
sekitar 2 jam kemudian, raka dibawa ke rumah sakit dengan luka di sekujur tubuhnya dan banyaknya darah yang keluar dari tubuhnya
“raka” teriak nenek angel menghampiri putra satu-satunya itu yang dibawa para perawat
menuju ruang UGD
perawat menahan tubuh nenek angel “maaf bu kita harus melakukan pertolongan pada pasien secepatnya “ ucap perawat meminta nenek angel tak menghalangi membawa raka masuk ruang UGD
Nenek angel menangis melihat keadaan raka yang sangat menyedihkan buatnya “anakku” gumam nenek angel menutup mulutnya meredam isak tangisnya
Kasih yang juga berada di depan ruang UGD mendekat ke arah nenek angel “ maaf ya
tante, gara-gara kasih abang jadi seperti itu” ucap kasih meminta maaf pada nenek angel
Nenek angel menoleh kearah kasih “saya tahu kamu gak ada maksud melukainya tapi tetap
saja gara-gara kamu anak saya jadi seperti itu, jadi saya mohon tolong pergi dari sini dan menjauhlah dari anak saya . Jangan sampai pengawal mu marah lagi pada anak saya” ucap nenek angel mengusir kasih secara halus
“nenek” keluh ningrum tak terima kasih diperlakukan tidak adil oleh nenek angel
Nenek angel menoleh kearah ningrum “nenek harus bagaimana rum, lihat keadaan om kamu”
tunjuk nenek angel pada ruang UGD tempat raka diberikan pertolongan pertama “Nenek
tahu om kamu salah tapi apa harus sampai diperlakukan seperti itu?” tanya nenek
angel tak tega melihat luka anaknya
Kasih mengusap air matanya “iya tante saya tahu kalau saya salah , setelah kasih lihat bang raka baik-baik saja saya akan pergi menjauh” balas kasih membungkuk pada nenek angel
Ningrum mendekati kasih memeluk kasih erat “kasih, tolong jangan di ambil hati ucapan
nenekku, dia hanya sedang cemas dengan keadaan om raka yang sedang di tangani
dokter” ucap ningrum meminta pengertian kasih
Kasih tersenyum ke arah ningrum “aku gak papa kok rum, memang di sini aku yang salah ” ucap kasih
Setelah dilakukan pertolongan pertama, diputuskan raka harus menjalani operasi karena
banyak tulang raka yang patah, dan menghentikan pendarahan raka yang tak kunjung berhenti.
6 jam berada di ruang operasi, dokter yang menangani operasi Raka keluar dari ruang operasi
“keluarga tuan raka wirayudha?” tanya dokter yang melakukan operasi pada raka tersebut
__ADS_1
Nenek angel dan kakek sakti menghambur mendekat ke arah dokter yang menangani operasi anak mereka
“gimana keadaan anak saya dok?” tanya nenek angel cemas
“operasinya berjalan lancar, hanya beberapa tulangnya saja yang patah, tapi tidak membahayakan nyawanya. Pasien sudah dibawa ke ruang rawat, kalian bisa menjenguknya disana. Tapi karena dia masih dalam pengaruh bius jadi biarkan dia beristirahat” jelas dokter
“terima kasih” balas kakek sakti membungkuk bernafas lega mendengar kondisi anaknya
yang lolos dari maut
Kasih bernafas lega mengusap dadanya bersyukur keadaan raka yang baik-baik saja “terima kasih ya tuhan membiarkan dia bisa bertahan” batin kasih mengelus perut ratanya
Keluarga raka berjalan menuju ruang rawat VVIP yang berada di lantai 9, kasih juga mengikuti dari belakang ingin tahu kondisi raka lebih jelas
Nenek angel berlari masuk ruang rawat raka, duduk di tepi ranjang “anakku” ucap nenek
angel mengusap muka anaknya penuh kehati-hatian karena mukanya banyak luka
lebam karena pukulan yang diberi mas ojo padanya
Kakek angel memegang bahu nenek angel “sudah
jangan menangis lagi, biarkan dia istirahat” pinta kakek sakti
