Menikah Karena Perjodohan

Menikah Karena Perjodohan
panggilan abang untuk om raka (season 2)


__ADS_3

Kasih menggaruk tengkuknya yang tak gatal “itu


karena aku ingin memanggil anda dengan sebutan yang berbeda. Yang biasa aku panggil mas itu pekerja di rumahku sedangkan yang aku panggil kakak adalah teman atau kenalan yang lebih tua dariku” jelas kasih


“lalu kenapa aku harus beda?” tanya raka


“karena anda om ningrum, sahabat pertamaku setelah kembali dari jerman”balas kasih


Raka mengangguk “oh”


“berarti boleh di panggil abang?” tanya kasih memastikan


“terserah kau saja” balas  raka


Raka menoleh ke arah ningrum “yuk rum nanti


nenekmu marah sama om kalau kelamaan, dia bilang kangen banget sama kamu” ajak raka


Ningrum mengangguk paham “aku pulang ya sih” pamit ningrum melambaikan tangannya


“iya”balas kasih mengangguk


Kasih menatap kepergian ningrum dan raka


“semoga kita sering ketemu ya bang”gumam kasih


***


Raka mengendarai mobilnya dengan kecepatan


rata-rata membelah jalanan


“temen kamu aneh ya rum?” tanya raka


“aneh gimana?” tanya balik ningrum


“gak tahu, pokoknya aneh aja” balas raka


“gak usah ngada-ngada deh om” balas ningrum


Tak sampai 30 menit, mereka pun sampai di kediaman keluarga wirayudha


“nenek”teriak ningrum saat memasuki rumah kakek dan neneknya


“ih cucu nenek” balas nenek angel memeluk ningrum erat


“kok lama sih datangnya? Kata rafasya kamu kuliah sampai siang kok?” tanya nenek angel


“itu tadi ningrum jalan sama temen baru ningrum”


balas ningrum


“temen mu cewek apa laki?” tanya nenek angel mulai kepo


“cewek” balas ningrum sedikit tergagap karena


bingung pertanyaan neneknya


Nenek angel melirik raka,” cantik gak?” Tanya


nenek angel


Raka memutar bola matanya jengah “apaan sih mah” ucap raka


Ningrum paham maksud nenek angel “oh, temen


ningrum cantik kok nek, setahu ningrum dia masih singel kok, dia itu baru pulang dari jerman dan tinggal di Jakarta sendiri” balas ningrum menjelaskan yang ia tahu


“orang tuanya di jerman?” tanya nenek angel


Ningrum menggeleng “enggak, orangtuanya di


belanda. Kasih tinggal di sana sama kerabat jauhnya sejak umur 5 tahun” balas ningrum

__ADS_1


“oh namanya kasih” nenek angel makin kepo


“ emang dia dari keluarga biasa, kok tinggal jauh dari orang tuanya?” tanya nenek angel


Ningrum menggeleng “kayanya engga deh nek, orang mobilnya aja seharga 5 M, mana mungkin dia orang kalangan bawah, barang-barangnya aja


bermerk semua, walaupun dia selalu pakai yang sederhana” balas ningrum


“masa sih rum?” tanya raka mulai mengingat


tampilan kasih yang terbilang sederhana dan biasa saja


“ningrum sih gak yakin om, karena ningrum kan


belum kenal lama sama kasih, tapi beneran apa yang di pakai itu mahal semua, ningrum tahu itu karena ningrum kan juga punya”kekeh ningrum yang memang mempunyai banyak barang bermerk


Raka mengangguk “oh”


“rum” panggil nenek angel “ajak temanmu main sini ya” pinta nenek angel


“apaan sih mah”rengek raka


“apa loh ka, orang mama pengen kenal teman ningrum kok, yang mama kenal kan Cuma Miranda doang” balas nenek angel


“yakan emang ningrum Cuma punya Miranda yang mau jadi teman ningrum, makanya nenek cuma kenal miranda " kekeh ningrum


“alah emang raka gak tahu modus mama mau jodohkan raka sama wanita-wanita gak jelas” balas raka


“yakan mama Cuma pengen cepet dapat mantu“ lirih nenek angel, kemudian bergegas berdiri berkacak pinggang ke arah nenek angel " gak jelas gimana? mama selalu cari tahu mereka dulu baru mam kasih tahu kamu! " tambah nenek angel


raka memutar bola matanya malas “masih ada zian yang jauh lebih tua dari raka, jadi dia dulu yang cari pasangan baru aku” balas raka


“tapi kan kamu omnya jadi harusnya kamu duluan” balas nenek angel tak mau kalah


Raka menunjuk ningrum “mama gak liat, tuh bocah aja nikah duluan padahal genap 20 aja belum” ucap raka kesal


