
Acara pesta pernikahan rafasya berlangsung dengan meriah dan dihadiri orang-orang terdekat Mila dan rafasya serta keluarga mereka
jonathan menghampiri rafasya dan menyalami tangan rafasya “selamat ya sya” ucap jonathan
rafasya balas menyalami tangan jonathan “iya, thanks sudah buatin acara pernikahan yang meriah buatku” balas rafasya merasa puas dengan acara yang di siapkan jonathan untuknya
“gak masalah” balas jonathan tersenyum
ningrum ikut menyalami rafasya “selamat ya kak” ucap ningrum
“terimakasih” rafasya mencolek pipi Arthur yang sedang di gendong ningrum “lucu banget sih kamu” rafasya mencubit gemas pipi Arthur
ningrum melirik interaksi rafasya dengan anaknya “oh ya kak, mama sudah atur dokter buat kakak berobat agar bisa punya keturunan” ucap ningrum lirih
Mila mendengar ucapan ningrum, melirik raut wajah rafasya “gak perlu rum, kalau memang kita gak ada anak juga gak masalah,malah kita kan lebih banyak waktu berdua. Kalau kamu merasa bersalah pada rafasya kamu lahirkan anak yang banyak saja jadi kita bisa urus salah satunya” sahut mila
Rafasya menatap haru mila “kalau ini keinginan kalian, aku ikut saja” balas ningrum
Zian memeluk rafasya “selamat ya sya” ucap zian
“terima kasih” balas rafasya memeluk zian, menepuk bahunya pelan“oh ya, tante dan om
akan datang nanti malam” ucap rafasya
“nanti malam?” Tanya zian
Rafasya terkekeh melihat reaksi zian “takut juga toh?” Tanya rafasya
Zian menggeleng “enggak, enggak takut”balas zian menutupi kegugupan yang ia rasa
“kalau gak takut mukanya gitu amat?” Tanya rafasya
“sudah ah” zian mengajak Rebecca turun dari pelaminan meninggalkan pasangan yang sedang berbahagia itu
Rebecca melihat raut wajah suaminya yang khawatir terlihat lucu “om takut?” Tanya Rebecca saat menuruni tangga pelaminan
“takut apa?” Tanya zian mencoba menutupi kecemasannya
“tenang ya om”pinta Rebecca mengusap lengan zian lembut
“aku baik-baik saja sayang” balas zian
"aku bukan takut dengan mereka sayang, aku hanya takut melihat reaksimu saja. aku sangat tahu bagaimana ketakutanmu akibat mamamu" batin zian memandang wajah istrinya
“ya sudah kalau kau baik-baik saja” balas Rebecca
***
Acara resepsi pernikahan rafasya sudah selesai, dan semua orang mulai berpamitan pulang
“kak ningrum pulang ya, kasihan Arthur”pamit ningrum pada rafasya
“iya rum, kasihan anak kamu pasti capek” balas rafasya yang melihat arthur tidur dalam pelukan ningrum
Rafasya berjalan menghampiri zian yang sedang duduk di kursi mengusap perut rebecca yang merasa lelah “lebih baik kamu pulang juga, istri kakak sedang hamil besar loh” ucap rafasya yang melirik perut Rebecca yang sedang hamil 7 bulan itu
“tapi orang tua Rebecca belum sampai” balas zian merasa tak enak hati jika tak menunggu kedatangan orang tua rebecca
“mungkin mereka mengalami delay, karena tadi sebelum acara jack ngabarin mungkin akan telat karena mereka belum naik pesawat dan masih berhenti di singapura untuk ganti penerbangan. Nanti aku kabarin setelah mereka sampai” ucap rafasya
“iya sya” balas zian
***
Zian menemani Rebecca jalan pagi disekitar komplek sebelum ke kantor “om pengen bubur ayam” pinta Rebecca saat melihat tukang bubur ayam lewat
“ya sudah, saya beliin dulu”zian langsung membelikan Rebecca beberapa kotak bubur ayam
__ADS_1
Rebecca semenjak menginjak usia kehamilan 7 bulan ia jadi sangat doyan makan, Rebecca biasa makan banyak makanya zian berjaga-jaga dengan membeli beberapa kotak agar tidak harus berbalik membeli saat Rebecca ingin makan lagi
