Menikah Karena Perjodohan

Menikah Karena Perjodohan
kisah masa lalu


__ADS_3

kaila tengah bersiap-siap untuk berangkat kerja. kaila memakai setelan kemeja berwarna abu-abu dengan rok senada dengan panjang dia atas lutut. rambut kaila tergerai, tertata rapih membuat ia begitu anggun dan elegan


"pagi sayang" sapa virza masuk ke kamar dengan setelan olahraga dan tubuh berkeringat sehabis olahraga pagi


kaila melirik virza sekilas " mas sudah selesai olahraganya? " tanya kaila sambil memasang jam tangannya


virza menelisik penampilan kaila " kamu rapih amat kai? mau kemana? " tanya virza sambil melucuti pakaiannya yang basah terkena keringat meletakkannya di keranjang pakaian kotor


kaila melirik jam dinding kamarnya " kerja lah mas, emang kemana lagi" balas kaila menatap manik mata virza sambil tersenyum


" kamu kerja? apa gak sebaiknya kamu di rumah saja? kan kamu lagi hamil sayang" ucap virza memeluk tubuh kaila dari belakang


kaila sedikit mendorong virza " ih mas bau keringet mandi dulu sana" teriak kaila menutup hidungnya yang mulai sensitif pada aroma kuat


virza mencium tubuhnya dan terkekeh " maaf, suka lupa diri kalau dekat istri tercinta" ucap virza menatap kaila dari balik cermin. virza merubah raut wajahnyan" tapi apa gak sebaiknya kamu berhenti kerja kai, kan kamu masih bisa mengawasi pegawai kamu. hanya sampai kamu lahiran saja" ucap virza


kaila menatap tajam virza kemudian berbalik agar berhadapan langsung dengan suaminya " mas kaila tahu batasan dalam bekerja, lagian kaila kerja itu cuma ngurus si 4 serangkai somplak dan angel doang aja mas, kaila akan istirahat kalau kaila gak sanggup" kaila kembali bercermin merapihkan rambutnya yang sedikit kusut karena tingkah virza


virza menghela nafas panjang "baik, tapi janji ya sama mas gak boleh capek-capek" pinta virza


kaila mengangguk "iya suamiku tercinta" kaila mendorong virza untuk bergegas menuju kamar mandi


virza mengantar kaila sampai depan klinik kaila "mau di jemput jam berapa? " tanya virza mencium kening kaila


"gak usah mas, nanti kai bawa mobil yang ada di klinik saja, mas kan lagi banyak kerjaan" balas kaila yang tahu perusahaan suaminya sedang banyak proye


"kalau bawa sendiri gak boleh! " teriak virza


"gak sama pegawai kai yang dekat rumah kita loh mas" balas kaila turun dari mobil


" ya sudah hati-hati ya, mas kerja dulu" pamit virza melambaikan tangan pada kaila


kaila bergegas menuju kantornya untuk memeriksa berkas-berkas yang ada di mejanya yang sudah menunggu untuk segera di periksa


"tok tok tok" bunyi ketukan pintu

__ADS_1


kaila mendongak melirik arah pintu" masuk" pinta kaila


"bu ada tamu" seru fania asisten kaila


"siapa? " tanya kaila mengangkat sebelah alisnya


asisten kaila hanya mengedikkan bahunya tanda tak tahu " ya sudah suruh masuk" pinta kaila


kaila merapihkan file yang sudah ia periksa dan menyimpannya di dalam laci mejanya " selamat pagi" sapa pria paruh baya


kaila terlihat terkejut " anda" kaila membenarkan posisi duduknya


pria paruh baya tersebut langsung menarik kursi di hadapan kaila dan duduk berhadapan dengan kaila " iya ini saya, saya datang ingin memberikan ini" pria paruh baya tersebut menyodorkan sebuah undangan pada kaila


kaila mengambil undangan tersebut dan membukanya tertera acara ulang tahun perusahaan tuan hafizhan " untuk apa anda memberikan ini pada saya? saya tidak pernah terlibat secara langsung dengan perusahaan" ucap kaila melirik undangan tuan hafizhan


tuan hafizhan tersenyum " saya tahu kalau tidak boleh serakah tapi saya hanya ingin dia menginjak rumah saya ayah kandungnya, walaupun mungkin di tak akan tahu bahwa saya ayahnya sampai saya mati" ucap tuan hafizhan


