
Mama kaila berjalan kearah zian yang sedang mengasuh ketiga keponakannya serta anaknya sendiri yang berusia 8 bulan
mama kaila melihat bagaimana zian mengasuh keempat cucunya dari dekat “om, mau makan” pinta Arthur menarik-narik ujung baju zian
“ya tinggal minta bibi yang di dapur Arthur, kan di sana banyak orang jadi pasti banyak makanan” balas zian
“Arthur itu baru usia 3 tahun om, masa disuruh ambil makan sendiri” kesal Arthur tak ingin mengambil makanan seorang diri
Zian menatap tak percaya kearah keponakannya yang satu ini “yang suruh kamu ambil sendiri siapa Arthur? Kan om bilang disana banyak orang tinggal minta saja ke orang yang ada di sana nanti kan ada yang ambilin kamu makan asal kamu minta” balas zian lirih mencoba meredam kekesalannya
arthur berdiri di hadapan zian dengan berkacak pinggang “kata mama gak boleh berjalan di tempat ramai seorang diri” balas Arthur menunjuk dirinya yang seorang anak kecil
Zian memindai keadaan sekitar yang memang terlihat ramai karena banyak orang yang berlalu
lalang untuk mempersiapkan acara pernikahan anak-anak keluarga bagaskara
zian menggelengkan kepalanya “ckckckckc” zian seakan kehabisan kata menghadapi Arthur yang hanya seorang anak berusia 3 tahun tapi cara bicaranya seperti orang dewasa
“untung kamu keponakanku Arthur, kalau bukan sudah aku lempar kamu jauh-jauh” gumam zian berjalan dengan menggendong ben didepan dan Bianca di bagian belakang dan
didepan serta mendorong rayanza anaknya yang berada di dalam kereta dorong
Arthur tertawa girang karena zian menuruti keinginannya untuk mengambilkan makanan untuknya
“bi, ambilin makanan dong untuk Arthur ya” pinta zian pada pelayan di rumahnya
“iya tuan” bibi langsung cekatan mengambilkan beberapa makanan untuk Arthur dan juga untuk, ben, Bianca serta rayanza
“nih tuan” ucap bibi menyerahkan beberapa macam makanan pada zian
“makasih ya bi” zian membawa makanan tersebut kearah ruang bermain anak-anak
__ADS_1
“nih Arthur, makan ya” zian menaruh makanan yang ada pada nampan dengan menaruhnya di karpet bulu yang di ruang bermain anak
“suapin” pinta Arthur manja
“makan sendiri kan bisa Arthur, om harus suapin ben dan Bianca juga rayanza. Mereka gak bisa makan sendiri tapi kamu bisa karena kamu yang paling besar” balas zian
“Arthur gak mau makan sendiri, maunya di suapin” rajuk Arthur melipat tangannya sebatas dada
“ya ampun Arthur, mau bikin om darah tinggi ya” keluh zian tapi tetap menyuapi Arthur makan sembari mengerutu karena dikerjai anak kecil
Arthur terkekeh “terima kasih om” balas Arthur
"ya" Zian menyuapi arthur, ben, Bianca dan rayanza secara bergantian. Walaupun mulutnya terus
menggerutu tapi zian tetap menyuapi cucu mama kaila dan ayah virza
Mama kaila yang melihat interaksi anak sulung serta cucu-cucunya tersenyum kecil “ah anakku sudah dewasa. Dulu dia dijaga banyak orang sekarang gentian dia yang menjaga banyak anak”gumam mama kaila kembali melanjutkan kesibukannya
Mama kaila menoleh kebelakang “eh mila, kau datang” sambut mama kaila memeluk mila
Mama kaila melirik sekeliling “ekormu mana?” Tanya mama kaila
“ha?” mila bingung dengan pertanyaan mama kaila dan melirik belakangnya tak merasa punya ekor
"ekor? emang punya ekor? sejak kapan?" tanya Mila bingung
Mama kaila terkekeh “maksud tante, suami kamu. Biasanya dia kan ngikutin kamu kemanapun kamu pergi” balas mama kaila
“ah, dia lagi pusing tan jadi di rumah sedang istirahat” balas mila
“dia masih ngidam?” Tanya mama kaila
__ADS_1
“masih tante, belum berkurang. Kemarin saja aku menginfusnya karena dia terlalu lemas muntah-muntah terus” balas mila tak tega dengan rafasya yang mengalami ngidam sejak kehamilannya
“dia cinta banget sama kamu ya mil sampai gantiin kamu ngidam” kekeh mama kaila
“iya, mila juga sampai heran kenapa jadi dia yang ngidam padahal kan mila yang hamil tapi malah mila yang merasa sehat dan bugar gak ada keluhan hamil sama sekali” balas mila
“tante seneng loh, akhirnya kamu bisa hamil” ungkap mama kaila senang dengan kehamilan mila yang sangat di harapkan keluarga rafasya
mila hamil setelah 1 tahun lebih usia pernikahannya “aku jauh lebih seneng tan, aku kira aku akan gak punya anak karena kondisi rafasya, aku juga sudah menyiapkan mentalku jika tak memiliki anak nantinya tapi ternyata aku masih bisa hamil dan ini berkat tante yang ngenalin kita kedokter yang bagus” balas mila
“ini bukan karena tante tapi memang karena tuhan mempercayakan anak kepada keluarga kecil kalian. Kalian kan baru datang sekali untuk pemeriksaan dan kau sudah dinyatakan hamil saat belum sempat melakukan treatment lebih jauh" balas mama kaila
mila tersenyum ke arah mama kaila “iya tan, aku bersyukur banget karena itu, ya dah tan mila mau urus masalah catering dulu ya” mila berjalan masuk untuk membantu persiapan catering untuk acara pesta
Mama kaila menghampiri kakek sakti dan suaminya yang sedang berbincang sambil mengawasi orang bekerja mendekor rumah keluarga besar bagaskara
“mas sama om sedang bicara apa?” Tanya mama kaila duduk di samping om dan suaminya
Ayah virza dan kakek sakti menoleh bersamaan “ah kita sedang membahas masalalu” ungkap kakek sakti
“iya, dulu kita lihat zian yang kerjaannya dititipin sana sini, zian yang gak suka kelahiran aditya yang laki-laki sedangkan ningrum yang selalu jadi rebutan kakak-kakaknya. Sekarang mereka bertiga sudah menikah dan punya anak” sahut ayah virza
“iya yah, gak nyangka waktu berjalan secepat ini” gumam mama kaila
“oh ya om, raka sama kasih mana om?” Tanya mama kaila
“mereka sedang nenangin keano yang kesal sama lyra” balas kakek sakti mengingat pertengkaran lyra adik keano dan keano yang sering terjadi setiap harinya
“merek berantem lagi?” Tanya mama kaila yang tahu betul keano dan lyra sering bertengkar karena masalah sepele
Hal ini mungkin karena jarak usia mereka yang terbilang dekat keano berusia 4 tahun sedangkan lyra berusia 2 setengah tahun. Keano selalu merasa kasih sayang orang tuanya tebagi untuk adiknya lyra sedangkan lyra selalu meledek keano yang ia ejek anak cengeng karena selalu menangis saat bertengkar dengan lyra
__ADS_1
“om ampe bingung, sebenarnya yang adik lyra atau keano karena keano selalu berakhir menagis setelah bertengkar dengan lyra dan buntutnya raka kelimpungan merayu keano. Dia sampai minta kasih untuk KB karena gak ingin punya anak lagi. Padahal aku pengen punya banyak cucu darinya” balas kakek sakti