“plak”raka mendapat hadiah bantal di wajahnya “gak usah bawa-bawa ningrum deh” kesal ningrum


“om mau kemana?” tanya ningrum


“kantor” balas raka


“nanti ningrum pulangnya gimana?" tanya ningrum


“nanti suamimu juga nyariin, mana betah dia


lama-lama jauh dari istrinya” balas raka bergegas keluar rumah


“ih nyebelin banget sih om raka” ucap ningrum


“iya sama kaya ayahnya” balas nenek angel


“kakek nyebelin?” tanya ningrum dengan nada


mengejek


“iya lah” jawab nenek angel


Ningrum tertawa keras “nyebelin tapi suka


kelimpungan kalau kakek jauh”ejek ningrum


“kamu gitu ya rum” kesal nenek angel karena mendapati kebenaran ucapan ningrum


“ingat gak nek, waktu kakek nemenin ayah ke


inggris untuk urusan bisnis, nenek nangis sama mama minta mama nyuruh ayah


kerja sendiri jangan ngajak-ngajak kakek” kekeh ningrum


“alah kamu juga gak bisa jauh dari rafasya, gak ingat apa kamu nangisnya kaya apa waktu rafasya mau di masukin ke penjara” balas nenek


angel

__ADS_1


Ningrum menghentikan senyumnya, terdiam “ningrum sempet lupa” kekeh ningrum dengan mata berkabut


Nenek angel sadar dirinya yang salah bicara “maaf ya rum , nenek salah ngomong ya?” tanya nenek angel


“gak ko nek, ningrum yang salah, kalau aja ningrum gak semanja itu sama kakak, mana mungkin kak rafasya tidur di ranjang ningrum,


dan kita bisa di paksa nikah” balas ningrum


“kamu nyesel nikah sama rafasya?” tanya nenek angel


Ningrum menggelengkan kepalanya “enggak, malah setelah menikah ningrum bahagia banget, karena kak rafasya ada di hidup ningrum


“ ucap ningrum tersenyum lebar


“gak salah kalau kita jodohin kamu sama rafasya”


gumam nenek angel tak sadar


ningrum membelalakkan matanya lebar ke arah nenek angel “apa maksud nenek?” tanya ningrum


“ah” nenek angel memukul mulutnya yang kelepasan bicara “maafin kami ya rum” nenek angel memegang kedua tangan ningrum


Ningrum menautkan kedua alisnya memandang nenek angel “sebenarnya kita itu gak ada niat masukin rafasya ke penjara, kita juga


tahu kamu gak ngapa-ngapain sama rafasya. Kita juga ngada-ngada soal tetangga yang sudah pada tahu” jelas nenek angel


“maksudnya?” tanya ningrum


“ini ide mama kamu, untuk buat kamu menyadari


perasaan kamu” ucap nenek angel


“mama yang punya ide itu? Tapi ningrum masih 18 tahun loh nek” ucap ningrum


“iya kami tahu, awalnya kita juga gak nyangka kamu bakal setuju nikah sama rafasya. Awalnya kita Cuma pengen kamu sadar kalau kau


itu perduli sama rafasya, dan akan jelasin semua saat kita akan bawa rafasya masuk mobil” kekeh nenek angel


“kita?” ningrum menatap nenek angel tajam “kita


siapa?!” tanya ningrum


“ya semuanya” nenek angel mulai berhitung dengan tangannya “ayahmu, mamamu, zian, aditya, orang tua rafasya, kakek, nenek, om


kamu dan semua kakak serta om dan tantemu” ucap nenek  angel


“lalu kakak?” tanya ningrum


Nenek angel buru-buru melambaikan tangannya


“rafasya sama sekali tak tahu. Ya walaupun dia sih yang paling girang bisa nikah sama kamu” kekeh nenek angel membayangkan rafasya


“huuuh”ningrum bernafas lega


“kamu jangan marah sama rafasya ya rum, dia


beneran gak tahu, itu murni rencana kami buat jodohin kamu sama rafasya” ucap


nenek angel


“ningrum gak marah kok nek, tapi ningrum


benar-benar lega kakak gak ikut terlibat dalam rencana kalian. Ningrum hanya


gak bisa bayangin kalau dia tahu” balas ningrum


“maafin nenek ya” pinta nenek angel


“gak papa kok nek, toh seperti yang kalian bilang,


menikah dengan kak rafasya adalah pilihan ningrum bukan paksaan dari kalian. Ya


walaupun ningrum sedikit kecewa karena kalian bikin ningrum nangis sesenggukan saat itu, hati ningrum luluh lantah tahu nek saat kakek mau bawa kakak” balas ningrum

__ADS_1


__ADS_2