ini zhan" kesal lilia yang baru akan pulang setelah pukul 4 pagi
hafizhan terkekeh "maaf, salah sendiri kamu bikin aku susah berhenti sih" gumam hafizhan
lilia mencebik kesal "sudah ah, keburu matahari terbit, nanti mama marah sama kita" ucap lilia mengingatkan agar segera bergegas pulang
"oke bos" balas hafizhan menyalakan mesin mobil miliknya segera bergegas mengantar lilia pulang
40 menit berkendara hafizhan dan lilia sampai depan gerbang rumah lilia, yang masih terlihat sepi, karena masih jam 5 pagi
lilia melepas helmnya memberikan pada hafizhan
"kamu pulang gih, aku mau masuk" pinta lilia
hafizhan menerima helm dari lilia "apa sebaiknya aku masuk dan menyapa orang tuamu, kan setau mereka kau pergi denganku" ucap hafizhan
lilia melihat rumahnya yang sepi " nanti saja, palingan juga mereka masih tidur. kalau mereka sudah bangun aku akan menelfonmu" balas lilia
"baiklah, segera telfon aku kalau sudah bicara dengan orang tuamu ya" ucap hafizhan
"iya" balas lilia mengangguk
__ADS_1
"cklek" terdengar suara pintu terbuka menampakkan wajah ayah lilia yang merah padam menahan kesal
"masuk kalian! " bentak ayah lilia