
Setelah berbincang-bincang dengan semua orang, kasih memutuskan pamit pulang
“maaf semua, karena ini sudah malam, kasih mau pamit pulang” ucap kasih meminta izin pada keluarga rafasya
jack menatap kasih “kau pulang dengan siapa?” tanya jack
kasih tersenyum “sama mas ojo, dia sudah nunggu di depan” balas kasih
Jack balas tersenyum “dia masih ngikutin kamu terus?” tanya jack
Kasih mengangguk “iya kak” balas kasih
“ya udah aku anter kamu sampai depan ya” ajak
ningrum mengantar kepulangan kasih
Ningrum mengantar kasih depan pintu “hati-hati ya sih” ningrum memeluk kasih erat melambaikan tangannya saat mobil kasih mulai melaju keluar halaman rumah keluarga suaminya
Kasih melirik ningrum dari balik kaca spion
mobilnya “mas kita ke danau yang biasa
kasih kunjungi ya” pinta kasih menatap jalanan
mas ono melirik kasih dari balik spion di depannya “tapi sudah malam non”balas mas ojo
“kasih lagi pengen mas, lagian kan ada mas ojo yang jagain kasih” balas kasih
“apa nona ada masalah? Sepertinya nona terlihat
bahagia saat berteman dengan non ningrum tapi kenapa sekarang wajah nona kembali seperti dulu lagi?” tanya mas ojo
Mas ojo mulai bekerja dengan ayah kasih sejak usianya 18 tahun, saat itu istri tuan william sedang mengandung kasih. tapi ia bertugas menjaga kasih sejak usianya 3 tahun. sekarang mas ojo berusia 37 tahun
“tolong jangan tanya apapun ya mas” pinta kasih tetap melihat jalanan melalui kaca jendela yang ada di sebelah kanan
Mas ojo menghela nafas panjang, ia tahu betul sifat nona mudanya karena ia yang lebih banyak menghabiskan waktu bersama kasih di
banding siapapun termasuk orang tua kandung kasih " ya sudah, kita ke sana” balas
mas ojo mengatur GPS di mobilnya menuju tempat yang di inginkan kasih
***
“rum” panggil jack
Ningrum menoleh ke arah jack “iya kak, ada apa?” tanya ningrum
“dia sama siapa di Indonesia?” tanya jack
“ningrum menyipitkan matanya “maksud kakak kasih?” tanya ningrum yang di jawab anggukan
kepala oleh jack “dia sendiri kak” balas
ningrum
“ternyata masih saja dia sendiri " gumam jack
Jack tersenyum ke arah ningrum “sering-sering temani dia ya” pinta jack tulus
“kakak kenal baik dengan kasih ya?” tanya ningrum penasaran
“iya, kakak kenal baik dengannya” balas jack
meninggalkan ningrum menuju kamarnya di lantai atas tempat kamarnya berada
Ningrum menatap bingung punggung jack yang makin menjauh
***
Ningrum tampak memikirkan sesuatu dengan menyandarkan jari telunjuknya di dagu
Rafasya yang melihatnya menjadi terheran “kamu
mikirin apa sih yang?” tanya rafasya duduk di samping ningrum
__ADS_1
“mikirin kasih” balas ningrum datar
Rafasya menghela nafas panjang “wajar sih kamu
mikirin sahabatmu itu” gumam rafasya
ningrum menoleh ke arah rafasya “kenapa kakak bilang wajar?” tanya ningrum
rafasya menghela nafas “kakak sudah tahu ceritanya” ucap rafasya
Ningrum membelalakkan matanya lebar pada rafasya “om cerita sama kakak?” tanya ningrum
“iya” balas rafasya mengangguk
Ningrum langsung ingin meluapkan emosinya “gak kesel gimana coba ningrum kak, di tanya gimana malah jawabnya gak tahu, kan kasihan
kasih kak” ucap ningrum mengingat ucapan om nya
“kakak aja kesel, gimana kamu coba? Belum kena
batunya aja dia. Kalau kehilangan baru tahu rasa dia!” ucap rafasya
“kehilangan?” ningrum tertawa girang membuat rafasya kebingungan
“ningrum punya cara bikin om, kebakaran jenggot yang susah di padamin” kekeh ningrum
***
Kasih, ningrum dan rebeca tengah berkumpul di rumah ningrum di area taman belakang rumah kasih. Disana banyak kumpulan tanaman bunga milik mama kaila yang terhampar cukup luas karena memang mama kaila yang sangat suka bunga
