Menikah Karena Perjodohan

Menikah Karena Perjodohan
Memberi pelajaran (season 2)


__ADS_3

Setelah berbincang-bincang dengan semua orang, kasih memutuskan pamit pulang


“maaf semua, karena ini sudah malam, kasih mau pamit pulang” ucap kasih meminta izin pada keluarga rafasya


jack menatap kasih “kau pulang dengan siapa?” tanya jack


kasih tersenyum “sama mas ojo, dia sudah nunggu di depan” balas kasih


Jack balas tersenyum “dia masih ngikutin kamu terus?” tanya jack


Kasih mengangguk “iya kak” balas kasih


“ya udah aku anter kamu sampai depan ya” ajak


ningrum mengantar kepulangan kasih


Ningrum mengantar kasih depan pintu “hati-hati ya sih” ningrum memeluk kasih erat melambaikan tangannya saat mobil kasih mulai melaju keluar halaman rumah keluarga suaminya


Kasih melirik ningrum dari balik kaca spion


mobilnya  “mas kita ke danau yang biasa


kasih kunjungi ya” pinta kasih menatap jalanan


mas ono melirik kasih dari balik spion di depannya “tapi sudah malam non”balas mas ojo


“kasih lagi pengen mas, lagian kan ada mas ojo yang jagain kasih” balas kasih


“apa nona ada masalah? Sepertinya nona terlihat


bahagia saat berteman dengan non ningrum tapi kenapa sekarang wajah nona kembali seperti dulu lagi?” tanya mas ojo


Mas ojo mulai bekerja dengan ayah kasih sejak usianya 18 tahun, saat itu istri tuan william sedang mengandung kasih. tapi ia bertugas menjaga kasih sejak usianya 3 tahun. sekarang mas ojo berusia 37 tahun


“tolong jangan tanya apapun ya mas” pinta kasih tetap melihat jalanan melalui kaca jendela yang ada di sebelah kanan


Mas ojo menghela nafas panjang, ia tahu betul sifat nona mudanya karena ia yang lebih banyak menghabiskan waktu bersama kasih di


banding siapapun termasuk orang tua kandung kasih " ya sudah, kita ke sana” balas


mas ojo mengatur GPS di mobilnya menuju tempat yang di inginkan kasih


***


“rum” panggil jack


Ningrum menoleh ke arah jack “iya kak, ada apa?” tanya ningrum


“dia sama siapa di Indonesia?” tanya jack


“ningrum menyipitkan matanya “maksud kakak kasih?” tanya ningrum  yang di jawab anggukan


kepala oleh jack  “dia sendiri kak” balas


ningrum


“ternyata masih saja dia sendiri " gumam jack


Jack tersenyum ke arah ningrum “sering-sering temani dia ya” pinta jack tulus


“kakak kenal baik dengan kasih ya?” tanya ningrum penasaran


“iya, kakak kenal baik dengannya” balas jack


meninggalkan ningrum menuju kamarnya di lantai atas tempat kamarnya berada


Ningrum menatap bingung punggung jack yang makin menjauh


***


Ningrum tampak  memikirkan sesuatu dengan menyandarkan jari telunjuknya di dagu


Rafasya yang melihatnya menjadi terheran “kamu


mikirin apa sih yang?” tanya rafasya duduk di samping ningrum

__ADS_1


“mikirin kasih” balas ningrum datar


Rafasya menghela nafas panjang “wajar sih kamu


mikirin sahabatmu itu” gumam rafasya


ningrum menoleh ke arah rafasya “kenapa kakak bilang wajar?” tanya ningrum


rafasya menghela nafas “kakak sudah tahu ceritanya” ucap rafasya


Ningrum membelalakkan matanya lebar pada rafasya “om cerita sama kakak?” tanya ningrum


“iya” balas rafasya mengangguk


Ningrum langsung ingin meluapkan emosinya “gak kesel gimana coba ningrum kak, di tanya gimana malah jawabnya gak tahu, kan kasihan


kasih kak” ucap ningrum mengingat ucapan om nya


“kakak aja kesel, gimana kamu coba? Belum kena


batunya aja dia. Kalau kehilangan baru tahu rasa dia!” ucap rafasya


“kehilangan?” ningrum tertawa girang membuat rafasya kebingungan


“ningrum punya cara bikin om, kebakaran jenggot yang susah di padamin” kekeh ningrum


***


Kasih, ningrum dan rebeca tengah berkumpul di rumah ningrum di area taman belakang rumah kasih. Disana banyak kumpulan tanaman bunga milik mama kaila yang terhampar cukup luas karena memang mama kaila yang sangat suka bunga


