
Ningrum melihat dan mengusap foto USG anaknya dengan tersenyum bahagia
“anak kita sekarang sudah kelihatan bentuknya ya mas, gak kaya dulu awal kita periksa “ ucap ningrum mengomentari foto bayi mereka
“iya dong sayang, kan sudah 4 bulan jadi lebih terlihat jelas. Kelaminnya juga sudah kita tahu” balas jonathan mengusap kepala ningrum
ningrum menoleh kearah jonathan “mas sudah siapin nama belum buat anak kita?” tanya ningrum
“sudah dong” balas jonathan
“siapa?” tanya ningrum penasaran
Jonathan tersenyum kearah ningrum “nanti saja mas kasih tahunya. Kata mama pamali ngucapin nama anak yang belum lahir kalau usia kandungannya belum 7 bulan. Walaupun setahu keluargamu usia kandungan kamu sudah 7 bulan tapi kan kita tahu kalau kandungan kamu masih 4 bulan” balas jonathan
“ya sudah deh, gimana baiknya mas aja” balas ningrum
***
Jonathan menggandeng tangan ningrum memasuki rumahnya sambil mengusap perut ningrum yang sudah makin terlihat membuncit
“anak orang lain saja kamu sayang betul gitu?” ucap cassey
Jonathan menatap tajam kearah cassey yang duduk di sofa ruang tamunya “ngapain kamu disini?” tanya jonathan tak suka dengan kedatangan cassey di rumahnya
Cassey melipat kedua tanganya sebatas dada “aku tahu kau pasti ingin mengusirku? Tapi bagaimana kalau yang minta aku tinggal disini adalah daddymu, yang juga adalah om ku” balas cassey dengan senyum seringainya
Jonathan langsung berjalan menjauh untuk menghubungi ayahnya. Cukup lama jonathan menunggu tuan William mengangkat telponnya “daddy!” teriak jonathan
Tuan William langsung menjauhkan ponselnya mendengar teriakan jonathan yang memekakkan telinga “apa sih jonathan teriak-teriak gak jelas?” tanya tuan William
“ngapain ayah nyuruh perempuan jejadian itu ke rumah jonathan?” tanya jonathan menganggap
cassey perempuan jadi-jadian karena cassey yang sering melakukan operasi plastic untuk mempercantik dirinya
“jejadian?” tuan William Nampak berpikir
“oh cassey maksudmu?” tanya tuan William
“iya. Siapa lagi perempuan jejadian yang bisa masuk rumah jonathan” balas jonathan
“cassey akan tinggal di rumahmu mulai sekarang. Maaf jo kalau daddy mengizinkannya, hal itu karena dia memohon pada john terus , jadi aku tak enak menolak keinginan john adikku satu-satunya ” jelas tuan William
“daddy harusnya tahu perbuatannya pada ningrum belum lama ini dong?. Kata mama kaila jo gak boleh menyakiti makhluk hidup selama ningrum hamil. Kalau dia ada disini bisa kelepasan aku dad” keluh jo yang seperti anak kecil merengek pada orang tuanya
Tuan William terkekeh mendengar suara rengekkan jonathan “ bisa gitu juga kamu ya jo” kekeh tuan William mengetahui jonathan yang begitu menahan diri membunuh orang. Padahal dulu jonathan akan membunuh siapapun yang tidak ia sukai ataupun menyakiti orang terdekatnya tampa berpikir dua kali
“aku serius dad” ucap jonathan
“oke oke, gini aja biarin dia tinggal di rumah itu, kamu tinggal pindah saja kan? lagian rumahmu yang ada di inggris gak Cuma itu. Yang jauh lebih besar dari rumah itu kan ada. Lagian john kan hanya minta mengizinkan cassey tinggal di rumah itu bukan tinggal dengan kalian” usul tuan William
“bisa gitu ya dad?” tanya jonathan
“ya bisa lah. John gak akan merajuk pada daddy hanya karena kau pindah rumah. Yang penting kan daddy sudah membantunya mendapatkan tempat tinggal selagi di Ingrris ” balas tuan William
“oke, terima kasih dad” balas jonathan mengakhiri panggilannya
Jonathan berjalan kearah ningrum, memeluk pinggang istri tercintanya “kata daddy dia memang diminta menginap sini” ucap jonathan menceritakan hasil pembicaraannya dengan tuan William
Ningrum menoleh kearah jonathan “tapi mas” keluh ningrum
Cassey tersenyum miring “apa aku bilang? aku datang atas izin om William dan kau tak akan bisa berbuat apapun padaku untuk mengusirku dari sini” seru cassey
