Menikah Karena Perjodohan

Menikah Karena Perjodohan
Rumah Utama O'neills (season 2)


__ADS_3

Ningrum melihat dan mengusap foto USG anaknya dengan tersenyum bahagia


“anak kita sekarang sudah kelihatan bentuknya ya mas, gak kaya dulu awal kita periksa “ ucap ningrum mengomentari foto bayi mereka


“iya dong sayang, kan sudah 4 bulan jadi lebih terlihat jelas. Kelaminnya juga sudah kita tahu” balas jonathan mengusap kepala ningrum


ningrum menoleh kearah jonathan “mas sudah siapin nama belum buat anak kita?” tanya ningrum


“sudah dong” balas jonathan


“siapa?” tanya ningrum penasaran


Jonathan tersenyum kearah ningrum “nanti saja mas kasih tahunya. Kata mama pamali ngucapin nama anak yang belum lahir kalau usia kandungannya belum 7 bulan. Walaupun setahu keluargamu  usia kandungan kamu  sudah 7 bulan tapi kan kita tahu kalau kandungan kamu masih 4 bulan” balas jonathan


“ya sudah deh, gimana baiknya mas aja” balas ningrum


***


Jonathan menggandeng tangan ningrum memasuki rumahnya sambil mengusap perut ningrum yang sudah makin terlihat membuncit


“anak orang lain saja kamu sayang betul gitu?” ucap cassey


Jonathan menatap tajam kearah cassey yang duduk di sofa ruang tamunya “ngapain kamu disini?” tanya jonathan tak suka dengan kedatangan cassey di rumahnya


Cassey melipat kedua tanganya sebatas dada “aku tahu kau pasti ingin mengusirku? Tapi bagaimana kalau yang minta aku tinggal disini adalah daddymu, yang juga adalah om ku” balas cassey dengan senyum seringainya


Jonathan langsung berjalan menjauh untuk menghubungi ayahnya. Cukup lama jonathan menunggu tuan William mengangkat telponnya “daddy!” teriak jonathan


Tuan William langsung menjauhkan ponselnya mendengar teriakan jonathan yang memekakkan telinga “apa sih jonathan teriak-teriak gak jelas?” tanya tuan William


“ngapain ayah nyuruh perempuan jejadian itu ke rumah jonathan?” tanya  jonathan menganggap


cassey perempuan jadi-jadian karena cassey yang sering melakukan operasi plastic untuk mempercantik dirinya


“jejadian?” tuan William Nampak berpikir


“oh cassey maksudmu?” tanya  tuan William


“iya. Siapa lagi perempuan jejadian yang bisa masuk rumah jonathan” balas jonathan


“cassey akan tinggal di rumahmu mulai sekarang. Maaf jo kalau daddy mengizinkannya, hal itu karena dia memohon pada john terus , jadi aku tak enak menolak keinginan john adikku satu-satunya ” jelas tuan William


“daddy harusnya tahu perbuatannya pada ningrum belum lama ini dong?.  Kata mama kaila jo gak boleh menyakiti makhluk hidup selama ningrum hamil. Kalau dia ada disini bisa kelepasan aku dad” keluh jo yang seperti anak kecil merengek pada orang tuanya


Tuan William terkekeh mendengar suara rengekkan jonathan “ bisa gitu juga kamu ya jo” kekeh tuan William mengetahui jonathan yang begitu menahan diri membunuh orang. Padahal dulu jonathan akan membunuh siapapun yang tidak ia sukai ataupun menyakiti orang terdekatnya tampa berpikir dua kali


“aku serius dad” ucap jonathan


“oke oke, gini aja biarin dia tinggal di rumah itu,  kamu tinggal  pindah saja kan? lagian rumahmu yang ada di inggris gak Cuma itu. Yang jauh lebih besar dari rumah itu kan ada. Lagian john kan hanya minta mengizinkan cassey tinggal di rumah itu bukan tinggal dengan kalian” usul tuan William


“bisa gitu ya dad?” tanya jonathan


“ya bisa lah. John gak akan merajuk pada daddy hanya karena kau pindah rumah. Yang penting kan daddy sudah membantunya mendapatkan tempat tinggal selagi di Ingrris ” balas tuan William


“oke, terima kasih dad” balas jonathan mengakhiri panggilannya


Jonathan berjalan kearah ningrum, memeluk pinggang istri tercintanya “kata daddy dia memang diminta menginap sini” ucap jonathan menceritakan hasil pembicaraannya dengan tuan William


Ningrum menoleh kearah jonathan “tapi mas” keluh ningrum


Cassey tersenyum miring “apa aku bilang?  aku datang atas izin om William dan kau tak akan bisa berbuat apapun padaku untuk mengusirku dari sini” seru cassey