“aku ke sana dulu ya” ucap rebeca menunjuk taman Bunga mama kaila yang sangat ingin di kunjungi rebeca


“iya, pergi sana” balas ningrum mempersilahkan


rebeca untuk melihat taman mama kaila


Ningrum menoleh ke arah kasih “kasih kamu baik-baik saja?” tanya ningrum


Kasih tersenyum “aku baik”balas kasih


kasih hanya menanggapi ucapan kasih dengan tersenyum


“tuing” terdengar bunyi ponsel milik kasih


Kasih membukanya dan menatap datar ke arah


ponselnya, lalu bergegas memasukan ponselnya kembali dalam tasnya


Ningrum penasaran “siapa?” tanya ningrum


Kasih mengambil ponselnya lalu menunjukkan pada kasih" om kamu” balas kasih datar


Ningrum melihat nama bang raka yang terus memanggil dan mengirim pesan pada kasih, tapi diabaikan kasih begitu saja “kamu masih


belum bicara sama om?” tanya kasih


“belum”balas kasih menggelengkan kepalanya


“kenapa?” tanya ningrum


“aku mohon jangan tanya tentang dia sekarang  ya rum “ pinta kasih


Ningrum sangat penasaran tapi ia tak ingin menambah luka sahabatnya “baiklah” balas ningrum


Setelah cukup melihat dan mengamati tanaman milikbmama kaila , rebeca kembali menghampiri ningrum dan kasih “rum, boleh gak kalau


aku ikut  membantumu mengurus tanamanmu


sesekali” pinta rebeca semangat


Ningrum dan kasih terkekeh “ untuk apa? ” tanya


ningrum


“tanamanmu bagus sekali, aku suka” balas rebeca yang

__ADS_1


pecinta tanaman


“kalau kamu suka, kamu boleh membantuku merawatnya, toh biasanya pekerja kebun yang mengurusnya, aku mah tidak terlalu aktif


mengurusnya, hanya memetiknya bunganya sesekali saja” balas ningrum


“terima kasih ya rum” balas rebeca


ningrum menoleh pada kasih “oh ya kasih, kamu nginep sini ya” pinta ningrum


kasih menggelengkan kepalanya “gak ah, gak enak sama kak rafasya, nanti dia merasa


terabaikan kalau ada aku” balas kasih


“gak akan, dia ada kerjaan di luar kota besok malam paling cepat dia pulang, kalau gak lusa. Jadi temani aku ya” pinta ningrum


Kasih mengangguk “kalau gitu boleh deh”


“apa aku boleh ikutan menginap?”tanya rebeca


“tentu saja boleh, makin rame kan makin asyik ”


balas ningrum


“tapi kakakku akan kesini untuk menjemput ku, dia


marah tidak ya?” ucap rebeca mengerucutkan bibirnya


“tidak akan, nanti aku yang akan bicara dengan


kakakmu” balas ningrum


Pelayan keluarga ningrum menghampiri ningrum dan para tamunya


“non, makan malam sudah siap” ucap pelayan keluarga ningrum


“iya bi, terima kasih” balas ningrum


“yuk makan”ajak ningrum mengantar rebeca dan kasih menuju meja makan


***


Ningrum sedang menonton acara konser EXO di layar Smart TV miliknya


“kamu pecinta korea ya?” tanya rebeca melihat tontonan kasih


Ningrum meletakkan telunjuk tangannya di dagu “gimana ya, aku kurang tahu. Tapi yang aku tahu aku suka sekali dengan oppa CHEN saat


dia bernyanyi”balas ningrum terkekeh


“emang kak rafasya gak cemburu kamu liatin pria


segitunya? Tanya kasih


“enggak, kan suamiku tahu kalau aku sebatas


mengagumi dia sebagai seorang fans pada idolanya tidak lebih. Cintaku mah hanya untuk


suami tercintaku” balas ningrum berapi-api


“iiiiihhhhh lebay banget kalian” ucap rebeca


“kamu belum ngerasain aja, kalau sedang jatuh cinta. Nanti kalau ngalamin pasti kamu juga ikutan lebay kaya aku”kekeh ningrum


“non ada tamu yang cari non rebeca” ucap pelayan


“iya bi, suruh dia tunggu di ruang tamu depan ya”


balas ningrum


“yuk ke sana, pasti itu kakakmu rebeca” ajak ningrum menggandeng tangan kasih dan rebeca bersamaan


“aku tunggu sini saja ya” pinta kasih menahan


tangannya saat melangkah

__ADS_1


“udah ayuk” ningrum memaksa kasih untuk ikut menemui jack kakak rebeca


__ADS_2