Kasih melihat raka dari kejauhan karena banyak orang yang berada di ruangan rawat raka “maafkan aku bang” batin kasih mengusap air matanya yang jatuh dengan bebas membasahi pipi kasih tanpa bisa di cegah
Kakek sakti yang tak sengaja melihat kepergian kasih ingin menyusulnya “kai titip tante mu” ucap kakek sakti menitipkan nenek angel pada mama kaila
“iya om”balas mama kaila
Kakek sakti bergegas menyusul kasih “kasih” panggil kakek sakti
Kasih mengusap air matanya lalu menoleh kea rah kakek sakti “iya om” balas kasih
“kau mau kemana?” tanya kakek sakti
Kasih tersenyum “sesuai janjiku aku akan pergi setelah memastikan keadaan abang baik-baik saja” balas kasih
“kau tunggulah dia sadar” pinta kakek sakti
Kasih menggeleng “tidak om, toh bang raka sudah banyak yang menemaninya dan juga menyayanginya, jadi kehadiranku sama sekali tak penting” balas kasih
“tapi kau sedang hamil anak raka, cucuku. Dia harus tahu itu ” balas kakek sakti
Kasih makin tak kuasa menahan air matanya “biar aku saja yang menjaganya”kasih mengusap air matanya “tolong jangan beritahu abang ya om” pinta kasih
__ADS_1
“tapi Raka berhak tahu tentang anaknya” balas kakek sakti tak suka dengan keputusan kasih
“aku sudah janji sama mas ojo om” ucap kasih
“tapi dia gak berhak sama sekali mengatur hidupmu” balas kakek sakti
“dia satu-satunya keluarga yang aku miliki om” kasih membungkuk “maaf” kasih menoleh
meninggalkan kakek sakti begitu saja
Melihat kepergian kasih kakek sakti memilih kembali ke ruang rawat raka dengan wajah
lesu
“om sakti dari mana?” tanya mama kaila yang melihat kedatangan kakek sakti dengan
wajah lesu
“dari bicara dengan kasih” balas kakek sakti
“lah terus kasih dimana kek?” tanya ningrum memindai belakang punggung kakeknya
“dia sudah pergi, katanya dia akan segera pergi dari Indonesia” balas kakek sakti lesu
Nenek angel mencebikkan bibirnya “biarin saja dia pergi, gara-gara dia anak kita terluka seperti ini” balas nenek angel menatap sedih keadaan anak semata wayangnya
Kakek sakti menatap tajam nenek angel “kamu jangan sembarangan bicara angel, harusnya
kau berterima kasih pada kasih karena anak kita masih bisa pulang dengan keadaan hidup” balas kakek sakti tajam “dia sampai rela melukai tangannya seperti itu demi menyelamatkan anak kita” tambah kakek sakti
“terima kasih apa mas, lihat baik-baik anak kita, lihat keadaannya” tunjuk nenek sakti pada keadaan raka penuh dengan luka di sekujur tubuhnya
“itu adalah kesalahannya, kenapa dia meniduri anak gadis orang” balas kakek sakti
“aku akui raka salah mas, tapi emangnya dia bisa melakukannya tanpa persetujuan dari
kasih” balas nenek angel menatap tajam suaminya
Kakek sakti menatap tak percaya nenek angel “ bagaimana bisa kau bicara seperti itu
angel?” kakek sakti berjalan mendekat kearah nenek angel yang duduk dekat ranjang raka “ Harusnya kau yang paling mengerti apa yang di rasakan kasih saat ini” ucap kakek sakti
Nenek angel mengerutkan keningnya menatap kakek sakti “bagaimana Perasaan saat kau hamil tapi kau tak yakin dengan perasaanku padamu. Apakah aku benar-benar mencintaimu atau tidak !” teriak kakek sakti mengingat nenek angel yang dulu hamil tapi bingung dengan perasaan kakek sakti sampai rela menutupi kehamilannya dari kakek sakti
“dia hamil anak putramu” tunjuk kakek sakti pada raka yang tengah berbaring lemah “cucu
__ADS_1
kita angel” tambah kakek sakti