“aku ke sana dulu ya” ucap rebeca menunjuk taman Bunga mama kaila yang sangat ingin di kunjungi rebeca
“iya, pergi sana” balas ningrum mempersilahkan
rebeca untuk melihat taman mama kaila
Ningrum menoleh ke arah kasih “kasih kamu baik-baik saja?” tanya ningrum
Kasih tersenyum “aku baik”balas kasih
kasih hanya menanggapi ucapan kasih dengan tersenyum
“tuing” terdengar bunyi ponsel milik kasih
Kasih membukanya dan menatap datar ke arah
ponselnya, lalu bergegas memasukan ponselnya kembali dalam tasnya
Ningrum penasaran “siapa?” tanya ningrum
Kasih mengambil ponselnya lalu menunjukkan pada kasih" om kamu” balas kasih datar
Ningrum melihat nama bang raka yang terus memanggil dan mengirim pesan pada kasih, tapi diabaikan kasih begitu saja “kamu masih
belum bicara sama om?” tanya kasih
“belum”balas kasih menggelengkan kepalanya
“kenapa?” tanya ningrum
“aku mohon jangan tanya tentang dia sekarang ya rum “ pinta kasih
Ningrum sangat penasaran tapi ia tak ingin menambah luka sahabatnya “baiklah” balas ningrum
Setelah cukup melihat dan mengamati tanaman milikbmama kaila , rebeca kembali menghampiri ningrum dan kasih “rum, boleh gak kalau
aku ikut membantumu mengurus tanamanmu
sesekali” pinta rebeca semangat
Ningrum dan kasih terkekeh “ untuk apa? ” tanya
ningrum
“tanamanmu bagus sekali, aku suka” balas rebeca yang
__ADS_1
pecinta tanaman
“kalau kamu suka, kamu boleh membantuku merawatnya, toh biasanya pekerja kebun yang mengurusnya, aku mah tidak terlalu aktif
mengurusnya, hanya memetiknya bunganya sesekali saja” balas ningrum
“terima kasih ya rum” balas rebeca
ningrum menoleh pada kasih “oh ya kasih, kamu nginep sini ya” pinta ningrum
kasih menggelengkan kepalanya “gak ah, gak enak sama kak rafasya, nanti dia merasa
terabaikan kalau ada aku” balas kasih
“gak akan, dia ada kerjaan di luar kota besok malam paling cepat dia pulang, kalau gak lusa. Jadi temani aku ya” pinta ningrum
Kasih mengangguk “kalau gitu boleh deh”
“apa aku boleh ikutan menginap?”tanya rebeca
“tentu saja boleh, makin rame kan makin asyik ”
balas ningrum
“tapi kakakku akan kesini untuk menjemput ku, dia
marah tidak ya?” ucap rebeca mengerucutkan bibirnya
“tidak akan, nanti aku yang akan bicara dengan
kakakmu” balas ningrum
Pelayan keluarga ningrum menghampiri ningrum dan para tamunya
“non, makan malam sudah siap” ucap pelayan keluarga ningrum
“iya bi, terima kasih” balas ningrum
“yuk makan”ajak ningrum mengantar rebeca dan kasih menuju meja makan
***
Ningrum sedang menonton acara konser EXO di layar Smart TV miliknya
“kamu pecinta korea ya?” tanya rebeca melihat tontonan kasih
Ningrum meletakkan telunjuk tangannya di dagu “gimana ya, aku kurang tahu. Tapi yang aku tahu aku suka sekali dengan oppa CHEN saat
dia bernyanyi”balas ningrum terkekeh
“emang kak rafasya gak cemburu kamu liatin pria
segitunya? Tanya kasih
“enggak, kan suamiku tahu kalau aku sebatas
mengagumi dia sebagai seorang fans pada idolanya tidak lebih. Cintaku mah hanya untuk
suami tercintaku” balas ningrum berapi-api
“iiiiihhhhh lebay banget kalian” ucap rebeca
“kamu belum ngerasain aja, kalau sedang jatuh cinta. Nanti kalau ngalamin pasti kamu juga ikutan lebay kaya aku”kekeh ningrum
“non ada tamu yang cari non rebeca” ucap pelayan
“iya bi, suruh dia tunggu di ruang tamu depan ya”
balas ningrum
“yuk ke sana, pasti itu kakakmu rebeca” ajak ningrum menggandeng tangan kasih dan rebeca bersamaan
“aku tunggu sini saja ya” pinta kasih menahan
tangannya saat melangkah
__ADS_1
“udah ayuk” ningrum memaksa kasih untuk ikut menemui jack kakak rebeca