
***
Setelah pertengkarannya dengan Miranda, Aditya memilih menuju salah satu bar yang ada di Inggris untuk meluapkan amarahnya
Aditya memesan ruang private dan memesan beberapa minuman beralkohol. minuman yang selama ini tak pernah ia sentuh selama hidupnya walaupun banyak temannya yang sering minum di hadapannya “selalu seperti ini saat kita membahas pernikahan” gumam aditya menenggak minuman keras “apa aku gak bisa kau percaya” gumam aditya terisak mengingat perdebatannya dengan Miranda saat di restaurant
***
Setelah puas menangis, Miranda memutuskan untuk pulang ke apartemennya.
Miranda melangkah dengan langkah gontai serasa nyawanya terlepas dari raganya keluar dari restoran
“permisi, apa anda nona Miranda?” tanya seorang pria memakasi baju seragam taxi pada Miranda
miranda menautkan kedua alisnya memindai tubuh pria di hadapannya dari atas sampai bawah “ya, ada apa ya?” tanya Miranda
"Ah, saya sopir taxi yang di minta tuan aditya untuk mengantarkan anda pulang” balas sopir taxi
Miranda berdecih “dia masih mengingatku rupanya “ gumam Miranda
“ya sudah pak, ayuk antar saya pulang” balas miranda
“baik nona”balas sopir taxi bergegas berlari menuju mobilnya
Miranda menuju mobil taxi dan pulang dengan di antar sopir taxi yang sudah di pesan aditya
***
Acar wisuda ningrum dan Miranda akhirnya di gelar, kedua orang tua ningrum ikut menemani acara wisuda ningrum karena memang orang tua ningrum yang belum pulang ke Indonesia walaupun baby Arthur sudah berusia 5 bulan. alasannya sih baby arthur masih butuh kakek dan neneknya
ayah virza dan mama kaila datang bersama sedangkan ningrum dan jonathan datang terpisah karena ningrum yang harus ke salon terlebih dahulu. Mereka memutuskan untuk bertemu di kampus ningrum
mama kaila melambaikan tangan pada ningrum yang baru sampai di tempat acara “selamat ya sayang, sudah menyelesaikan kuliahmu” ucap mama kaila memeluk ningrum
“terima kasih mah” balas ningrum memeluk mama kaila
“mah, kak aditya mana? Dia gak datang ke acara wisudaku?” tanya ningrum melirik kedatangan mama kaila dan ayah virza yang tak ada kakaknya
“sepertinya dia gak datang. Bilangnya sih sibuk tapi kayanya karena menghindari Miranda deh” bisik mama kaila
“mereka masih berantem?” tanya ningrum
Mama kaila mengedikkan bahunya “entahlah” balas mama kaila
“jangan terlalu mengurusi urusan kakakkmu, biarkan saja mereka. Mereka sudah dewasa jadi mereka harus mengambil keputusan mereka sendiri” ucap ayah virza menasehati
“iya yah” balas ningrum
“oh ya, tadi kak zian ngirim hadiah kelulusanmu di rumah” ucap jonathan menunjukkan foto bingkisan hadiah yang dikirimkan kakaknya
“pengertian banget kakakku ini” balas ningrum senang mendapat hadiah dari zian
setelah bertegur sapa sesaat. acara wisuda pun dimulai . semua keluarga menunggu di luar ruangan. Acara wisuda ningrum dan Miranda berjalan dengan khidmat. setelah acara wisuda selesai acara di lanjutkan dengan acara bertegur sapa para dan berfoto para mahasiswa satu jurusan mereka masing-masing
keluarga ningrum menunggu di salah satu kursi banku gedung kampus ningrum. Keluarga besar Miranda yang kebetulan hadir di sana menghampiri keluarga ningrum untuk menyapanya
“hai virza” sapa tuan barata parveen ayah Miranda memeluk ayah virza
“hai barata” ayah virza memeluk dan menepuk punggung tuan barata
“kau sudah punya cucu ya” tanya tuan barat melirik baby Arthur
“iya, ini cucuku” balas ayah virza menunjukk baby Arthur yang terlihat cuby
__ADS_1
tuan barata mengusap pipi baby arthur “aku juga sebenernya pengen punya cucu, tapi Dimas tidak mau cepat menikah, sedangkah Miranda masih pengen di inggris, padahal yang dijodohkan dengannya sudah siap menikahinya” balas tuan barata melirik Miranda
“ayah” panggil Miranda mengingatkan ayahnya untuk tidak membahas perjodohan
Kedua orang tua ningrum melirik ke arah miranda “mungkin dia belum siap menikah barata” ucap ayah virza
“itu mah alasannya saja, dia kan sudah aku jodohkan dari kecil, masa dia masih belum siap juga” bals tuan barata
“entah lah” balas ayah virza terkekeh kearah tuan barata
Miranda merasa tak enak dengan keluarga ningrum sekaligus keluarga kekasihnya
“oh ya, bukannya aditya di inggris, dia gak ikut melihat adiknya?” tanya tuan barata melirik sekitar tak melihat keberadaan aditya
“dia sedang sibuk” balas mama kaila
“oh, sayang sekali padahala kami sudah lama sekali tidak bertemu” tuan barata menoleh kearah dimas “iya kan dim” tanya tuan barata
“iya yah” balas dimas kakak Miranda
“yah, yuk pulang, Miranda capek”ajak Miranda
“tumben banget sih kamu bilang capek, biasanya kamu yang paling gak bisa diam” tanya tuan
barata
“yakan, semalam Miranda abis lembur kerja yah” ucap Miranda yang memang habis lembur kerja semalam
