Menikah Karena Perjodohan

Menikah Karena Perjodohan
deklarasi pacaran (season 2)


__ADS_3

***


Ningrum sedang bermanja dalam pelukan jonathan “mas” panggil ningrum mengusap dada bidang jonathan lembut


“iya” jonathan menarik satu tangan ningrum yang mengusap dadanya dan mengecupnya


Ningrum tersenyum dengan perlakuan jonathan padanya


“nanti ningrum, mau main sama Miranda boleh gak?” tanya ningrum


“lama gak?” tanya jonathan


“gak tahu” balas ningrum mengedikkan bahunya


jonathan mengusap kepala ningrum yang masih berada dalam pelukannya “boleh saja sih rum, tapi jangan kelamaan nanti


kecapean. Perutmu kan sudah mulai kelihatan besar” ucap jonathan mengusap perut


ningrum yang sudah mulai terlihat membuncit, karena sudah masuk bulan ke 4


“iya ya mas, gak kerasa ya kandungan ningrum sudah


masuk bulan ke 4” balas ningrum mengusap perutnya


Ningrum mendongak kearah jonathan  “mas kita jahat gak sih? Mereka sudah merayakan 7 bulanan ningrum di Indonesia tau ” ucap ningrum menyusupkan


kepalanya di dada bidang suaminya


Jonathan menghela nafas “nanti pada saatnya kita pasti bilang tentang anak kita ini. Dan mas jo akan minta maaf pada keluarga


rafasya” balas jonathan


“iya mas” balas ningrum mengiyakan ucapan suaminya


Ningrum makin menyusup ke pelukan jonathan “kita mau


bangun, apa  mau di ranjang aja sampai sore? Mas sih oke-oke saja. Secara kan mas bosnya jadi gak ke kantor gak masalah” tanya jonathan


“emang jam berapa sih mas?” tanya ningrum melirik jam dinding di kamarnya


“ya ampun, sudah jam 8. Ningrum kuliah mas” teriak ningrum panik berniat untuk berlari


Jonathan menahan tangan ningrum “ada apa mas?” tanya


ningrum yang melirik tangannya yang masih di tahan suaminya


“jangan buru-buru, ingat kau sedang hamil” ucap jonathan memperingati ningrum agar lebih berhati-hati


Ningrum melirik perutnya “oh iya, maaf mas suka lupa” balas ningrum terkekeh


“ya sudah, ayo mandi” jonathan membopong ningrum menuju kamar mandi dalam keadaan polos tanpa sehelai benangpun ditubuhnya


Ningrum mengalungkan tangannya ke leher jonathan “sekarang mas jo gak perduli lagi telanjang bulet depan ningrum ya?” tanya ningrum,


melirik tubuh suaminya yang polos seperti bayi


Jonathan mendudukkan ningrum di atas closet, dan mengisi bath up dengan air hangat untuk ningrum mandi


setelah terisi penuh, Jonathan mengangkat tubuh ningrum kembali untuk masuk dalam bath up begitupun dirinya yang ikut masuk dalam bath up menemani ningrum


“ngapain malu sayang. Kita kan suami istri yang sah. Dan aku sangat suka melihat tubuh indah istriku” balas jonathan mengecup bibir ningrum

__ADS_1


“tapi kan perut ningrum lagi buncit mas? pasti jelek?” tanya ningrum melirik perut buncit nya


“bagi mas jo, kamu wanita paling cantik” balas jonathan kembali mengecup bibir ningrum


***


Ningrum sibuk mengurus pengajuan judul untuk skripsinya


“ahh akhirnya” gumam ningrum membawa selembar kertas keluar dari ruang dosen pembimbingnya


melihat ningrum keluar ruangan, miranda bergegas menghampirinya “ningrum, gimana?” tanya Miranda yang menunggu ningrum sejak pagi di luar ruangan dosen


“berhasil dong. Untung saja mata kuliah di Indonesia dengan di sini tak beda jauh jadi aku tak kesulitan mengajukan judul skripsiku”


ucap ningrum


“iya,  syukur ya rum, semoga kamu bisa garap skripsi sambil tetap menyelesaikan mata kuliah


yang harus kamu tetap ambil ya rum” balas Miranda


“iya Miranda. Aku usahain deh wisuda bareng kamu” ucap ningrum pada Miranda yang sudah lebih dulu menggarap skripsi di banding ningrum


“suamimu bolehin kita main kan?” tanya Miranda


“iya, tapi dia kasih sopir buat anter kita. Katanya aku gak boleh capek” balas ningrum


“enak banget jadi kamu ya rum, suami kamu tuh manjain kamu banget.  ya walaupun masih


ngelarang sana-sini sih. Tapi kan semua buat kebaikan kamu” ucap Miranda mengingat perhatian jonathan untuk ningrum yang terlihat sangat jelas