Jonathan tersenyum miring  kearah cassey “ silahkan nikmati waktumu di


rumah ini” ucap jonathan


“pelayan” panggil jonathan lantang agar pelayan di


rumahnya segera datang

__ADS_1


Pelayan rumah jonathan langsung berlari menghampiri


jonathan “ada apa tuan ?” tanya pelayan


“bereskan barangku dan nyonya, kirimkan ke rumah


utama” ucap jonathan


“baik tuan” balas pelayan membungkuk


Ningrum memandang bingung kearah jonathan  “yuk sayang” ajak jonathan membawa ningrum


keluar rumah mereka


“bye” ucap jonathan melambaikan tangannya tanpa


menoleh pada cassey yang sudah kesal karena sikap jonathan


“kita mau kemana?” tanya ningrum yang  sedang bergandengan dengan jonathan, berjalan


menuju mobil jonathan yang masih terparkir di halaman


“ke rumah utama” balas jonathan


“emang ini rumah apa? Kok ke rumah utama” tanya


ningrum melirik rumahnya yang terbilang cukup besar walaupun tak sebesar


rumahnya di Indonesia


“oh ini hanya salah satu rumah mas di sini, dulu mas


bawa kamu tinggal disini karena dekat dengan rumah sakit tempat kita periksa


kondisi kamu dulu.  Tapi sekarang kan


utama” balas jonathan


“haaa” ningrum bingung sendiri


Jonathan mengusap pipi ningrum “sudah jangan banyak


mikir” ucap jonathan membantu ningrum masuk ke dalam mobil


30 menit berkendara, ningrum dan jonathan sampai di


rumah besar, mewah dengan halaman yang cukup luas “ini rumah utama yang mas


maksud?” tanya ningrum tak percaya melihat besarnya rumah jonathan


“iya, ini rumah utama keluarga O’neills” balas


jonathan


Ningrum menoleh kerah jonathan, menaikkan sebelah


alisnya “ini bukan rumah keluarga davis?” tanya ningrum


“bukan, ini rumah pribadiku pemberian kedua orang


tuaku jadi cassey gak akan bisa menginjakkan kaki disini walaupun om john


memohon pada daddyku lagi” balas jonathan tersenyum


Jonathan memarkirkan mobilnya di halaman, keluar


mobil  dengan menggandeng tangan ningrum


“selamat malam tuan” ucap para pelayan yang sudah berbaris

__ADS_1


memberi hormat pada jonathan karena sudah dikabari terlebih dulu akan


kedatangannya


Jonathan hanya melewati pelayan dengan biasa saja


Ningrum menengok para pelayan jonathan yang masih


membungkuk sampai jonathan masuk ruang tamu “sudah kaya presiden aja sih mas,


disambutnya?” tanya ningrum


“kamu lupa ya rum, kalau mas pernah bilang


penghasilan abang jauh melebihi presiden” balas jonathan


“kalau rumah ini pemberian orang tua mas, kenapa


dulu mas malah milih jadi pengawal kasih?” tanya ningrum


“karena kasih adalah orang yang mas anggap keluarga


terdekat mas setelah mommy dan daddy kandung mas jo meninggal. Saat dia lahir,


dialah yang membuat mas bisa tersenyum setelah kematian kedua orang tua mas jo.


Tingkah lucunya benar-benar bisa menghibur mas jo saat itu” balas jonathan


“mas pernah gak jatuh cinta sama kasih?” tanya


ningrum penasaran


Jonathan menengok kearah ningrum menatapnya tajam “


kenapa kamu tanya gitu?” tanya jonathan


“penasaran aja, kasih kan cantik mas. dia tinggal


sama mas dari kecil. Mas juga sayang banget sama kasih makanya ningrum


penasaran mas pernah suka kasih sebagai wanita gak?” tanya ningrum


Jonathan tersenyum “kamu cemburu?” tanya jonathan


“enggak” balas ningrum membuang mukanya kasar


“cemburu juga gak papa” jonathan membawa ningrum


duduk di sofa ruang tamu rumahnya  “mas


gak pernah ada perasaan pria dan wanita dengan kasih. Mas jo melihatnya dari


dia lahir, mas yang membesarkan dia, membantunya makan, membersihkan kotorannya


dan menimangnya saat tidur. Mas menyayangi kasih sebagai adik mas dan sekaligus


anak mas,  gak lebih dari itu” balas


jonathan


Mendengar penjelasan jonathan ada rasa tak enak di


hati ningrum karena menanyakan hal itu pada suaminya “maaf ya mas, ningrum


mikir yang enggak-enggak” ucap ningrum


“gak masalah sayang” balas jonathan membelai pipi


ningrum

__ADS_1


__ADS_2