“ya sudah kita pulang” balas tuan barata
Tuan barata menoleh kearah ayah virza “kami pamit ya za, kai, semuanya” ucap tuan barata pamit pulang
***
“duh”aditya mengusap perutnya yang sakit
“aaaakhhh!”teriak aditya
Jeritan aditya terdengar sampai luar rungannya
“tuan!” teriak Miko asisten aditya yang melihat atasannya sudah jatuh ke lantai saat masuk ruangan
Miko berlari kearah aditya “tuan kenapa?” tanya miko mengangkat tubuh aditya
Aditya memegang perutnya “perutku sakit” ucap aditya lirih menahan sakit
“kita ke rumah sakit tuan” miko bergegas meminta para karyawan yang ada di sana untuk membantunya ke rumah sakit
***
“rum aku pulang ya, hari ini aku rasanya capek sekali” ucap Miranda memeluk ningrum untuk berpamitan
Ningrum berbisik “kamu capek gara-gara masih berantem dengan kakakku ya?” tanya ningrum
“kumohon jangan dibahas ya” pinta Miranda melerai pelukannya
“ya sudah hati-hati ya” pinta ningrum
Ponsel mama kaila berdering, mama kaila pun maenganggkatnya “ ada apa miko? Tumben sekali kau nelpon tante?” tanya mama kaila pada asisten aditya
“tuan aditya masuk rumah sakit nyonya” balas miko dengan suara khawatir karena memang dia yang dalam perjalanan ke rumah sakit dan aditya berada di sampingnya sedang memegang perutnya yang sakit
“apa? Rumah sakit? Kok bisa aditya masuk rumah sakit, tadi pagi dia masih baik-baik saja kok?” tanya mama kaila meninggikan suaranya saking terkejutnya
__ADS_1
Semua orang menoleh kearah mama kaila tak terkecuali Miranda yang mendengar aditya masuk rumah sakit
“tadi tuan aditya mengeluh sakit perut, jadi saya membawanya ke rumah sakit” balas miko dengan suara khawatir
“ya sudah kau tunggu di sana, kami akan segera menyusul ke rumah sakit” balas mama kaila mengakhiri panggilannya
Mama kaila menatap ayah virza “mas kita ke rumah sakit sekarang, aditya masuk rumah sakit” ucap mama kaila
“ya sudah kita ke sana sekarang” balas ayah virza
Ayah virza menoleh ke ningrum “kamu jangan ikut dulu ya rum , kasihan baby Arthur kalau di ajak ke rumah sakit. Kamu pulang saja dulu nanti biar kami kabarin keadaan kakakmu “ ucap ayah virza
“iya yah, kabari ningrum ya” pinta ningrum
Ayah virza dan mama kaila akan segera pergi dengan wajah khawatirnya “om” panggil Miranda
Ayah virza menoleh “ada apa Miranda? Om sedang buru-buru” balas ayah virza
“Miranda ikut” pinta Miranda dengan suara khawatir
Ayah virza menoleh kearah orang tua Miranda “bukannya kau bilang tadi lelah dan mau pulang?” tanya ayah virza
“pokoknya Miranda mau ikut” air matanya sudah mengalir bebas dari sudut matanya
Ayah virza bingung harus mengiyakan atau tidak, karena orang tua Miranda ada di sana
“tapi orang tuamu ada di sini” ucap ayah virza lirih
“Miranda mau ikut om” tangis Miranda sesenggukan
“dimas temani adikmu ke rumah sakit” ucap ayah barata menginterupsi
ayah virza melirik ke arah tuan barata dan istrinya “kalian gak papa kalau Miranda ke rumah sakit?” tanya ayah virza
“gak papa kan ada dimas” balas ayah barata menggandeng tangan nyonya mirna istrinya, meninggalkan gedung acara wisuda ningrum dan Miranda
“ya sudah ayok” ajak ayah virza pada Miranda dan dimas agar segera bergegas menuju rumah sakit
Ningrum dan jonathan memandang kepergian kedua orang tuanya yang sudah menjauh “mas gak salah apa Miranda ikut ayahku di depan orang tuanya?” tanya ningrum kearah jonathan
Jonathan mengedikkan bahunya “mana mas jo tahu” balas jonathan
Ningrum melirik kesal kearah jonathan “mas gak bisa ya di ajak diskusi” balas ningrum kesal
“bukannya gitu rum, kan mas gak akrab sama teman kamu yang satu itu, kenal aja belum lama ini jadi bagaimana mas bisa tahu hubungannya dengan keluarganya” balas jonathan
Ningrum terkekeh “iya juga ya mas, mas kan baru kenal Miranda belum setahun jadi bagaimana bisa mas tahu” kekeh ningrum
“Cuma kamu sebagai sahabat miranda sekaligus adik aditya harus siap-siap aja ” ucap jonathan
“siap-siap gimana?” tanya ningrum
“mungkin kalian gak lihat raut wajah ayah Miranda karena sedang cemas, tapi tadi mas sempet lihat dengan jelas raut wajah menyeramkannya itu” balas jonathan
“menyeramkan? Perasaan wajah om barata emang menyeramkan dari dulu deh” balas ningrum
“dia kayanya tahu geh hubungan Miranda sama aditya” ucap jonathan menduga-duga arti raut wajah tuan barata
“masa sih mas?” tanya ningrum
“ah udahlah, itu urusan mereka” balas jonathan menggandeng tangan ningrum agar pulang, karena baby Arthur sudah tidur dalam gendongan jonathan
“ih apa sih mas, tanggung banget ceritanya” balas ningrum
__ADS_1
“sudah anakmu sedang tidur” ucap jonathan berbisik pada ningrum agar memelankan suaranya agar tidak membangunkan baby arthur