“iya mir, aku bahagia banget nikah sama mas jo” balas ningrum tersenyum bahagia memikirkan suaminya yang begitu perhatian


dengannya dan selalu mementingkan keamanan serta kenyamanannya


“inspeksi dadakan” balas Miranda


Ningrum menautkan kedua alisnya “inspeksi dadakan gimana?” tanya ningrum tak mengerti maksud Miranda


“udah ikut saja” ajak Miranda tak memberitahukan rencananya  pada ningrum


***


Ningrum dan Miranda memakai kacamata dan selendang menutupi kepalanya agar tak dikenali


“sebenarnya kita ngapain sih mir?” tanya ningrum bingung dengan penampilan yang mereka pakai atas permintaan Miranda


“ husst diam” ucap Miranda saat orang yang di intai sudah datang


Ningrum menoleh kearah pandangan Miranda “ kak


aditya” gumam ningrum menutupi wajahnya dengan majalah


“kamu ngawasin kakakku? Kenapa? Tanya ningrum


penasaran


Miranda menghela nafas kasar “sudah aku ngaku deh, aku pacaran sama kakakmu, dan ini sudah jalan 2 tahun” ucap Miranda


“apa?!” ucap ningrum kaget


“jangan keras-keras rum nanti ketahuan” ucap Miranda memperingati

__ADS_1


“ya terus ngapain kamu malah ngikutin kak aditya kaya gini?” tanya ningrum


“kakakmu jadi aneh belakangan ini, dia jarang menghubungiku rum, dia sibuk dengan dunianya aku merasa di abaikan” balas Miranda mengerucutkan bibirnya


Ningrum membanting majalahnya “ya ampun mir, itu mah karena memang karena kakakku yang sedang sibuk. Kak zian belum lama ini pulang ke Indonesia. Jadi yang urus cabang disini kak aditya  sendiri makanya dia sibuk” balas ningrum yang tahu alasan kesibukkan kakaknya


“husstt” Miranda meletakkan telunjuknya di bibirnya meminta ningrum diam agar tak ketahuan aditya


Aditya yang sudah selesai membahas bisnisnya yang hanya sebentar saja karena hanya tandatangan kerjasama. aditya tak sengaja mendengar perbincangan adiknya bersama Miranda tersenyum simpul “dasar pencemburu” gumam aditya


Aditya berjalan kearah ningrum dan Miranda “ngapain kalian di sini?” tanya aditya


Miranda melepas kacamata dan selendang baru ia pakai “makan lah, emang ngapain” balas Miranda membuang mukanya kasar


“sudah makan belum rum?” tanya aditya pada adiknya


“belum kak, persenan nya belum datang” balas ningrum


tersenyum pada kakaknya


Aditya duduk di samping Miranda “ya sudah makan dulu” balas aditya ikut menunggu pesanan ningrum dan Miranda datang


Mereka pun akhirnya makan bertiga dan saling bercanda walaupun Miranda masih manyun sepanjang obrolan mereka bertiga


“rum, kamu di antar sopir kan?” tanya aditya memastikan cara adiknya pulang


“iya kak, mas jo siapin sopir buat ningrum karena tahu mau jalan-jalan sama Miranda” balas ningrum


“kamu pulang sendiri gak papa kan? Kakak mau pinjam


Miranda dulu ” tanya aditya


Mendengar pertanyaan kakaknya, Ningrum jadi ingin memperjelas apa yang ingin diketahuinya “kakak beneran pacaran sama temen ningrum ini ?” tanya ningrum melirik Miranda


Aditya mengembangkan senyumnya “berarti gak ada yang


perlu di tutupin lagi dong” ucap aditya merangkul Miranda mendekatkan ke tubuhnya


Miranda berusaha melepas tangan aditya yang memegang bahunya “ih ini tempat umum mas” ucap Miranda malu dengan sikap aditya


“waaah, sudah panggil mas loh?” ucap ningrum tak percaya, ningrum menatap aditya “kak zian tahu?” tanya ningrum


“tahu lah, orang dia yang kerjaannya telpon kakak


harus pulang sebelum jam 10 malam, takut pergi sama Miranda” balas aditya terkekeh


Ningrum menepuk tangannya sambil menganga “wah wah


wah gak nyangka ningrum, ketinggalan informasi jauh kaya gini” ucap ningrum


“tapi kamu jangan sampai bilang ke mama sama ayah dulu ya?” pinta aditya


“kenapa? mama pasti seneng denger kakak dapat pacar" tanya ningrum bingung


“kamu mungkin pernah dengar kalau Miranda sudah di


jodohkan sejak kecil" tanya aditya


"iya" balas ningrum mengangguk dengan ragu karena Miranda yang tak suka jika perjodohannya di bahas


"Bisa kena amuk Miranda kalau sampai ketahuan pacaran

__ADS_1


dengan kakak di sini ” tambah aditya


“kakak serius enggak sama Miranda?” tanya ningrum


__ADS_2