Jonathan tersenyum miring kearah cassey “ silahkan nikmati waktumu di
rumah ini” ucap jonathan
“pelayan” panggil jonathan lantang agar pelayan di
rumahnya segera datang
__ADS_1
Pelayan rumah jonathan langsung berlari menghampiri
jonathan “ada apa tuan ?” tanya pelayan
“bereskan barangku dan nyonya, kirimkan ke rumah
utama” ucap jonathan
“baik tuan” balas pelayan membungkuk
Ningrum memandang bingung kearah jonathan “yuk sayang” ajak jonathan membawa ningrum
keluar rumah mereka
“bye” ucap jonathan melambaikan tangannya tanpa
menoleh pada cassey yang sudah kesal karena sikap jonathan
“kita mau kemana?” tanya ningrum yang sedang bergandengan dengan jonathan, berjalan
menuju mobil jonathan yang masih terparkir di halaman
“ke rumah utama” balas jonathan
“emang ini rumah apa? Kok ke rumah utama” tanya
ningrum melirik rumahnya yang terbilang cukup besar walaupun tak sebesar
rumahnya di Indonesia
“oh ini hanya salah satu rumah mas di sini, dulu mas
bawa kamu tinggal disini karena dekat dengan rumah sakit tempat kita periksa
kondisi kamu dulu. Tapi sekarang kan
utama” balas jonathan
“haaa” ningrum bingung sendiri
Jonathan mengusap pipi ningrum “sudah jangan banyak
mikir” ucap jonathan membantu ningrum masuk ke dalam mobil
30 menit berkendara, ningrum dan jonathan sampai di
rumah besar, mewah dengan halaman yang cukup luas “ini rumah utama yang mas
maksud?” tanya ningrum tak percaya melihat besarnya rumah jonathan
“iya, ini rumah utama keluarga O’neills” balas
jonathan
Ningrum menoleh kerah jonathan, menaikkan sebelah
alisnya “ini bukan rumah keluarga davis?” tanya ningrum
“bukan, ini rumah pribadiku pemberian kedua orang
tuaku jadi cassey gak akan bisa menginjakkan kaki disini walaupun om john
memohon pada daddyku lagi” balas jonathan tersenyum
Jonathan memarkirkan mobilnya di halaman, keluar
mobil dengan menggandeng tangan ningrum
“selamat malam tuan” ucap para pelayan yang sudah berbaris
__ADS_1
memberi hormat pada jonathan karena sudah dikabari terlebih dulu akan
kedatangannya
Jonathan hanya melewati pelayan dengan biasa saja
Ningrum menengok para pelayan jonathan yang masih
membungkuk sampai jonathan masuk ruang tamu “sudah kaya presiden aja sih mas,
disambutnya?” tanya ningrum
“kamu lupa ya rum, kalau mas pernah bilang
penghasilan abang jauh melebihi presiden” balas jonathan
“kalau rumah ini pemberian orang tua mas, kenapa
dulu mas malah milih jadi pengawal kasih?” tanya ningrum
“karena kasih adalah orang yang mas anggap keluarga
terdekat mas setelah mommy dan daddy kandung mas jo meninggal. Saat dia lahir,
dialah yang membuat mas bisa tersenyum setelah kematian kedua orang tua mas jo.
Tingkah lucunya benar-benar bisa menghibur mas jo saat itu” balas jonathan
“mas pernah gak jatuh cinta sama kasih?” tanya
ningrum penasaran
Jonathan menengok kearah ningrum menatapnya tajam “
kenapa kamu tanya gitu?” tanya jonathan
“penasaran aja, kasih kan cantik mas. dia tinggal
sama mas dari kecil. Mas juga sayang banget sama kasih makanya ningrum
penasaran mas pernah suka kasih sebagai wanita gak?” tanya ningrum
Jonathan tersenyum “kamu cemburu?” tanya jonathan
“enggak” balas ningrum membuang mukanya kasar
“cemburu juga gak papa” jonathan membawa ningrum
duduk di sofa ruang tamu rumahnya “mas
gak pernah ada perasaan pria dan wanita dengan kasih. Mas jo melihatnya dari
dia lahir, mas yang membesarkan dia, membantunya makan, membersihkan kotorannya
dan menimangnya saat tidur. Mas menyayangi kasih sebagai adik mas dan sekaligus
anak mas, gak lebih dari itu” balas
jonathan
Mendengar penjelasan jonathan ada rasa tak enak di
hati ningrum karena menanyakan hal itu pada suaminya “maaf ya mas, ningrum
mikir yang enggak-enggak” ucap ningrum
“gak masalah sayang” balas jonathan membelai pipi
ningrum
__ADS_1