“yuk sayang”ajak zian menenteng beberapa kotak bubur ayam yang sudah ia beli
“yuk” balas Rebecca mengalungkan tanganya ke lengan zian yang tidak menenteng kotak bubur ayam
Zian dan Rebecca berjalan memasuki rumah dengan saling melempar senyum
“Rebecca” sapa jack berlari memeluk adiknya
“kakak” Rebecca balas memeluk jack kakakknya yang sudah 1 tahun lebih tak ia temui
“kakak kangen banget sama kamu” ucap jack mengusap punggung Rebecca
“Rebecca juga kangen kakak” balas Rebecca
Jack mengurai pelukannya, memindai tubuh rebecca “gimana kabarmu? Kau bahagia?” Tanya jack
“baik kak, rebecca juga bahagia” balas Rebecca
Zian menyapa jack “apa kabar jack?” Tanya zian
“baik” balas jack
“sini duduk dulu” pinta mama kaila
Rebecca dan zian menyalami kedua orang tua Rebecca secara bergantian
“kamu gemukan nak?” Tanya ayah Robert
“iya yah, Rebecca sekarang doyan makan” balas
Rebecca
Ayah Robert melirik kotak makan yang ada di atas meja yang sebelumnya dibawa zian “pantesan kamu gemuk nak, makannya segitu” balas ayah Robert terkekeh
orang “balas Rebecca
Mama lisa hanya diam tanpa suara menatap anak
perempuannya
“kamu tumben banget, gak banyak ngomong lisa?
Biasanya juga kau banyak bicara” Tanya mama kaila
“bukannya kau lebih suka aku tak banyak bicara”
balas mama lisa ketus
Rebecca diam menunduk mendapati jawaban mamanya
“lisa”panggil mama kaila melirik Rebecca
Mama lisa melihat wajah Rebecca ada rasa tak nyaman,
tapi dia sendiri bingung harus apa
“lisa, apa kau sedih akan jadi nenek?” Tanya mama
kaila mengalihkan perhatian Rebecca
Rebecca mendongak “tentu saja aku sedih, aku yang
masih semuda ini sudah jadi nenek, kalau kau kan sudah tua jading wajar sudah
punya cucu, akan segera dapat empat pula” balas mama lisa
__ADS_1
“aku tak masalah punya cucu banyak, karena rumahku
akan ramai tidak seperti kau yang akan kesepian” ledek mama kaila
“sekarang saja kau merasa senang saat ada mereka
semua, tapi saat mereka datang ke rumah pasangan mereka, kau mau bilang apa?”
balas mama lisa
“emangnya kau akan menyambut cucumu jika datang?” Tanya
mama kaila
“tentu saja, dia kan cucuku masa aku tidak
menyambutnya. Dia bukan hanya cucumu ya” balas mama lisa dengan suara meninggi
“iya mah, kita pasti akan rutin menemui kalian di
perancis” tambah zian
“iya lah, kau harus datang kalau kau tak datang akan
aku culik istri dan anakmu baru tahu rasa” balas mama lisa
Zian terkekeh “iya mah” balas zian mengangguk
Rebecca menangis tapi wajahnya tersenyum melihat
semua orang yang tertawa walaupun mamanya sedang berteriak dan berucap kasar
Mama kaila mengusap lengan Rebecca “mamamu emang
nyebelin Rebecca dan selalu buat kami emosi tapi kami gak pernah membencinya
karena kami tahu sifat mamamu” mama kaila melirik Robert yang ada disebelah
lisa “kalau ada orang yang gak betah dengan mamamu itu harusnya ayahmu tapi
ayahmu yang mengenal baik mamamu tak pernah meninggalkannya dan tetap
disampingnya karena mencintai seseorang terkadang menerima kelebihan dan kekurangannya
secara bersamaan” ucap mama kaila
“maafin mama Rebecca. Karena mama kau harus
menjalani pengobatan bertahun-tahun. Mama gak benci keluarga suami kamu. Tapi mama
juga susah merubah diri mama” balas mama lisa
Ayah Robert mengusap bahu mama lisa menenangkan “kalau
kamu benar-benar tersiksa dengan ucapan mama, mama akan berusaha puasa bicara”
ucap mama lisa
“emang bisa kamu gak ngomong pedes sehari?” ledek
mama kaila
“kaila” teriak mama lisa
Semua orang tertawa dengan perdebatan kecil antara
mama kaila dan mama lisa yang seperti anak kecil
__ADS_1