
Kasih menggaruk tengkuknya yang tak gatal “itu
karena aku ingin memanggil anda dengan sebutan yang berbeda. Yang biasa aku panggil mas itu pekerja di rumahku sedangkan yang aku panggil kakak adalah teman atau kenalan yang lebih tua dariku” jelas kasih
“lalu kenapa aku harus beda?” tanya raka
“karena anda om ningrum, sahabat pertamaku setelah kembali dari jerman”balas kasih
Raka mengangguk “oh”
“berarti boleh di panggil abang?” tanya kasih memastikan
“terserah kau saja” balas raka
Raka menoleh ke arah ningrum “yuk rum nanti
nenekmu marah sama om kalau kelamaan, dia bilang kangen banget sama kamu” ajak raka
Ningrum mengangguk paham “aku pulang ya sih” pamit ningrum melambaikan tangannya
“iya”balas kasih mengangguk
Kasih menatap kepergian ningrum dan raka
“semoga kita sering ketemu ya bang”gumam kasih
***
Raka mengendarai mobilnya dengan kecepatan
rata-rata membelah jalanan
“temen kamu aneh ya rum?” tanya raka
“aneh gimana?” tanya balik ningrum
“gak tahu, pokoknya aneh aja” balas raka
“gak usah ngada-ngada deh om” balas ningrum
Tak sampai 30 menit, mereka pun sampai di kediaman keluarga wirayudha
“nenek”teriak ningrum saat memasuki rumah kakek dan neneknya
“ih cucu nenek” balas nenek angel memeluk ningrum erat
“kok lama sih datangnya? Kata rafasya kamu kuliah sampai siang kok?” tanya nenek angel
“itu tadi ningrum jalan sama temen baru ningrum”
balas ningrum
“temen mu cewek apa laki?” tanya nenek angel mulai kepo
“cewek” balas ningrum sedikit tergagap karena
bingung pertanyaan neneknya
Nenek angel melirik raka,” cantik gak?” Tanya
nenek angel
Raka memutar bola matanya jengah “apaan sih mah” ucap raka
Ningrum paham maksud nenek angel “oh, temen
ningrum cantik kok nek, setahu ningrum dia masih singel kok, dia itu baru pulang dari jerman dan tinggal di Jakarta sendiri” balas ningrum menjelaskan yang ia tahu
“orang tuanya di jerman?” tanya nenek angel
Ningrum menggeleng “enggak, orangtuanya di
belanda. Kasih tinggal di sana sama kerabat jauhnya sejak umur 5 tahun” balas ningrum
__ADS_1
“oh namanya kasih” nenek angel makin kepo
“ emang dia dari keluarga biasa, kok tinggal jauh dari orang tuanya?” tanya nenek angel
Ningrum menggeleng “kayanya engga deh nek, orang mobilnya aja seharga 5 M, mana mungkin dia orang kalangan bawah, barang-barangnya aja
bermerk semua, walaupun dia selalu pakai yang sederhana” balas ningrum
“masa sih rum?” tanya raka mulai mengingat
tampilan kasih yang terbilang sederhana dan biasa saja
“ningrum sih gak yakin om, karena ningrum kan
belum kenal lama sama kasih, tapi beneran apa yang di pakai itu mahal semua, ningrum tahu itu karena ningrum kan juga punya”kekeh ningrum yang memang mempunyai banyak barang bermerk
Raka mengangguk “oh”
“rum” panggil nenek angel “ajak temanmu main sini ya” pinta nenek angel
“apaan sih mah”rengek raka
“apa loh ka, orang mama pengen kenal teman ningrum kok, yang mama kenal kan Cuma Miranda doang” balas nenek angel
“yakan emang ningrum Cuma punya Miranda yang mau jadi teman ningrum, makanya nenek cuma kenal miranda " kekeh ningrum
“alah emang raka gak tahu modus mama mau jodohkan raka sama wanita-wanita gak jelas” balas raka
“yakan mama Cuma pengen cepet dapat mantu“ lirih nenek angel, kemudian bergegas berdiri berkacak pinggang ke arah nenek angel " gak jelas gimana? mama selalu cari tahu mereka dulu baru mam kasih tahu kamu! " tambah nenek angel
raka memutar bola matanya malas “masih ada zian yang jauh lebih tua dari raka, jadi dia dulu yang cari pasangan baru aku” balas raka
“tapi kan kamu omnya jadi harusnya kamu duluan” balas nenek angel tak mau kalah
Raka menunjuk ningrum “mama gak liat, tuh bocah aja nikah duluan padahal genap 20 aja belum” ucap raka kesal