"kenapa tak langsung memberikan pada mas virza? " tanya kaila


kaila merasa tak enak hati "kenapa anda tak beritahu saja kebenarannya pada mas virza? " tanya kaila


tuan hafizhan tersenyum " andai mudah mengatakannya pasti sudah aku sampaikan, tapi aku hanya tak mau menambah kebingungan nya. kami yang tidak baik di masalalu hanya akan melukainya" ucap tuan hafizhan


" bagaimana anda yakin akan melukainya, lalu bagaimana saat dia tahu kebenarannya saat anda sudah tiada bukankah akan lebih menyakitkan" ucap kaila


"setidaknya saya tidak melihatnya" ucap tuan hafizhan terkekeh


kaila hanya bisa menghela nafas " baik saya akan membantu Anda agar suami saya datang ke rumah anda tapi dengan satu syarat" ucap kaila


" apa syarat mu? " tanya tuan hafizhan bersikap tenang


"ceritakan bagaimana bisa anda yang ayah kandungnya tapi malah orang lain yang dianggap sebagai ayah kandung oleh mas virza" ucap kaila


tuan hafizhan menatap kaila "apa kau ingin tahu? " tanya tuan hafizhan

__ADS_1


kaila mengangguk " tentu saja, aku harus mengantisipasi keterkejutan suamiku nanti jadi aku harus tahu cerita masa lalu" balas kaila


tuan hafizhan tersenyum " mungkin akan sedikit menyita waktumu. mulai dari mana ya? mungkin saat aku berusia 8 tahun" gumam tuan hafizhan dengan mata yang sudah berkabut


Puluhan tahun silam


seorang anak laki-laki duduk dengan tatapan kosong menatap langit siang hari di sebuah teras halaman yang terdapat sebuah ayunan kecil yang bergantung di sebuah pohon besar


" Anak-anak ayo kumpul semua" suara seorang wanita paruh baya menyadarkan lamunan anak laki-laki tersebut dan menuju wanita tersebut yang tak lain adalah pengurus panti tempat tinggal hafizhan


pengurus panti membawa seorang anak laki-laki bersamanya " perkenalkan dia adalah saudara baru kalian, namanya bagaskara


bagaskaran menunduk " hallo teman-teman nama saya adalah bagaskara. salam kenal" ucap bagaskara yang di jawab "salam kenal" oleh para penghuni panti


"duduk di sana ya" tunuk pengurus panti pada tempat duduk kosong di samping hafizhan


bagaskara menuju tempat yang dimaksud pengurus panti " salam kenal" bagaskara mengangkat tangannya untuk berjabat tangan pada hafizhan


hafizhan menyambut tangan bagaskara " hafizhan" balas hafizhan datar


bagaskara mengedarkan pandangannya melihat sekeliling, para penghuni panti asyik bermain dengan yang lain tapi tidak dengan hafizhan


"apa kau tak suka bermain? " tanya bagaskara


"tidak" balas hafizhan datar


bagaskara tersenyum "kalau begitu bertemanlah denganku" pinta bagaskara


***


hari ke hari bagaskara dan hafizhan makin dekat. untuk bagaskara hafizhan bukanlah satu-satunya temannya, ia juga akrab dengan yang lain karena memang sifat bagaskara yang mudah bergaul. tetapi tidak untuk hafizhan. bagi dirinya bagaskara adalah satu-satunya temannya karena memang hafizhan yang memang pendiam dan tak suka bergaul dengan teman satu panti asuhan


"Anak-anak ayo berkumpul! " seru pengurus panti


anak-anak berkumpul sesuai instruksi pengurus panti "anak-anak hari ini kita kedatangan calon orang tua asuh, jadi kalian harus bersikap baik" ucap pengurus panti

__ADS_1


"yeeeeeey" teriak girang anak-anak panti tapi tidak untuk hafizhan yang hanya menatap datar ucapan pengurus panti


__ADS_2