“plak”raka mendapat hadiah bantal di wajahnya “gak usah bawa-bawa ningrum deh” kesal ningrum
“om mau kemana?” tanya ningrum
“kantor” balas raka
“nanti ningrum pulangnya gimana?" tanya ningrum
“nanti suamimu juga nyariin, mana betah dia
lama-lama jauh dari istrinya” balas raka bergegas keluar rumah
“ih nyebelin banget sih om raka” ucap ningrum
“iya sama kaya ayahnya” balas nenek angel
“kakek nyebelin?” tanya ningrum dengan nada
mengejek
“iya lah” jawab nenek angel
Ningrum tertawa keras “nyebelin tapi suka
kelimpungan kalau kakek jauh”ejek ningrum
“kamu gitu ya rum” kesal nenek angel karena mendapati kebenaran ucapan ningrum
“ingat gak nek, waktu kakek nemenin ayah ke
inggris untuk urusan bisnis, nenek nangis sama mama minta mama nyuruh ayah
kerja sendiri jangan ngajak-ngajak kakek” kekeh ningrum
“alah kamu juga gak bisa jauh dari rafasya, gak ingat apa kamu nangisnya kaya apa waktu rafasya mau di masukin ke penjara” balas nenek
angel
__ADS_1
Ningrum menghentikan senyumnya, terdiam “ningrum sempet lupa” kekeh ningrum dengan mata berkabut
Nenek angel sadar dirinya yang salah bicara “maaf ya rum , nenek salah ngomong ya?” tanya nenek angel
“gak ko nek, ningrum yang salah, kalau aja ningrum gak semanja itu sama kakak, mana mungkin kak rafasya tidur di ranjang ningrum,
dan kita bisa di paksa nikah” balas ningrum
“kamu nyesel nikah sama rafasya?” tanya nenek angel
Ningrum menggelengkan kepalanya “enggak, malah setelah menikah ningrum bahagia banget, karena kak rafasya ada di hidup ningrum
“ ucap ningrum tersenyum lebar
“gak salah kalau kita jodohin kamu sama rafasya”
gumam nenek angel tak sadar
ningrum membelalakkan matanya lebar ke arah nenek angel “apa maksud nenek?” tanya ningrum
“ah” nenek angel memukul mulutnya yang kelepasan bicara “maafin kami ya rum” nenek angel memegang kedua tangan ningrum
Ningrum menautkan kedua alisnya memandang nenek angel “sebenarnya kita itu gak ada niat masukin rafasya ke penjara, kita juga
tahu kamu gak ngapa-ngapain sama rafasya. Kita juga ngada-ngada soal tetangga yang sudah pada tahu” jelas nenek angel
“maksudnya?” tanya ningrum
“ini ide mama kamu, untuk buat kamu menyadari
perasaan kamu” ucap nenek angel
“mama yang punya ide itu? Tapi ningrum masih 18 tahun loh nek” ucap ningrum
“iya kami tahu, awalnya kita juga gak nyangka kamu bakal setuju nikah sama rafasya. Awalnya kita Cuma pengen kamu sadar kalau kau
itu perduli sama rafasya, dan akan jelasin semua saat kita akan bawa rafasya masuk mobil” kekeh nenek angel
“kita?” ningrum menatap nenek angel tajam “kita
siapa?!” tanya ningrum
“ya semuanya” nenek angel mulai berhitung dengan tangannya “ayahmu, mamamu, zian, aditya, orang tua rafasya, kakek, nenek, om
kamu dan semua kakak serta om dan tantemu” ucap nenek angel
“lalu kakak?” tanya ningrum
Nenek angel buru-buru melambaikan tangannya
“rafasya sama sekali tak tahu. Ya walaupun dia sih yang paling girang bisa nikah sama kamu” kekeh nenek angel membayangkan rafasya
“huuuh”ningrum bernafas lega
“kamu jangan marah sama rafasya ya rum, dia
beneran gak tahu, itu murni rencana kami buat jodohin kamu sama rafasya” ucap
nenek angel
“ningrum gak marah kok nek, tapi ningrum
benar-benar lega kakak gak ikut terlibat dalam rencana kalian. Ningrum hanya
gak bisa bayangin kalau dia tahu” balas ningrum
“maafin nenek ya” pinta nenek angel
“gak papa kok nek, toh seperti yang kalian bilang,
menikah dengan kak rafasya adalah pilihan ningrum bukan paksaan dari kalian. Ya
walaupun ningrum sedikit kecewa karena kalian bikin ningrum nangis sesenggukan saat itu, hati ningrum luluh lantah tahu nek saat kakek mau bawa kakak” balas ningrum
__ADS_1